Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 291 Pasrah dalam karma


__ADS_3

" Aku mengakui kesalahan ku, maafkan aku Maya, kesalahan masa lalu dan juga masalah bersama Anna dan Aurelia. Aku memang bukan ayah yang baik. Aku hanya mementingkan egoku di bandingkan kebahagiaan putriku," ucap Chandra tertunduk dengan penuh penyesalan.


" Aku sudah melupakan masalah kita yang aku ambil menjadi pelajaran. Karena semua sudah berakhir. Tidak ada yang tersisa sedikitpun di dalam hatiku dan kau seharusnya meminta maaf pada Anna dan Aurelia. Mereka yang korban akibat perbuatanmu," ucap Maya menegasakan.


" Aurelia maafkan papa. Karena Anna selalu menentang papa. Papa menjadikanmu sebagai alat. Papa mendominasikan mu untuk mempertahankan segalanya, menyuruhmu ini itu yang jelas kau tidak menyukainya. Tetapi papa tetap memaksamu dan tanpa memikirkan perasaan mu. Anna maafkan papa. Kita sering bertengkar dan kata-kata kamu selalu benar yang membuat papa terkadang sadar. Papa sering jahat pada kamu yang marah karena tidak bisa membuat kamu seperti Aurelia yang menjadi penurut. Maafkan papa Anna! papa sering bermain tangan padamu. Maafkan papa, maafkan semua kesalahan papa. Maafkan papa Anna, Aurelia," ucap Chandara yang merasa bersalah kepada Aurelia dan Anna.


" Iya papa tau. Untuk sebuah maaf tidak akan bisa di dapatkan. Tidak apa-apa. Kalian berdua butuh waktu dan mungkin banyaknya kesalahan ku tidak mudah untuk di maafkan. Biarlah apa yang di katakan mama kalian terjadi. Karena memang hal yang menyakitkan jika sudah tidak bersama dengan orang yang selalu ada untuk kita. Penyesalan selalu datang terlambat dan papa menyadari itu. Betapa jahatnya aku kepada mama kalian yang melahirkan kalian yang menghiyanatinya hanya demi kehidupan yang lebih mewah. Papa juga mengorbankan kalian berdua. Papa akan terima semua ini. Jika ini adalah hukum karma untuk papa," ucap Chandara yang pasrah akan kehidupannya yang pasti akan berubah 180 derajat.


Kehilangan harta, kemewahan dan yang paling menyakitkan kehilangan anak-anaknya.


Anna dan Aurelia sama-sama menyeka air mata mereka.


" Kalian bersama mama kalian lah. Papa tidak akan mengganggu kalian. Papa pantas mendapatkan semuanya. Maafkan papa Anna, Aurelia. Papa sungguh menyesali semuanya," ucap Chandra.


Sekarang Chandara melihat ke Amelia yang masih menjadi istrinya, " aku juga minta maaf kepadamu. Semua yang kita lakukan tidak sepenuhnya salahmu. Aku juga menghancurkan kehidupanmu yang seharusnya kau bisa bahagia bersama orang lain. Maafkan aku Perusahaan keluargamu harus hancur di tanganku. Karena keserakahan ku yang tinggi. Selama ini aku melihat kau berusaha untuk anak-anak ku. Jadi maafkan aku kesalahan ini terjadi ada pada diriku yang sudah membuka jalan untukmu masuk kedalam rumah tanggaku," ucap Chandra yang meminta maaf juga pada Amelia. Amelia meneteskan air matanya.


" Lakukan apa yang kau ingin kan kepadaku?" ucap Chandra pasrah.


" Untuk semua yang ada di sini. Aku penjahat sebenarnya yang menghancurkan segalanya. Jadi aku memohon maaf untuk semuanya. Semoga kita bisa bertemu di lain kesempatan," ucap Chandra yang perlahan melangkahkan kakinya yang pergi dari tempat itu.


" Pah!" lirih Anna. Yang hanya bisa diam melihat papanya yang berjalan perlahan meninggalkan mereka.

__ADS_1


" Biar Anna, biarkan papa kalian menyadari semua kesalahannya. Mama tidak memaksa kalian berdua harus berbuat apa. Kalian sudah dan tau harus melakukan apa. Biar waktu yang memberi kalian jawaban," ucap Maya yang mengerti perasaan Anna dan Aurelia.


Sejahat-jahatnya orang tua pada anaknya. Aurelia dan Anna pasti memaafkan Chandara dan tidak ingin Chandra pergi. Apa lagi Chandra di pastikan tidak akan memiliki apa-apa. Namun Maya tidak ingin Anna dan Aurelia harus terpaksa memaafkan Chandara. Dia ingin anak-anaknya tulus dan bisa sama-sama belajar dan akhirnya pasti juga akan ada bersama papanya.


Maya bukan orang jahat yang memisahkan anaknya dengan papanya dan membiarkan ayah dari anak-anaknya harus menderita. Tetapi dia hanya memberi waktu untuk mereka semua saling memahami dan sama-sama mengerti. Sehingga tidak ada keterpaksaan.


Chandra yang semakin jauh bahkan semakin tidak terlihat dan membuat Amelia juga pergi saat itu juga. Ya dia sudah tidak membahas Perusahaan lagi dan dia juga tidak tau nasib kehidupannya akan seperti apa.


" Jangan mengganggu anak-anak ku!" ucap Maya membuat langkah Amelia terhenti.


" Meski sudah belasan tahun. Tetapi semua ini tidak bisa begitu mudah hilang dari hatiku. Penghiyanatan yang kejam telah kau tabur dan anak-anak ku hancur di tanganmu. Mau kau berusaha sekuat tenaga mu untuk mendapatkan hati mereka. Itu tidak mungkin. Karena anak-anak ku. Sangat tau mana yang tulus dan tidak. Aku tidak perlu melakukan apa-apa padamu dan Perusahaan yang menjadi milikku. Bukan untuk memberi pelajaran untukmu. Tetapi mengingatkan dirimu. Tidak semua apa yang kita miliki bisa di pertahankan. Jadi belajarlah dari kesalahanmu dan aku rasa kau sudah menderita semala ini karena melihat anak-anak ku yang juga menderita karena perbuatan mu," ucap Maya.


Amelia meneteskan air matanya dan mulutnya tidak mampu untuk bicara apa-apa dan memlih untuk melanjutkan langkahnya.


Maya menghela napasnya yang merasa lega telah kembali dan bertemu Anna dan Aurelia.


" Maafkan mama, mama pernah meninggalkan kalian," ucap Maya menatap ke- 2 putrinya itu.


" Mama tidak salah," sahut Anna.


" Aurelia minta maaf pada mama. Karena Aurelia tidak bisa menjadi kakak untuk Anna. Aurelia tidak bisa menepati janji Aurelia pada mama," ucap Aurelia merasa bersalah.

__ADS_1


" Itu bukan kesalahan kamu Aurelia. Kamu sudah melakukan yang terbaik. Mama sekarang senang kamu juga mengakui kesalahan kamu," ucap Maya memegang pipi Aurelia.


" Apa mama tidak membenci Aurelia?" tanya Aurelia.


" Mana ada seorang ibu yang membenci anaknya. Mama tau apa yang mama lakukan tadi membuat kamu sakit hati. Tetapi mama melakukan itu. Agar kamu bisa mengerti," ucap Maya yang sengaja tidak menyapa atau tidak memperdulikan Aurelia tadi.


" Iya mah," Aurelia mengerti sekali lagi maafkan Aurelia," sahut Aurelia.


Maya mengangguk dan memeluk Aurelia dan pasti Anna ikut-ikutan. Semua orang yang menjadi penonton tersenyum melihat kebahagian yang simple ibu dan putri-putri yang cantik itu.


" Aku tidak percaya Anna dan Aurelia akhirnya bisa berbaikan," batin Athar yang paling bahagia melihat situasi itu.


" Penyesalan memang datang terlambat. Tetapi aku lega. Anna bisa menerima kakaknya dengan baik," batin Derry yang juga tersenyum lebar melihat Aurelia yang sekarang sudah bahagia.


" Kalian sudah sangat dewasa," ucap Maya.


" Masa iya kecil terus," sahut Anna membuat tawa.


" Maaf mengganggu!" tiba-tiba Jennie datang membuat orang-orang melihat Jennie.


" Apa acaranya bisa kita lanjutkan, semuanya sudah siap," ucap Jennie.

__ADS_1


" Iya bisa di lanjutkan. Anak-anak ku juga sudah siap," sahut Maya yang membuat Anna dan Aurelia mengangguk dengan senyuman.


Bersambung..


__ADS_2