Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 333


__ADS_3

"Anna!" pekik Aurelia yang langsung menghampiri Anna dan memegang bahu Anna melihat wajah kekasihnya itu yang terlihat sangat shock.


"Aurelia apa yang kamu lakukan?" sentak Athar dengan penuh emosi dengan perlakuan Aurelia yang membuat Anna terluka.


Lisa, Derry dan Olive juga menghampiri Aurelia dan melihat perbuatan Aurelia yang sungguh keterlaluan.


"Aurelia kamu kenapa sampai menampar Anna. Ada apa sih ini?" tanya Derry dengan bingungnya.


"Aku tidak sengaja melakukannya dan itu semua karena Anna yang mencampuri urusanku," sahut Aurelia yang membela dirinya.


"Alasan tidak sengaja. Kalau memang kelakuan sudah seperti itu tidak akan bisa di ubah lagi. Sangat keterlaluan yang menampar Anna sembarangan," sahut Olive bertambah kesal dengan Aurelia.


"Hey, kamu diam ya. Aku tidak bicara dengan kamu dan ini bukan urusan kamu?" tegas Aurelia.


"Ini jelas urusanku karena Anna adalah temanku," sahut Olive menegaskan yang begitu marah dengan Aurelia.


"Kau pikir aku peduli dia temanmu. Aku bilang jangan ikut campur," sahut Aurelia yang meninggikan suaranya.


"Sudah hentikan!" bentak Derry, "kenapa kalian jadi ribut ini itu rumah sakit dan seharusnya kalian itu sama-sama malu," ucap Derry menegaskan.


"Dia yang duluan," sahut Aurelia menunjuk Olive dan Olive ingin mengamuk lagi dan Lisa langsung menghentikannya.


"Ada apa ini sebenarnya? kenapa kamu sampai memukul Anna?" tanya Athar dan Anna masih diam dengan matanya yang berkaca-kaca dan terlihat begitu terkejut.


"Aku mengatakan aku tidak sengaja melakukannya. Itu karena Anna yang mencari masalah, dia terus menahanku untuk menghampiri Mahendra. Aku sudah mengingatkannya. Tetapi dia sama sekali tidak peduli," ucap Aurelia yang membela dirinya.


"Oh jadi karena Mahendra. Astaga hey, wanita jadi-jadian kamu itu seharusnya sadar diri. Mahenndra itu tidak menyukaimu. Kau sampai memukul adikmu. Hanya karena itu. Wau sangat keterlaluan dan sangat memalukan," sahut Olive yang kembali mencari keributan.


"Hey Olive aku peringatkan kepadamu ya. Jaga bicaramu. Sebelum aku benar-benar murka kepadamu," ucap Aurelia menunjuk tepat di depan Olive.


"Kau pikir aku takut kepadamu," sahut Olive dengan wajahnya yang menantang.


"Olive sudah," ucap Lisa yang terus menenangkan Olive.


"Aurelia apapun itu seharusnya kamu tidak bermain tangan dengan Anna. Anna hanya mengingatkan mu dan semua yang di katakannya pasti demi kebaikanmu," ucap Athar mengingatkan.


"Athar cukup Anna yang ikut campur. Kau tidak perlu ikut campur dan iya apa yang terjadi adalah urusanku. Anna berusaha mencegah ku untuk dekat dengan Mahendra dan seharusnya itu bukan urusannya. Jika dia mendukungku aku mungkin tidak akan marah. Tetapi apa yang di lakukannya bertolak belakang dan jelas aku tidak suka dengan hal itu," tegas Aurelia.


"Tapi Aurelia apa kau sadar. Laki-laki yang kau kejar itu telah menyukai..."


"Aku tidak peduli," sahut Aurelia memotong pembicaraan Athar dan lagi-lagi itu mengejutkan semuanya yang mana sangat terlihat Aurelia terobsesi dengan Mahendra.


"Aku sudah jangan ikut campur. Mau dia menyukai siapapun, atau siapa yang menyukainya. Itu urusanku dan juga hatiku. Kau maupun Anna dan yang lainnya tidak berhak mengatur perasaanku dan iya aku tidak mungkin menyerah untuk mengejar laki-laki yang aku inginkan. Jika dulu aku mengalah pada Anna atas dirimu. Itu karena dia adikku dan sekarang tidak akan ada rasa mengalah lagi. Aku juga ingin hidup dengan orang yang aku cintai dan kalian semua tidak bisa menghalangi ku," tegas Aurelia dengan penuh penekanan yang mengejutkan semua orang.


Termasuk Derry yang ada di sana. Sangat jelas di dengarnya. Jika wanita yang pasti masih di cintainya itu memang tidak pernah melihatnya sedikitpun dan sekarang terang-terangan mengatakan isi hatinya kepada siapa. Anna sendiri sudah mendengar hal itu sebelumnya.


"Aurelia ternyata kau tidak berubah sama sekali. Kau masih tetap wanita yang gila dengan obsesimu," batin Derry yang begitu kecewa dengan Aurelia.


"Ya ampun kau sungguh kepedean jadi wanita. Sekali-kali punya harga diri jadi wanita. Kak Mahendra tidak menyukaimu. Kau mengejarnya seperti wanita yang tidak ada harganya," desis Olive dengan sinis yang meremehkan Aurelia yang jelas membuat emosi Aurelia terpancing dengan tangannya yang terkepal dan langsung menghampiri Olive dengan mengangkat tangannya yang ingin menampar Olive.


"Aurelia hentikan!" bentak Derry menahan tangan Aurelia dan langsung melepas kasar sampai tubuh Aurelia terdorong dan hampir jatuh dan perlakuan Derry jelas mengejutkan bagi Aurelia. Sementara Olive juga terkejut yang hampir saja mendapat tamparan dari Aurelia.


"Kau itu keterlaluan sekali!" bentak Derry yang berdiri di hadapan Aurelia.

__ADS_1


"Kau mendorongku hanya karena dia," sahut Aurelia yang kelihatan tidak terima dengan perlakuan Derry.


"Kau bilang hanya karena dia. Dia adikku dan kau bukan siapa-siapa ku. Jadi aku jelas tidak akan terima jika ada yang melukainya termasuk dirimu," tegas Derry menunjuk tepat di wajah Aurelia.


"Aku hanya ingin memberi pelajaran pada mulutnya itu," sahut Aurelia.


"Kau tidak berhak melakukan itu dan awas saja jika kau berani menyakiti Olive sedikit pun. Kau akan berurusan denganku!" tegas Derry yang membuat Aurelia tidak percaya bahkan Derry sudah mengancamnya dan berbicara begitu kasar kepadanya.


"Sudah hentikan!" sahut Anna yang tidak ingin masalah semakin banyak, "Derry sudah cukup. Jangan di lanjutkan lagi ini rumah sakit. Tidak seharusnya kita membuat kegaduhan di sini," ucap Anna.


"Sebaiknya kita bubar," sahut Athar, "Aurelia aku benar-benar sangat kecewa dengan apa yang kamu lakukan. Aku berharap kamu sadar. Bahwa kamu tidak bisa memaksakan orang lain untuk memahami perasaan mu. Apa yang kau lakukan ini sangat keterlaluan. Kau seperti orang asing yang tidak di kenali," ucap Athar.


"Terserah kalian mau menganggap ku seperti apa. Aku tidak peduli. Kalian jangan pernah mencampuri urusanku. Jika kalian tidak mau aku nantinya akan mencampuri urusan kalian dan iya ini yang aku katakan yang pertama dan terakhir. Jadi jangan ikut campur dan aku tidak membutuhkan bantuan dari kalian semua," ucap Aurelia penuh penegasan dan penekanan di setiap perkataannya dan Aurelia pun langsung pergi meninggalkan Anna dan yang lainnya.


"Huhhhh, dasar wanita aneh," ucap Lisa melihat geleng-geleng kepergian Aurelia.


"Sudahlah biarkan saja dia seperti itu. Bicara juga tidak ada gunanya," ucap Derry yang terlihat sudah tidak peduli dengan Aurelia dan Derry juga langsung pergi.


"Ayo Anna!" ajak Athar yang memegang tangan Anna. Anna mengangguk dan pergi bersama Athar.


"Kamu tidak apa-apa kan Olive?" tanya Lisa.


"Tidak apa-apa. Dasar wanita sakit jiwa," jawab Olive yang begitu kesalnya dengan Aurelia.


"Sudahlah ayo kita pergi!" ajak Lisa. Olive mengangguk dan langsung pergi bersama Aurelia.


*********


Anna dan Athar duduk di salah satu bangku yang mana Athar mengoles salap pada pipi Anna yang memerah karena perbuatan Aurelia.


"Sayang kak Aurelia tidak sengaja," sahut Anna yang masih membela Aurelia.


"Tidak sengaja bagaimana Anna. Lihat apa yang di lakukannya. Dia itu keterlaluan dan kata-katanya tadi sudah menjelaskan seperti apa dirinya dan kamu masih saja membelanya. Aku tidak tau apa yang di katakannya kepada kamu tadi dan pasti yang tidak-tidak. Karena perbuatannya yang begitu keterlaluan," ucap Athar yang tidak henti-hentinya marah-marah.


"Sayang sudahlah. Aku tidak apa-apa. Biarkan saja seperti ini. Aku sungguh baik-baik saja," ucap Anna yang tidak mau Athar terus marah-marah.


"Kamu yakin tidak apa-apa?" tanya Athar. Anna mengangguk dan langsung memeluk pinggang Athar yang berada di dada bidang Athar.


"Aku juga sebenarnya schok dengan apa yang kak Aurelia lakukan. Dia benar-benar sangat menyukai Mahendra dan tidak akan peduli dengan kita dan apa yang kita katakan. Bahkan kak Aurelia mengungkit masa lalu yang aku rasa sudah menunjukkan jika dia tidak ingin di campuri urusannya," ucap Anna yang sebenarnya sangat kepikiran dengan apa yang di katakan Aurelia.


"Kamu memikirkan perkataannya tadi?" tanya Athar.


"Tadinya tidak mau kepikiran. Tetapi harus kepikiran dan aku jadi khawatir. Jika nanti obsesi kak Aurelia justru membuatnya terluka dan bahkan aku takut dia kembali menjadi pribadi yang dulu lagi," ucap Anna yang harus mengkhawatirkan masalah itu.


"Itu sudah menjadi pilihan Aurelia Anna. Jadi biarkanlah dia memilih jalan seperti itu. Kamu jangan memikirkan hal lain. Kita tidak bisa melakukan apa-apa. Karena dia juga tidak mau dengarkan kita," ucap Athar mengusap-usap punggung kekasihnya itu.


"Lalu bagaimana dengan Bu Jennie dan Mahendra?" tanya Anna mengangkat kepalanya melihat ke arah Athar.


"Biar Mahendra yang menghadapinya. Jika dia benar-benar serius kepada Jennie dan memang ingin kembali baik seperti dulu untuk hubungan mereka. Aku rasa Mahendra tau apa yang harus di lakukannya. Jadi kamu jangan khawatir," ucap Athar.


"Baiklah aku rasa aku harus menyerahkan kepada mereka saja. Aku juga tidak mau di salahkan lagi," sahut Anna. Athar mengangguk dengan tersenyum. Walau dia masih begitu kesal dengan Aurelia yang bermain tangan seenaknya dengan Anna.


***********

__ADS_1


Di sisi lain Derry berada di dalam mobilnya yang duduk di kursi pengemudi. Wajah Derry terlihat murung dengan wajah yang memerah yang dipastikan menahan amarah.


"Ternyata Aurelia tidak pernah berubah. Aku tidak peduli dia menyukaiku atau tidak ada perasaan kepadaku atau tidak dia membalas perasaan ku atau tidak. Aku tidak akan memaksakan hal itu. Aku tidak akan peduli dan berusaha untuk menerima segalanya. Tetapi apa yang di lakukannya. Apa yang di katakannya sudah mencerminkan siapa dia dan tidak pernah berubah sama sekali," batin Derry dengan penekanan yang terlihat sangat kecewa dengan Aurelia.


"Bahkan dia menampar Anna. Hanya karena Anna mengingatkannya, ingin memukul Olive juga. Sangat kelewatan kau Aurelia, aku benar-benar tidak percaya. Jika kau telah kembali seperti dulu. Kau itu sangat keterlaluan Aurelia. Benar-benar sangat keterlaluan," batin Derry dengan napasnya yang di hela dengan kasar.


Derry masih berada di dalam mobil yang masih meratapi semua perkataan Aurelia dan kelakuan Aurelia dan sangat bertepatan. Aurelia keluar dari rumah sakit dan apa lagi jika tidak bersama dengan Mahendra yang mana mereka memasuki mobil yang pintunya di bukakan Mahendra.


Derry semakin kesal. Bukan karena melihat kebersamaan Mahendra dan Aurelia yang membuatnya cemburu atau tidak. Namun yang membuatnya kesal adalah karena melihat Aurelia dengan wajahnya yang tidak merasa bersalah sama sekali dengan apa yang barusan Aurelia lakukan dan itu yang membuat Derry kesal dengan kepalanya yang gelengkan.


"Benar-benar keterlaluan kau Aurelia. Baiklah uruslah dirimu sendiri. Aku tidak akan ikut campur lagi denganmu," batin Derry yang mengepal tangannya yang terlihat emosi dan penuh dengan kekesalan.


*************


Olive, Lisa dan Sana sedang menikmati makam malam di kantin rumah sakit sambil mereka bercerita.


"Jadi Aurelia menpar Anna?" pekik Sana yang kelihatan sangat terkejut.


"Apa lagi jika tidak sangat keterlaluan. Dia itu memang tidak ada pikiran," sahut Olive yang masih mempunyai dendam pada Aurelia.


"Benar-benar ya. Aku itu tidak menyangka ya. Dia bisa-bisa seperti itu. Aurelia memang tidak pernah berubah," sahut Sana yang tidak habis pikir.


"Seperti apa yang di katakan Olive sebelumnya. Hanya karena masalah Mahendra dia sampai seperti itu ya memang sangat keterlaluan, dia tidak pernah berpikir Anna itu adiknya," sahut Lisa yang juga geram.


"Bukan hanya Anna saja. Tetapi juga aku hampir di tampar olehnya dan untung ada kak Derry yang membela ku. Jika tidak tangannya itu sudah menamparku dan aku salut dengan kak Derry yang tadi membelaku dan tidak memperdulikan Aurelia," sahut Olive.


"Lalu apa masalah ini tidak akan mempengaruhi hubungan Anna dan Aurelia?" tanya Sana khawatir.


"Aku tidak tau sih. Tapi menurutku bisa jadi. Apa lagi tadi Aurelia mengatakan seperti ini. Jika aku dulu mengalah untuk Athar, karena kau adikku dan kali ini tidak akan ada toleransi lagi," sahut Lisa yang menirukan suara Aurelia.


"Serius dia mengatakan hal itu?" tanya Sana yang tampak tidak percaya.


"Ya itulah yang di katakannya dan memang sangat keterlaluan," sahut Olive dengan wajah kesalnya. Sana mendengarnya pasti kaget dengan Aurelia yang memang keterlaluan.


**********


Sementara di rumah Aurelia sedang berhadapan dengan Maya dan di sana juga ada Anna.


"Kenapa kamu melakukan semua itu Aurelia?" tanya Maya yang sekarang mengintimidasi Aurelia.


"Aku tidak sengaja melakukannya dan Anna juga tau aku tidak sengaja melakukannya. Dan seharusnya masalah ini tidak di besar-besarkan," sahut Aurelia.


"Bagaimana tidak di besarkan. Apa yang kamu lakukan keterlaluan," sahut Maya dengan tegas memarahi Aurelia.


"Mah sudahlah," sahut Anna yang tidak mau ribut.


"Tidak kata sudah. Anak ini sangat keterlaluan, dia akan kebiasaan nanti," ucap Maya.


"Mama selalu seperti ini membela Anna terus. Aurelia juga banyak masalah mah dan mama tidak membela Aurelia sama sekali selalu Anna terus," ucap Aurelia dengan kesalnya.


"Masalah yang kamu katakan. Masalah yang kamu ciptakan sendiri," sahut Maya.


"Sudahlah percuma bicara dengan mama. Aku mau istirahat tidak ada gunanya punya keluarga," sahut Aurelia yang langsung pergi.

__ADS_1


"Aurelia!" panggil Maya. Namun Aurelia tetap pergi yang tidak memperdulikan mamanya.


Bersambung


__ADS_2