Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 266 Bukan siapa-siapa.


__ADS_3

" Aku rasa aku memang harus mengatakan semua ini kepadamu," sahut Ari Purnama. Jantung Maharani sudah semakin berdetak yang takut akan terjadi sesuatu lagi.


" Sebelum menikah dengan ibu Athar. Aku menjalin hubungan dengan seorang wanita. Tetapi siapa sangka pasangan suami istri membunuhnya dengan keji dan pasangan suami istri itu tak lain adalah temanku dan mereka mendapat hukuman mati dan meninggalkan anak laki-laki yang masih 7 bulan. Aku masih mempunyai hati nurani untuk menjaga anak mereka. Saat itu aku masih lajang dan menjaga anak itu tanpa seperti anakku sendiri, membesarkan anak itu dan bahkan mengganti nama belakangnya dengan namaku. Aku melupakan kejadian perbuatan keji orang tua nya dan merawatmu sampai detik ini dengan semua pendidikan yang aku berikan," jelas Ari Purnama yang menceritakan kronologi adanya Gibran.


" Lalu Derry?" tanya Maharani yang benar-benar begitu sesak ingin tau masalah Derry.


" Iya Derry adalah anak kandungku. Dari wanita yang aku nikahi setelah pernikahan kita 1 tahun dan ibunya meninggal saat melahirkannya," jawab Ari Purnama memberikan pernyataan yang mengejutkan lagi dan Maharani meneteskan air mata. Karena memang pernikahannya 5 tahun dengan suaminya baru melahirkan Olive. Penghiyanatan lagi yang di dapatkannya yang Ari Purnama menikah dengan diam-diam di belakangnya.


" Kau menghiyanatiku lagi dengan cerita batu ini?" tanya Maharani yang merasakan sangat sesak di dadanya.


" Maafkan aku Maharani," jawab Ari Purnama yang tidak bisa menyembunyikan kebenaran itu lagi.


" Gibran aku rawat saat aku masih lajang. Kita berhubungan berpacaran dan seperti yang kau ketahui beberapa hari hari belakangan ini. Aku menjalin hubungan bahkan menikah dengan Anjani ibu Athar. Anjani yang secara sah aku nikahi yang bisa di katakan dia istri pertamaku. Anjani wanita yang bersama Anna yang tinggal dengan Anna," jelas Ari purnama dengan suara rendahnya. Apa yang di katakan Ari Purnama jelas mengejutkan Olive karena memang baru tau hal itu dan Derry juga mengetahui semua itu. Jika ibu Athar adalah Anjani.


" Athar bukan anak haram dia lahir dari seorang ibu yang sah menjadi istriku dan iya aku menikah dengan mu Maharani, masih sah menjadi suami Anjani saat itu. Aku mengambil paksa Athar saat itu karena ingin mempertahankan rumah tanggaku dengan mu. Aku meninggalkan ibunya yang kunikahi siri demi kamu yang detik ini menjadi istriku," jelas Ari Purnama yang tidak menutupi apa-apa lagi.


Maharani jelas begitu terkejut mendengar semua yang di katakan itu. Sungguh tidak percaya dengan apa yang di katakan Ari Purna yang ternyata menyembunyikan rahasia selama ini.

__ADS_1


" Dan tidak sampai di situ. Kau bukannya berubah telah menghiyanati ku berkali-kali. Dan melakukannya lagi. Aku tidak tau siapa yang di khianati aku apa Anjani. Seharusnya kau tidak menikahi. Saat kau punya istri dan kau mengatakan memilihku dan meninggalkannya. Tapi apa yang kau lakukan. Kau juga berselingkuh dengan ibu Derry yang aku tidak tau wanita itu siapa," teriak Maharani yang mana lagi-lagi dia juga yang paling terkejut mendengarnya.


Wajah Derry pasrah dengan kenyataan ini. Bukan dia yang meminta semua ini. Dia tidak pernah ingin di lahirkan dengan cara perselingkuhan.


Olive juga meneteskan air mata mendengar cerita keluarganya yang penuh dramatis. Sementara Anna hanya terus memegang tangan Athar yang memberikan ketenangan untuk Athar. Jennie harus mendengar yang tidak seharusnya di dengarnya. Dan Gibran nasibnya sedang di ambang pintu yang tidak tau mengarah ke arah mana.


" Kenapa kau tega melakukan semua ini mas? Apa kesalahanku kepadamu. Kenapa kau sejahat itu kepadaku?" tanya Maharani yang sudah tidak mampu berkata apa-apa.


" Aku mengakui salah, karena aku tidak punya pilihan dan semuanya sudah terlanjur. Aku khilaf melakukan semua itu. Aku menutupi semuanya untuk menjaga keutuhan rumah tangga kita dan Gibran yang sudah membuatku harus mengatakan semua ini. Yang nyatanya. Gibran bukan anak kandungku. Derry adalah anak kandungku yang ibunya meninggal dan Athar anak Anjani dan Olive anak kita berdua," tegas Ari Purnama tanpa ada lagi yang di sembunyikannya.


" Papa pasti bohong," sahut Gibran yang membantah kenyataan itu, " aku tau papa marah padaku dan memang tidak ingin aku menguasai perusahan. Tetapi papa tidak perlu mengatakan jika aku bukan anak papa. Aku Gibran Alexander Sanjaya Purnama. Aku adalah anak pertma yang menjadi ahli waris Perusahaan Glossi," sahut Gibran menekankan tanpa peduli dengan kenyataan yang do dengarnya.


" Kau mengatakan ahli waris untukmu. Mungkin iya seharusnya jatuh padamu tanpa aku harus memandang siapa kau dan juga melupakan masa lalu itu. Aku banyak memberimu kesempatan Gibran. Aku tidak membeda-bedakan siapapun. Mau itu anak kandungku atau tidak. Tetapi apa kau memang tidak punya keahlian sama sekali dan kau mempunyai keserakahan seperti sekarang ini. Kau tidak bisa bekerja dengan baik. Bukan aku yang memberi Athar kesempatan. Tetapi Athar yang tau apa yang harus di lakukannya dan kau tidak bisa mengimbanginya. Karena kemampuanmu hanya sampai di situ saja," jelas Ari Purnama yang harus menyadarkan Gibran akan kemampuannya.


" Jadi terimalah kenyataan bintik hal itu," sahut Ari Purnama.


" Ini tidak mungkin pah," sahut Gibran yang baru terkejut ketika mendengar kenyataan itu dan masih membantah kenyataan itu.

__ADS_1


" Jadi pantes saja. Gibran tidak mempunyai rasa iba sedikitpun terhadap Athar. Ternyata tidak ada darah mengalir di antara mereka," batin Anna yang baru memahami segalanya.


" Papa jangan berbohong. Tidak mungkin semua ini. Papa hanya mengarang cerita saja," sahut Gibran yang masih membantah segalanya.


" Ini kebenarannya Gibran dan tidak ada yang tidak mungkin. Papa sangat kecewa dengan kamu dan kamu sendiri yang membuat papa harus membongkar suatu hal yang tidak perlu di ketahui," sahut Ari purnama.


" Jadi jika tidak ada hari ini. Semuanya akan tetap menjadi rahasia yang tersimpan rapat-rapat," ucap Maharani dengan suara rendahnya yang terlihat lelah dengan semuanya.


Ari Purnama diam yang tidak mampu menjawab apapun.


" Semua akan menjadi rahasia mu. Menyembunyikan segalanya. Jika Gibran tidak membuat kekacauan ini. Sampai kapanpun aku tidak akan tau apa yang terjadi. Anak-anak tidak akan tau kebenarannya. Semuanya akan seperti ini yang hanya tertutup. Kamu menyembunyikannya semuanya dengan sangat rapi mas," ucap Maharani yang sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi.


" Jika hari ini tidak ada apa ini masih tetap menjadi rahasia yang kau bawa sampai mati?" tanya Maharani lagi.


Ari Purnama hanya diam saja dengan wajahnya yang resah.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2