Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 69 boneka kecil.


__ADS_3

Senyum Athar langsung memudar ketika Anna dengan cepat datang dan langsung memasuki mobil.


" Apa yang kau beli?" tanya Athar penasaran dengan benda kecil yang di pegang Anna.


" Ini," sahut Anna menunjukkan boneka kecil.


" Aku letakkan di sini saja," ucap Anna dengan asal meletakkan boneka panda kecil di depan Athar yang mana boneka itu menempel.di dekat stir mobil Athar.


" Aku tidak butuh ini," ucap Athar tampak tidak menyukainya.


" Issssh, kau itu selalu banyak protes, mobil itu akan lecet, tidak akan berkuman hanya karena boneka kecil itu. Lagian bapak itu baik sekali aku hanya membeli satu. Karena aku tidak mau uangnya di kembalikan dia memberikannya satu lagi, jadi ini untukmu apa susahnya menerimanya," ucap Anna menunjukkan miliknya pada Athar boneka yang sama dengan yang di berikannya pada Athar.


" Jadi jangan menolaknya," ucap Anna.


" Terserahmu," sahut Athar yang tidak bisa berkata apa-apa lagi.


" Huhhhhh, kebahagian memang tidak harus mahal. Suaminya tidak perlu berselingkuh untuk membuat ke-2 anaknya bahagia," ucap Anna menatap nanar pada orang yang di lihatnya tadi.


" Kau menceritakan dirimu sendiri," ucap Athar.


" Tidak. Siapa bilang," sahut Anna mengelak.


Padahal memang iya, itu adalah masalah dirinya sendiri. Anna pun melihat ke arah Athar yang kembali meliaht kedepan. Namun mata Anna tiba-tiba melihat bekal yang tadi di bawanya lontong sayur yang dia juga lupa untuk mengambilnya.


" Hey, ya ampun tidak di makan sama sekali," ucap Anna, Athar sampai melihat ke arah Anna apa yang membuat Anna heboh sendiri.


" Kau tidak memakannya?" tanya Anna terlihat kesal Athar.


" Bukannya aku mengatakan tidak mau memakannya," ucap Athar.


" Iya aku tau. Tapi seharusnya kau tadi memberikannya pada ku. Kalau sudah begikan kan jadi basi mana bisa di makan lagi," sahut Anna kesal.

__ADS_1


" Itu bukan salahku, kau yang membawanya seharusnya ingat untuk mengambilnya.


" Kau benar-benar ya, memang tidak mau di salahkan, isss, terbuang deh makanannya," sahut Anna kesal. Athar hanya diam dan tidak peduli Anna yang mengoceh.


Tapi mau bagaimana lagi sudah seperti itu. Anna sepertinya teringat sesuatu dan meliaht kembali ke arah Athar yang sama sekali diam dan tidak mau tau.


" Hmmm, apa tunangan tidak akan marah jika tau ada wanita di mobil pacaranya," sahut Anna tiba-tiba membuat Athar menoleh ke arahnya dengan serius dan Anna menatap lurus kedepan.


" Aku tidak suka membicarakan orang di sini. Dan kita tidak seakrab itu yang harus bertanya kepadaku masalah pribadiku," sahut Athar dengan dingin bicara pada Anna membuat Anna menoleh kearahnya.


" Sama aku juga tidak suka. Jika kau mencampuri masalahku. Jika kau tau sesuatu maka diamlah dan jangan seakan kau tau apa yang aku alami," sahut Anna yang tidak kalah dinginnya bicara dengan Athar.


Athar dan Anna saling melihat mata yang begitu banyak bicara yang sepertinya hanya mereka yang tau.


Tin-tin-tin.


Bunyi klakson terdengar membuat Athar dan Anna sama-sama terkejut. Asyik saling memandang Athar tidak sadar jika sudah lampu hijau.


*********


Tidak lama Athar pun sampai mengantar Anna pulang kerumahnya dan Anna membuka sabuk pengaman dan langsung ke luar dari mobil Athar.


" Aku masuk, makasih sudah mengantarkanku pulang," ucap Anna yang langsung ke luar begitu saja dan Athar tidak menjawabnya. Athar langsung pergi begitu saja dari rumah Anna.


Anna memasuki rumahnya yang tetap pada kodratnya yang berantakan. Kepala Anna berkeliling melihat rumahnya sendiri.


" Kenapa dia tidak protes tadi ya, padahal dia memasuki rumahku. Bukannya dia itu sangat phobia dengan marah-marah ya. Lalu kenapa tidak protes kepadaku," ucap Anna yang heran dengan Athar yang seharian bersamanya. Namun tidak sekalipun Athar menyinggung masalah rumah Anna.


" Ahhhh, bodo amat biar itu menjadi urusannya sendiri," ucap Anna yang tidak mau tau sama sekali.


*********

__ADS_1


Anna keluar dari kamar mandi yang sudah mandi. Anna memakai kaos oblong berwarna putih dengan gambar bunga Daisy yang besar di bagian tengahnya dengan celana hotpants berwarna pink yang pasti kalau sudah hotpants pasti hanya sepahanya dan rambutnya hanya di ikat asalnya.


" Aku telpon Sana dulu, dia harus meneraktirku, dia tidak boleh pura-pura lupa ingatan," ucap Anna langsung melompat ketempat tidurnya dan buru-buru mengambil handphonenya. Baru ingin menelpon sana pesan wa dari sahabatnya Sana sudah masuk.


..." Aku tau aku lagi gajian. Jadi jangan mengingatkanku. Aku akan meneraktirmu aku tunggu jangan lama," tulis Sana lengkap mengirim alamat di mana keberadaannya sekarang....


Anna langsung senyum mengembang mendengar pesan dari temannya yang tau aja apa yang di pikirkan Anna.


" Ya ampun Sana memang benar kita itu sehati. Kamu benar-benar is the best. Aku baru mau menelponmu dan kamu sudah tau apa yang aku pikirkan," ucap Anna dengan wajahnya yang begitu ceria.


" Mmmuah, mmuah," Anna langsung mencium ponselnya karena saking bahagianya.


" Aku sebaiknya siap-siap. Cacing-cacing di perutku sedang meronta-ronta," ucap Anna dengan semangatnya yang langsung berdiri. Namun matanya melihat gaun yang tadi malam di pakainya membuat Anna melihat penuh kebencian pada gaun itu.


Anna berjalan cepat mendekati gaun itu dan langsung mengambilnya, lengkap dengan sepatunya dan juga surat palsu itu, Anna langsung memasukkannya kedalam kerdus.


" Aku tidak butuh semua ini," ucap Anna kesal menatap kebencian gaun itu.


Anna pun langsung mengambil handphonya dan tas kecilnya lalu keluar dari kamarnya. Anna tidak jadi siap-siap. Dia langsung pergi dengan pakaian yang sama.


Karena moodnya sudah hilang dengan gaun yang mengingatkannya kejadi semalam yang mana semua itu ternyata hanya perbuatan ibu tiri yang paling di bencinya itu. Anna lebih memilih pergi menemui Sana untuk mengisi perutnya yang keroncongan.


*********


Sementara Athar masih berada di mobilnya yang ingin menuju rumahnya. Mata Athar tertuju pada boneka kecil yang di berikan Anna tadi yang menempel dan ketika mobil berjalan dia akan goyang-goyang.


Kejadian di pesta malam itu terlintas di pikiran Athar. Bagaiaman Anna saat itu, yang manunjukkan kebenciannya pada keluarganya dan juga Chandra yang begitu marah pada Anna. Sampai bermain tangan dengan Anna. Apa yang terjadi melintas begitu saja di pikiran Athar.


" Sama aku juga tidak suka. Jika kau mencampuri masalahku. Jika kau tau sesuatu maka diamlah dan jangan seakan kau tau apa yang aku alami," kata-kata Anna juga teringat di dalam benak Athar yang sepertinya hanya itu yang serius yang di keluarkan Anna dari mulutnya sejak pertama kali bertemu Anna.


" Apa yang kau pikirkan Athar, kenapa kau harus memikirkannya. Jangan berlebihan Athar. Kau memang juga sama anak yang tidak tau ibunya di mana. Tetapi bukan berarti kau harus memikirkannya," batin Athar yang mulai merasakan jika tingkahnya belakangan ini memang aneh.

__ADS_1


__ADS_2