Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 284 Hal mengejutkan.


__ADS_3

Sebelum menampilkan hasil karya Anna Athar menemui Anna dulu untuk memberikan kekasihnya itu semangat.


" Tangan kamu dingin sekali, kamu dek-dekan?" tanya Athar yang sejak tadi memegang tangan Anna.


Anna menganggukan kepalanya, " bagaimana aku tidak dek-dekan. Aku takut tidak menampilkan yang terbaik dan membuat orang-orang kecewa nantinya," ucap Anna.


" Jangan takut, aku selalu ada di depanmu dan jika kamu grogi. Kamu lihat saja aku," ucap Athar merapikan anak rambut Anna.


" Yang ada aku semakin dek-dekan. Kalau melihat kamu," ucap Anna dengan wajahnya yang terlihat cemas.


" Kenapa dek-dekan. Aku biasa saja. Memang aku mengganggu kamu. Jadi lihat aku saja. Aku itu akan memberikan energi positif untuk kamu. Apa kamu lupa punya pacar yang sangat tampan," ucap Athar dengan percaya dirinya.


" Iya-iya macem betul aja," sahut Anna.


" Aku serius Anna," sahut Athar.


" Hmmm, tapi mama kenapa belum datang juga," ucap Anna semakin panik. Karena sang mama yang tak kunjung datang.


" Bersabarlah mama dan Tante Maya sedang di Bandara menuju kemari. Jadi jangan khawatir mereka akan datang," ucap Athar yang memang menyuruh anak buahnnya menjemput Maya dan Anjani.


" Hmmm, Athar aku tadi melihat papa juga ada di sini. Ini akan menjadi pertemuan mama dan papa yang pertama kalinya setelah sekian tahun," ucap Anna yang seketika panik.


" Lalu?" tanya Athar heran.


" Apa tidak akan terjadi sesuatu nantinya?" tanya Anna yang terlihat mengkhawatirkan sesuatu.


" Apa yang akan terjadi Anna. Apa yang kamu pikirkan. Tidak akan ada yang terjadi. Bukankah mereka hanyalah masa lalu dan mereka sudah sama-sama dewasa. Jadi biarlah mereka yang menyelesaikan masalah mereka," ucap Athar memberikan Anna pengertian agar Anna tidak memikirkan hal lain yang tidak perlu di pikirkan.


" Hey, lihatlah wajahnya seperti ini lagi. Kamu itu harus fokus Anna untuk pertandingan kamu. Jangan memikirkan hal lain yang tidak seharusnya kamu pikirkan," ucap Athar mengingatkan Anna.


" Iya, aku hanya khawatir saja. Semoga tidak ada yang terjadi," ucap Anna.

__ADS_1


Athar mengangguk dan memeluk kekasihnya itu, " aku sudah mengatakan lihat aku saja maka kamu tidak akan nervest lagi," ucap Athar lagi.


" Iya aku akan melihatmu terus," sahut Anna yang merasa tenang setelah mendapat pelukan. Anna melonggarkan pelukannya dan melihat ke arah Athar.


" Kamu kan jurinya. Kamu boleh tidak sedikit jurang yang memberikan ku nilai banyak. Supaya aku menang," ucap Anna dengan senyum tanpa dosa.


Athar langsung menarik hidung Anna, " Dasar mau menang secara jurang," geram Athar yang mencubit hidung Anna.


" Isssss, Athar sakit!" keluh Anna menjauhkan tangan Athar dari hidungnya.


" Makanya jangan nakal. Walau aku yang memberikan nilai seluruhnya. Tetapi karyamu jelek. Kau tetap memberikan nilai jelek. Walau kau kekasihku," ucap Athar dengan geram bicara pada Anna.


" Kan aku bilang kalau boleh, jangan ngegas dong," sahut Anna.


" Tidak boleh. Jadi aku akan menilai secara profesional," tegas Athar.


" Ya sudah," sahut Anna yang masih mengusap-usap hidungnya, " hmmmm, tapi kalau aku menang aku akan dapat hadiahkan?" tanya Anna yang ingin kepastian.


" Hmmm, aku akan memberikanmu hadiah apapun yang kamu mau," sahut Athar.


" Yes aku semakin semangat," sahut Anna kembali mengeratkan pelukannya pada Athar.


*********


Akhirnya acara yang di tunggu-tunggu pun tiba. Yang mana dalam kompetisi kali ini Anna dan Aurelia di berikan kesempatan membuat karya mereka yang seindah mungkin dalam kurung waktu singkat yaitu hanya 1 jam.


Tempat untuk ke-2nya pun sudah di persilahkan. Para petinggi-petinggi Perusahaan pun sudah menduduki tempat termasuk orang-orang yang berkepentingan dalam penilaian.


Yang pasti Ari Purnama selaku pemilik perusahaan, Derry yang juga harus profesional karena masalahnya yang belum selesai. Bahkan dia belum bicara dengan keluarganya sama sekali. Gibran juga yang masih di butuhkan dan Gibran masih perang dingin bersama papanya yang mana Gibran hanya menunggu keputusan papanya untuk dirinya setelah ini.


Dan pasti ada Athar yang sebelumya sudah di sogok Anna namun tidak berhasil sama sekali. Karena Athar memang akan profesional. Selain mereka ada juga juri-juri yang lainnya.

__ADS_1


Para penonton dan suporter, para media dan yang lainnya sudah berkumpul di tempat tersebut. Termasuk teman-teman Anna yang super super heboh.


Sambutan tepuk tangan yang meriah saat Jennie yang membawa acara menghitung waktu untuk memulai semuanya. Anna dan Aurelia sebelumya saling melihat dan langsung mengerjakan apa gang seharusnya mereka kerjakan.


Di warnai dukungan dan penuh ketegangan baik dari penonton, juri, media yang menyoroti dan bahkan Anna dan Aurelia sendiri selaku para peserta.


Lain dari pertandingan ternyata Amelia tidak terlalu fokus untuk melihat 2 anak tirinya itu. Amelia yang tidak berdekatan dengan Chandra tiba-tiba melihat Mahendra.


" Itu dia Mahendra. Kebetulan sekali aku bertemu di sini dengannya. Aku harus bertanya mengenai kelanjutan Perusahaan ku, dia tidak pernah mengangkat telpon ku. Aku harus bertanya padanya apa maksudnya mengabaikanku beberapa hari ini," batin Amelia yang langsung meninggalkan tempat tersebut dan mengejar Mahendra.


Perginya Amelia membuat Chandra melihatnya, " mau kemana dia!" batin Chandra yang penasaran dengan istrinya yang terlihat terburu-buru meninggalkan lokasi tersebut yang membuat Chandra bertanya-tanya. Tetapi tampaknya Chandra tidak peduli dan kembali fokus melihat 2 anaknya yang bertarung di sana.


" Mahenndra tunggu!" panggil Amelia saat kelelahan mengejar Mahendra yang berada di depan Perusahaan. Karena di panggil Mahendra pun akhirnya membalikkan tubuhnya dan Amelia langsung berlari menghampirinya dengan napas ngos-ngosan.


" Ada apa nyonya Amelia?" tanya Mahendra datar. Amelia masih mengatur napasnya yang naik turun karena cukup lelah mengejar Mahendra.


" Aku yang harus bertanya padamu. Apa yang kau lakukan. Kenapa mengabaikan ku, panggilanku dan perusahaan ku kenapa perusahaan ku sekarang seperti ini?" tanya Amelia yang bicara dengan sulit karena napasnya yang naik turun.


" Maksudnya bagaimana ya?" tanya Mahendra dengan santai.


" Apa yang kau katakan dengan maksud. Apa kau sudah lupa jika kau yang menangani perusahaan ku dan kenapa perusahaan ku sekarang malah di ambang ke hancuran," ucap Amelia yang mengeluhkan ke adaannya.


" Maaf nyonya Amelia. Bukannya saya juga mengatakan tidak sepenuhnya bisa membantu dan jika tiba-tiba ada kerugian. Bukannya saya sudah memberikan uang Yang seharunya anda pintar-pintar untuk mengatur semuanya. Agar hal ini tidak terjadi," ucap mehendra menegaskan.


" Apa maksudmu?" tanya Amelia yang tiba-tiba merasa ada yang tidak beres.


" Jelas nyonya mengerti apa yang saya maksud," sahut Mahendra dengan tersenyum lebar.


" Mahenndra. Di mana atasanmu. Aku ingin bicara langsung padanya," ucap Amelia menegaskan.


Tiba-tiba mobil mewah berhenti di depan perusahaan. Suara mesin mobil itu membuat Mahendra membalikkan tubuhnya dan tersenyum melihat mobil itu.

__ADS_1


" Mungkin ini waktunya nyonya Amelia!" ucap Mahendra kembali melihat Amelia yang membuat Amelia bertanya-tanya dengan apa yang di maksud Mahendra dan senyum Mahendra yang mengandung arti.


Bersambung.


__ADS_2