Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 357


__ADS_3

"Jadi kamu akan kembali ke Indonesia?" tanya Anna yang m


"Iya aku akan kembali ke Indonesia. Kita akan tinggal di sana untuk apa tinggal di sini. Jika hal itu tidak membuat kamu nyaman. Jadi kita akan tinggal di Luar Negri," ucap Athar.


"Sungguh?" tanya Anna tidak percaya.


"Sungguh Anna," jawan Athar. Anna dengan bahagianya langsung memeluk Athar yang ternyata apa yang di khawatirkan nya tidak terjadi karena dia Athar justru mengalah kepadanya.


"Athar makasih sudah melakukan ini," ucap Anna.


"Jadi dugaanku benar bukan. Jika kamu sebenarnya memikirkan semua ini," ucap Athar.


"Aku awalnya tidak kepikiran. Namun aku harus memikirkannya karena bukannya ini sangat penting untuk hubungan kita berdua," ucap Anna yang sudah melepas pelukannya dari Athar.


"Kamu benar ini memang hubungan yang paling terpenting untuk kita dan pembahasan ini seharusnya dari jauh-jauh hari harus kita bahas dan sebenarnya aku juga ingin membahasnya dengan kamu sebelumnya. Karena aku juga baru kepikiran," sahut Athar.


"Jadi kamu juga ingin membahas masalah ini denganku?" tanya Anna. Athar menganggukkan kepalanya


"Tetapi aku langsung berpikir untuk mengambil jalan tengah. Jadi dari pada aku harus memikirkan yang lain-lain. Aku memutuskan untuk kita tinggal di Indonesia," jelas Athar membuat Anna tersenyum.


"Kamu bahagia?" tanya Athar. Anna menganggukkan kepalanya.


"Aku juga bahagia ketika kamu ikut bahagia," sahut Athar. Anna tersenyum mendengar hal itu.


"Boleh tidak aku minta sesuatu sebelum kita menikah," ucap Anna tiba-tiba.


Athar menganggukan kepalanya, "apa yang ingin kamu minta?" tanya Athar.


"Aku ingin kita menikahnya di sini," jawab Anna.


"New York?" tanya Athar sedikit jagat.


"Iya benar. Keluarga kamu, keluarga aku masih ada di sini. Jadi apa salahnya kalau kita melakukan pernikahan di sini," ucap Anna.

__ADS_1


"Tunggu dulu. Kamu itu terlihat buru-buru sekali. Atau jangan-jangan kamu sudah tidak sabar ya menikah denganku," goda Anna.


"Nggak siapa bilang," sahut Anna mengelak.


"Lalu kenapa begitu buru-buru untuk menikah dengan ku?" tanya Athar.


"Siapa yang buru-buru kita kan kebetulan tinggal di New York. Apa salahnya merayakan di sini biar keren kaya orang-orang bule seperti itu," ucap Anna memberikan alasannya.


"Aku tidak percaya. Bilang aja kalau kamu itu tidak sabaran untuk menikah dengan ku," goda Athar.


"Isssss nggak tau," sahut Anna yang tidak mau mengakuinya. Namun Athar senyum-senyum yang seakan masih mengejek Anna.


"Athar, isss kamu," sahut Anna dengan wajahnya yang memerah karena mendapat godaan dari Athar.


"Tapi aku yang tidak sabaran untuk menikah dengan kamu," sahut Athar dengan suara lembutnya yang membuat Anna tersenyum mendengarnya.


"Kamu bilang apa tadi?" tanya Anna yang berpura-pura tidak dengar.


"Aku tidak sabaran untuk menikah dengan kamu," sahut Athar yang mengulanginya sembari menatap wajah Anna dengan dalam. Tatapan itu membuat Anna malu-malu namun begitu bahagia.


"Aku juga ternyata tidak sabaran untuk menikah dengan kamu," sahut Anna yang benar-benar mengakui perasaannya yang membuat Athar tersenyum dengan membelai-belai rambut Anna.


"Benarkah?" tanya Athar. Anna menganggukkan kepalanya.


"Aku percaya itu," sahut Anna. Athar tersenyum yang langsung mencium pipi Anna namun mengenai bibir Anna. Anna langsung memeluk Athar yang menunjukkan jika dia lah yang benar-benar sangat bahagia dengan kebahagiaan yang tidak pernah di bayangkannya sebelumnya.


***********


Maya, Chandra, Anjani, Maharani, Ari Purnama, Aurelia, Derry, Sana, Gibran dan Olive sedang mengobrol serius di ruang tamu di apartemen Athar. Di mana mereka berbicara serius. Saat Anna dan Athar tidak ada. Keluarga Anna dan Athar memang tinggal di Apartemen Athar yang memang sangat luas.


"Aku jadi khawatir. Jika masalah ini akhirnya akan mempengaruhi hubungan Anna dan juga Athar," sahut Anjani dengan wajah cemasnya.


"Itu juga yang kami bicarakan sebelumnya mbak, baru saja mas Ari purnama membahas masalah itu dan Athar juga saat itu diam yang tidak membahas apa-apa lagi selanjutnya," ucap Maharani.

__ADS_1


"Kami juga, Aurelia menyinggung hal itu dengan Anna dan Anna juga diam yang seperti menakutkan sesuatu," sahut Maya.


"Apa itu artinya kak Athar dan Anna tidak akan jadi bersatu lagi," sahut Olive yang sudah wanti-wanti dengan hal itu. Seakan garapannya akan pupus.


"Olive kamu jangan berpikiran seperti itu dulu. Kita harus berpikir positif," sahut Derry.


"Benar apa kata Derry. Masalah ini mungkin berat. Tetapi alangkah baiknya berpikir positif saja," sahut Sana.


"Tapi kalau di pikir-pikir. Banyak keraguan dalam hal ini. Apa lagi Anna dan Athar seperti tidak akan ada yang mengalah satu sama lain. Dan apa lagi kita melihat Athar sudah tinggal di sini cukup lama. Belum lagi Anna juga tidak akan bisa untuk mengikuti Athar. Jadi sangat sempit kemungkinan. Jika di antara ke-2nya akan ada yang mengalah," sahut Gibran dengan pemikirannya.


"Tapi belum tentu juga semuanya seperti itu sayang," sahut Sana yang masih berpikir positif.


"Aku hanya menduga-duga saja Sana. Karena melihat hubungan mereka dan konflik yang menyebabkan mereka juga sempat break," sahut Gibran.


Yang lain terdiam yang seakan memikirkan apa yang di katakan Gibran yang mungkin ada benarnya.


"Menurut pak Chandra bagaimana?" tanya Ari Purnama yang belum mendapatkan pendapat Chandra. Karena sejak tadi Chandra hanya diam saja.


"Aku tidak bisa mengatakan apa-apa. Aku hanya menyerahkan pada Anna dan Athar, karena mereka berdua yang menjalani semuanya. Kita hanya sebagai pendamping," sahut Chandra dengan bijak.


"Tapi aku tetap mengkhawatirkan masalah ini," sahut Maya.


"Mama tidak perlu khawatir mah," tiba-tiba terdengar suara Anna yang membuat semua orang melihat ke arah suara itu yang mana Anna dan Athar telah datang.


"Anna, Athar!" lirih mereka melihat ke-2 pasangan itu. Anna dan Athar saling melihat dan langsung menghampiri orang-orang yang ada di ruang tamu itu.


"Maaf jika kami sudah mengkhawatirkan kalian semua," ucap Athar.


"Athar, Anna, ayo kalian duduk dulu," sahut Chandra. Anna dan Athar mengangguk dan mereka langsung mengambil tempat duduk di tengah-tengah orang-orang yang penuh dengan kebingungan itu.


"Mama, pah dan semua yang ada di sini. Kamu mohon maaf jika hubungan kami selalu membuat kalian semua khawatir. Aku dan Athar di sini sudah memutuskan untuk kamu tinggal di Indonesia," ucap Anna yang langsung mengatakan apa yang menjadi ke khawatiran semua orang.


"Kalian akan tinggal di Indonesia?" tanya Anjani yang tidak percaya dengan kabar yang pasti itu kabar yang sangat baik.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2