Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 76 Anna selalu cerdik.


__ADS_3

" Apa yang kalian lihat apa kalian pikir aku melakukannya. Aku tidak melakukannya, wanita ini memang pintar mengarang cerita, bagaimana mungkin aku melakukan itu. Dia hanya menuduhku dia tidak punya bukti sama sekali. Dasar wanita tukang drama," sahut Gibran yang mencari pembelaan.


" Aku jelas punya bukti dan Ada yang melihatnya," sahut Anna. Gibran melotot mendengarnya.


" Siapa?" tanya Gibran.


" Itu," tunjuk Anna pada bagian atas sudut ruangan. Semua mata tertuju pada Anna dan melihat apa yang di lihat Anna.


Anna ternyata menunjuk Cctv yang ada di ruangan itu. Gibran langsung panik dan bisa-bisa berabe kalau di cek yang ternyata benar dia yang melakukannya.


" Sial, kenapa wanita ini sangat pintar tidak bisa di kalahkan sama sekali. Aku sampai tidak menyadari jika ada Cctv di ruangan itu," batin Gibran yang mengepal tangannya yang sudah kalah dari Anna.


" Aku punya buktinya bukan," sahut Anna dengan santai sambil mengeluarkan senyum tipisnya.


" Iya kita lihat saja dari Cctv nya," sahut Olive.


" Sudah-sudah jangan bertengkar di sini. Anna tidak sengaja melakukannya. Sudah masalah ini jangan di perpanjang lagi. Olive kamu ayo bawa Anna kekamar, dia harus mengganti pakaiannya," sahut Maharani yang tidak ingin memperpanjang masalah.


" Iya mah," sahut Olive. Gibran bernapas lega yang masalah itu di anggap selesai.


" Aku akan memeriksa cctv," sahut Athar tiba-tiba berdiri. Gibran kaget mendengarnya. Athar menunggu lama dan langsung pergi. Dan Gibran jadi kepanikan sendiri deh dengan ulahnya.


" Sial kenapa dia malah memeriksanya," batin Gibran gelisah. Anna tersenyum miring yang puas melihat kehancuran Gibran.


" Ayo Anna kekamarku," sahut Olive yang langsung mengajak Anna untuk berganti pakaian. Anna pun mengangguk dan mengikuti Olive. Yang penting dia tidak bersalah dalam hal ini dan Athar juga sudah memeriksa Cctv nya.


" Ada-ada saja yang terjadi," ucap Maharani geleng-geleng.


***********


Athar benar-benar memeriksa Cctv tentang kejadian yang terjadi di meja makan. Di mana Athar benar-benar melihat rekaman Cctv yang ternyata benar semua terjadi akibat ulah Gibran yang sengaja mencari gara-gara dengan Anna.


" Apa maksudnya melakukan itu," batin Athar.

__ADS_1


" Kau benar-benar memeriksanya hanya untuk mencari pembelaan kepadanya," sahut Gibran yang tiba-tiba berdiri di depan pintu membuat Athar menengok kebelakang dan mengendus melihat ke hadiran Gibran.


" Kau setakut itu sampai-sampai harus menyusulku kemari," sahut Athar menanggapi dengan santai.


" Apa katamu aku takut, aku mana mungkin. Dan aku juga tidak peduli apakah cctv itu membenarkan atau tidak yang aku tidak habis pikir dengan sikapmu yang seolah pasang badan dengan wanita rendahan sepertinya, kau menjadi pahlawan untuknya," sahut Gibran sinis.


" Terkadang aku heran melihatmu, kau mengacuhkan barang bagus demi barang murahan seperti wanita itu, kau sampai-sampai menyelamatkannya, mengancam keluarga Chandra hanya karena wanita simpanan mu itu," ucap Gibran yang sepertinya sengaja mencari masalah dengan Athar.


Athar jelas begitu kesal dengan apa yang di dengarnya dari Gibran. Namun dia tetap tenang. Karena Gibran semakin di tanggapi semakin menjadi-jadi. Athar tersenyum miring lalu berdiri dan menghampiri Gibran yang di depan pintu.


" Aku melihat sepertinya kau ingin seperti ku. Tapi kau tidak bisa. Karena kau tidak mungkin bisa seperti ku. Berhentilah mengurusi orang lain. Sebelum aku mengurusiku. Berhenti mencampuri urusanku, sebelum aku mencampuri urusanmu, berhenti mengganggu jika tidak ingin di ganggu," ucap Athar menegaskan.


" Kau menggurui ku," sahut Gibran sinis.


" Aku tidak tau apa namanya. Dari pada kau mencampuri urusan orang lain. Sebaiknya kau mencari alsan pada papa atas apa yang terjadi di meja makan tadi," ucap Athar tersenyum miring dengan menepuk pundak Gibran lalu pergi.


" Sial!" Geram Gibran yang lagi-lagi hanya kalah dari Athar.


Rasa benci yang bertambah. Karena memang Gibran akan selalu kalah dari Athar dan sudah berapa orang yang mengatakan hal itu.


************


Anna berada di kamar Olive yang mana berganti pakaian dengan pakaian Olive lagi yang untungnya memang ukuran tubuh mereka sama. Setelah mengganti pakaian Anna berjalan-jalan melihat luasnya kamar Olive. Tetapi yang mencuri perhatiannya adalah poster-poster BTS yang banyak dan bahkan terdapat 1 lemari kaca yang penuh dengan barang-barang BTS yang di sana seperti museum.


" Kalau mau melihatnya buka saja," sahut Olive yang kelihatan tau jika Anna ingin melihatnya.


" Memang boleh?" tanya Anna memastikan.


" Ya bolehlah, masa tidak boleh," sahut Olive. Anna tersenyum dan langsung membuka lemari tersebut dan mengambil salah satu album BTS.


" Kamu memilikinya lengkap?" tanya Anna duduk di pinggir ranjang dan membuka-bukanya.


" Hmmm, benar sekali semua milik BTS aku miliki, hanya satu yang tidak aku miliki," sahut Olive.

__ADS_1


" Apa itu?" tanya Anna.


" Raga, hati dan jiwa mereka ber-7. Aku tidak memiliki semua itu," sahut Olive dengan wajahnya yang seolah mengkhayalkan pria-pria itu.


" Kamu memang tidak memiliki raga mereka. Tetapi jiwa mereka telah kamu miliki," sahut Anna. Membuat Olive bertambah tersenyum.


" Kamu memang benar," sahut Olive tersenyum lebar.


" Anna maaf ya soal kejadian tadi," ucap Olive yang merasa tidak enak.


" Kejadian yang mana?" tanya Anna melihat ke arah Olive.


" Di meja makan. Kakak ku memang sangat menyebalkan," sahut Olive.


" Tidak apa-apa, itu biasa," sahut Anna yang tidak mempermasalahkan hal itu. Hmmmmm aku sampai sekarang tidak percaya jika 3 pria itu adalah kakakmu," ucap Anna.


" Ya mereka memang kakak ku. Mereka bekerja di perusahaan papa dengan bidang masing-masing. Jelas kamu sangat mengenalnya," sahut Olive.


" Hmmm, aku tidak tau sih. Kalau mereka bersaudara. Aku hanya tau sekarang. Yang ternyata 3 orang yang berbeda karakter bisa menjadi saudara," sahut Anna.


" Hmmm, ya begitulah," sahut Olive.


" Oh iya Olive. Kamu pernah bilang kemarin kepadaku. Kalau kamu mempunyai kakak yang super higenis yang super ribet dan sangat pembersih. Apa itu Athar?" tanya Anna menebak-nebak.


" Iya kamu benar, lihatlah kamarku ini. Tidak seindah kamarmu. Karena dia selalu saja mengaturku, melakukan semua dengan suka-suka dan seperti ini hasilnya sangat tidak etis. Dia itu kak Athar, yang mengomelimu tadi di meja makan. Dia itu memang pasti tadi sangat kesal. Karena matanya akan langsung sakit melihat berantakan dan mengomelimu dan aku bisa menebak. Pasti bukan hanya sekali ini kamu di omeli," ucap Olive menebak-nebak.


" Apa lagi kamu bekerja di perusahaan Glossi, pasti kamu taulah bagaimana orang sepertinya. Pasti kamu tersiksa kan dengan suasana di sana, dengan memiliki bos yang super disiplin, pembersih dan super teliti," ucap Olive yang begitu semangatnya kalau sudah membicarakan masalah Athar.


Anna juga begitu semangat menyimak apa yang di katakan Olive. Karena memang semua yang di katakan Olive benar.


Jangan lupa mampir kemari ya.


__ADS_1


__ADS_2