
Malam hari di trotoar jalan Anna berdiri dengan menagis senggugukan dengan menutup wajahnya dengan ke-2 tangannya dengan kepala menunduk pada tanah.
Anna menangis di pinggir jalan dengan mengeluarkan semua kemarahannya. Bunyi klakson yang bising membuat Anna semakin menguatkan suara tangisnya. Menangis seperti itu membuat Anna merasa plong dari pada harus menahan tangisnya.
" Mama, lihatlah, mereka menghina mama. Mereka mengatai mama yang salah, lihat mah apa yang terjadi, mereka melakukan itu ma, semua bukan salah mama. Semua salah dia ma, semua kesalahannya ma dan mama yang di salahkan. Mama mereka sungguh kejam ma," ucap Anna yang senggugukan dalam tangisnya.
Anna begitu sakit hati dengan kata-kata Gibran dan di tambah papanya sendiri yang menghina mamanya dan membela Amelia yang membuatnya semakin menangis dan semakin sakit. Dia mana dia merasa sendiri yang hanya berjuang untuk membela sang ibu yang tidak pernah di temuinya.
Athar ternyata sedari tadi mencari Anna. Lama mencari Anna menggunakan mobilnya dan akhirnya menemukan Anna yang berada di pinggir jalan.
Athar membuang napasnya perlahan kedepan yang merasa lega menemukan Anna dan Athar langsung mendekati Anna melangkah perlahan dan berdiri di depan Anna.
Suara tangis itu terdengar oleh Athar. Di mana Athar merasa iba melihat gadis di depannya itu menangis sengugukan yang begitu hancur.
2 kali dia melihat Anna menangis se hancur seperti itu. Sebelumnya juga karena pertengkaran dengan Chandra dengan masalah yang sama dan sekarang juga karena hal itu dan di mulai dari Gibran yang mencari gara-gara.
Athar semakin mendekati Anna dan langsung membawa Anna kepelukannya dan Anna yang masih menutup wajahnya menangis di dada Athar.
" Menangislah jika itu membuatmu tenang," ucap Athar mengusap pundak Anna.
Merasa nyaman ada Athar Anna langsung memeluk Athar dan menangis di pundak itu Athar juga memeluknya dengan erat sambil mengelus-elus rambut Anna yang memberikan Anna ketengan.
" Apa kelakuanku itu adalah kesalahan ibuku. Kenapa ibuku yang di salahkan, kenapa harus dia yang di salahkan mereka," ucap Anna seolah mengadu kepada Athar.
" Tidak ada yang menyalahkan ibumu. Ibumu perempuan baik-baik. Orang-orang yang menyalahkannya yang tidak baik sama sekali," sahut Athar terus memeluk Anna dengan erat dengan terus mengelus-elus rambut Anna dan Anna pun tidak malu untuk terus menangis di pelukan Athar.
Mereka yang berpelukan di pinggir jalan di saksikan oleh Aurelia yang berada di dalam mobil. Di mana ternyata Aurelia bersama dengan Derry dan Derry juga melihat kakaknya yang tampaknya begitu peduli dengan Anna.
" Apa kak Athar memang ada hubungan dengan Anna. Lalu Aurelia bagaimana," batin Derry tanda tanya dengan melihat wajah Aurelia yang di penuhi rasa cemburu dan kemarahan.
__ADS_1
" Kau benar-benar menyusulnya Athar aku sungguh tidak percaya Athar dengan apa yang kau lakukan. Kau memeluknya dan seolah menenangkannya. Kau benar-benar Athar dan aku Anna selalu memanfaatkan situasi," batin Aurelia yang mengepal tangannya.
" Kita pulang?" tanya Derry. Aurelia mengangguk. Yang ada dia semakin panas jika terus berada di sana melihat keromantisan Athar dan juga Anna.
************
Anna ternyata sudah mulai tenang dan berada di dalam mobil Athar yang terparkir di pinggir jalan dengan beberapa kali mengusap air matanya yang dengan tisu. Namun Athar tidak ada di sampingnya yang juga tidak tau kemana dan tiba-tiba Athar memasuki mobil yang membawa kantung plastik dan sebotol air mineral.
Athar yang sudah duduk di bangku pengemudi langsung membukakan tutup botol air mineral dan langsung memberikan pada Anna. Anna langsung mengambilnya dan langsung meminumnya. Dia tampaknya sangat haus karena sedari tadi menjerit-jerit karena menangis.
" Ini," ucap Athar memberikan Anna pelastik putih. Anna mengambilnya dan memberikan botol minuman itu pada Athar. Anna langsung mengeluarkan isinya.
" Bakso bakar," ucap Anna mengeluarkan plastik bening putih dengan beberapa tusuk bakso bakar.
" Aku tidak tau apa itu bisa membuatmu berhenti menangis," ucap Athar. Anna tersenyum mendengarnya.
" Kenapa bisa berpikiran seperti itu?" tanya Anna dengan suara seraknya.
" Di mana membelinya?" tanya Anna. Tunjuk Athar pada penjual yang memakai gerobak menggunakan sepeda motor.
" Kamu menyukainya?" tanya Athar. Anna mengangguk cepat.
" Makasih," ucap Anna tersenyum.
Athar pun tersenyum dengan Anna yang kembali tersenyum dan Anna langsung mencobanya dan namun air matanya menetes saat memakannya lagi. Dan Athar melihat air mata itu lagi.
" Apa tidak enak. Sampai harus di tangisi makanannya?" tanya Athar. Anna yang menundukkan kepala menggeleng.
" Laku kenapa masih menangis?" tanya Athar.
__ADS_1
" Aku hanya mengingat makanan ini adalah makanan yang suka di belikan mama padaku di saat aku menangis dan aku akan diam saat makanan ini sudah ada di tanganku," ucap Anna mengingat kenangan bersama mamanya. Athar mengusap pundak Anna yang memberikan Anna kekuatan lagi.
" Jangan menagis lagi Anna. Kamu sudah banyak menangis. Makanlah makanan makanan itu. Itu akan membuatmu berhenti menangis," ucap Athar. Anna mengangguk dan kembali memakannya dengan tersenyum yang mencoba untuk melupakan apa yang terjadi.
" Kau mau mencobanya?" tanya Anna menyodorkan 1 tusuk. Athar pun mengambilnya. Anna tersenyum.
" Enak ternyata," sahut Athar.
" Kemarin kau bilang rasanya biasa aja," sahut Anna.
" Itu karena kau yang membelinya. Dan ini aku yang membelinya. Makanya rasanya enak," jawab Athar.
Anna tersenyum mendengarnya. Athar juga tersenyum melihat Anna yang tampaknya moodnya sudah kembali lagi.
Anna juga memakan dengan lahap, bakso bakar yang di belikan Athar.
Athar melihat ke arah telapak tangan Anna yang memerah dan bahkan luka. Mungkin sebelumnya Anna sudah menggosok-gosokkan tangannya makanya sampai seperti itu. Karena itu kebiasannya jika sedang terluka.
" Kenapa tanganmu?" tanya Athar. Anna melihat tangannya dan langsung menggeleng kan kepalanya.
Athar langsung meraih tangan Anna dan mengambil obat di dalam kotak P3K membuat tangan itu di atas pahanya.
" Mana mungkin tidak ada apa-apa. Jika sampai seperti ini," ucap Athar yang langsung mengobatinya memberikan salep dan Anna menahan perih karena merasa sakit pada tangannya.
" Jangan melukai diri sendiri. Tidak ada gunanya," ucap Athar mengingatkan. Anna mengangguk.
" Makan lagi!" titah Athar. Anna mengangguk lagi dan makan lagi.
" Kau mau lagi?" tanya Anna.
__ADS_1
" Makanlah itu untukmu," jawab Athar Anna mengangguk lagi. Athar memang pintar menghibur Anna dan Anna sudah tersenyum kembali sekarang.
Bersambung