
Terlihat Athar yang sibuk di dapur Anna yang membuatkan Anna bubur, jangan tanya bahan-bahannya dari mana. Dari mana lagi jika bukan anak buahnya yang membelinya. Karena banyaknya anak buahnya di sekitar rumah Anna.
Setelah merasa bubur itu sudah masak. Athar memindahkan kemangkok dan langsung membawa kekamar Anna. Di atas tempat tidur Anna masih tetap seperti semula. Athar pun langsung duduk di samping Anna.
" Anna, kamu makan dulu ya," ucap Athar dengan lembut.
" Hmmmm," jawab Anna yang mendengar suara Athar.
Athar pun membantu Anna untuk duduk dan bersandar di kepala ranjang dengan alas bantal di pundaknya. Athar memegang kening Anna dan panas Anna tampak turun membuatnya lega.
" Ayo makan!" ucap Athar pelan menyendokkan Anna bubur dengan lemas dan mata yang terbuka sipit. Anna pun membuka mulutnya menerima suapan itu.
" Sudah," ucap Anna yang sudah tidak mau lagi. Padahal hanya 1 suapan saja.
" Sedikit lagi," ucap Athar memaksa. Anna menggelengkan kepalanya yang kelihatan benar-benar menolak.
" Kamu harus makan, supaya perutmu tidak kosong," ucap Athar dengan lembut yang terus mengarahkan sendok pada mulu Anna dan Anna pun membuka kembali mulutnya.
Uhuk-uhuk-uhuk-uhuk.
Anna langsung batuk dan dengan cepat Athar memberi Anna air putih, Athar juga mengambil tisu melap bagian bibir Anna yang berantakan dengan air dan bubur itu.
" Sudah cukup!" ucap Anna yang tidak mau makan lagi.
" Baiklah, kamu minum obat ya," ucap Athar dengan lembut membujuk Anna.
Anna mengangguk dan Athar langsung memberi Anna obat dan Anna langsung menelannya. Jika tidak tertelan juga mungkin Athar akan melakukan hal yang sama seperti tadi malam. Kira-kira Anna tau tidak ya?
Setelah meminum obat Athar membantu Anna membaringkan kembali tubuhnya dan langsung berbaring dan Athar juga menyelimuti Anna.
__ADS_1
Ternyata Anna begitu rewel kalau sakit dan ternyata begitu manja dan tampaknya Athar begitu sabar menghadapi Anna. Anna yang menyebalkan aja dia sabar. Apalagi Anna yang seperti ini sakit dan tak berdaya membuat kesabarannya yang terus di uji.
Seharian Athar di rumah Anna yang merawat Anna dengan tulus. Athar juga memantau makan Anna, setiap Anna bangun sebentar Athar selalu memberinya makan walau hanya dua sendok saja. Hal itu di lakukan Athar berkali-kali. Yang penting perut Anna tidak kosong.
Athar yang duduk di meja kerja Anna. Mengecek pekerjaan Athar dari laptopnya. Yang mana sebelumnya dia telah menyuruh Jennie untuk membawakannya. Athar memang harus tetap mengecek pekerjaan walaupun dia berada di rumah Anna.
Uhuk-uhuk-uhuk-uhuk. Tiba-tiba Anna terbatuk dan dengan cepat Athar langsung menghampiri Anna dan duduk di samping Anna membantu Anna untuk sedikit duduk agar bisa minum.
" Hmmmm, panas," ucap Anna yang keringat bercucuran di dahinya dan Anna pun membuka mantel di tubuhnya dan pakaian yang di pakainya tadi malam sudah basah karena keringatan dan sepertinya kondisi Anna memang sudah semakin membaik.
Anna terlihat ingin turun dari ranjang.
" Kamu mau kemana?" tanya Athar pelan.
" Mau ganti baju," jawab Anna yang matanya begitu sayu melihat Athar karena dia memang sangat lemah. Tetapi menyadari jika Athar ada di dekatnya.
" Biar aku bantu," ucap Athar. Anna mengangguk dan Athar berdiri membantu Anna yang membawa Anna berjalan.
Athar mengangguk dan membawa Anna menuju lemari. Tangan Anna langsung saja menarik baju tidur dan membuat lipatan pakaian itu berjatuhan kebawah. Athar hanya geleng-geleng mau marah tidak mungkin. Padahal matanya baru saja melihat indahnya lipatan itu.
Namun sekejap di berantaki oleh Anna hanya karena mengambil sepasang baju tidur jasa. Athar hanya bisa diam tanpa marah atau menegur Anna. Terserah Anna lah mau ngapain.
Setelah itu Anna pun langsung kekamar mandi dengan Athar yang membantunya duduk di atas kloset yang tertutup.
" Kamu tidak akan menungguku di sini kan?" tanya Anna yang melihat Athar masih berdiri di depannya.
" Tidak," jawab Athar dengan cepat dengan geleng-geleng kepala dan langsung pergi. Athar keluar dari kamar mandi dengan menghembuskan napasnya perlahan kedepan dan menunggu Anna di depan kamar mandi dengan tangannya di dadanya.
" Dia tidak mandikan," batin Athar yang merasa sudah lama menunggu Anna. Tetapi Anna tidak keluar-keluar juga.
__ADS_1
" Anna!" panggil Athar mengetuk pintu kamar mandi.
" Aku sudah selesai mengganti baju. Tapi keran air wastafel tidak bisa di putar," sahut Anna dari dalam kamar mandi.
" Aku masuk ya!" ucap Athar permisi terlebih dahulu dan Anna tidak merespon apa-apa yang membuat Athar nekat masuk dengan perlahan dan melihat ke dalam yang melihat Anna berdiri lemas di depan wastafel dengan pakaian yang sudah terganti.
" Apa yang tidak bisa?" tanya Athar.
" Tidak bisa di putar," jawab Anna.
" Memang ini bukan untuk di putar," sahut Athar lembut yang menekan keran air dan airnya langsung keluar.
" Ohhhh," sahut Anna.
" Kamu mau ngapain?" tanya Athar.
" Cuci muka," jawab Anna yang langsung cuci muka. Lagi-lagi Athar melihat Anna kesulitan dengan rambut Anna berantakan dan Athar pun langsung merapikannya dengan berdiri di belakang Anna. Sangat manis yang di lakukan untuk Anna.
Anna pun selesai mencuci mukanya dan Athar membantunya lagi keluar dari kamar mandi dan kembali memasuki kamar dan mendudukkan Anna kembali di atas tempat tidur. Namun Anna langsung membaringkan dirinya di atas tempat tidur yang mana dia sudah mulai merasa lebih tenang dan ingin tidur lagi dengan memeluk guling.
Athar menyelimuti Anna dengan mengusap-usap kepala Anna dan syukur-syukur panas Anna semakin turun. Setelah itu Athar pun menuju lemari Anna dan merapikan pakaian Anna yang berantakan dengan tangan Anna yang mau sakit atau tidak tangan itu memang tetap seperti itu.
Athar kembali melanjutkan pekerjaannya setelah memastikan Anna aman dan tidak rewel lagi. Dari malam kepagi. Pagi kesiang siang sampai malam lagi. Athar tidak sedetikpun meninggalkan Anna. Anna yang sebentar-sebentar bangun selalu di layaknya dengan baik.
Dia beri minum di beri makan di temani kekamar mandi dan semua di lakukan Athar dengan tulus. Walau Anna yang sakit tetap membuatnya kesal. Namun Athar tidak marah dan tetap sabar menghadapi Anna.
Sampai Athar yang juga merasa lelah di depan laptopnya. Athar mematikan laptop itu setelah melihat sudah puku 11 malam. Athar keluar dari kamar untuk mengecek segala pintu dan jendela. Setelah semuanya telah di cek dengan baik. Athar kembali kekamar Anna duduk di samping Anna dengan di bagian kepalanya yang mana Anna membelakangi Athar.
Athar meletakkan tangannya di dahi Anna memeriksa kembali suhu tubuh Anna.
__ADS_1
" Syukurlah panasnya benar-benar turun," batin Athar merasa lega.
Bersambung