Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Episode 52 Pertengkaran.


__ADS_3


Anna dan Athar terlihat berdansa dengan santai. Dari kejauhan Amelia dan Maharani melihat Anna dan Athar yang berdansa dengan romantis dan begitu dekat.


" Apa mereka saling mengenal juga?" tanya Amelia.


" Anna, bekerja di perusahaan Glossi jadi mungkin mereka pasti saling mengenal," jawab Maharani.


" Anna bekerja di sana?" tanya Amelia yang kelihatan kaget.


" Benar mbak, apa mbak tidak tau masalah itu?" tanya Maharani.


" Tidak tau sama sekali," jawab Anna Amelia.


" Ya saya bertemu dengannya dan Anna bekerja di sana," sahut Maharani.


" Syukurlah, jika mendapat pekerjaan yang baik," sahut Amelia. Maharani tersenyum dan tampaknya dia begitu senang melihat Athar dan Anna berdansa.


Namun di sisi lain. Aurelia yang melihat hal itu mengepal tangannya yang menatap tajam Anna dan Athar yang berdansa dengan penuh kenyamanan. Athar tadi bahkan menolak Aurelia. Namun dengan Anna dia kelihatan sangat bertahan.


Tidak sengaja mata Anna melihat ke arah Aurelia yang menatapnya tajam. Namun Anna hanya melihat sebentar dan kembali melihat Athar.


" Kau itu laki-laki tidak pernah bersyukur," ucap Anna tiba-tiba yang mengatai Athar dengan suka-sukanya.


" Apa maksud mu?" tanya Athar heran.


" Kau tipe-tipe laki-laki yang tidak akan bisa hanya dengan 1 wanita sudah memiliki tunangan. Tapi masih gatal dengan wanita lain," ucap Anna lagi yang membuat Athar geram dengan tuduhan Anna yang semakin menjadi-jadi.


" Sekali lagi kau mengataiku tanpa bukti, ini terakhir kalinya mulutmu itu bicara," ucap Athar kesal.


" Ishhh, hanya bisa mengancam saja," desis Anna dengan menaikkan ujung bibirnya.


Walau saling kesal. Namun ke-2nya masih tetap saling berdansa.


Acara semakin malam semakin meriah dan sudah memasuki pada acara inti pemotongan kue yang mana Chandra di dampingi Amelia, Aurelia dan juga Chaca tidak ada Anna di sana.

__ADS_1


" Kita mulai untuk peniupan lilinnya," sahut MC. Chandra pun mulai untuk meniup lilin namun Chandra melihat Anna. Yang bermain ponsel dan terlihat cuek. Sementara Athar berada tidak jauh dari Anna yang berdiri di samping Jennie yang Jennie juga penasaran ada hubungan apa Anna dengan keluarga Chandra.


" Ayo mas tiup lilinnya," ucap Amelia berada di sisi suaminya. Bersama Chaca dan Aurelia. Chandra mengangguk namun tetap melihat Anna yang tetap cuek.


" Kemarilah Anna!" Panngil Chandra. Amelia dan Aurelia sama-sama melihat ke arah Anna yang sedang di panggil.


Namun Anna terlihat acuh bahkan seakan menutup telinganya untuk pura-pura tidak mendengarkan panggilan yang cukup kuat itu. Namun orang-orang di sana tampak heran dengan melihat-lihat arah wanita yang di lihat Chandra itu.


Tidak lain keluarga Athar yang juga fokus pada Anna yang terlihat acuh dan tidak peduli.


" Ayo siapa yang bernama Anna sedang di panggil!" sahut MC.


" Anna Kemarilah!" panggil Chandra sekali lagi.


Anna menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan mengangkat kepalanya dan melihat orang-orang di sana meliahtanya dan Anna dengan terpaksa dan penuh kemarahan mendekati Pria yang memanggilnya 2 kali itu.


Amelia bernapas lega yang akhirnya Anna menurut yang tidak merusak pesta itu dan juga tanggapan- tanggapan orang lain.


" Aku bisa melihat Anna sangat membenci Chandara," batin Maharani yang terus melihat sikat Anna.


" Jangan membangkang ikut saja," sahut Chandra menekankan. Hadirnya Anna di tengah-tengah peniupan lilin. Pasti membuat Athar semakin penasaran dengan Anna.


" Ayo tuan silahkan tiup lilinnya," sahut MC dengan penuh kebahagian dengan mengajak tamu-tamu untuk bertepuk tangan.


Mereka bernyanyi selamat ulang tahun sebelum meniup lili dan Anna terlihat biasa saja yang berada di tengah-tengah keluarga itu.


Chandra sudah selesai meniup lilin dan memotong kue ulang tahun itu.


" Silahkan untuk kue pertama untuk siapa?" sahut MC.


" Potongan pertama. Pasti untuk istriku yang paling aku cintai, Susan Amelia. Terima kasih kamu sudah mendampingiku selama ini. Aku sangat bahagia di pertemukan olehmu," ucap Chandra dengan tulus mengucapkan kata- manis itu di depan istrinya dengan memberikan istrinya potongan kue itu.


" Dia sangat bangga hidup dengan wanita yang menjadi perusak rumah tangga orang lain," batin Anna dengan mengepal ke-2 tangannya yang terlihat marah pada papanya yang berkata manis pada ibu tirinya di depannya.


" Terima kasih mas. Aku yang bahagia telah memiliki suami seperti mu. Aku adalah istri yang begitu bahagia," sahut Amelia.

__ADS_1


" Jelas kau merasa bahagia di atas penderitaan orang lain," sahut Anna yang tidak bisa mengendalikan kata-katanya.


Meski pelan. Namun orang-orang di sana dapat mendengarnya dan saling melihat penuh kebingungan.


" Anna jaga sikapmu," tegur Chandara memperingatkan Anna dengan orang-orang mulai ribut bertanya-tanya.


" Tidak tau malu. Bisa-bisanya kau mengatakan bahagia didepan anak yang ayahnya di curi, yang keluarganya berantakan karena ulahmu sendiri, yang ibunya entah kemana dan kau dengan mudahnya mengatakan kau sangat bahagia," kecam Anna dengan kata-katanya yang tajam.


" Anna, aku bilang jaga sikapmu!" ucap Chandra menekan suaranya. Amalia terdiam yang tidak bisa mengatakan apa-apa di suasana yang sudah mulai tegang.


" Kenapa aku harus menjaga sikapku. Apa yang ingin kalian tunjukkan kepadaku. Kalian mengundangku kemari. Ingin memberiku kenyataan yang sudah kulupakan. Kalian ingin menunjukkan betapa bahagianya keluarga ini yang penuh dengan materi dan kepalsuan. Bahagia dengan cara menghancurkan keluarga orang lain. Bahagia dengan cara lari dari tanggung jawab seorang suami dan juga ayah," ucap Anna dengan kata-katanya yang pedas.


" Anna sudahlah, kamu jangan bikin ulah," sahut Aurelia yang juga tidak ingin malu di tengah-tengah pesta itu.


" Kenapa? Kenapa harus berpura-pura. Jika kau tidak juga menyukai semuanya tidak nyaman kenapa harus bertahan untuk acara murahan ini!" Bentak Anna.


" Apa maksud yang di bicarakannya. Kenapa dia begitu marah pada keluarga Aurelia. Apa hubungan Anna sebenarnya dengan keluarga itu," batin Athar semakin bingung.


" Kalian semua penuh Drama yang hidup bahagia di atas penderitaan orang lain," desis Anna.


" Anna cukup!" Bentak Chandara


" Hanya membentak itu yang bisa di lakukan," desis Anna dengan matanya memerah yang di mana Chandra sudah mulai terpancing dan tidak bisa mengendalikan dirinya.


Chandra mengusap wajahnya kasar dengan ke-2 tangannya melihat orang-orang yang di pesta mulai ricuh.


" Sini kamu," sahut Chandra kehilangan kesabaran dan menarik Anna yang membawanya pergi.


" Lepaskan aku!" berontak Anna yang di tarik paksa oleh Chandra.


Amelia menarik napasnya panjang yang sudah pasrah dengan acara pesta itu. Amelia memberi kode pada pelayan untuk mengurus pesta itu.


" Mas tunggu!" Amelia langsung menyusul suaminya yang menarik Anna. Begitu juga dengan Aurelia.


Maharani dan keluarhanya yang juga penasaran mengikuti. Namun beberapa tamu juga penasaran yang mengikuti. Namun di cegah oleh pengawal yang tidak mengijinkan untuk melihat apa yang terjadi selanjutnya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2