
" Anna!" lirih Athar dengan suara seraknya. Anna mendorong Athar.
Plakkk
Anna langsung menampar Athar membuat Athar kaget dengan wajahnya yang miring ke samping. Pipi memerah di wajah Athar bekas tamparan Anna.
" Berani sekali kau melakukan itu!" ucap Anna dengan suara beratnya dengan matanya yang menunjukkan kemarahan pada Athar.
Athar meluruskan kembali wajahnya dan menatap mata yang melihatnya dengan kebencian itu, " Aku mencintaimu Anna?" itu jawaban yang di berikan Athar untuk keberatan Anna atas apa yang barusan terjadi tadi.
Mendengar hal itu jantung Anna semakin kencang berdetak nya semakin tidak karuan. Apa yang dia katakan. Apa aku salah dengar," batin Anna yang ingin mendengar sekali lagi kata-kata yang keluar dari mulut Athar yang berada di depannya yang berbicara cinta di hadapan wajahnya yang tanpa jarak itu.
" Aku tau semua ini hanya salah paham. Dan jika ingin menamparku, atau memukulku lagi lakukan Anna. Aku terima semuanya. Karena aku pantas mendapatkannya," ucap Athar yang terlihat jauh lebih pasrah dengan apa yang akan di terimanya dari Anna
Athar mendekatkan dirinya pada Anna dengan memegang tangan Anna meletakkan di pipinya, bekas tamparan Anna.
" Tampar aku lagi. Pukul aku sampai kamu puas, maki aku dengan segala kata-kata mu. Aku tidak akan melawan, lakukan Anna. Jika semua itu membuatmu bisa memaafkanku. Maka aku akan menerima semuanya," ucap Athar mendesak Anna dengan matanya yang berkaca-kaca.
" Aku sangat kurang ajar ke padamu, tidak tau diri. Maka lakukan, lakukan agar kamu merasa puas Anna," ucap Athar lagi.
Namun Anna hanya diam dengan napasnya yang tidak teratur, merasa begitu sesak.
" Anna aku minta maaf. Aku tidak bisa mengendalikan diriku, aku tidak bisa memposisikan keadaan, perasaanku yang terlalu besar kepadamu. Membuatku tidak bisa memahami semuanya. Aku menyesal Anna melakukannya kepada mu. Maafkan aku Anna, aku sungguh minta maaf. Aku tidak tau kapan perasaan itu ada. Tetapi aku meyakini jika perasaan itu. Aku jatuh cinta padamu, aku mencintaimu dan aku bertindak seperti itu. Karena perasaanku yang terlalu besar kepadamu," Athar menjelaskan kembali dengan rinci dengan semua kata maafnya dan kembali jujur dengan perasaannya yang di ungkapnya dengan lisan.
Dan jelas Anna sudah mendengar kata itu dengan jelas, Athar di depannya itu sudah menyatakan cinta padanya, segala permintaan maaf dan bahkan menyuruhnya untuk memukul Pria itu lagi.
Anna menarik tangannya dari Athar, " setelah semua yang kau lakukan, kau hanya dengan mudah meminta maaf. Bukan aku yang mempermainkan perasaan mu. Tetapi kamu kamu yang sudah melakukannya," ucap Anna dengan menekan suaranya.
" Aku tau dan itu salahku. Apa yang terjadi kesalahanku. Maka berikan aku kesempatan untuk memperbaikinya. Aku menyadari semuanya, baik kesalahan ku, salah paham kita dan perasaanku. Aku menyadarinya dan beri aku kesempatan Anna," ucap Athar menegaskan pada Anna.
" Aku sudah mengatakan kepadamu kemarin. Jika aku sudah selesai denganmu. Kau yang tidak memberi kesempatan padaku. Aku sudah menjelaskan berkali-kali melakukan segalanya untuk membenarkan jika apa yang kau dengar itu tidak benar. Tapi kau nyatanya kau tidak peduli. Jadi semuanya tidak berarti lagi," tegas Anna yang berlalu dari hadapan Athar keluar dari lorong itu dan Athar mengejarnya. Athar berhasil menangkap tangan Anna.
" Lepaskan!" berontak Anna.
" Aku tau itu kesalahan dan kebodohanku," sahut Athar mengakui kesalahannya.
" Aku sudah tidak peduli lepaskan tanganku! Kau adalah tunangan kakakku!" berontak Anna yang ingin tangannya dilepas Athar. Namun Athar tidak melepasnya tangannya
" Aku tidak jadi bertunangan dengan Aurelia!" ucap Athar membuat Anna diam dan tidak memberontak lagi. Yang kaget dan tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.
" Aku tidak mungkin bertunangan dengan orang yang tidak aku cintai. Aku hanya mencintaimu dan Aurelia tau itu dan kau juga tau itu," lanjut Athar menjelaskan menatap mata Anna dalam-dalam.
Anna pun melepaskan tangannya dari Athar dengan bersusah payah.
" Itu bukan urusanku. Mau kau bertunangan atau tidak dengannya, aku tidak ada urusan denganmu, aku tegaskan kepadamu untuk tidak menggangguku. Jadi pergi dari sini!" tegas Anna yang kembali pergi dari hadapan Athar.
" Anna aku mencintaimu!" teriak Athar, membuat langkah Anna terhenti.
" Cinta yang aku ucapkan mungkin tidak pantas. Aku juga tidak tau harus mengucapkan yang seperti apa tentang cinta itu. Tetapi seperti itu lah cintaku. Anna aku mohon tolong beri aku kesempatan," ucap Athar dengan suaranya memohon.
Anna tidak peduli dan kembali melanjutkan langkahnya.
" Anna aku mencintaimu!" teriak Athar.
" Aku tidak peduli," jawab Anna dengan sahutan yang berjalan terus meninggalkan Athar.
__ADS_1
" Aku juga tidak peduli, yang penting aku mencintaimu dan mencintaimu," teriak Athar lagi lebih kencang lagi.
" Bodo," sahut Anna yang tidak kalah berteriaknya dan bahkan berlari meninggalkan Athar di sana.
" Aku tidak akan membiarkanmu pergi Anna, tidak akan memmbiarkan kau lari dari ku. Aku tidak akan menyerah untuk kali ini. Aku yakin dengan perasaanku dan hanya akan memperjuangkanmu. Karena intinya aku mencintaimu," ucap Athar dengan yakin yang sudah membulatkan tekatnya untuk mengejar cinta Anna.
Dia juga tau akan banyak rintangan yang di hadapinya dan sangat tau penolakan Anna karena marahnya Anna yang juga sudah mulai mmebencinya membuat Athar harus berjuang ekstra untuk mendapatkan cinta wanita yang di sia-sialannya itu.
Athar juga tau Anna begitu keras kepala dan harus benar-benar serius untuk mengejar cinta Anna.
*********
Anna pun akhirnya kembali kerumahnya. Ya rumah masa kecilnya dulu. Karena Anna akan tinggal di sana selama di kampung. Kalau makan dia Kerumah bibinya kalau tidak jangan tanya Anjani pasti akan menyiapkan untuknya.
Anna langsung masuk kedalam rumah dengan membanting pintu yang lumayan keras. Anna langsung memasuki kamar mandi dan mencuci mulutnya yang tadi habis di cium Athar.
" Issss kurang ajar. Athar sialan beraninya dia menciumku," geram Anna dengan menggosok-gosok mulutnya dengan tangannya, lalu sekalian menatap wajahnya di cermin. Tangannya yang masih memegang bibirnya yang tadi di cium Athar.
" Dia bilang dia mencintai ku," batin Anna mengingat kata-kata Athar.
Anna bahkan bisa-bisanya mengeluarkan senyum ketika mengingat Athar yang tadi seperti pria bucin benar-benar ampun bicara cinta berkali-kali.
Anna pun menyadari kebodohannya, dengan geleng-geleng kepalanya.
" Anna jangan bodoh, sadar Anna, sadar," Anna menepuk-nepuk pipinya untuk menyadarkan dirinya sendiri.
" Kamu itu ya benar-benar, kamu jangan termakan kata-kata manisnya. Ingat dia sudah membuatmu menderita dan membuatmu seperti orang gila mengejar-ngejarnya. Jadi jangan mudah membiarkan dia dengan seenaknya menguasaimu," ucap Anna yang harus membuat pertahanan besar untuk dirinya.
Harga dirinya tidak mau runtuh begitu saja hanya karena ungkapan cinta dari Athar. Anna terus melap bibirnya yang di cium oleh Athar dengan sembarangan.
Anna pun membuka pintu rumahnya dan Anna di kagetkan dengan Athar yang sudah ada di sana. Anna pun yang tidak ingin Athar menganggunya langsung menutup pintu kembali. Namun Athar memaksa masuk dengan mendorong pintu sehingga terjadi saling dorong pintu di antara ke-2nya.
" Menyinggir dari sana, aku sudah mengatakan tidak mau bicara padamu," tegas Anna sekuat tenaganya mendorong pintu itu.
" Aku juga sudah mengatakan kepadamu, aku tidak akan menyerah," ucap Athar yang tidak kalah mendorong kuat pintu.
" Aku tidak peduli dengan apa yang kamu katakan. Sekarang pergi dari sini. Sebelum aku memanggil warga untuk mengusirmu paksa," ucap Anna memberi ancaman.
" Lalukan aki tidak peduli," sahut Athar yang tidak takut.
" Jangan menantangku Athar. Aku benar-benar akan melakukannya," sahut Anna yang tidak main-main.
" Jika itu membuatmu puas maka lakukan dengan sesukamu. Aku benar-benar tidak peduli. Aku ingin mendapat kesempatan dari mu," ucap Athar yang memang pasrah akan terjadi apapun kepadanya.
" Kesempatan itu sudah basi. Aku sudah muak kepadamu. Aku capek dengan semua yang kau lakukan. Jika kau tidak mempercayai ku untuk apa kau menemuiku. Aku sudah terlanjur membencimu Athar dan semua karena kau yang membenciku," ucap Anna.
" Tidak, aku tidak pernah membencimu Anna. Aku yang salah, aku tidak bisa mengendalikan diriku dan aku mempercaimu. Maka beri aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya," ucap Athar yang terus memohon pada Anna.
" Aku denganmu sudah tidak ada urusan. Jadi pergilah dari sini! Aku juga bukan karyawan mu lagi. Aku sudah risegn, jadi jangan menggangguku. Aku dan kau tidak ada hubungan apa-apa," tegas Anna.
" Aku tidak akan mengijinkanmu mengundurkan diri begitu saja. Aku mencintaimu Anna," ucap Athar lagi yang mengulang kata cinta.
" Aku tidak percaya dengan kata cintamu. Jangan mengucapkan itu lagi. Pergi dari sini sekarang juga!" ucap Anna yang terus mendorong pintu.
" Aku akan membuktikan jika aku benar-benar mencintaimu," ucap Athar dengan yakin.
__ADS_1
" Kau tidak perlu membuktikannya. Aku tidak butuh semua itu pada intinya aku tidak ada urusan denganmu jadi pergilah datinhidupku!" tegas Anna yang terus mengusir Athar.
" Anna, Athar !" tiba-tiba terdengar suara Bibi membuat Anna sedikit kaget dan Athar berhenti mendorong pintu dan membalikkan tubuhnya melihat bibi yang dengan wajah herannya denga tangannya yang membawa kantin yang di gandeng di tangannya.
" Anna, Athar apa yang kalian lakukan?" Pintunya bisa rusak?" tanya bibi heran. Anna membuang napasnya perlahan kedepan dan membuka pintu itu. Lalu keluar dari rumah berdiri tepat di samping Athar.
" Dia menggangguku, dia memaksa masuk seperti pencuri kerumah ini," ucap Anna langsung membela diri dengan menunjuk Athar di sampingnya.
" Anna apa yang kamu bicarakan, nak Athar tidak mungkin mencuri. Apa lagian yang harus di curinya di rumah ini," ucap Bibi yang merasa aneh.
" Tapi itu memang pada kenyataannya. Bibi lihat sendiri dia memaksa masuk," sahut Anna menegaskan.
" Aku hanya ingin istirahat," sahut Athar dengan suara santai.
" Apa yang kau katakan. Istirahat kau pikir ini rumahmu," sahut Anna kesal yang bicara ketus pada Athar.
" Anna sudah kamu ini apa-apaan sih, kenapa marah-marah pada Athar. Kamu tidak dengar apa kata Athar. Jika Athar mau istirahat. Kamu malah menuduhnya yang lain-lain. Kamu ini benar-benar ya," ucap bibi.
" Bibi kenapa jadi belain dia sih. Apa ini rumahnya seenaknya mau istirahat," ucap Anna dengan kesal.
" Athar memang akan tinggal di rumah ini," sahut Bibi.
Anna mendengarnya langsung terkejut, " apa maksud bibi dengan mengatakan dia akan tinggal di sini?" tanya Anna mulai merasa ada yang tidak beres.
" Anna Athar ini adalah tamu di desa kita. Kebetulan Perusahaan Athar ada proyek di desa kita yang sedang membangunkan sekolah dan taman hiburan di desa kita. Dan pak lurah sudah bicara pada bibi. Maka dati itu Athar akan tinggal di rumah ini," jelas bibi dengan singkat.
" Apa yang bibi katakan. Apa urusannya proyek dan juga rumah ini," ucap Anna bertambah emosi.
" Anna bukannya Athar adalah teman kamu dan kebetulan penginapan Bibi juga sedang di pakai anak-anak KKN dan rumah bibi juga tidak bisa untuk memberikan Athar tempat tinggal. Jadi hanya rumah ini yang bisa memberikan Athar tempat berteduh dan kamu bisa tidur di tempat bibi," jelas Bibi lagi.
" Anna tidak mau!" Protes Anna yang pasti menolak kata-kata bibinya itu.
" Anna kamu," sahut Bibi yang melihat penolakan Anna yang tidak biasanya.
" Aku tidak mau dia tinggal di sini. Pekerjaannya tidak ada urusannya dengan rumah ini. Pokoknya dia tidak boleh tinggal di sini titik." Tegas Anna menunjuk tanah.
" Anna kamu ini kenapa. Bukannya Athar adalah teman kamu dan biasnaya kalian baik-baik saja. Lalu kenaoa kamu sampai seperti ini?" tanya Bibi dengan kebingungan.
" Itu dulu sekarang tidak. Karena aku sangat membencinya, dia itu penjahat. Jadi Anna tidak Sudi dia tinggal di sini," tegas Anna menekankan. Athar hanya pasrah dan diam dengan makian Anna padanya. Ya dia memang adalah penjahat yang sebenarnya.
" Kenapa Anna? apa alasan kamu bisa mengatakan Athar penjahat dan juga kamu membencinya?" tanya Bibi yang memang harus tau untuk meluruskan masalah yang ada.
" Maafkan saya bibi," sahut Athar mengambilnya alih untuk bicara, " semua salah saya. Saya yang bermasalah dengan Anna, karena saya dan Anna...."
" Kau tidak perlu menjelaskannya," sahut Anna memotong pembicaraan Athar, " pada intinya aku tidak mau kau ada di sini. Jadi pergi dari sini dan jangan menggangguku lagi," usir Anna dengan kesal.
" Anna sudah cukup. Kamu ini ya keterlaluan sekali hari ini. Bibi tidak perbah melihat kamu seperti ini. Sudah jangan berdebat dengan bibi. Intinya Athar akan tinggal di rumah ini. Mau kamu setuju atau tidak," tegas Bibi yang membuat Anna terkejut.
" Tidak bibi Anna tidak mau Bibi jangan memutuskan begitu saja," sahut Anna yang memberontak.
" Tidak ada penawaran. Lagian Athar adalah tamu di desa ini dan kamu seharusnya baik padanya bukan seperti ini," tegas Bibi.
" Aku tidak perlu baik pada orang yang tidak baik kepadaku," sahut Anna menegaskan.
Bersambung
__ADS_1