Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 207 Kenangan yang tertulis.


__ADS_3

Juri-juri melihatnya mengangguk-angguk. Ya sepertinya menyukai penampilan Anna. Di tambah penjelasan Anna yang begitu tertata rapi dan muda di mengerti dan menyentuh.


" Sama dengan ini!" Lanjut Anna memperlihatkan layar.


Gambar di ganti dengan seorang Pria yang berhadapan dengan seorang wanita yang terlihat dalam gambar komik tersebut.


Namun Athar kaget melihat ilustrasi tersebut. Ya situasi itu adalah situasi di mana dia dan Anna pertama kali bertemu saat insiden kecelakaan. Mobilnya yang menabrak motor Anna. Di sana terlihat wanita marah-marah di hadapan seorang pria ada mobil dan juga ada motor yang membuat Athar serius melihat gambar itu.


" Ini adalah ikatan awalnya. Suatu ikatan yang tidak di sengaja, apakah dari gambar ini bisa menunjukkan kasih sayang. Sama sekali tidak, lihatlah 2 orang itu, lihat wajahnya yang sama-sama begitu membenci dan mana mungkin bisa terjadinya suatu ikatan," lanjut Anna dengan penjelasannya.


" Tetapi tangan Pria itu begitu lembut yang memegang benda kecil yang mengikat dan mampu menggetarkan hati," lanjut Anna lagi dengan gambar Pria yang berjongkok mengambil ikat rambut yang jatuh.


" Karet gelang yang simpel yang di pegangnya yang menjadi awal ikatan segalanya," lanjut Anna lagi.


Gambar lainnya muncul kembali. Lagi-lagi adalah ilustrasi dirinya dengan Athar. Di pinggir pantai di atas tikar dengan banyak makanan dan di mana terlihat Pria mengikat rambut wanitanya yang sedang makan yang lagi-lagi membuat Athar kaget.


" Tidak ingin seseorang yang di sisinya kesulitan, maka tangan lembutnya menggunakan benda kecil itu untuk membuat oramg di sisinya menjadi nyaman dan tidak terganggu sama sekali, membuat ikatan yang bukan hanya benda yang mengikat di rambut. Tetapi juga mengikat 2 hati yang terjadi begitu saja," lanjut Anna.

__ADS_1


Athar terdiam dengan gelisah melihat gambar itu. Gambar lain bermunculan, lagi-lagi pria yang mengikat rambut seorang wanita. Di dalam ruangan kerja berlatar kantor di atas sofa pria dan wanita duduk bersebelahan dengan Pria itu mengikat rambut wanita dan pasti itu adalah Anna dan Athar.


Di kamar mandi saat Anna sakit di depan closed Athar juga melakukan hal itu mengikat rambut Anna, di meja makan juga terlihat gambar pasangan di dalam ilustrasi komik tersebut. Karya yang di buat Anna berhubungan dengan Athar yang spontan mengikat rambutnya.


Melihat gambar itu membuat Athar begitu resah dan bahkan terkadang mengalihkan pandangannya dari layar ke arah lain. Athar tidak percaya jika Anna mengaitkan apa yang di desainnya dengan hubungan mereka yang terjadi begitu saja.


Melihat semua yang di perlihatkan Anna membuatnya salah tingkah, resah geliasah dengan wajah memerah. Tidak terpikirkan baginya hal spontan yang simpel yang di lakukannya di ingat Anna dan di buat seperti komik dan berkaitan dengan karya desain Anna yang seperti cerita cinta.


" Semua terjadi karena benda yang kecil itu yang membuat munculnya ikatan itu dengan sendirinya. Ikat rambut bukan hanya untuk mengingat rambut. Tetapi untuk hubungan yang mungkin sangat mustahil. Tetapi dengan rasa spontan karena ada benda kecil itu membuat hubungan itu dekat dan menjadi ikatan,"


Dada Athar sudah kembang kempis mendengar kata-kata Anna. Yang tak lain seperti mengungkap perasaannya sendiri pada Athar.


" Pasti banyak diantara kalian yang saat masih kecil ibu kalian mengikat rambut kalian dengan penuh kasih sayang, teman-teman kalian membantu kalian untuk mengikat rambut indah kalian. Dengan benda itu mampu membuat saling berketergantungan dengan penuh kasih sayang sama dengan wanita di dalam gambar itu dia mendapatkan kasih sayang dan ketulasan dari sentuhan tangan yang mengikat rambutnya," lanjut Anna yang terus melihat Athar.


" Ikat rambut sangat di butuhkan dan juga memberikan energi kasih sayang dan cinta yang datang dengan sendirinya dengan ikatan yang tidak mungkin ada dan menjafj ada. Karena ada kisah dalam ikat rambut yang menggetarkan perasaan, baik ini dengan seorang ibu, sahabat, maupun seorang Pria pada seorang wanita," lanjut Anna lagi.


" Saya membuat karya kuciran rambut dengan harapan benda itu bukan hanya sekedar benda tetapi dapat energi cinta di dalamnya yang mengikat hubungan menjadi lebih baik. Saya berharap menjadi ketulusan dan mempunyai makna dalam setiap cerita masing-masing," ucap Anna.

__ADS_1


" Tidak ada permainan dalam hal ini. Mana mungkin ada kata memanfaatkan, dia tidak sejahat itu, mungkin dia bodoh. Tetapi tidak sejahat itu. Jadi ini bukan permainan. Dia ingin mengatakan terima kasih untuk semua yang telah di berikan," lanjut Anna yang mengisaratkan penjelasan pada Athar tentang masalah mereka.


Hanya Athar dan Anna yang mengerti Namun penonton menyimak dan sepertinya sangat takjub dengan desain dan kata-kata yang menyentuh hati dengan dalam. Karena mungkin sangat nyata makanya semuanya ikut merasakannya.


" Untuk semuanya yang ada di sini. Ikat rambut yang aku Desain semoga bisa membuat bentuk kasih sayang dan cinta yang setiap kita pakai kita akan merasakan energi cinta dan akan tersenyum ketika mengingatnya. Itulah tujuan saya untuk membuat karya yang mengeluarkan latar dari perasaan tulus dan cinta dan orang memakainya, menyentuhnya akan merasakan semuanya. Itu yang saya harapkan. Karena ikatan akan membuat rasa benci menjadi hilang. Namun apakah ikatan bisa putus. Pasti akan putus. Tetapi karena yang berkaitan dalam rambut yang ada di tubuh. Ikatan yang putus hanya kata saja. Namun segalanya tidak akan pernah putus dan akan di jadikan kenagan tersendiri untuk kita semua dengan cerita kita masing-masing," lanjut Anna.


Mata Anna dan Athar masih tetap saling melihat dengan jantung yang pasti sama-sama berdetak. Dengan napas yang naik turun.


" Tugasku selesai. Terima kasih untuk selalu ada," lanjut Anna dengan air matanya yang menetes.


Anna tersenyum membungkukkan tubuhnya mengakhiri penampilannya dan langsung mendapat sambutan tepuk tangan yang meriah dan bahkan orang-orang yang merasa karya itu wao langsung berdiri memberikan apresiasi nya pada Anna.


Romantis, dramatis, menyentuh hati, penuh pertanyaan yang di buat Anna dalam karyanya membuat orang-orang takjub dan bahkan seakan merasa nyata dan iya memang nyata dengan semua yang di buat Anna.


Anna tersenyum pada semua orang dengan menundukkan kepalanya. Lalu menuruni panggung setelah menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan. Anna merasa puas dengan apa yang di tampilnya yang sekalian berbicara pada Athar untuk yang terakhir kalinya karena setelah ini dia benar-benar akan pergi.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2