
Maya pun langsung menghampiri Aurelia, Anna dan juga Athar dengan Maya yabg tampak santai.
"Anna, Aurelia kalian berdua itu sudah sama-sama dewasa dan mama tidak akan melarang apapun yang ingin kalian lakukan. Mama hanya punya masalah dengan papa kalian dan juga dengan Amelia dan Alhamdulillah masalah mama dan papa kalian sudah selesai dan hubungan kami baik-baik aja aja sampai sekarang. Tidak ada yang salah dengan hubungan kami dan kalian juga punya adik. Walau anak itu tidak lahir dari rahim mama. Tapi dia tetap adik kalian. Bawalah dia untuk menemui papa kalian," ucap Maya yang dengan berbesar hati menerima semuanya.
"Tapi bagaimana dengan dia mah, mama akan bertemu dengannya," sahut Aurelia.
"Tidak apa-apa sayang. Itu tidak akan menjadi masalah yang besar. Kamu jangan Khawatir," jawab Maya.
"Baiklah mah, Anna setuju dengan mama dan akan mencari Chaca untuk membawanya pada papa. Karena Anna akan melakukan apa yang bisa Anna lakukan," ucap Anna.
"Iya sayang. Lalu kamu bagaimana Aurelia?" tanya Maya.
"Ya sudah aku juga akan ikut mencarinya dan semua ini papa yang menginginkannya. Jadi aku akan melakukannya hanya demi papa," jawab Aurelia yang juga meredahkan emosinya.
"Mama bangga sama kalian berdua," sahut Maya.
"Kami juga bangga punya seorang ibu seperti mama," sahut Anna. Maya tersenyum mendengarnya.
"Ya sudah ini sudah malam. Sebaiknya kalian berdua masuk dan istirahat di dalam saja," ucap Maya.
Kamar Chandra memang sangat luas selain kamar yang khusus untuk perawatan Chandra ada juga tempat istirahat untuk pengunjung yang di beri sekat pembatas oleh Chandra.
"Iya mah," sahut Aurelia dan Anna dengan serentak.
Anna dan Aurelia pun langsung memasuki ruangan perawatan itu lagi dan Anna dan Aurelia langsung duduk di sofa.
"Papa kalian Operasi besok jam berapa?" tanya Maya.
"Dokter bilang seharusnya pagi. Hanya saja Dokternya berhalangan," jawan Aurelia.
"Lalu kalian berdua bagaimana. Kapan akan mulai mencari Chaca?" tanya Maya.
"Mungkin besok pagi mah. Aku ingin menemukan Chaca sebelum papa operasi," sahut Anna yang sudah memikirkan hal itu.
"Kalian berdua akan pergi?" tanya Maya
"Aku pasti menemani mereka," sahut Athar yang pasti dengan setia untuk mendampingi istrinya.
"Aku juga pasti menemani mereka," sahut Derry yang sudah datang saja yang terlibat membawa paper bag yang besar.
"Derry," sahut Aurelia.
"Aku tidak tau kalian kemana. Aku baru sampai dan hanya mendengar kalian pergi. Tetapi aku akan ikut menemani kalian," sahut Derry.
"Aku sama kak Aurelia mencari Chaca. Karena papa ingin bertemu dengan Chaca," jawab Anna.
"Kemana kalian menemuinya?" tanya Derry.
"Kita tidak tau. Karena kita belum menemui tempatnya dan juga tidak tau dia ada di mana selama ini," sahut Aurelia.
"Begitu rupanya. Ya sudah aku tetap ikut dan membantu kalian," sahut Derry yang tidak banyak tanya lagi.
"Ya Tante serahkan semua pada kalian," sahut Maya.
"Ya sudah sekarang kamu istirahat Aurelia. Aku sudah membawakan selimut untukmu. Kamu juga Anna aku juga membawanya untukmu," ucap Derry yang siap siaga.
"Makasih Derry," sahut Anna.
"Ya sudah Anna, ayo langsung rebahan supaya istirahat," ucap Athar.
"Aku belum mengantuk Athar," jawab Anna.
"Jangan seperti itu kamu harus istirahat. Ingat besok kamu harus pergi lagi," ucap Athar yang memberikan ingat pada Anna.
"Aman benar kata Athar, ayo kamu istirahat, kamu dan Aurelia istirahat. Karena besok harus pergi lagi," ucap Maya yang juga memberi ingat untuk kedua anaknya itu.
"Assalamualaikum," tiba-tiba suara salam terdengar yang ternyata Maharani, Ari Purnama, Olive, Sana dan Gibran yang berkunjung untuk melihat kondisi Chandra yang memang belum pernah mereka lihat sama sekali.
__ADS_1
"Walaikum salam," sahut Anna dan yang lainnya dengan serentak.
"Maya!" sapa Maharani yang berpelukan dengan Maya sebentar, "maaf ya kami baru bisa mengunjungi sekarang," ucap Maharani.
"Tidak apa-apa Maharani, ayo mari silahkan duduk," sahut Maya dengan ramah. Maharani dan yang lainnya pun langsung duduk.
"Bagaimana keadaan Chandra?" tanya Ari Purnama.
"Papa masih istrirahat pah. Dan besok akan di Operasi," sahut Anna yang mengambil alih untuk menjawab.
"Apa kondisinya sangat parah?" tanya Ari Purnama.
"Seperti yang aku katakan sebelumnya pada papa," sahut Derry yang memang sudah menjelaskan bagaimana kondisi papanya sebelumnya.
"Semoga saja kondisi Chandra akan pulih setelah selesai Operasi," sahut Ari Purnama.
"Kami semua pasti sangat mengharapkan hal itu," sahut Anna.
"Kamu yang sabar ya Anna, percayalah Om Chandra akan baik-baik saja," sahut Sana.
"Makasih ya Sana. Kamu sudah mau mendoakan papa," sahut Anna yang bersyukur jika teman-temanmya masih mau datang untuk melihat kondisi papanya.
"Iya Anna," sahut Sana.
"Oh iya tadi aku sempat mendengar jika ada yang mau pergi. Memang mau kemana?" tanya Olive yang tidak tau dari mana telinganya bisa mendengarkan hal itu.
"Oh itu kami mau pergi besok pagi menemui Chaca," sahut Derry.
"Chaca siapa!" tanya Olive yang sepertinya tidak mengingat Chaca.
"Anak papa dan wanita itu," sahut Aurelia yang masih benci dan tidak mau menyebutkan nama Amelia
"Wanita mana maksudnya?" tanya Olive yang tidak peka
"Olive Tante Amelia maksudnya," sahut Gibran yang langsung peka dengan cepat.
"Papa menyuruh kami untuk membawanya," sahut Aurelia.
"Oh begitu rupanya," sahut Olive.
"Memang di mana sekarang mereka tinggal?" tanya Ari Purnama.
"Kami juga tidak tau dan baru besok ingin mencarinya," sahut Aurelia.
"Lalu Maya kamu bagaimana?" tanya Maharani.
"Tidak ada yang sah. Anak-anak hanya ingin melakukan yang terbaik. Jadi ada tidak ada masalah. Yang penting anak-anak bisa mengabulkan keinginan papa mereka dan itu jauh lebih baik," sahut Maya yang memang sangat lempang hari.
"Ya kita doakan saja apa yang terbaik," sahut Sana.
"Ya sudah Anna. Ayo kamu lanjut istirahat," sahut Athar.
"Tapi..." sahut Anna yang mungkin menolak karena tidak enak dengan tamu yang baru datang.
"Aman jangan keras kepala ayo kemari!" ajak Athar pada Sofa singgel yang berada di sudut ruangan.
"Anna sana istirahat," suruh Maya yang juga tegas.
"Baiklah. Kalau begitu Anna istirahat dulu. Sana Olive, mama papa, maaf ya Anna tidak bisa banyak bicara," sahut Anna yang tetap pamitan.
"Tidak apa-apa Anna. Kamu sana istirahat, kami datang kemari juga hanya berkunjung dan tidak mau mengganggu kamu," ucap Maya.
"Makasih mah untuk pengertiannya. Anna ke sana dulu," ucap Anna dengan pelan yang langsung menghampiri Athar yang sudah menyiapkannya selimut yang tadi di bawa Derry.
Anna memang sebaliknya beristirahat Karena dia masih harus pergi besok untuk mencari Chaca dan sementara yang lainnya masih bercerita-cerita mengenai kondisi Chandra dan suara mereka juga terdengar tidak terlalu kuat jadi tidak menggangu Anna. Aurelia sendiri juga ikut untuk beristirahat.
***********
__ADS_1
Mentari pagi kembali tiba Anna, Athar, Aurelia, dan Derry akhirnya berangkat untuk mencari keberadaan Chaca. Mereka sebelumnya mencari informasi terlebih dahulu yang mereka tau di mana keberadaan Chaca dan juga Amelia. Mereka hanya mencari Chaca sih tidak dengan Amelia.
Mobil mereka berhenti di pedesaan yang cukup jauh dari Jakarta yang memerlukan waktu kurang lebih ada 2 jam. Saat mobil itu berhenti kepala mereka berkeliling melihat tempat itu.
"Kamu yakin tempatnya di sini?" tanya Aurelia.
"Aku sudah mengecek sebelumnya dan katanya mereka tinggal di sekitar sini. Tapi aku juga tidak tau sih jelasnya bagaimana," sahut Derry yang tidak yakin.
"Coba aja kita cek dulu," sahut Athar.
"Ya sudah sebaiknya kita turun dan langsung mengecek nya," sahut Anna. Yang lain setuju dan mereka langsung turun dari mobil untuk mengecek apa lah benar Chaca dan Amelia tinggal di sana.
Mereka berjalan dengan melihat-lihat di sekitar mereka dan bertanya pada orang yang lewat menanyakan tentang Amelia dan Chaca yang sepertinya memang tinggal di daerah itu. Karena ada beberapa warga yang menunjukkan arah pada Anna dan yang lainnya mengikuti arah yang melangkah semakin jauh masuk kedalam.
"Di mana rumahnya kenapa susah sekali mencarinya," ucap Aurelia yang mulai mengeluh dengan keadaan yang ada.
"Sabar kak Aurelia sebentar lagi kita pasti akan menemukannya kok," sahut Anna.
"Ya sebentar lagi. Tetapi tidak tau kapan. Ada dan tidak ada tetap saja menyusahkan," ucap Aurelia dengan kesal.
"Aurelia sudahlah kamu ini ya marah-marah mulu kerjanya kita lebih usaha lagi. Ingat loh bukannya kamu mengatakan, melakukan semua ini demi papa," ucap Derry.
"Iya-iya, sudah ayo kita lanjut perjalanan," sahut Aurelia dengan terpaksa yang melanjutkan perjalanan yang padahal dia memang bawannya emosian sejak tadi.
***********
Di rumah sakit Maya yang mengurus segala persiapan operasi Chandra. Walaupun Chandra mantan suaminya tetapi tidak ada yang salah baginya. Karena pria yang sedang sakit itu adalah ayah dari anak-anaknya.
"Semoga saja, Anna dan Aurelia bisa membawa Chaca menemui Chandra," batin Maya dengan berpikir jernih.
"Maya!" tegur Maharani dan Anjani yang datang bersamaan menghampiri Maya yang duduk di depan ruangan Chandra.
"Eh, Maharani, Anjani, kapan kamu tiba?" tanya Maya yang memang Anjani baru saja tiba.
"Iya aku baru kembali dari Bangkok baru pagi ini dan langsung ke rumah sakit dan tadi di depan bertemu dengan Maharani," jawab Anjani.
"Syukurlah kamu sampai dengan selamat," ucap Maya.
"Iya Maya. Oh iya bagaimana keadaan Chandra?" tanya Anjani.
"Dia akan menjalani operasi nanti dan semuanya sudah di persiapkan," jawab Maya.
"Semoga operasinya berjalan dengan lancar," ucap Anjani.
"Amin," sahut Maya dan Maharani dengan serentak.
"Oh iya Anna mana?" tanya Anjani yang tidak melihat Anna dan bahkan tidak melihat Athar juga.
"Anna, Aurelia, Athar dan Derry sedang mencari Chaca," jawab Maya.
"Chaca siapa?" tanya Anjani yang baru mendengar nama itu.
"Anak dari Amelia," jawab Maya.
"Untuk apa mereka mencarinya?" tanya Maharani yang juga baru tau hal itu.
"Mas Chandra ingin bertemu dengannya," jawan Maya.
"Amalia juga?" tanya Anjani yang tampak terkejut.
"Aku hanya mendengar nama Chaca saja," jawab Maya.
"Lalu kamu bagaimana?" tanya Anjani.
"Itu hanya masalah anak-anak. Aku tidak akan ikut campur dan jika pun Amelia akan menunjukkan wajahnya. Itu juga bukan masalah bagiku. Karena seperti yang aku katakan itu masalah anak-anak yang penting anak-anak bisa membawa apa yang di inginkan papa mereka," jawab Maya yang memang tidak perlu ada yang harus di besar-besarkan nya
"Aku percaya kok. Kamu itu sangat hebat, ya semoga saja anak-anak juga bisa secepatnya membawa anak Amelia kemari," sahut Anjani. Maya mengangguk dengan tersenyum yang seolah tidak perlu ada yang harus di permasalahkan nya.
__ADS_1
Bersambung