Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 159 Anna menghindar.


__ADS_3

Pagi hari Anna sudah bangun lebih awal dan tampaknya Anna begitu semangat pagi ini dia memang sudah sembuh total dan sekarang sedang siap-siap ingin pergi kekantor.


Seperti biasa Anna mengucir rambutnya terlebih dahulu dengan sanggul cepol yang simple. Lalu memberi polesan makeup di wajahnya, biasa polesan makeup simpel dan Natura.


Namun saat di cermin tiba-tiba saja Anna mengingat Athar yang sudah beberapa kali mengucir rambutnya yang berhasil membuat senyum indahnya langsung keluar.


" Apa dia dulu pernah bekerja di salon, kenapa suka sekali mengucur rambutku," celetuk Anna dengan menyunggingkan senyumnya.


" Argggghhh sudah lah Anna, kenapa juga harus di pikirkan. Oke aku sudah selesai. Sebaiknya aku buru-buru pergi kekantor saja," ucap Anna yang langsung keluar dari dalam kamar. Anna langsung menghampiri Anjani.


" Bu Anjani!" sapa Anna dengan cerianya yang mana Anjani sedang menyiapkan nasi goreng di atas meja makan dan Anna langsung menarik kursi dan duduk dengan santai menunggu Anjani menyiapkan nasi di piringnya. Anna memang begitu maka semenjak ada Anjani di rumahnya. Apa-apa dia ingin di siapkan.


" Kamu sudah siap ternyata, kamu begitu ceria sekali," ucap Anjani.


" Ibu bisa aja, perasaan Anna biasa aja," sahut Anna. Anjani pun menyendokkan nasi kedalam piring Anna.


" Makan yang banyak, supaya pekerjaannya lancar hari ini," ucap Anjani yang terus memberikan Anna semangat.


" Makasih," ucap Anna dengan tersenyum.


" Hmmm, kamu bekerja naik apa. Motor kamu tidak ada di bawah?" tanya Anjani yang sudah duduk di samping Anna.


" Astaga lupa, Athar padahal janji akan mengirim orang untuk mengantarkan motorku," ucap Anna menepuk jidatnya.


" Lalu bagaimana?" tanya Anjani.


" Tidak apa-apa, Anna naik bis aja, walau harus mengeluarkan duit. Tetapi tidak apa-apa. Yang penting Anna bisa kekantor," sahut Anna mengambil keputusan dan sudah mulai makan. Anjani hanya mengangguk saja dan dia juga ikut makan.


..." Pertunangan saya dan Athar akan di adakan 3 hari lagi!" tiba-tiba televisi yang hidup membuat Anjani dan Anna langsung melihat ke arah telivisi. Di mana pagi-pagi Aurelia sudah membuat pengumuman untuk bertunangan....


..." Saya dan keluarga saya sudah setuju dan kami sudah menentukan tanggalnya. Kami juga sudah mengundang orang-orang penting dalam pertunangan kami. Para media tenang saja kalian juga akan di undang. Karena pertunangan saya dan Athar tidak akan di rahasiakan, semua di adakan dengan terbuka," jelas Aurelia dalam wawancaranya....

__ADS_1


Anjani langsung melihat ke arah Anna yang tiba-tiba senyum Anna hilang dengan berita pertunangan Athar.


" Ya akhirnya kakak ku itu bisa juga tunangan dengan laki-laki yang di inginkannya," batin Anna yang terlihat datar-datar saja.


Namun di tutupi dengan terus makan dan seolah kembali tidak peduli. Anjani melihat Anna yang melihat wajah Anna begitu sedih. Anjani memegang tangan Anna yang memberikan Anna semangat.


" Kamu tidak apa-apa?" tanya Anjani. Anna menggeleng bohong padahal hatinya seolah sakit mendengar ucapan dari Aurelia.


" Kenapa juga aku harus apa-apa. Aku sama sekali tidak ada apa-apa dengannya," batin Anna yang berusaha untuk tenang.


**********


Anna menuruni anak tangga dengan napasnya yang beberapa kali di hembusannya berat. Wajahnya tampak penuh dengan pikiran yang bisa di tebak Anna pasti memikirkan masalahnya berita di televisi tadi. Yang mana Aurelia semakin memperjelas pertunangan itu.


Langkah Anna yang tidak bersemangat. Tiba-tiba melihat mobil Athar yang memasuki lokasi perumahannya dengan cepat Anna berlari kembali menaiki anak tangga dan memasuki rumah yang membuat Anjani yang sedang menyapu heran dengan Anna.


" Ada apa Anna?" tanya Anjani.


" Kenapa?" tanya Anjani heran.


Tok-tok-tok-tok.


Belum mendapat jawaban dari Anna. Pintu rumah langsung di ketuk dan Anjani yang bingungpun langsung membuka pintu dengan gugup dan mengatur napasnya yang berusaha tenang dan memang benar Athar yang mengetuk pintu.


" Athar!" sapa Anjani degan tersenyum.


" Apa Anna sudah siap? saya lupa menyuruh supir untuk mengantar motor Anna. Makanya saya datang untuk menjemputnya," jelas Athar menyampaikan maksud tujuannya yang datang kerumah itu.


" Hmmm, itu, Anna, Anna sudah berangkat kerja," jawab Anjani dengan gugup yang mengikuti arahan Anna.


" Oh, begitu rupanya. Tumben sekali pagi-pagi dia sudah pergi," ucap Athar.

__ADS_1


" Iya Athar memang Anna lumayan cepat perginya," ucap Anjani yang mencoba untuk tenang.


Wajah Athar tampak kecewa. Namun mata Athar yang melihat ke arah dalam rumah melihat tangan yang menggantung di mana ternyata Anna yang bersembunyi di balik tembok dan Athar yakin jika itu adalah Anna.


" Apa ini karena berita itu," batin Athar yang menyadari jika Anna sebenanya ada di dalam dan hanya menghindari bertemu dengannya.


" Athar!" tegur Anjani.


" Oh, ya sudah Bu terima kasih. Kalau begitu saya permisi dulu," ucap Athar menundukkan kepalanya dan langsung pergi. Anjani hanya mengangguk saja dan kembali menutup pintu.


Mengetahui Athar sudah pergi membuat Anna menghembuskan napasnya panjang dan keluar dari persembunyiannya.


" Makasih ya Bu, sudah membantu saya," ucap Anna.


" Kamu baik-baik saja?" tanya Anjani dengan mengusap pundak Anna.


" Saya baik-baik saja," jawab Anna yang tersenyum lebar, " kalau begitu Anna pergi dulu. Nanti takut telat," ucap Anna pamit. Anjani mengangguk dan Anna dengan tidak bersemangat ya akhirnya memilih untuk pergi.


************


Anna yang keluar dari perumahan itu yang berjalan di pinggir jalan dan Athar melihatnya jelas. Di mana Anna yang berjalan menuju terminal bus. Atahr dan bahkan Anna yang sudah menaiki bus di perhatikan Athar yang berada di dalam mobilnya.


" Aku tidak percaya jika kau akhirnya menjadi kelemahan ku dan Aurelia mengendalikan ku. Karena dirimu. Aku tidak percaya jika akan ada di posisi ini. Tapi mungkin ini yang terbaik. Kau tidak harus ada di lingkaran hidupku. Kau bisa kau lebih bahagia dengan dirimu yang dulu dan tidak bersamaku yang mana kau akan lemah sama denganku yang akan menjadi lemah jika menyangkut dirimu," batin Athar yang kelihatan tidak bisa bertindak apa-apa.


Apa yang di katakan Aurelia justru membuatnya takut jika Anna kenapa-kenapa dan Athar seakan di pilihkan dengan 2 hal dan akhirnya harus memilih dengan banyak pertimbangan dan pemikiran.


Sementara Anna yang berada di dalam bis yang mana Anna duduk dengan wajah sendunya yang melihat latah hpnya yang mana melihat pesan yang tadi malam yang di kirim Athar padanya.


" Hadiah. Katanya hadiah yang ternyata hadiah itu hanya untuknya saja. Pertunangan nya dengan kakakku yang ternyata menjadi hadiah untuknya, bukan untukku," batin Anna dengan tersenyum miring dia hanya mencoba menata hatinya agar tidak berharap banyak agar mengerti dan akhirnya menganggap semuanya biasa.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2