Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 176 Marahnya Athar.


__ADS_3

Athar yang masih di tempatnya benar-benar terkejut mendengar kata-kata Anna. Tangannya yang mengepal memegang kota kalung itu dengan wajahnya yang memerah. Rahang kokoh yang mengeras.


" Aku sangat bahagia hari ini melihat kalian seperti ini. Papa ku sebentar lagi akan hancur. Menanggung malu dan pasti sangat sakit bukan, itu yang ibuku rasakan. Ternyata menggunakan Athar Pria yang di gilai kakakku bisa membuat kalian ber-3 seperti orang kesetanan. Aku harus berterima kasih dengan Athar yang sudah membantuku. Yang mana aku membuatnya berpaling darimu dan begitu mengkhawatirkan ku," lanjut Anna dengan santainya bicara yang tersenyum melihat orang-orang di sekitarnya itu.


Takkkk


suara benda yang jatuh itu membuat Anna kaget dan langsung melihat kearah sumber suara. Betapa terkejutnya Anna yang melihat Athar ada di sana.


" Athar!" lirih Anna dengan menutup mulutnya dengan tangannya yang tidak percaya Athar ada di sana.


Athar berdiri masih menunduk dan perlahan mengangkat kepalanya melihat kearah Anna.


Mata memerah itu sudah mengartikan segalanya.


Napas Anna seketika menjadi naik turun yang melihat Athar ada di sana. Aurelia yang melihat Athar langsung mendengus tersenyum miring.


" Kau dengar sendiri Athar. Mulutnya mengatakan sendiri. Jadi apa yang aku katakan selama ini adalah kebenarannya. Aku sudah mengingatkanmu sebelumnya. Jika wanita ini hanya mempermainkanmu. Dia sengaja mendekatimu membuatmu tertarik padanya. Hanya karena ingin menghancurkanku. Jadi kau taukan bagaimana liciknya dia. Lihat dia sangat licik. Dia hanya mempermainkanmu hanya untuk membuatku hancur, menjadikan mu alat untuk kesenangan dirinya," ucap Aurelia yang mengambil kesempatan dalam kesempitan.


Mata Athar masih terus melihat Anna. Anna geleng-geleng dengan matanya yang bergenang dan seketika air matanya jatuh.


" Itu tidak benar Athar! aku tidak melakukan itu," sahut Anna dengan tubuhnya bergetar.


" Kau masih berbohong setelah kau sudah mengatakan semuanya. Anna jangan bersandiwara lagi di sini. Kau sudah mengatakan dengan jelas dan lihat ada papa yang mendengarnya. Dan aku rasa Athar juga tidak tuli," sahut Aurelia menegaskan.


" Athar dengarkan aku!" Lirih Anna melangkah mendekati Athar. Namun Athar mengangkat tangannya untuk menyuruh Anna berhenti.


" Athar!" lirih Anna. Athar tiba-tiba mendengus kasar yang mengeluarkan senyum menahan luka kepada Anna yang sudah meneteskan air mata.

__ADS_1


" Aku tidak percaya jika selama ini aku masuk dalam perangkap mu dan di jadikan robot untuk memperlancar rencanamu," ucap Athar dengan suara dinginnya yang terlihat begitu kecewa.


Anna menggelengkan kepalanya yang berusaha untuk menjelaskan semuanya bahwa apa yang keluar dari mulutnya bukanlah kebenarannya.


" Semua tidak seperti itu. Aku bisa menjelaskannya," ucap Anna yang berusaha menjelaskan dengan suaranya yang sudah serak.


" Selamat Anna kau berhasil membuatku menjadi tokoh dalam rencanamu, kau memang wanita yang hebat dan aku Pria yang bodoh," ucap Athar tersenyum pada Anna dan yang langsung pergi.


" Athar tunggu dengarkan aku!" Panggil Anna yang menarik tangan Athar.


" Lepaskan!" titah Athar menekan suaranya.


" Athar semua tidak seperti yang kamu dengar. Percayalah kepadaku. Semuanya tidak seperti itu. Aku akan menjelaskan semuanya. Ini hanya salah paham," ucap Anna yang membela dirinya. Dengan kemarahan Athar langsung menepis tangan Anna kasar sehingga membuat Anna hampir jatuh.


" Diam!!! Kau jangan bicara apa-apa lagi. Cukup semua dengan skenario mu!" teriak Athar dengan suaranya menggelegar dan Athar langsung pergi.


" Athar tunggu!" panggil Anna yang mengejar Athar. Namun Aurelia menahan tangannya.


" Untuk apa lagi kau mengejarnya. Kau lihat sendiri dia sekarang membencimu dan lagian kau juga tidak ada perasaan apa-apa kepadanya. Jadi jangan mengejarnya atau menjelaskan apapun. Aku anggap kau menang Anna dan berhasil menghancurkan semuanya dan sekarang berhenti mengganggunya," ucap Aurelia menegaskan.


" Lepaskan!" Anna melepaskan tangannya dari Aurelia.


" Aku tidak perduli siapa yang menang dan kala dan aku juga tidak harus mengatakan seperti apa perasaanku kepadanya," sahut Anna yang langsung pergi dari ruangannya.


" Dia masih berusaha untuk melanjutkan rencananya," desis Aurelia. Chandra mengusap kasar wajahnya dan Amelia juga terlihat tidak tau posisinya seperti apa sekarang ini.


Athar berjalan cepat keruangannya dengan tangannya yang mengepal. Rahang kokoh yang mengeras bahkan urat-urat di lehernya sampai terlihat. Menunjukkan betapa marahnya dirinya.

__ADS_1


Perasaannya yang hancur berkeping-keping yang telah di permainkan wanita yang selama iniengisi hari-harinya.


Sampai di ruangannya Athar membanting pintu dengan kuat dan melangkah mendekati meja kerjanya.


" Argggghhh!" teriak Athar penuh emosi menyapu isi meja kerja itu sampai semua benda-benda yang ada di atas meja berjatuhan semuanya ke lantai.


" Kurang ajar kamu Anna, kau berani mempermainkanku!" teriak Athar melempar kursi kerjanya hingga melayang.


Kemarahannya juga membuatnya meninju meja itu dengan ke-2 tangannya sampai berdarah. Sakitnya mungkin tidak terasa di bandingkan sakit hatinya yang tidak bisa di ucapkan. Athar harus melampiaskan kemarahannya pada benda-benda yang ada di ruangannya, melukai dirinya sendiri yang tidak terasa sakit.


Anna pun masuk keruangan Athar dan melihat ruangan itu sekejab berantakan. Anna menutup mulutnya dengan 1 tangannya dan air matanya menetes melihat Athar yang di penuhi amarah yang mana masih membelakanginya.


" Athar!" Lirih Anna dengan suara seraknya. Mata Athar membulat sempurna ketika mendengar suara Anna dan langsung membalikkan tubuhnya dan melihat wanita itu berdiri lurus menghadapnya.


Athar berjalan dengan cepat ke arah Anna dengan memegang kedua pundak Anna dan mendorong Anna kedingding dan jujur itu begitu sakit untuk punggung Anna yang terhentak.


" Untuk apa kau di sini? untuk menertawakanmu? suara Athar memelan dengan rasa kecewa yang menjadi bodoh di depan Anna. Anna menggelengkan kepalanya untuk membantah pikiran burukan Athar kepadanya.


" Kau masih mengatakan tidak. Anna kau sendiri yang mengatakannya. Jika kau memperalatku untuk semua keinginan mu. Kau mempermainkanku. Apa kau puas dengan semua yang kau lakukan!!!!!" teriak Athar tepat di depan wajah Anna membuat mata Anna terpejam sebentar.


" Aku bisa menjelaskannya," sahut Anna yang menagis.


" Apa lagi yang kau jelaskan. Semua sudah jelas Anna. Telingaku sudah mendengar semuanya. Aku hampir gila Anna saat ada yang menyakitimu. Aku melakukan semuanya untukmu, aku mengawasimu. Tubuhku bergetar ketakutan saat kau menghilang. Aku tidak bisa tidur Anna ketika ada yang mencelakai rasa simpatik yang aku berikan kepadamu mengantarkanku untuk bermain perasaan tapi apa yang kau lakukan hah! Kau memepermainkanku kau menipuku!" teriak Athar tanpa sadar air matanya jatuh yang sudah menggambarkan hancurnya hatinya.


" Tidak, Athar semuanya tidak seperti itu. Aku, aku...."


" Apa lagi yang ingin kau bicarakan!" teriak Athar memukul dingding di samping Anna membuat Anna menutup matanya.

__ADS_1


" Aku tidak percaya, aku bisa di jebak oleh gadis bodoh seperti mu. Apa kau begitu bahagia Anna dengan lancarnya rencana mu berhasil!" teriak Athar. Anna mmebuka matanya dan melihat tangan Athar terluka parah.


Bersambung


__ADS_2