Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 99 Kembali mengingatkan.


__ADS_3

Mereka terus menceritai Athar. Yang benar-benar kebingungan yang ketakutan acara liburan ilegal mereka akan berantakan.


" Ehemmm;" Tiba-tiba terdengar suara deheman yang membuat semuanya pura-pura makan kembali siapa lagi jika bukan Athar yang pasti akan datang jika dia sudah di ceritai


" Kak Athar, sudah selesai dari toiletnya," sahut Olive dengan santai. Mata Athar langsung melihat ke arah Anna.


" Kemari kau!" ajak Athar dengan memanggil menggunakan jarinya. Anna langsung memutarkan bola matanya dengan malas. Lalu bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri Athar dengan tidak bersemangatnya.


" Ada apa?" tanya Anna ketus.


" Berapa lama lagi perjalanannya?" tanya Athar


" Masih lama, sangat lama. Sudah deh, kamu itu pulang aja. Kau kayak nggak punya kerjaan aja ngikuti kita di sini..Lagian nih ya kita itu semua cewek. Kau sendiri yang cowok. Jadi mending pulang. Nggak usah ikut-ikutan. Masa iya gabung- gabung sama cewek," sahut Anna dengan sewot.


" Apa kau bilang," sahut Athar kesal.


" Sana pulang, jangan ikut-ikutan kami," sahut Anna menegaskan.


" Berani kau memerintahku," sahut Athar dengan geram. Anna hanya berdecak kesal.


" Aku tidak memerintahmu. Tetapi hanya memberimu saran saja," sahut Anna santai.


" Saran katamu. Kau dengar ya Anna. Awas saja jika kau menipuku lagi. Kau benar-benar akan menyesal. Karena bermain-main dengan ku. Aku tau mana yang di tipu dan tidak. Aku tau semua isi otakmu itu. Aku tau semuanya dan aku hanya menunggu pengakuanmu. Jika kau tidak mengaku juga. Kita lihat sampai mana kau bertahan," ucap Athar dengan menekan suaranya.


" Apaan sih mengaku, mengaku segala. Memang apa yang harus aku akui. Untuk apa mengakui sesuatu yang tidak perlu aku akui," sahut Anna.


" Kau pikir aku tidak tau. Kalau itu berbohong," sahut Athar.


" Bohong apa. Kalau aku itu berbohong pasti kita itu nggak pergi-pergi," sahut Anna yang meyakinkan Athar. Athar mendengarnya mendengus kasar.

__ADS_1


" Alasan," sahut Athar.


" Nggak percayaan amat sih. Aku itu benar-benar mau mencari kain yang cocok untuk pembuatan desainku. Di mana suatu daerah yang memiliki bahan itu. Kau tidak percayaan. Buat apa aku berbohong. Nggak untungnya bagiku harus membohongimu," sahut Anna yang pasti yang terus menegaskan kata-katanya itu.


" Baiklah kalau begitu. Kita lihat saja nanti sampai mana kau bertahan. Aku sudah memperingatkanmu berkali-kali dan kali ini tidak akan ada ampunan denganmu. Jika kau terbukti menipuku," ucap Athar mengancam.


" Terserah," sahut Anna hanya masa bodo mendnegarnga. Padahal dia juga sebenarnya takut.


" Tapi bagaimana ya, jika benar-benar dia akan bertahan aku bisa berabe," batin Anna yang rada-rada sedikit takut.


" Kak Athar buruan bayar, sudah selesai ini kita makannya," sahut Olive.


Membuat Athar melihat Anna sebentar yang mana wajah Anna terlihat sewot. Athar pun langsung menghampiri meja mereka dan membayar makanan itu.


" Dasar pengintil. Nggak malu apa gabung- gabung sama cewek. Lagian kenapa sih dia itu selalu punya insting tinggi. Benar-benar Athar gila," batin Anna yang mengumpat di dalam hatinya.


Athar pun menghampiri meja makan itu dan di susul oleh Anna yang begitu kesalnya berdiri di belakang Athar. Athar mengeluarkan uangnya dan langsung membayar makanan itu. Sana tersenyum dengan melihat orang kaya yang super tajir itu. Yang mana mereka bisa makan enak dan gratis.


**********


Mereka kembali melanjutkan perjalanan, setelah makan ternyata, Lisa, Olive dan Sana malah tertidur dengan nyenyak di belakang sementara Anna hanya duduk santai yang tidak bisa tidur dia duduk dengan tangannya pada pinsil dan buku kecil yang tidak tau apa yang di lakukannya yang mungkin dia sedang menggambar atau apa tidak di ketahu.


Sementara Athar duduk di sebelahnya juga terlihat santai dengan menunggu macet di depan yang mana katanya ada perbaikan jalan yang menyebabkan jalanan macet. Anna memang harus mencari kesibukan agar kesalnya berkurang. Seharusnya bermain handphone sangat asik scroll tiktok atau bikin story atau apapun. Tetapi sayang Athar masih menyita handphone.


Dratt-dratt-drattt,


Tiba-tiba ponsel Athar berdering yang terletak di samping Anna di tempat handphone berada agar tidak jatuh. Athar melirik panggilan masuk itu dengan ekor matanya yang ternyata panggilan dari Aurelia. Anna pun yang merasa berisik dan penasaran kenapa Athar tidak mengangkatnya dan melirik kebawah yang mana memang panggilan dari Aurelia.


Anna hanya terlihat biasa. Cuma pasti ingin bertanya kenapa tidak di angkat. Tetapi mana mungkin dia harus bertanya dan Anna hanya diam saja melihat hanphone itu berdering.

__ADS_1


Di mana ternyata Aurelia yang menelponi Athar berdiri di depan mobilnya yang supir sedang memasukkan kopernya kedalam mobilnya.


" Di mana sih Athar kenapa tidak diangkat coba," ucap Aurelia dengan kesal yang terus menelponi Athar.


" Kamu jadi berangkat Aurelia?" tiba-tiba Chandra datang bersama Maharani yang mengahampiri Aurelia.


" Iya pah, memang harus jadi. Karena aku ingin mencari kain yang bagus dari Luar Negri," sahut Aurelia.


" Apa tidak bisa di pesan saja. Buang-buang uang saja. Iya kalau menang kalau tidak," sahut Amelia yang tampak tidak suka.


" Aku pasti menang dan lagian aku pergi tidak memakai duitmu," sahut Aurelia yang langsung kesal.


" Aurelia!" tegur Chandra dengan suara rendahnya.


" Papa lihat sendirikan istri papa ini yang mencari masalah. Dia suka ikut campur. Ya dia itu ingin kita debat. Lalu papa marah dan mengusirku dari rumah ini. Dia itu ingin menyinggirkan ku seperti Anna. Dengan cara wajah polosnya dan sok berhati malaikat," sahut Aurelia dengan sinis.


" Jaga bicara kamu Aurelia. Aku hanya tidak ingin kamu menghabiskan uang dengan hal yang tidak penting. Karena ini bukan yang pertama kalinya. Ini sudah berkali-kali," sahut Amelia yang tidak terima dengan pikiran buruk Aurelia.


" Sok merasa tersakiti, najis," desis Aurelia.


" Cukup Aurelia. Jika ingin pergilah. Jangan mengecewakan hasilnya. Jika mamanya kurang percaya. Maka buktikan bukan membuat keributan seperti ini," sahut Chandra.


" Siapa yang mencari keributan. Dia yang terlebih dahulu mencari keributan," sahut Aurelia. Amelia diam saja dengan anak tirinya yang memang temannya ribut itu.


" Sudah sana pergi," ucap Chandra.


" Hmmmm, baiklah, aku pergi," sahut Aurelia pergi begitu saja dengan menatap sinis ini tirinya itu.


Amelia pun langsung masuk kedalam rumah begitu saja. Sementara mobil yang di anuku Aurelia sudah meninggalkan rumah yang mungkin dia akan menelpon Athar di dalam mobil untuk memberitahu kepergian dirinya ke New York selama beberapa hari

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2