Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 147 Berita mengejutkan.


__ADS_3

Anna dan Athar tetap makan di ruangan Athar dengan berdekatan dan bahkan Athar menyuapinya. Walau beberapa kali Anna mati kutu karena Athar yang menggodanya dan membuat hatinya cenat-cenut dengan wajah yang merah merona.


Anna yang makan seperti biasa jika rambutnya tidak di ikat maka akan mengganggunya dan beberapa kali hampir termakannya, Athar turun tangan dengan mengambil karet rambut yang di gelangkan di tangan Anna dan mengikat rambut Anna. Membuat Anna diam dan tidak bisa berbicara apa-apa lagi dengan hal manis yang di lakukan Athar padanya.


Athar juga melihat ada sisa makanan di ujung bibir Anna dan Athar reflek Athar langsung mengusap ujung bibir Anna yang membuat mereka saling melihat dengan tatapan yang begitu dalam.


" Iya sebagai seorang ayah saya pasti bangga dengan putri saya Aurelia," tiba-tiba mereka saling melepas pandangan yang mana perhatian mereka tertuju pada telivisi yang menyala di ruangan itu. Chandra yang sedang di wawancarai media.


" Dan saya sepakat dengan keluarga pak Ari Purnama jika Aurelia akan bertunangan dengan Athar dalam bulan ini," ucap Chandra dalam wawancaranya yang membuat Athar kaget mendengarnya dan juga Anna di samping Athar yang sama kagetnya. Anna juga tidak tau harus menunjukkan ekspresi apa. Namun wajahnya tidak bisa bohong jika dia gelisah dengan pernyataan Chandra.


" Minta doanya untuk pelancaran acara pertunangan mereka yang akan di resmikan dalam bulan ini," ucap Chandra lagi.


Athar yang shock melihat ke arah Anna yang berusaha tenang yang seperti tidak peduli dan melihat kebawah dengan mengunyah makanannya.


" Apa yang Om Chandra bicarakan. Kenapa dia mengumumkan pertunangan itu," batin Athar yang kaget yang merasa tidak membahas apa-apa pada Chandara.


Hal manis yang baru saja terjadi berubah menjadi tegang. Athar mengambil remote dan langsu memastikan televisi itu.


" Anna ada apa denganmu. Kenapa kau diam. Tidak Anna. Tidak ada apa-apa Anna," batin Anna merasa dirinya aneh.


" Aku keluar sebentar," ucap Athar yang bangkit dari duduknya dan langsung pergi meninggalkan Anna dan Anna pun melanjutkan makan sendiri dan tidak tau seperti ada sesuatu di hatinya dengan beberapa kali Anna membuang napasnya kasar.


" Kakak ipar, dia akan menjadi kakak iparku," batin Anna yang tiba-tiba berbicara seperti itu dengan tersenyum terpaksa yang senyum itu menutupi suatu yang iya rasakan.


Langkah Athar begitu lebar yang ingin bertanya pada Chandra apa yang terjadi kenapa membuat keputusan tanpa sepengetahuannya. Namun begitu menuju lobi Athar langsung di serbu media untuk memberikan klarifikasinya dan hal itu membuat Athar tidak bisa berjalan.


" Pak Athar kapan tanggal pertungannya?"


" Pak Athar sudah berapa lama hubunagn kalian?"


" Pak Athar apakah ini ada kaitannya dengan pengeluaran baru dari produk dari Glossi?"

__ADS_1


banyaknya wartawan yang mengajukan pertanyaan pada Athar. Jennie dan Derry dan beberapa bodyguard langsung mengamankan para wartawan yang mengkerumuni Athar.


" Tolong semunya beri jalan, tolong!" ucap Jennie yang berusaha mmebawa Athar dari kerumunan wartawan. Sementara Athar di ujung sana melihat hal itu menyunggingkan senyumnya.


" Jika kamu tidak bertindak Athar. Maka aku yang akan bertindak. Kamu tidak akan bisa mengelak lagi," batin Aurelia menyunggingkan senyumnya dengan apa yang di lihatnya dan Anna ternyata keluar dari ruangan Athar dan dari atas melihat Athar di keremuni wartawan dan Anna juga melihat Aurelia yang mana pada akhirnya Aurelia juga melihatnya.


Ting.


Tiba-tiba handphone Anna berbunyi notif pesan.


..." Kau tidak mungkin Anna bisa bersaing dengan ku. Jangan bermimpi kau bisa bersama Athar, dia itu milikku," ...


Tulis pesan itu dari Aurelia dan Anna langsung melihat Aurelia yang menyunggingkan senyumnya kepada Anna, senyum dengan penuh kemenangan.


" Apa yang di pikirkannya. Dia pikir aku sedang bertanding untuk merebutkan seorang Pria. Dasar, jika hidup penuh keserakahan akan melakukan semuanya dengan sangat serakah," batin Anna yang melihat Aurelia dengan biasa dan Anna melihat Athar yang di kerumuni banyak orang yang membuat Anna merasa kasihan dengan Athar yang di himpit-himpit oleh wartawan dan jelas Athar tidak mengetahui apa-apa yang tiba-tiba saja berita itu sudah menyebar.


***********


" Kenapa bisa berita ini keluar. Aku tidak pernah mengatakan apapun," ucap Athar menekan suaranya yang harus membahas masalah itu dengan keluarganya.


" Athar yang bicara itu pak Chandra bukan papa," sahut Ari Purnama dengan tenang.


" Om, Chandra berani berbicara itu pasti karena ada yang memberinya izin," sahut Athar yang sedari tadi mengontrol dirinya.


" Kami hanya berdiskusi dan membahas masalah pertunangan kamu dengan Aurelia. Tidak ada kata-kata untuk menyebarkan pada media dan mungkin saja Pak Chandra di tanya salah satu wartawan makanya seperti itu," jelas Ari Purnama.


" Tapi aku tidak ada di sana pa. Aku tidak mengeluarkan pendapat apapun dan tiba-tiba seperti ini. Pah, ini sangat tidak masuk akal, seolah-olah aku ikut diskusi. Aku sudah mengatakan pekerjaanku masih banyak dan pertunangan ini belum ada di pikiranku," ucap Athar menegaskan.


" Kenapa. Apa ada wanita yang ingin kau jadikan tunangan mu," sahut Gibran dengan sinis membuat Athar menoleh ke arah Gibran.


" Kau sampai seheboh itu Athar dengan pengumuman Om Chandra seakan-akan kau sedang menjaga hati seseorang. Kau terlalu lebay. Sadarlah Aurelia memang tunanganmu dan seharusnya kau tidak seheboh ini," ucap Gibran.

__ADS_1


" Tutup mulutmu. Aku tidak mencari pendapat darimu," sahut Athar.


" Ya aku berpendapat karena melihat kau begitu panik. Apa selingkuhanmu itu sudah mulai marah hah! Kau sungguhan murahan Athar," ucap Gibran.


" Gibran apa yang kamu bicarakan," gertak Maharani.


" Semua sudah jelas mah. Dia seheboh ini seperti kebakaran jenggot karena sedang menjalin hubungan dengan wanita lain," ucap Gibran menekankan yang membuat Athar terdiam seakan apa yang di katakan Gibran adalah kebenarannya.


" Adik kakak yang kau dekati kakak menjadi tunanganmu dan adiknya menjadi selingkuhanmu," desis Gibran.


" Gibran!" gertak Maharani.


" Lihat diamnya dia telah membuktikan yang aku katakan adalah kebenaran," sahut Gibran.


" Apa itu mungkin adalah Anna yang di maksud kak Gibran. Tapi Anna bukan berselingkuh dengan kak Athar. Hubungan kak Athar dengan kak Aurelia juga tidak jelas. Kata tunangan hanya diucapkan 2 keluarga. Namun tidak dari mulut kak Athar sendiri dan bahkan mereka tidak pernah tukar cincin," batin Olive.


" Aku diam bukan berarti bicaramu yang jauh lebih murahan itu keluar dari mulutmu. Tetapi aku diam. Karena aku tidak perlu meladeni kata-katamu yang tidak pernah sesuai dengan pendidikanmu," ucap Athar dengan tenang. Gibran mendengarnya hanya mendengus kasar.


" Aku tidak bisa bertunangan dalam waktu dekat ini," tegas Athar pada Ari Purnama lalu melangkah pergi.


" Athar media sudah tau jadwalnya dan kamu sedang menangani proyek besar. Jangan melakukan sesuatu yang bisa merusak segalanya dan mempengaruhi Perusahaan," ucap Ari Purnama dengan tenang yang mengingatkan Athar dan membuat langkah Athar terhenti.


" Kamu hanya bertunangan untuk sebentar dan tidak akan memakan waktu. Itu hanya formalitas. Kamu tetap kamu dan papa tau kamu juga bukan Pria yang pengecut," ucap Ari Purnama membuat Athar mengepal ke-2 tangannya yang tampak merasa terjebak dalam situasi ini.


" Jadi berpikirlah sebelum bertindak anggap yang terjadi adalah keteledoran dari Pak Chandra dan kalau sudah terlanjur masuk. Sebaiknya di jalankan dan jangan membuat suasana semakin runyam," sahut Ari Purnama menekankan lagi.


Athar menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan lalu pergi dari melanjutkan langkahnya.


" Kak Athar benar-benar marah dengan pertunangan ini. Apa memang sebenarnya kak Athar tidak menyukai Aurelia atau tidak memiliki perasaan sama sekali dengan Aurelia," batin Derry yang bingung yang berada di situasi aneh itu.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2