
Mobil Alphard putih yang berisi wanita yang tadi di temui Athar, masih duduk santai dengan mengambil handphonenya dari dalam tasnya. Wanita itu memang benar apa yang di lihat Athar. Wanita yang bernama Maya.
Walau yang di lihat Athar dari foto. Tetapi sungguh wanita itu adalah Maya. Sangat berbeda dengan di foto yang terlihat begitu sederhana sekarang wanita itu layaknya seorang wanita pengusaha kaya raya yang bisa di pastikan. Kerena dengan apa yang di pakainya, pakaian yang melekat di tubuhnya bisa di pastikan barang-barang mewah.
Wanita yang paru baya itu juga terlihat sangat cantik dan begitu elegan. Terlihat awet muda seperti wanita yang berusia 30 tahunan.
..." Aku sudah sampai," pesan yang di bacanya setelah melihat handphone nya....
" Pak lebih cepat lagi!" titah wanita itu pada supir yang menyetir.
" Baik Bu," sahut supir tersebut.
*********
Tidak lama akhirnya mobil Alphard mewah itu berhenti di depan Restaurant mewah. Wanita itu pun langsung keluar dari mobil dengan menenteng tasnya di pergelangan tangannya. Memakai baju berwarna merah dengan rok depan di bawah lutut dengan heels yang tidak terlalu tinggi. Wanita itu pun melangkah memasuki Restaurant tersebut sementara supir tetap menunggu di mobil.
Ketika berada di dalam Restaurant. Maya melihat di sekitarnya, mencari-cari di sekitar arah, mencari orang yang ingin di temuinya dan langsung di temukannya yang di salah satu bangku. Seorang wanita yang duduk membelakanginya. Tetapi dia yakin itu adalah wanita yang ingin di temuinya.
Maya melangkahkan kakinya untuk menemui wanita itu, " Anjani!" tegur Maya. Sang pemilik nama akhirnya melihat kebelakang. Tersenyum pada Maya. Anjani berdiri dan langsung memeluk Maya.
" Maaf aku sedikit lama," ucap Maya merasa bersalah.
" Tidak apa-apa, aku juga baru sampai," sahut Anjani yang sudah melepas pelukan itu. Namun tangannya masih saling memegang dengan Maya.
" Kamu apa kabar?" tanya Anjani.
__ADS_1
" Aku baik-baik saja," jawab Maya.
" Aku senang kamu langsung mengajak bertemu begitu kamu pulang dari Bangkok," ucap Anjani. Maya menganguk-angguk dengan tersenyum.
" Ayo duduk!" Ajak Anjani. Maya mengangguk dan mereka berdua duduk saling berhadapan.
" Apa Anna baik-baik saja?" tanya Maya.
" Seperti yang aku katakan kepadamu. Belakangan ini dia murung. Anakmu sudah dewasa Maya. Jatuh cinta sudah di alaminya dan itu sangat wajar kalau ada galau-galau sedikit," ucap Anjani dengan tersenyum.
" Tapi anakmu yang membuatnya seperti itu," sahut Maya.
Dari kata-kata Maya sepertinya Anjani dan Maya begitu dekat dan saling tahu. Yang mungkin mereka memang sudah saling mengenal lama.
" Jika itu kesalahan putraku. Aku minta maaf. Jika putra ku tau aku ibunya. Aku akan pasti akan memarahinya dan menjewer telinganya karena membuat anakmu menjadi galau," ucap Anjani.
" walau aku sempat melihat berita hari ini. Di mana aku begitu kesal kepada putramu yang begitu cuek kepada putriku," Maya kembali manyun ketika mengingat-ingat apa yang di lihatnya.
" Tuh kan kamu tetap menyalahkannya, tetapi memang iya aku juga sangat tidak menyukai sikap Athar. Ya Athar sedikit berlebihan," sahut Anjani setuju dengan pendapat Maya.
" Aku tidak akan menyalahkannya. Biarlah 2 anak itu menyelesaikan masalahnya sendiri, mereka juga sudah sama-sama dewasa," ucap Maya dengan bijak.
" Iya. Hari ini Anna juga sedang jalan-jalan karena mendapat reward dari perusahannya. Aku berharap dia tidak galau lagi jika sudah pulang nanti," ucap Anjani. Maya hanya menganggukkan kepalanya.
" Aku juga sudah memberikan hadiah yang kamu titipkan kepadaku. Sepertinya dia mengingat benda itu, dia terlihat sedih saat aku memberikannya," ucap Anjani.
__ADS_1
" Dia memang pasti akan sedih melihat gelang itu. Anna memang menjadi wanita yang jauh lebih kuat sekarang. Tetapi lama-kelamaan aku tidak tega melihatnya terus seperti ini. Apa aku harus membawanya bersamaku," ucap Maya yang tiba-tiba mendapatkan ide yang tidak ingin anaknya kenapa-kenapa.
" Jika sudah waktunya kamu berhak datang untuk mengobati lukanya selama ini. Tetapi masalahnya sekarang Anna sedang mengalami masalah percintaan. Jangan membuat Athar seperti pria-pria drama-drama Korea yang nanti akan mencari Anna kesana kemari. Karena kamu membawanya pergi. Athar juga nanti bisa galau parah," sahut Anjani.
" Habisnya aku tidak bisa melihatnya sedih terus. Dia sudah cukup banyak menderita selama ini, dia berjuang sendirian. Tidak ada tempat mengadu, dia selalu menahan segalanya sendirian," ucap Maya yang menjadi gelisah.
" Aku akan menjaganya terus. Jangan khawatir dia akan baik-baik saja, percayalah padaku," ucap Anjani.
" Makasih ya Anjani kamu sudah banyak membantuku. Bukan hanya membuat hidupku jauh lebih baik. Bahkan kamu melanjutkan dengan menjaga putriku. Aku yang hampir putus asa dan ingin mati rasanya belasan tahun lalu. Dan kamu malaikat yang memberiku kehidupan sampai seperti ini dan bahkan kamu dengan mulianya masih mau menjaga anakku," ucap Maya dengan matanya berkaca-kaca.
" Jangan seperti itu. Seperti aku yang bilang dulu. Kita sama. Tetapi kita harus tetap melanjutkan hidup kita. Jadi jangan mengingat masa-masa tersulit kita. Justru ini yang di namakan takdir. Aku tidak tau siapa anakmu, tetapi akhirnya aku tau dan dari anakmu Anna yang sangat cantik itu. Aku juga sering bertemu putraku, bisa berbicara banyak kepadanya. Jadi tidak ada yang tau bagaimana takdir itu bagaimana," ucap Anjani tidak kalah terharunya. 2 wanita yang sama-sama berjuang dan bahkan anak mereka sama-sama dekat.
Tangan mereka saling menggenggam yang seakan memberikan kekuatan masing-masing. 2 ibu yang sama-sama kehilangan anaknya. Yang tidak bisa dekat dengan anaknya.
************
Akhirnya rombongan itu pun sampai di resort mewah dengan banyaknya fasilitas di sana. resort disekitar pantai itu memang begitu indah, mereka yang berjalan dengan barisan masing-masing yang saling mengobrol dengan teman di samping mereka.
Ada pemandu di depan yang berbicara dengan Ari Purnama dan Chandra yang berjalan paling depan. Di belakang mereka ada Amelia dan Maharani, lanjut dengan Derry dan Gibran yang mana Gibran sibuk bermain handphone.
Di belakang mereka ada Athar dan Aurelia. Di belakangnya Jennie dan Olive. Lalu ada karyawan yang kemarin masuk 5 besar di belakang Jennie dan Olive. Sementara Anna berjalan paling belakang yang hanya sendirian yang juga sangat berjarak dengan yang lainnya.
Olive yang teringat sesuatu mencari-cari di sekitarnya yang mana pasti mencari Anna dan akhirnya Olive menemukan Anna yang melihat paling belakangan dan langsung menyusul Anna. Begitu berada di samping Anna. Olive langsung mencubit pipi Anna.
" Tersenyum," ucap Olive dengan dengan wajahnya tersenyum lebar membuat Anna tersenyum tipis. Olive langsung merangkul sahabatnya itu dan mengajaknya berjalan berdampingan dia mana mau membiarkan Anna sendirian.
__ADS_1
Bersambung