Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 238 Ingin mengalah.


__ADS_3

Setelah makan malam mereka selesai. Anna dan Athar melanjutkan dengan jalan-jalan di Bangkok menikmati keindahan kota Bangkok di malam hari. Di mana pasangan itu berjalan ber-2 an.


Tangan mereka terlihat menggantung dan menganggur. Ternyata Athar tidak akan membiarkan tangan itu menganggur dan langsung menggenggamnya membuat Anna menoleh ke arahnya.


Athar juga melihat ke arah Anna dan Anna langsung mengeluarkan senyum ketika di gandeng seperti itu.


" Kita besok akan pulang!" ucap Athar membuat Anna sedikit kaget.


" Secepat itu?" tanya Anna heran. Athar menganggukkan kepalannya.


" Yah, padahal aku masih merindukan mama bahkan aku belum jalan-jalan ber-2 sama mama," ucap Anna dengan wajahnya yang terlihat tidak semangat.


" Kau masih ingin jalan-jalan dengan Tante Maya?" tanya Athar.


Anna mengangguk sekali, " aku merindukan mama. Aku ingin berjalan berduaan menghabiskan waktu dari bangun tidur sampai tidur lagi," ucap Anna.


Athar menghela napasnya ke depan, " Baiklah, besok kamu dan Tante Maya jalan-jalan lah. Setelah itu lusa kita pulang," ucap Athar yang mengubah keputusannya karena tidak ingin Anna sedih.


"Jadi akan tetap pulang juga. Berarti hanya sehari saja bersama mama," sahut Anna yang tampak tidak bersemangat.


" Iya Anna. Lagian kan Tante Maya akan ke Jakarta juga," sahut Athar.


" Tapi kan itu masih lama," sahut Anna dengan suara manjanya.


" Anna kita harus pulang, beberapa hari lagi kompetisi terakhirmu akan di adakan. Kamu harus bersiap-siap supaya bisa menampilkan yang terbaik," ucap Athar mengingatkan Anna.


" Siapa bilang aku mau melanjutkan kompetisi itu," sahut Anna dengan santai. Athar menghentikan langkahnya dan melihat ke arah Anna dengan menaikkan 1 alisnya pasti terkejut mendengar pernyataan Anna.


" Anna jangan mulai deh. Ini bukan bercandaan," sahut Athar.


" Aku tidak mulai dan memang tidak sedang bercanda. Memang aku sudah tidak berminat untuk melanjutkan kompetisi itu. Aku ingin mengundurkan diri dari kompetisi itu. Tetapi tidak dari Perusahaan. Itu sudah keputusan ku," sahut Anna yang kelihatan memang serius membuat Athar heran.


" Kenapa harus mengundurkan diri? Langkah kamu hanya selangkah lagi?" tanya Athar dengan wajah seriusnya.

__ADS_1


Anna terlihat membuang napasnya perlahan kedepan. Napas berat yang di keluarkannya dan menghadap Athar yang sepertinya Anna juga serius bicara.


" Aku sudah bertemu dengan mama dan aku benar-benar begitu bahagia. Aku merasa hari kebahagian terbesarku adalah bersama mama. Athar aku dan kak Aurelia bersaing dalam tahap 2. Aku tau itu adalah impiannya. Dan jika aku mengundurkan diri. Maka dia lah pemenangnya dan impiannya akan terwujud," ucap Anna yang tampak mengubah keputusannya dengan cepat yang ternyata memikirkan Aurelia yang ingin mengalah pada kakaknya itu.


" Kau memikirkan dia?" tanya Athar.


Anna menganggukkan kepalaku, " Dia kakak ku mana mungkin aku tidak memikirkannya dan aku yang tau apa yang di alaminya,"' jawab Anna tersenyum tipis. Walau terlihat cuek. Namun Anna sangat khawatir pada Aurelia.


" Kau ingin mengalah untuknya?" tanya Athar Lagi.


" Kak Aurelia dari kecil ingin menjadi desainer terkenal. Punya brand bagus dan di kenal orang banyak maupun di dalam dan di luar Negri. Jadi aku ingin impiannya terwujud. Aku tidak mengalah," ucap Anna yang tampak begitu tulus bicara.


Athar mendekatkan dirinya pada Anna dan memegang ke-2 tangan Anna.


" Anna saat kita makan tadi. Kamu mendengar sendiri dari apa kata Tante Maya. Jika dia juga ingin kamu mewujudkan impianmu. Dia bahkan mengubah keputusannya untuk pulang ke Indonesia demi kamu. Apa kamu tidak memikirkan kekecewaannya. Jika kamu tiba-tiba mengubah keputusan kamu," ucap Athar yang menatap Anna dengan intens.


" Kak Aurelia juga anak mama. Dia tidak akan kecewa denganku. Jika kak Aurelia bisa mewujudkan impiannya," sahut Anna.


" Athar!" ucap Anna.


" Anna mewujudkan impian Aurelia bukan dengan kamu mengalah. Aurelia juga tidak akan tau di mana kemampuannya. Jika menang tanpa kompetisi yang adil. Jalan yang kamu ambil itu salah. Jika kamu menang di saat kompetisi berarti kamu memang mempunyai keahlian dan jika Aurelia berarti di sanalah impiannya terwujud yang memang dari hasil kerja kerasnya sendiri. Bukan karena kamu mundur," ucap Athar yang memberikan Anna pencerahan agar Anna bisa berpikir luas.


" Tapi Athar...."


Athar meletakkan jarinya di bibir Anna. Agar Anna diam.


" Kamu melawan ribuan orang dan terpilih 100 orang, dan 50 orang sampai 20 orang, 5 orang dan sekarang bersisa 2 orang. Jujur Anna aku meragukan kemampuanmu saat itu. Tetapi siapa sangka kamu bisa seperti ini. Anna ini perjalanan yang tidak gampang. Dalam pertandingan ini juga menulis banyak story hubungan kita berdua. Dari kita yang terus ribut, melakukan ini itu, sampai di mana kita tidak saling bertegur sapa, saling marah, sama-sama menangisi dan sampai kita sama-sama bertemu dengan wanita yang melahirkan kita dan sampai aku dan kamu sekarang berdiri berhadapan," ucap Athar.


" Anna kompetisi itu sejalan dengan perjalanan hubungan kita ber-2 dan apa iya kamu ingin mundur tanpa menyelesaikannya. Jika Tante Maya tidak kecewa dengan keputusan kamu maka aku akan kecewa. Karena aku merasa itu sama saja kamu tidak bertanggung jawab dengan apa yang sudah kamu jalani," ucap Athar dengan bijak bicara kepada Anna.


Anna tampak diam dan meresapi semua perkataan Athar. Ya di lihat dari mata Athar dia begitu ingin Anna melanjutkan kompetisi itu.


" Jadi aku harus melanjutkannya?" tanya Anna yang tampak meminta keputusan.

__ADS_1


Athar menganggukkan kepalanya, " aku ingin kamu belajar bertanggung jawab dan siapa yang menang itu bukan menjadi ukuran. Yang penting wanita di hadapanku ini bertanggung jawab," ucap Athar.


Huhhhhhhh. Anna membuang napasnya dengan panjang dan membuangnya perlahan ke depan.


" Baiklah aku akan melanjutkan kompetisi itu," sahut Anna yang akhirnya mengikuti keputusan Athar.


Athar tersenyum melihatnya dan memegang pipi Anna denagn mencium kening Anna lembut.


" Ini Anna yang aku kenal yang bijak dan bertanggung jawab," ucap Athar memuji Anna.


" Bukannya kau bilang aku tidak punya keahlian?" sahut Anna.


" Aku tidak mengatakan itu ke ahlianmu," sahut Athar.


" Issss, kau ini. Tidak pernah tulus memujiku," sahut Anna kesal dengan menarik ujung bibirnya ke atas.


Athar hanya tersenyum dan tiba-tiba Anna mihat ke atas yang melihat balon udara di atas sana.


" Apa itu balon udara?" tanya Anna Athar menoleh kebelakangnya melihat keatas.


" Iya," jawab Athar.


" Wau, keren sekali," ucap Anna dengan matanya yang berbinar yang takjub melihat balon udara tersebut.


Athar kembali melihat ke arah Anna, " kau ingin naik?" tanya Athar.


" Apa boleh?" tanya Anna.


Athar mengangguk, " jelas boleh," sahut Athar.


Anna tersenyum dengan lebar dan mengangguk- anggukkan kepalanya, " aku mau naik," ucap Anna. Athar mengangguk yang pasti akan menuruti permintaan wanita yang di cintainya itu.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2