
Athar berada di dalam mobilnya menyetir dengan kecepatan tinggi yang mana pikirannya yang fokus pada Anna. Hatinya was-was yang takut sesuatu. Ya ada ketakutan yang sangat besar yang tidak bisa di jelaskan Athar. Dia tidak menyangka jika Anna akan mengambil keputusan untuk resign dari kantornya.
Sebenarnya sangat wajar Anna melakukan itu. Karena kesabaran ada batasnya dan lagian dia juga tidak mau jika harus bekerja dengan orang yang tidak menganggapnya dan mungkin jika Anna tidak bermain perasaan mungkin Anna hanya akan menganggap biasa saja dan tidak peduli. Tetapi ini Anna sudah bermain hati.
" Anna, kau tidak bisa resign begitu saja, tidak Anna!" lirih Athar yang menambah kecepatan mobilnya.
Setelah melaju dengan kecepatan tinggi akhirnya mobil itu berhenti tepat di perumahan Anna. Athar langsung buru-buru keluar dari mobilnya dan berlari keluar menaiki anak tangga yang panjangnya minta ampun. Sampai Athar tepat berada di depan pintu rumah Anna.
Dengan cepat Athar membukanya dan tidak di kunci sama sekali. Athar melihat kosong tidak ada orang di sana sama sekali. Rumah itu tampak begitu rapi.
" Anna!" Athar masuk sambil memanggil Anna. Tidak ada sahutan sama sekali dan Athar menuju kamar Anna yang terlihat kamar itu begitu kosong. Kamar itu rapi tanpa penghuni sama sekali.
" Anna! Di mana kamu, Anna!" Athar terus memanggil-manggil Anna di dalam kamar itu tidak terlihat Anna sama sekali. Athar yang hendak keluar dari kamar tiba-tiba melihat buku di Diary Anna yang dulu perbah di perebutkannya dan buku itu terletak di atas meja kerja Anna. Athar mendekati buku itu.
" Kamu tidak mungkin pergi Anna! Kamu tidak mungkin pergi! Tidakkkk!!!!!" teriak Athar denga suaranya yang menggelegar di dalam kamar itu yang pasti suaranya sampai keluar.
***********
Athar berada di mobilnya kembali yang menyetir dengan kecepatan tinggi. Wajahnya memerah dengan matanya yang berkaca-kaca yang beberapa kali memukul stir mobilnya.
__ADS_1
^^^" Aneh sih, tapi aku tidak tau kenapa bisa ada perasaan itu. Apa sangat biasa seorang Pria mengikat rambut kita. Lalu kenaoa hatiku bergetar. Mana mungkin kan jika itu cinta. Ya aku hanya mendengar dari orang-orang saja. Kalau ada tanda-tanda itu namanya cinta. Aku juga tidak tau aslinya bagaimana!".^^^
..." Banyak hal yang tanpa di duga-duga yang kami lakukan setiap hari, yang jujur membuatku begitu nyaman di sampingnya. Namun terkadang aku tidak berani menatap matanya. Karena jantungku rasanya akan copot....
..." Aku tidak pernah mempermainkan mu. Aku berani bersumpah Athar, tidak ada sekali pun Niat ku untuk melibatkan mu atau sengaja mendekatimu untuk membalas keluargaku. Jujur aku tidak pernah ada niat untuk melakukan itu. Aku tidak pernah takut sekalipun kepadamu Athar. Tetapi saat kamu marah padaku saat itu. Kamu melukai tanganmu karena salah paham padaku. Hal itu membuatku takut, aku takut Athar. Aku berusaha untuk menjelaskan semuanya kepadamu. Tetapi kau tidak pernah memberiku kesempatan sampai aku tidak bisa berbuat apa-apa,"...
..." Mungkin memang ini jalan yang terbaik. Aku tidak ingin jika kehadiran ku menjadi luka untukmu. Jadi sebaiknya aku yang pergi. Aku yang pergi dari hidupmu. Hal yang harus aku beritau padamu adalah tentang perasaanku yang tumbuh begitu saja. Aku tidak tau pantas atau tidak aku mempunyai perasaan itu. Tetapi aku bisa menarik kesimpulan jika perasaanku itu adalah cinta. Cinta yang tumbuh begitu saja. Tumbuh dengan sendirinya. Jika aku mencintaimu. Aku mencintaimu Athar!"...
Mengingat tulisan Diary Anna yang sempat di bacanya di kamar Anna membuat Athar semakin menyesal. Semakin marah, semakin emosi dan terus memukul-mukul stir mobil dengan tangannya dengan menganggap betapa bodohnya dia selama ini yang menyia-nyiakan Anna.
" Argggghhh, Athar kau benar-benar bodoh! kau brengsek Athar, kau sangat bodoh!" teriak Athar yang baru menyesal sekarang.
*********
Athar yang menyesal dan berusaha mencari Anna. Sementara untuk Aurelia yang juga pasti merasa sakit hati harus melampiaskan rasa sakit hatinya dengan berada di dalam bar.
Club malam yang begitu khas dengan dentingan musik yang membuat masalah yang menumpuk di pikiran akan lepas begitu saja. Banyaknya orang menari-nari di sana baik wanita Pria atau memiliki Jender yang berbeda-beda yang menumpahkan rasa penatnya di dalam clup tersebut.
Aroma alkohol yang menyengat sudah pasti. Namanya juga Club. Sama dengan Aurelia yang duduk di meja bar dengan beberapa kali mmengeuk alkohol di gelas kecil. Tidak tau sudah berapa banyak yang di minumnya. Namun sekarang terlihat Aurelia yang mabuk berat dengan tangannya memegang kepalanya yang seperti nya mulai berat.
__ADS_1
" Athar berengsek!" umpatnya dengan suara yang tidak bisa kencang lagi.
Aurelia harus meluapkan amarahnya, emosinya atas batalnya pertungannya yang seharusnya terjadi malam ini dan kali ini bukan Athar yang membatalkannya. Tetapi dirinya sendiri yang membatalkannya.
Acara pertungan yang mulai kacau membuat orang bertanya-tanya apa yang terjadi dan Jennie yang di panggil Ari Purnama dan Maharani juga tidak tau Jennie harus mengatakan apa. Dia bahkan sudah tidak mendapatkan ide lagi untuk pembatalan acara tersebut. Karena Athar pergi begitu saja dan yang paling parahnya dia tidak tau apa-apa.
Di tengah kecemasan semua orang baik dari tamu-tamu, pihak keluarga wanita maupun Pria pada akhirnya Aurelia menaiki tempat di mana mereka seharusnya bertunangan. Berdirinya Aurelia di sama mencuri perhatian orang-orang dan pasti bertanya-tanya. Kenapa bisa ada orang di sana.
" Saya berdiri di sini ingin mengatakan jika saya dan Athar tidak jadi bertungan. Pertungan kami di batalkan dan saya yang membatalkannya sendiri dan tidak akan pertungan saya dan Athar tidak ada hubungan sama sekali," jelas Aurelia yang membatalkan pertunangan itu.
Sontak hal itu membuat orang-orang kaget termasuk dengan keluarga Athar maupun Aurelia di mana di mana Chandra sudah menatap tajam Aurelia yang berani sekali memutuskan masalah besar itu. Tangan Chandra yang terlihat mengepal dengan rahang kokohnya mengeras sampai terlihat urat-urat nya.
Aurelia juga melihat papanya yang tampak murka. Namun dia tidak banyak bicara lagi dan langsung pergi dari tempat itu. Wartawan langsung menyerbu Aurelia untuk meminta klarifikasi dari Aurelia dengan berbagai alasannya.
Sementara tamu-tamu yang lain bertanya-tanya ada apa dan mengapa sama dengan wartawan yang sekarang mengkerumuni Aurelia dengan sejuta pertanyaan dan tidak satupun yang di jawab Aurelia dan berusaha untuk pergi dari kerumunan wartawan walau itu susah dan tidak bisa.
Untung ada Derry yang berhasil membawa Aurelia pergi dan akhirnya Aurelia pun pergi meninggalkan tempat itu.
Bersambung
__ADS_1