Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 223 Sama-sama terluka


__ADS_3

Sebelum berangkat ke Jakarta. Athar dan Anna menanyakan pada bibinya dan iya bibi Anna tau semuanya. Bahkan tau Athar anak Anjani dan menceritakan semua kepada Athar kronologi kejadiannya.


" Aku tidak percaya jika papa sanggup melakukan semua ini. Papa membiarkanku hidup sebagai anak yang dari kecil selalu di hina, di bully dengan semua penghinaan yang aku terima dari kecil, di katai anak haram. Tapi pada kenyataannya papa yang membuatku menjadi orang yang mendapat perlakuan tidak adil. Papa tidak tau betapa inginnya aku seperti seperti anak yang lainnya memiliki seorang ibu. Tapi papa telah merampas semua kebahagian ku," teriak Athar dengan penuh kemarahan dan kekecewaan.


" Bahkan papa sanggup mengusir ibuku saat aku berusia 6 tahun. Aku bertanya siapa wanita yang memohon itu yang berlutut dan menangis itu. Aku masih kecil dan ingin tau wanita itu siapa. Tetapi pada kenyataannya dia adala ibuku yang hanya ingin menemuiku," ucap Athar merendahkan suaranya.


Ari Purnama terdiam dengan kata-kata Athar yang tidak di sangkanya jika Anjani pernah dulu datang ingin menemui Athar. Tetapi Ari Purnama melarangnya.


" Aku tidak percaya jika seorang ayah yang aku banggakan justru dia lah yang di balik yang menghancurkan segalanya, memisahkan ku dari ibu kandungku dan bahkan tega memfitnah ibuku pergi bersama laki-laki lain dan meninggalkanku. Tetapi pada kenyataannya papa lah yang pergi dengan pengecut dan meninggalkan dia berjuang sendirian dan setelah melahirkanku sanggup mengambilku dari tangannya,"'ucap Athar dengan suara rendahnya yang menunjukkan rasa kecewanya.


Atahr seakan tidak peduli lagi dengan Maharani yang sejak tadi diam dengan air mata yang tidak berhenti mengalir. Kenyataan-kenyataan itu semakin sakit. Apa lagi Athar terus memperjelasnya. Tanpa mendengar penjelasan dari suaminya. Athar anak tirainya sudah menjelaskannya segalanya.


Tidak tahan dengan telinganya mendengar semakin banyak kebohongan dan penghiyanatan suaminya. Membuat Maharani berdiri perlahan dan bahkan hampir jatuh karena kakinya yang begitu lemas. Ari Purnama ingin membantu. Tetapi langsung di stop Maharani dengan mengangkat tangannya.


Tidak ada kata yang di keluarkan dari mulutnya. Maharani pun keluar dari ruangan itu dengan langkah pelan dan tatapan mata yang kosong.


" Maharani!" panggil Ari Purnama yang ingin menjelaskan sesuatu pada istrinya.


Namun dia tidak mengejar istrinya dan harus menuntaskan dulu dengan Athar yang terus memojokkannya dan menganggapnya salah. Maharani memlih keluar dari ruangan itu dan membiarkan ayah dan anak itu berdebat.


Maharani berjalan menyusuri rumahnya dengan langkahnya yang pelan dan air matanya tidak hentinya keluar. Tidak tau mau kemana dirinya. Dia tetap melangkah mengikuti kemana kakinya membawanya.


" Aku menyembunyikan perselingkuhan Amelia dan Chandra dari Maya. Aku tidak percaya jika suamiku juga menghiyanati pernikahan kami. Ya ternyata semuanya dibalaskan kepadaku," batin Maharani yang menyadari jika semua yang terjadi pada keluarganya adalah karma dari dia yang bisa-bisanya membantu Amelia menyembunyikan perselingkuhan dari Maya yang tak lain ibu Anna.


Dia pun akhirnya merasakan sakit yang di rasakan sahabatnya. Sakit tak berdarah mencabik-cabik hatinya.

__ADS_1


Amelia yang melangkah terus harus bertabrakan dengan Olive.


" Mama!" lirih Olive yang bahunya bertabrakan dengan Maharani. Namun Olive langsung terkejut ketika melihat mamanya yang wajahnya penuh air mata.


" Mama kenapa?" tanya Olive heran. Maharani tidak menjawabnya dan langsung melanjutkan langkahnya.


" Mah," panggil Olive dengan wajah herannya.


" Apa yang terjadi pada mama kenapa mama sampai menangis seperti itu dan mama habis dari perpustakaan, ya arahnya dari sana apa yang terjadi," ucap Olive yang bingung sengdiri dan menjadi cemas yang akhirnya Olive menghampiri perpustakaan yang ingin tau apa yang terjadi.


Di dalam sana Athar dan Ari Purnama masih saja berdebat.


" Kamu sudah tau kebenarannya dan iya Anjani adalah ibu kandung kamu sesuai yang kamu ketahui dan terserah kamu percaya dengan papa atau tidak. Tetapi papa sangat menyayangi kamu Athar dan tidak ada maksud sedikitpun untuk memisahkan kamu dari ibu kamu. Papa tidak ada niat ingin membuat masa kecil kamu hancur. Kamu sudah dewasa sekarang papa serahkan kepada kamu. Pada intinya papa waktu itu hanya ingin kamu bahagia dan memberikan masa depan yang cerah untuk kamu," ucap Ari Purnama dengan bicara lembut yang terlihat sudah pasrah


" Kenapa tega melakukan semua ini?" tanya Athar dengan suaranya yang melemah seperti sangat tertahan.


Athar mendengus kasar mendengarnya


" Tidak ada kebahagian yang aku dapatkan dari semua ini. Justru kekecewaan yang aku dapatkan. Aku tidak percaya jika orang yang aku percayai bisa melakukan semua ini. Aku sangat kecewa kepada papa," ucap Athar menekan suaranya dengan nada yang penuh kekecewaan dan memilih pergi dengan rasa kecewa dengan kebenaran yang sudah ada.


" Maafkan papa Athar!" Lirih Ari Purnama dengan rasa bersalahnya yang melihat kepergian putranya yang paling di banggakannya itu.


Ari Purnama mengusap wajahnya kasar sampai kepalanya. Kebenaran yang di sembunyikannya akhirnya terungkap. Penyesalan pasti ada dan sekarang menghadapi Maharani istrinya harus seperti apa lagi. Pikirannya pun semakin bercabang-cabang.


*********

__ADS_1


Athar keluar dari ruangan itu dan bertabrakan dengan Olive yang ingin memasuki ruangan itu.


" Issss, kak Athar lagi. Kenapa sih jalan tidak pakai mata?" umpat Olive kesal sudah 2 kali di tabrak kakaknya. Mulutnya akhirnya berhenti merocos.


Ketika melihat kakaknya yang jauh lebih parah dari sebelumnya. Sekarang bukan lagi terlihat emosi bahkan air mata terlihat jatuh membuat Olive bingung.


" Kaka kenapa?" tanya Olive memegang pipi Athar. Athar menepis tangan Olive dan memilih untuk pergi dari pada harus menjawab pertanyaan Olive.


" Kak Athar!" panggil Olive, " aneh kenapa kak Athar menangis dan terlihat begitu terluka dan tadi mama juga banjir air mata dan mereka sama-sama berasal dari perpustakaan. Astaga apa yang terjadi," Olive yang bingung dengan pertanyaannya yang tidak terjawab. Akhirnya Olive memasuki ruangan yang pintunya sudah di buka.


Olive berdiri di depan pintu dan melihat papanya duduk dengan memegang ke-2 kepalanya yang terlihat papanya begitu stress.


" Pah!" tegur Olive. Ari Purnama mengangkat kepalanya dan melihat ke arah pintu. Suara yang sudah memanggilnya.


" Olive!" Lirih Ari Purnama.


" Ada apa pah, apa yang terjadi?" tanya Olive dengan wajahnya yang penasaran, " Olive melihat mama menangis dan pergi begitu saja. Lalu kak Athar juga seperti itu. Apa yang terjadi pah?" tanya Olive lagi.


Ari Purnama hanya diam yang tidak tau harus bercerita dari mana kepada putri bungsunya yang penuh pertanyaannya itu.


********


Sementara Athar langsung keluar Rumahnya dengan penuh kekecewaannya. Hatinya yang begitu hancur dengan papanya yang menyembunyikan kebenaran selama ini. Athar menghampiri mobilnya melukapan emosinya dengan meninju depan mobilnya.


" Kenapa? Kenapa papa harus melakukan ini? Kenapa menyembunyikannya dariku. Kenapa!" Athar meluapkan emosinya dengan melakukan kebodohannya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2