Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 263 Terjebaknya Gibran.


__ADS_3

Tangan Athar yang terkepal ingin kembali menghajar Gibran dan kali ini Anna menahan tangannya agar tidak berbuat yang membuat Athar semakin jelek. Anna hanya menggelengkan kepalanya untuk memberi kerenggangan kepada Athar.


" Kau bisa jelaskan semua ini Athar?" tanya Ari Purnama menatap Athar dengan tajam yang jelas dia pasti marah dengan perbuatan Athar.


" Kau menghajar Gibran sampai seperti itu. Dia kakak mu dan kau melakukannya di Perusahaan apa kau tidak berpikir saat melakukan itu!" ucap Ari Purnama dengan menekan suaranya.


" Dia mana ada pikiran pah. Karena seperti itulah hatinya sesungguhnya. Dia tidak seperti apa yang papa pikirkan. Dia itu sangat picik," sahut Gibran dengan menyunggingkan senyumnya yang meremehkan Athar.


" Aku tidak bicara dengan mu Gibran. Aku bicara pada Athar," sahut Ari Purnama menegaskan. Gibran diam namun pasti dirinya betapa bahagianya yang melihat Athar sekarang di salahkan.


" Ya Allah, kenapa semuanya seperti ini. Gibran menjebak Athar dan sekarang semuanya salah paham pada Athar," batin Anna yang menjadi gelisah.


" Athar jawablah, jangan diam saja," sahut Ari Purnama yang butuh penjelasan Athar.


" Aku tidak melakukan semua itu jika bukan karena dia yang telah mengganggu Anna," jawab Athar yang memang membela Anna mati-matian di depan keluarganya.


" Papa dengar sendiri kan. Dia melakukan itu karena Anna wanita itu. Wanita yang memang menjadi pengacau sejak awal," sahut Gibran dengan tersenyum sinis kepada Athar.


" Berani kau bicara hal itu lagi. Kau benar-benar mati di sini," tegas Athar yang sejak tadi menahan dirinya.


" Lihat pah, dia kembali ingin membunuhku. Dia benar-benar di butakan oleh cinta wanita itu," sahut Gibran. Athar rasanya kehilangan kesabaran dan ingin menghampiri Gibran.


" Aku mohon Athar cukup," cegah Anna membuat Athar tidak jadi menumpahkan kemarahannya.


" Athar apa alasan kamu hanya itu sampai ingin membunuh saudara kamu," sahut Ari Purnama.


" Kak Athar, apa yang kakak lakukan. Apa masalahnya sampai ingin melenyapkan kak Gibran. Kita ini saudara dan masalah Anna kenapa harus sampai seperti itu," sahut Derry yang tidak habis pikir dengan perbuatan Athar dan pasti membela Gibran karena situasi yang ada kesalahan tertuju pada Athar.

__ADS_1


" Athar kamu itu keterlaluan. Kamu tau tindakan kamu bisa menghilangkan nyawa orang dan papa tidak percaya. Jika kamu bisa melakukan hal serendah ini," ucap Ari Purnama yang menyalahkan Athar dan benar-benar kecewa pada Athar.


" Saya yang salah Om. Semua ini kesalahan Anna," sahut Anna yang harus membela Athar.


" Jangan ikut bicara Anna. Ini masalah keluarga kami," sahut Derry yang membuat Athar melihat serius ke arah Derry.


" Apa yang kau katakan kepadanya," sahut Athar tampak tidak suka dengan kata-kata Derry.


" Papa libatkan. Derry hanya bicara seperti itu. Tetapi lihat dia juga langsung marah dan apa kamu punya rencana Athar menghajar Derry seperti ku. Karena hanya salah bicara pada wanita itu," sahut Gibran yang lagi-lagi menggunakan kesempatan untuk membuat Athar selalu salah di mata keluarga.


Di pojokkannya Athar membuat Gibran merasa menang. Namun Athar tetap menatap tajam Gibran yang menyesal memberi banyak kesempatan pada Gibran dan Anna lagi-lagi merasa bersalah dengan apa yang terjadi. Karena Athar yang jadi di salahkan dan terlebih lagi ada kesalah pahaman antar Athar dan Derry.


" Aku tidak menyangka. Jika kak Athar bisa berbuat seperti ini. Ini bukan kak Athar yang aku kenal," ucap Derry yang masih tidak percaya dan sangat kecewa pada Athar.


" Jika posisi itu ada pada dirimu Derry. Kau juga pasti melakukan hal yang sama," tiba-tiba terdengar suara wanita yang membuat mereka melihat ke arah pintu yang mana ternyata wanita itu adalah Jennie yang berjalan begitu cantik menghampiri mereka yang penuh keributan.


" Bu Jennie," lirih Anna.


" Untuk apa lagi wanita ini di sini. Dia pasti cari masalah lagi," batin Gibran menatap sinis Jennie. Namun Jennie memberikan senyum meremehkannya pada Gibran yang sudah di lewatinya.


" Jangan terlalu cepat Derry mengambil keputusan dalam menyalahkan semua yang terjadi pasti ada sebabnya," ucap Jennie dengan santai yang meletakkan laptop di atas meja dan membukanya terlihat mencari-cari sesuatu.


" Apa yang ingin di lakukan Bu Jennie!" batin Anna.


" Ada apa ini Jennie apa kamu mengetahui sesuatu?" tanya Ari Purnama. Jennie kelihatan tidak menjawab dan tidak bicara apa-apa. Namun terlihat santai yang terus mencari-cari sesuatu dari dalam laptop.


" Derry, Pak Ari Purnama, Bu Maharani dan Olive. Seharusnya tanyakan pada Athar kenapa memberinya banyak kesempatan untuk tetap masih berkeliaran di sini. Bukan malah memojokkan Athar seperti ini. Apa lagi kamu Derry. Aku pikir kamu orang yang cerdas. Belum apa-apa kamu langsung memojokkan kakak kamu," ucap Jenni yang terus mencari-cari.

__ADS_1


" Apa maksud kamu Jennie?" tanya Ari Purnama.


" Maaf Jennie kamu katakan saja dengan jelas apa yang kamu ketahui," sahut Derry.


" Lihatlah ini!" ucap Jennie menekan enter pada laptop tersebut.


Ari Purnama, Maharani, Derry dan Olive langsung menghadap layar leptop dan melihat layar laptop tersebut.


" Gibran tidak memperlihatkan rekaman awal yang tertinggal. Jadi lihatlah awal vidionya bagaimana bisa terjadi Athar memukul Gibran," ucap Jennie dengan santainya yang mempersilahkan memperlihatkan bagaimana mobil yang di kendarai Gibran sengaja mengejar-ngejar Anna yang ingin mencelakai Anna.


Hal itu membuat mereka terkejut sampai mata melotot dengan mulut yang terbuka lebar. Bagaimana ketakutannya Anna yang di kejar-kejar mobil yang pasti mereka mengenali mobil itu.


" Itu kan mobil kak Gibran," ucap Olive.


" Lihat saja sampai akhir," sahut Jennie dengan santai yang tangannya di lipatnya di dadanya.


" Kurang ajar Jennie. Dia memang selalu mencari masalah denganku. Kau benar-benar Jennie. Aku tidak percaya dia akan menunjukkan Vidio itu," batin Gibran yang kelihatannya tidak bisa mengelak lagi sekarang.


Sampai tiba di Vidio rekaman itu yang mana Athar murka dan mengeluarkan Gibran dari dalam mobil yang memang nyata bahwa Gibran lah yang ada di dalam mobil itu yang membuatnya semakin terkejut dan melihat ke arah Gibran langsung dengan tatapan yang penuh pertanyaan dan pasti tidak menyangka.


" Kak Gibran apa ini?" tanya Derry.


" Apa yang kakak lakukan kepada Anna. Apa salah Anna," sahut Olive yang tidak percaya dengan apa yang di lihatnya.


" Syukurlah jika Bu Jennie punya rekaman video itu jadi Gibran tidak bisa mengelak lagi sekarang," batin Anna yang benar-benar lega dengan hadirnya Jennie tepat waktu.


Gibran sekarang jadi panik yang sekarang ketahuan bahwa dirinya yang sudah berbuat suka-suka dan membuat Athar marah.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2