Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 290 kakak adik saling mengadu.


__ADS_3

Semua orang melihat Anna dan Aurelia begitu serius yang bisa-bisanya kakak adik itu bicara serentak yang membuat Maya tersenyum tipis melihat 2 anaknya yang sedang mengalami perang dingin itu.


Anna dan Aurelia sendiri menjadi canggung saat hari berbicara bersamaan. Anna mendekati Aurelia dan menyenggol Aurelia dengan bahunya.


" Kaka duluan saja, katakan yang sebenarnya apa yang di lakukan papa Maya, ayo cepat katakan semua kejahatan papa," desak Anna dengan suara yang memaksa.


" Kenapa aku? kau saja yang mengatakannya. Bukannya kau yang sering di tindas," sahut Aurelia.


" Ya kakak juga di tekan kan. Jadi cepat katakan pada mama, keluarkan semua yang ada di hati Kakak!" desak Anna.


Athar geleng-geleng dengan kelakukan Anna dan Aurelia yang sekarang malah main sodor-sodiran siapa yang mau bicara terlebih dahulu dan sekarang Anna menarik Aurelia untuk mendekati mamanya dan Aurelia masih menahan dirinya yang tidak punya nyali untuk mengadukan keburukan papanya.


Jadi ceritanya sekarang ini malah Anna dan Athar yang menjadi tontonan yang membuat orang geleng-geleng.


" Anna, Aurelia apa ada yang ingin kalian sampaikan?" tanya Maya dengan menghela napas panjang.


" Banyak!" sahut Aurelia dengan cepat.


" Kalau begitu ayo!" ajak Anna menarik paksa tangan kakaknya itu dan sekarang sudah berada di antara mama dan papanya. Aurelia saat berada di dekat mamanya malah meneteskan air mata yang takut-takut untuk bertemu mama nya dan mungkin juga malu.


Maya mendekati Aurelia dengan memegang pipi Aurelia, " kenapa menangis. Katakan Aurelia apa yang terjadi?" tanya Maya dengan lembut.


Aurelia juga anaknya dan mana mungkin seorang ibu membenci anaknya.

__ADS_1


" Papa sangat jahat padaku dan juga Anna. Kami tidak pernah bahagia semenjak mama meninggalkan kami. Aku harus selalu berusaha semampuku untuk membujuk Anna untuk tidak melawan dengan papa. Agar papa tidak memarahinya dan tidak tidak menghukumnya. Aku harus menjadi penurut untuk melindungi Anna. Tetapi semakin dewasanya kami. Aku semakin tidak bisa mengendalikan semuanya dan aku dan Anna harus bermusuhan dan papa terus menelanku untuk ini dan itu, aku juga iri pada Anna yang bisa melawan dan punya kebebasan sendiri. Aku berusaha mengganggunya agar dia kembali kerumah. Agar punya teman. Tetapi semua yang ku lakukan malah membuat hubunganku dan Anna semakin berantakan selama bertahun-tahun," ucap Aurelia yang mengeluarkan semua isi hatinya dengan tangisan yang terisak-isak.


" Kakak yang memusuhiku duluan," sahut Anna yang tidak mau kalah yang sekarang juga ikutan mewek dan semua orang yang ada di sana ikut terharu.


" Aku tidak memusuhi mu. Aku hanya mengajakmu untuk tetap bersamaku. Dan kita bisa berkeluh kesah barang saat papa melakukan semua yang di inginkannya," sahut Aurelia.


" Buktinya kakak sering menyindir-nyindir ku," sahut Anna.


" Ya kamu sendiri bagaimana. Kamu juga suka mengataiku, ini itu," sahut Aurelia yang bertengkar dengan air mata dengan adiknya dan Maya hanya mendengar saja. Siapa yang bicara itu yang di lihatnya matanya harus sebentar-sebentar melihat kekiri-dan kekanan.


" Ya namanya kakak menyebalkan!" sahut Anna.


" Kau lebih menyebalkan. Aku itu peduli kepadamu," sahut Aurelia.


" Aku sudah mau membebaskanmu dan membelimu obat waktu itu. Tetapi apa aku mendengar kau bersama Athar," sahut Aurelia.


Nama Athar di sebut membuat Athar garuk-garuk kepala.


" Itu aku sama Athar tidak ada hubungan apa-apa. Kakak aja yang aneh. Sudah tau orang tidak suka masih aja di kejar-kejar. Kakak itu cantik cari cowok yang lain. Athar itu hanya menganggap kakak sahabat dan aku pacar. Jadi kakak itu seharusnya mencari yang lebih tampan dari pada Athar. Dia tidak tampan-tampan amat. Jadi ngapain kita harus merebutkan nya," ucap Anna yang sekarang menjelekkan Athar membuat Athar kesal.


" Kamu itu keterlaluan banget ya Anna. Bisa-bisanya sekarang kamu mengatai Athar. Aku itu bersahabat lama dengan Athar. Kenapa kamu jadi jelek-jelek in dia. Aku tidak suka ya Anna melihat sahabatku di jelekkan," sahut Aurelia yang dari bicaranya terlihat sudah ikhlas jika Athar harus bersama Anna.


Hal itu di sadari orang-orang di sana, mereka mengeluarkan senyum tipis dan bahkan sangat menikmati pertengkaran kakak adik yang tadi mereka ikut terharu sekarang ingin tertawa. Karena sekarang Athar yang menjadi pembahasan.

__ADS_1


" Jadi yang membuat kalian seperti ini siapa?" tanya Maya.


" Athar!" jawab Anna dan Aurelia serentak. Athar langsung terkejut. Apa lagi Maya sudah melihatnya dengan horor. Athar langsung geleng-geleng.


" Argggghhh sudahlah. Ini bukan salah Athar juga. Pada intinya aku dan kak Aurelia ribut karena tidak ada komunis dan aku memang harus mengakui aku ingin membuat kak Aurelia semakin kesal kepadamu dan itu juga dari Athar. Tapi aku juga tidak percaya semuanya bisa berubah, jika perasaan ku dan Athar tumbuh begitu saja. Jadi maafkan aku kak. Anna tidak bermaksud untuk mengambil apa yang kakak inginkan," ucap Anna sekarang mode serius bicara pada Aurelia.


" Dia bukan milikku. Aku tidak pernah berpacaran dengannya bertunangan hanya sepihak dan itupun mengikuti perintah papa. Agar Perusahaan yang mereka jalani semakin berkembang dengan isu pertunangan ku dan Athar. Kau tidak salah Anna. Aku yang salah. Aku tidak bisa mengendalikan diriku dan juga perasaanku. Aku tidak bisa melawan keinginan papa dan akhirnya membuatku menjadi kehilangan arah," ucap Aurelia yang mengakui kesalahannya.


" Jadi kau yang menghancurkan ke-2 hati putri ku. Kau membuat mereka hidup bertahun-tahun dengan penuh penderitaan dan harus berpisah, menahan rindu yang menyakitkan. Kau melakukan semua itu!" ucap Maya melihat kearah Chandra yang terlihat sekarang tampak menyesal.


" Maafkan aku. Obsesi ku menjadikan ku gelap mata dan aku tidak pernah memikirkan perasaan Anna dan juga Aurelia. Aku melakukan semua itu demi kebaikan mereka.


" Kebaikan apa. Apa kau tidak mendengar apa yang mereka katakan. Dan kau pikir aku tidak tau selama ini apa-apa saja yang kau lakukan kepada mereka. Aku sengaja memancing mereka di depanmu. Agar bicara apa yang mereka rasakan selama ini. Mungkin mereka bisa bahagia walau tanpa aku. Tetapi jika kau tidak menekan anak-anak ku," ucap Maya dengan penuh kemarahan..


" Aku tau salah. Tapi apapun itu aku sudah melakukan semua tanggung jawabku sebagai Ayah selama ini dan tanpa dirimu," ucap Chandra.


" Iya kau melakukannya. Walau dengan caramu yang justru membuat mental mereka rusak. Kau dengar Chandra, setelah kau menghiyanati pernikahan kita dan pergi bersamanya. Hidupku hancur dan tidak tau arah. Hanya Anjani penolongku yang membuatku bangkit yang pasti tujuanku hanya untuk ke-2 putriku. Jika belasan tahun kau hanya menghancurkan mereka. Maka sekarang aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi," ucap Maya menegaskan dan memegang tangan Anna dan Aurelia.


" Mereka putriku dan akan bersamaku untuk kuberikan kebahagian dan tidak akan memaafkanmu yang membuat anak-anakku saling bermusuhan dan saling menyakiti. Karena keserakahan dirimu dan juga obsesi wanita itu!" tegas Maya tanpa melihat Amelia yang pasti yang di maksud Amelia.


" Kau juga harus mempertanggung jawabkan semua perbuatanmu. Kau harus tau bagaimana rasanya Chandra menderita saat tidak bersama Anna, kau harus tau bagaimana rasanya setiap detik yang hanya mengingat seorang anak. Dan kau akan mendapatkan semua hukuman itu. Karena sudah menyia-nyiakan anak-anak ku," tegas Maya dengan penuh penekanan dan Chandra diam tidak berkutik lagi.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2