Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 275 Menjelaskan padanya.


__ADS_3

Mentari pagi kembali tiba. Athar yang masih berada di rumah Anna sekarang ada di dapur yang menyiapkan sarapan untuk kekasih tercintanya itu.


Tidak lama Anna keluar dari kamar dengan rambut dan wajahnya yabg berantakan. Di mana wajah itu terlihat sembab dengan mata yang bengkak. Anna dan Athar saling melihat. Namun Anna acuh dan memilih untuk memasuki kamar mandi yang seolah tidak peduli dengan Athar yang sedang apa di meja makan.


Athar pun tidak menahan Anna dan membiarkan Anna ke kamar mandi dan Athar melanjutkan kembali pekerjaannya.


Tidak lama Anna kembali keluar dari kamar mandi, di mana rambutnya sudah rapi dengan sanggul cepolnya dan juga wajahnya sudah di cuci nya. Anna memang terlihat jauh lebih fress dari pada sebelumnya.


Anna pun masih mengacuhkan Athar dan melewati Athar begitu saja. Namun kali ini Athar tidak membiarkan wanitanya itu pergi dan menahan tangan Anna.


" Anna!" lirih Athar.


" Aku tidak mau bicara denganmu," sahut Anna memberontak.


" Tapi aku mau bicara denganmu," jawab Athar.


" Terlambat. Seharusnya kau menjelaskannya tadi malam. Tetapi kau malah tidak peduli dan membiarkanku menangis. Kau malah sibuk menonton Tv," sahut Anna dengan mengeluhkan situasi yang di hadapinya tadi malam.


" Bukannya kamu yang tidak mau bicara denganku," sahut Athar.


" Ya seharusnya bujuk aku. Bukan malah membiarkanku," sahut Anna kesal dengan melepas tangan Athar. Athar mendengarnya tersenyum.


" Aku tidak punya waktu Anna untuk membujukmu. Film yang aku tonton sangat menarik," sahut Athar santai.


Hal itu membuat Anna murka dengan menatap Athar horor, " kau lebih mementingkan film mu dari pada aku. Ya sudah sana menonton saja. Jangan bicara lagi padaku!" ucap Anna marah-marah yang kesal dengan Athar. Anna bahkan ingin pergi dan Athar menahannya lalu memeluknya dengan erat.


" Filmnya sudah habis dan sekarang aku ingin bicara dengamu. Aku ingin membujukmu," ucap Athar dengan lembut.


" Aku tidak mau semua sudah terlambat," ucap Annas.


" Semua belum terlambat," sahut Athar, " jadi mari bicara dengan baik. Kita jangan membuang waktu ini sudah siang nanti kita terlambat ke kantor dan jika kau telat aku akan memotong gajimu," ucap Athar mengancam dengan bercandaan.

__ADS_1


" Kau itu benar-benar tega. Aku ini sebenarnya pacarmu atau bukan," sahut Anna dengan kesal yang melonggarkan pelukannya melihat wajah Athar yang tanpa dosa senyum-senyum saja.


" Kau itu bukan pacarku. Tetapi calon istriku," sahut Athar dengan menatap kekasihnya itu.


" Aku tidak mau menikah denganmu," sahut Anna menolak dengan kesal.


" Aku tidak meminta persetujuan mu," sahut Athar.


" Issss," Anna hanya semakin kesal dengan memalingkan wajahnya kekirinya yang membuat Athar tersenyum melihat Anna kekasihnya itu yang sangat menggemaskan itu.


" Hey, Anna cantik, yang baik, yang paling aku cintai, ayo lihat aku kekasihmu yang tampan ini," bujuk Athar mengeluarkan semua jurusnya untuk merayu Anna yang ngambek tingkat dewa.


Athar memegang dagu Anna dan mensejajarkankan wajah Anna pada wajahnya dan mengecup lembut bibir Anna. Anna diam tidak marah. Tetapi wajahnya tetap saja merengut.


*************


Bagi Athar membujuk kekasihnya itu tidak lah sesulit yang iya pikirkan. Dan sekarang Anna sedang sarapan spageti buatan Athar. Yang mana Athar duduk di sampingnya.


" Seperti yang aku katakan Anna. Aku tidak tau sama sekali. Aku hanya tau, Tante Maya, Tante Amelia dan mama berteman baik," jawab Athar.


" Kapan kamu tau hal itu?" tanya Anna.


" Sewaktu kita ada di desa. Aku tidak sengaja menemukan foto mereka ber-3 di rumah kamu. Saat itu bibi sedang beres-beres dan aku menemukan hal itu. Lalu aku menyuruh Jennie untuk menyelidikinya dan aku akhirnya mengetahui awal mula hubungan Tante Amelia dan juga Om Chandra. Aku langsung menanyakan pada mama dan saat itu mama hanya menjelaskan apa yang aku katakan tadi," jelas Athar dengan lembut sambil menatap Anna.


" Lalu kenapa tidak memberitahunya kepadaku?" tanya Anna yang terus mengunyah makanan itu.


" Aku ingin memberitahunya. Bahkan aku langsung datang kepadamu saat itu. Saat pertama kali mama Anjani datang kerumahmu. Bukankah kamu ingat kita bicara di luar di anak tangga waktu itu. Aku ingin mengatakannya. Tetapi aku tidak tau memulai dari mana dan aku juga kasihan dengan mama Maharani yang kelihatannya menyayangimu dan takut jika kamu membencinya," jelas Athar.


" Bukannya kebaikannya itu beralasan karena perbuatannya," sahut Anna.


" Anna kamu yang merasakannya. Kamu yang tau mana perbuatannya yang tulus. Atau hanya karena merasa bersalah. Dia juga tidak menginginkan semua ini. Dia juga terluka parah. Meski dia seorang penghiyanat dan pernah menjadi wanita yang sangat egois menjalin hubungan dengan pria beristri menghiyanati keluarganya. Tetapi dia tidak melanjutkan semua itu. Dia menyesalinya dan berusaha menjadi orang lebih baik. Semua kesalahan yang di lakukannya memang sangat fatal. Tapi bagiku dia seorang ibu. Dia juga mama ku. Walau dia tidak melahirkanku. Tetapi kasih sayang yang aku dapatkan begitu tulus. Jadi tidak ada manusia yang sempurna," ucap Athar menjelaskan pada Anna membuat Anna memahami situasi yang di hadapi Maharani.

__ADS_1


" Anna. Tidak mudah menjadi mama Maharani. Kamu coba bayangkan kehidupannya seperti apa. Kebaikannya di balas dengan semua ini. Dia ibu yang baik yang tidak membedakan mana anak kandung dan anak tiri. Jadi mengertilah dirinya," ucap Athar.


" Kamu sangat menyayanginya?" tanya Anna. Athar menganggukkan kepalanya.


" Sekarang semua masalah sudah terungkap dan aku rasa sudah tidak ada yang di sembunyikan lagi. Begitu juga dengan hubungan kita berdua yang tidak ada rahasia-rahasiaan lagi," jelas Athar.


" Tapi....." sahut Anna.


" Hey," Athar mengusap pipi Anna dengan lembut, " Yang penting sekarang kita sama-sama. Kamu sudah bertemu ibumu dan sudah tau bagaimana ceritanya. Sama dengan aku yang juga bertemu mama dan seperti yang aku katakan kita jangan melihat ke belakang lagi. Mari membuka hati, membuka maaf untuk semuanya. Biar kita merasakan kedamaian dan rasa kebencian itu hilang," ucap Athar memberi Anna nasehat.


Anna menghela napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan.


" Ya sudahlah. Kamu benar. Tidak perlu mengingat-ingat masalah itu lagi," sahut Anna yang akhirnya luluh.


" Sekarang bagaimana. Apa kamu sudah memaafkanku?" tanya Athar. Anna menganggukkan kepalanya membuat Athar tersenyum.


" Lalu mama bagaimana apa kah kamu memaafkan mama?" tanya Athar memastikan


" Jika tidak memaafkannya. Maka aku tidak akan mendapat restu berhubungan denganmu. Jadi harus memaafkan calon mertuaku," sahut Anna tersenyum membuat Athar mendengus dengan terukir senyuman.


" Jadi sekarang sudah lega?" tanya Athar. Anna menganggukkan kepalanya membuat Athar kembali tersenyum.


" Tapi...." Anna tiba-tiba mengucapkan Davin membuat Athar heran.


" Tapi apa lagi?" tanya Athar.


" Bagaimana dengan Olive. Apa dia marah kepadaku?" tanya Anna yang khawatir pada Olive.


" Kita sekarang ke kantor dulu. Nanti setelah itu kita temui Olive. Aku rasa dia mana bisa marah kepadamu," ucap Athar.


" Hmmm, ya sudah kalau begitu," sahut Anna tampak menolak. Athar tersenyum dan menyuruh Anna untuk kembali melanjutkan makannya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2