Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 82 Kelakuan Anna.


__ADS_3

Athar tetap menjawab tidak apa-apa. Padahal dia memang tidak enak badan.


" Tapi tubuhmu hangat," sahut Anna yang malah khawatir dengan Athar. Bahkan Anna berubah menjadi wanita yang begitu lembut dan perhatian.


" Aku tidak panas," sahut Athar membantah.


" Kau panas, suhu tubuhmu tidak baik," sahut Anna.


" Itu hanya panas biasa. Karena aku kelelahan dan rumahmu tidak cocok untuk kulitku. Meski kau sudah membersihkannya tetap saja masih banyak kuman. Tempat ini tidak steril, makanya aku seperti ini," ucap Athar menegaskan yang malah menyalahkan Anna.


" Hah!" Sahut Anna dengan menaikan ujung bibir ke atas yang langsung kesal dengan Athar. " issss, kau benar-benar masih mengatai rumahku ini itu. Ya sudah kalau tidak steril sana pulang!" usir Anna dengan kesal kepada Athar. Bahkan matanya melotot pada Athar.


" kalau saja tidak hujan aku pasti pulang. Aku juga tidak Sudi tinggal di sini," sahut Athar.


" Alasan, tadi mengantuk, sekarang alasannya hujan. Bilang saja kau memang ingin menginap di sini dan ingin menindasku," sahut Anna kesal.


" Terserah apa yang kau pikirkan. Sana kembali kekamarmu. Aku mau tidur jangan menggangguku," sahut Athar yang mengusir Anna. Membuat Anna berdesis kesal.


" Siapa juga yang mengganggumu. Heh ini rumah siapa jadi jangan mengatur-atur ku," desis Anna yang langsung berdiri melihat Athar dengan tatapan tajam.


" Kenapa masih berdiri sana pergi!" usir Athar lagi.


" Ini juga sudah mau pergi. Huhhhh merepotkan saja," sahut Anna yang langsung membalikkan tubuhnya.


" Heh tunggu!" panggil Athar.


" Ada apa lagi!" sahut Anna kesal membalikkan tubuhnya.


" Bawa gelas ini!" titah Athar.


" Isssh, apa tidak bisa bawa sendiri Kau pikir aku pembantuku," desis Anna yang mengambil terpaksa dan menyimpannya ke dapur. Lalu melihat Athar sewot dan kembali memasuki kamarnya.


Athar menghembuskan napasnya panjang setelah kepergian Anna.


" Ada apa denganku. Kenapa aku tiba-tiba seperti ini. Hmmmm dan lagi-lagi aku bermimpi buruk lagi," ucap Athar dengan mengusap wajahnya kasar dengan ke-2 tangannya.

__ADS_1


***********


Anna memasuki kamarnya dan duduk di atas tempat tidur.


" Kenapa dia mimpi menyebut-nyebut nama mamanya. Bahkan dia terlihat sangat takut. Bukannya mamanya ada bersamanya setiap hari," ucap Anna yang kepikiran dengan mimpi Athar.


" Hmmmm, apa dia baik-baik saja. Ya seharusnya baik-baik saja. Anna kenapa kamu jadi memikirkannya. Dia itu pasti baik-baik ajalah," Anna mengoceh sendiri di dalam kamarnya.


Wajahnya tidak bisa di bohongi jika sebenarnya begitu mengkhawatirkan Athar. Anna mengacak-acak rambutnya frustasi dengan ke-2 tangannya.


" Argggghhh Anna sudahlah, mending kau tidur lagi," ucapnya langsung menghempaskan tubuhnya di atas ranjang dengan matanya menatap langit kamarnya. Napasnya naik turun denga pemikirannya yang tidak hilang dari Athar. Sampai pemikatan itu di bawanya ke alam bawah sadarnya dengan matanya yang perlahan memejam.


Hujan deras di luar sana membuat Anna tertidur di kamarnya dan Athar yang juga sudah kembali tidur di sofa dengan balutan selimut yang di berikan Anna yang menghilangkan rasa dingin di tubuhnya. Badannya yang kurang enak memang efek dari mimpi buruknya. Itu bukan pertama kali untuknya dan paling besok juga sembuh kembali.


***********


Satu tetesan hujan dari genteng rumah menetes ke genakan air. Setelah hujan deras tadi malam. Ternyata pagi ini begitu cerah. Matahari memberikan sinar positif yang memberikan semangat untuk melakukan aktifitas seperti biasa.


Dan seperti biasa di perumahan susun tempat Anna tinggal pasti heboh dengan para emak-emak yang beraktifitas di pagi hari yang sibuk mengurusi anak- anaknya. Ya rumah susun itu memang sangat heboh.


Baru beberapa hari saja Anna sudah merindukan tempat itu. Dia sudah tidak membayangkan jika Athar benar-benar akan memecatnya atau kontraknya habis. Dia benar-benar akan terkena malaria rindu karena tidak berada di kantor.


Setelah bersiap-siap. Anna pun sudah duduk di warung Bu Sri yang ternyata Anna membeli sarapan.


" Anna belakangan sangat sibuk ya?" tanya Bu Sri sembari membuatkan sayur lontong untuk Anna.


" Tidak juga Bu," sahut Anna.


" Tapi jarang kelihatan apa lagi beberapa hari ini. Kamu kemana. Motornya tetap parkir. Tetapi orangnya tidak pernah nongol," ucap Bi Sri.


" Oh itu. Iya memang ada pekerjaan dan tidak membawa motor," sahut Anna mencari alasan. Tidak mungkin juga dia menceritakan apa adanya.


" Hmmm, pantesan. Memang pacarnya tidak tau ya," sahut Bu Sri.


" Pacar," sahut Anna heran.

__ADS_1


" Ya, pacar kamu, tuh yang punya mobil," Anna langsung melihat ke arah mobil Athar, " Kata Pak Supri pacar kamu orang kaya ya. Kamu beruntung Anna sudah dapat yang kaya baik lagi perhatian lagi sama kamu. Sampai-sampai datang kemari untuk menanyakan kamu," ucap Bu Sri yang membuat Anna bingung.


" Athar datang kemari!" batin Anna tampak bingung.


" Cie, Anna yang sekarang punya pacar," goda Bu Sri.


" Bu Sri ada-ada aja. Siapa yang punya pacar. Aku tidak punya pacar sama sekali," sahut Anna membantah. Ya memang kenyataannya Athar bukan pacarnya.


" Kamu ini malah malu-malu. Takut amat di ambil," sahut Bu Sri yang terus menggoda Anna.


" Hahahaha, ambil aja kalau niat. Saya tidak takut," ucap Anna pelan. " Sudah selesai pesanan saya?" tanya Anna.


" Nih," sahut Bu Sri memberikan 2 piring.


" Kamu juga perhatian kepada pacarmu. Sampai sarapannya di berikan," goda Bu Sri lagi. Anna tersenyum terpaksa saja menanggapi kata-kata Bu Sri.


" Makasih ya Bu, saya kerumah dulu," sahut Anna yang langsung pergi. Lama-lama di ada di sana Bu Sri bisa bicara yang semakin tidak waras lagi dan membuat kepalanya sakit.


Anna menaiki anan tangga dengan perlahan dengan ke-2 tangannya membawa piring berisi sayur lontong.


" Pacar katanya. Emang ada yang mau pacaran sama dia. Lagian mana ada juga wanita yang mau bersamanya. Ihhhh aneh," gerutu Anna yang mengoceh. Anna tiba di depan rumahnya dan tiba-tiba pintu rumahnya di buka dari dalam membuat Anna tersentak kaget.


" Issss!" desis Anna dengan terpekik dan jantungnya hampir copot dengan Athar yang muncul tiba-tiba.


" Kamu dari mana?" tanya Athar dengan wajahnya yang serius. Athar juga terlihat mengatur napas lega. Dan bisa di lihat Athar sepertinya habis panik. Mungkin saja dia mencari-cari Anna. Karena Anna meninggalkannya saat Athar masih tidur.


" Ya dari mana, ya ini," sahut Anna santai yang masih dengan napas naik turun. Athar tidak bicara lagi dan memasuki rumah Anna kembali.


" Aneh, kenapa sih dia," gerutu Anna heran dan memasuki rumah menyusul Athar.


Athar menuju kamar mandi yang sepertinya ingin mencuci mukanya.


" Kau pakai sikat gigi yang warna biru. Itu masih baru," teriak Anna yang meletakkan 2 pring di meja makan. Athar berada di kamar mandi melihat di wastafel Anna memang menyiapkan sikat gigi untuknya.


Athar melihat wajahnya di cermin. Tidak tau kenapa dia terlalu Parno apa-apa sangat mengkhawatirkan Anna. Apa lagi mengingat Pria misterius tadi malam. Athar membuang napasnya perlahan dan mencuci wajahnya di wastafel dan juga langsung sikat gigi.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2