
Athar memasuki kamarnya dengan wajahnya yang begitu frustasi dengan mengusap kasar wajahnya sampai mengusap ke kepalanya.
" Kenapa semuanya bisa seperti ini. Kenapa bisa seperti ini. Aurelia kamu benar-benar melewati batasmu. Kau bertindak tanpa memberitahuku. Apa yang kau dapatkan dari semua ini," batin Athar dengan suara beratnya yang benar-benar kebingungan.
Athar mengambil ponselnya dari sakunya dan langsung menghubungi Jennie.
" Kau bersihkan berita hari ini!" titah Athar.
" Athar kamu yakin. Athar kamu sedang menjalankan proyek. Perusahan bisa kenak dampak buruk dengan keputusan ini," ucap Jennie yang memberi saran dan sama dengan apa yang di katakan Ari Purnama tadi semuanya sama.
Athar terdiam yang seolah-olah sekarang tidak bisa mengatakan apa-apa, dia seperti terjebak yang tidak bisa melakukan apa-apa.
" Athar aku akan mencoba meredakan berita ini tanpa mempengaruhi apapun," sahut Jennie yang mencari solusi dalam masalah atasan dan sabatnya itu.
" Baiklah!" sahut Athar yang menurunkan handphonenya dari telinganya dan menjatuhkan sembarang di atas tempat tidur. Kembali mengusap kasar wajahnya dengan hembusan napas beratnya.
" Aku tidak tau apa yang akan terjadi setelah ini. Kenapa semuanya jadi seperti ini, Argggghhh," teriak Athar dengan mengacak-acak rambutnya frustasi.
************
Berita di media sibuk dengan berita pertunangan 2 anak pengusaha kaya Athar dan juga Aurelia dan itu berita yang menjadi tranding topik.
Berita itu juga mewarnai televisi di rumah Anna. Di mana Anna sedang makan dengan lahap dan Anjani yang melihat berita di televisi yang mana dia duduk di sofa dan melihat Anna yang makan dengan lahap antara tidak peduli dengan berita itu. Ayah Anna hanya mengalihkan pikirannya saja.
" Jadi dia dia sudah punya tunangan?" tanya Anjani melihat ke arah Anna yang seolah-olah masa bodoh.
" Pasti Bu Anjani pata hati makanya bertanya lemas seperti itu," batin Anna dengan mulutnya yang mengunyah terus.
" Anna kamu baik-baik aja kan?" tanya Bu Anjani. Anna melihat ke arah Bu Anjani dan menganggukkan kepalanya.
" Kamu yakin baik-baik aja?" tanya Bu Anjani.
" Ya yakinlah Bu. Kenapa tidak yakin," sahut Anna heran.
" Tapi ibu melihat Athar tidak cocok dengan wanita itu. Ibu melihat Athar tidak menyukainya mata Athar berbeda saat melihatnya sangat berbeda saat melihat kamu. Jadi ibu yakin kamulah wanita yang paling di cintainya. Percayalah pada ibu," ucap Anjani.
__ADS_1
Anna mendengarnya mengkerutkan dahinya dengan makanan yang penuh di mulutnya. yang bingung harus berekspresi apa dengan kata-kata Anjani.
" Kamu harus semangat ya," ucap Anjani. Anna mengangguk saja dengan senyum terpaksanya yang tidak mengerti dengan kata-kata Anna.
" Ya Allah. Aku yakin putraku pasti sedang dalam tahap masalah. Dia pasti penuh kebingungan aku yakin dia sekarang di landa dilema dengan perasaannya. Keluarga yang sama-sama kaya yang sama-sama dari kalangan atas mempersatukan kekayaan itu dengan keluarga mengorbankan anak dan kali ini putraku yang menjadi korbannya," batin Anjani yang merasa sedih yang melihat Athar yang di himpit wartawan dengan wajah panik Athar.
Anna melihat eksperesi Bu Anjani yang begitu sedih dengan matanya yang berkaca-kaca.
" Kasian Bu Anjani. Dia pasti begitu sedih karena Athar telah bertunangan," batin Anna. Wajah Anna juga terlihat sedih sebenarnya. Namun hanya berbicara yang tidak-tidak untuk menghibur dirinya sendiri.
***********
Anna berada di atas tempat tidurnya yang terlihat gelisah dengan tubuhnya yang miring ke kanan dan miring ke kiri yang mana Anna tidak bisa tidur yang tidak tau apa yang di pikirkannya.
" Tidak Anna mana mungkin kamu menunggunya untuk datang. Mana mungkin Anna kamu menunggunya untuk menjelaskan sesuatu. Kamu gila ya Anna," batin Anna merasa ada yang tidak beres dengan saraf otaknya yang bisa-bisanya menunggu Athar untuk menemuinya.
" Anna!" Panggil Bu Anjani memasuki kamar.
" Iya Bu," sahut Anna yang langsung duduk. Anjani pun mendekati Anna dan langsung duduk di samping Anna dengan mengusap rambut Anna.
" Belum ngantuk aja," jawab Anna.
" Yakin belum ngantuk?" tanya Anjani. Anna mengangguk.
" Tapi ibu melihat kamu ini seperti orang yang banyak pikiran. Apa yang kamu pikirkan?" tanya Anjani.
" Tidak ada Bu. Anna tidak memikirkan apa-apa kok Bu," jawab Anna. Anjani pun langsung memeluknya dengan erat yang membuat Anna heran. Namun Anna tersenyum yang merasa bahagia di peluk Anjani.
" Ibu juga pernah muda dan juga pernah galau," ucap Anjani.
" Kamu jangan khawatir dia akan bersamamu terus. Kalau memang dia jodohmu," ucap Anjani.
Anna tidak memperdulikan bicara Anjani. Dia tersenyum dan merasa nyaman karena mendapat pelukan itu. Itu yang di pikirkannya kata-kata Anjani yang tidak di mengertinya tidak masuk kedalam otaknya. Memang dia hanya menghibur dirinya dengan seperti orang yang bahagia yang tidak terjadi apa-apa.
************
__ADS_1
Di sisi lain Aurelia yang sedang mandi di dalam bathup tersenyum sambil meneguk orens jus dengan mandi yang di penuhi busa-busa sabun.
" Sekarang kau mau apa Anna. Kau tidak bisa apa-apa Anna. Aku akan bertunangan dengan Athar. Tidak sia-sia semua ini aku lakukan yang pada akhirnya Athar akan menjadi milikku selama-lamanya," batin Aurelia yang merasa puas sekarang yang telah menang dari Anna.
Hal singkat yang di lakukannya telah berhasil dan Athar dan dirinya benar-benar akan bertunangan yang bukan hanya sekedar isu saja. Namun nyata sekarang.
***********
Seperti biasa Anna akan berangkat kekantor dan Anna dan setelah turun dari motornya Anna langsung berjalan menuju ruangannya.
" Anna!" panggil Lisa.
" Hey Lisa. Tangan kamu sudah sembuh," ucap Anna yang melihat tangan Lisa tanpa gift lagi.
" Hmmm, iya sudah sembuh. Sudah bisa di gerak-gerakkan," sahut Lisa dengan menggerak-gerakkan tangannya.
" Wesss, syukurlah kalau begitu," sahut Anna yang ikut senang.
" Hmmm, bye they Anna. Aku kok nggak tau sih. Kalau kamu dan Aurelia itu adalah adik kakak," ucap Lisa tiba-tiba.
" Memang itu penting," sahut Anna dengan santai.
" Kayaknya kamu lagi tidak baik-baik saja ya dengan keluargamu?" tanya Lisa dengan hati-hati.
" Argggghhh, sudahlah nggak usah di pikirin. Mood aku jadi hilang, biarin ajalah gitu. Lagian tidak penting," sahut Anna yang memang pasti risih jika sudah membahas masalah keluarganya.
" Iya-iya deh," sahut Lisa, " ya sudah aku mau keruangan ku dulu. Aku kebetulan banyak kerjaan dari bos Athar. Maklumlah dua lagi ada pekerjaan di Luar Negri," ucap Lisa.
" Athar ke Luar Negri," sahut Anna yang tampak terkejut.
" Hmmm, makanya aku pasti jadi korbannya yang pekerjaan ku jadi banyak," ucap Lisa.
" Ya sudah aku pergi dulu ya," ucap Lisa yang langsung pamit. Anna mengangguk-angguk saja.
" Jadi dia ke Luar Negri. Pantesan aku tidak melihatnya sama sekali," batin Anna yang sepertinya mulai merasa ada yang hilang darinya.
__ADS_1
Bersambung