
Anna dan Athar masih saling melihat dan Anna masih saja panik jika Athar akan berbuat yang aneh-aneh padanya.
" Aku akan memegang janjimu. Aku mengampuni kebohonganmu kali ini. Jika kau melakukan lagi dan banyak bermain drama di depanku atau di belakangku melakukan sesuatu yang tidak aku sukai. Aku tidak akan mengampunimu dan mungkin aku bisa khilaf kepadamu," ucap Athar dengan lembut. Namun matanya melihat nakal tubuh Anna membuat Anna panik dan langsung mendorong Athar.
" Kau tidak perlu melihatku seperti itu," geram Anna. Yang menjauh sedikit dari Athar. Athar hanya mendengus dengan melihat canggungnya Anna dengan wajah Anna yang mulai memerah.
" Jangan berpikiran buruk terus kepadaku. Aku tidak pernah niat ingin melecehkanmu," sahut Athar yang duduk di samping Anna dengan bersandar pada pohon. Anna seketika menjadi kikuk dengan melihat-lihat kesampingnya yang tiba-tiba tidak berani menatap Athar.
" Kenapa kau diam?" tanya Athar.
" Memang apa lagi yang harus aku katakan semua sudah aku katakan," sahut Anna yang memeluk ke-2 lututnya untuk mengurangi rasa dingin di tubuhnya.
" Aisss, kenapa juga harus jujur kepadanya tadi," batin Anna yang terlihat menyesal.
" Jangan terlalu menjauh kau bisa basah," ucap Athar yang melihat curahan hujan tertiup pada Anna. Anna diam yang tidak memperdulikan kata-kata Athar.
" Jangan keras kepala. Aku tidak akan berbuat aneh-aneh denganmu dan lagian aku itu bos besar. Aku mana mungkin melakukan hal itu di hutan. Paling tidak harus di hotel mewah," ucap Athar menggoda Anna.
" Issss, kau ini," geram Anna yang bertambah kesal.
" Sudah kemarilah jangan membantah," sahut Athar menegaskan.
Anna tetap kekeh di tempatnya yang tidak mau dekat-dekat dengan Athar. Namun tiba-tiba Anna langsung mendekati Athar yang membuat Athar kaget, di mana Anna mepet-mepet dengan memeluk lengan Athar. Yang membuat Athar mendengus kasar.
" Tadi jual mahal sekarang dekat-dekat," desis Athar geleng-geleng. Namun Anna tidak menjawab dan terus mepet-mepet dengan Athar membuat Athar bingung.
" Anna kau geserlah yang ada aku yang jatuh," ucap Athar kesal.
" Issssh, kau diamlah! Aku tidak akan mepet-mepet kalau dia tidak mendekatiku," ucap Anna terlihat takut.
" Apasih," sahut Athar heran.
" Itu lihat!" tunjuk Anna dengan mengarahkan matanya dan Athar langsung melihat yang mana ternyata ular kobra yang kepalanya mengarah pada Anna.
" Hus, hus, hus," usir Anna yang ketakutan. Athar ayo cepat bunuh ularnya," ucap Anna menyuruh Athar.
__ADS_1
" Ya. Pakai apa?" tanya Athar.
" Ya ambil ekornya pakai tangan. Lalu buang, kenapa malah bertanya," ucap Anna dengan kesal.
" Nggakk mungkinlah. Itu luar berbisa yang ada aku kepatuk," sahut Athar yang juga bergeser-geser. Dari gestur tubuhnya terlihat takut dengan ular.
" Issssh, kamu itu cemen banget sih jadi cowok, heran aku," sahut Anna kesal.
" Ya kalau kamu merasa hebat ya kamu lah yang membuangnya," sahut Athar santai. Anna hanya berdecak kesal dengan emosi tingkat dewa pada Athar.
" Sangat tidak berguna!" geram Anna muak dengan Athar. Anna melihat ular itu yang kepalanya tetap mengarah Anna. Namun berpindah pada Athar.
" Ular cantik, ciptaan tuhan yang paling seksi. Kamu jangan ganggu aku ya. Jangan gigit aku. Aku tidak enak. Kamu pasti tau aku itu rakyat jelata. Aku tidak pernah makan enak. Jadi percuma kamu menggigit ku tidak ada gunanya," ucap Anna yang malah bicara dengan ular membuat Athar geleng-geleng. Ada saja menurutnya tingkah Anna. Kepala ular cobra yang siap mematuk itu pun berpindah pada Athar.
" Benar sekali, sasaran kamu tepat. Dia saja yang kamu gigit. Dia orang kaya dan cocok untukmu. Lagian dia itu sangat jahat. Suka menindasku dan mengerjaiku. Jadi dia saja yang kau gigit. Oke," ucap Anna negoisasi dengan ular itu. Athar mendengarnya mendengus kasar dengan Anna yang malah mengorbankan dirinya.
" Apa maksudmu bicara seperti itu?" tanya Athar.
" Itu yang terbaik. Kau memang harus musnah dari muka bumi ini. Tenang saja nanti mayatmu akan aku berikan pada keluargamu. Kau hanya tinggal memberikan pesan-pesan baik kepadaku," sahut Anna dengan entengnya membuat Athar geram ingin menerkam Anna sekarang juga. Yang adanya dia yang berencana ingin mengigit Anna.
" Jadi ular gigit dia saja. Oke-oke," ucap Anna lagi yang ketakutan.
" Masa bodo. Salahmu kau itu tidak gentelment untuk mengusirnya," sahut Anna dengan kesal melihat Athar.
" Ya kau tidak harus bicara seperti itu. Dari kata-kata mu. Kau itu punya niat untuk membunuhku," sahut Athar kesal.
" Itu hal spontan yang aku lakukan," sahut Anna santai.
" Alasan aja. Tadi ada aja kau baru berjanji untuk lebih baik. Baru beberapa menit kelakukan mu sudah seperti ini!" geram Athar.
" Ya mau gimana lagi," sahut Anna yang malah berdebat dengan Athar dan tidak memperdulikan ular itu yang mengincar kaki Anna yang goyang-goyang dan sampai ingin mematuk Anna. Athar yang melihatnya kaget dan menarik Anna sedikit kepadanya sampai ular itu tidak tepat sasarannya.
" Aaaaaa!" teriak Anna yang semakin ketakutan dengan memeluk lengan Athar kuat.
" Hus, hus, hus," Athar mengusir ular tersebut tanpa menggunakan benda apapun dan syukurlah ularnya langsung pergi. Dan Anna masih memeluk Athar yang masih ketakutan.
__ADS_1
" Sudah pergi," ucap Athar kesal.
Anna yang tidak percaya mengintip sedikit dengan perlahan kepalanya ke arah di mana ular tadi dan memang benar tidak ada.
" Kemana perginya?" tanya Anna melihat-lihat di sekitarnya.
" Ya pergilah. Ngapain di tanya lagi," sahut Athar kessal. Anna melihat tangannya yang memeluk lengan Athar langsung dengan cepat melepas dan menjauh sedikit dari Athar.
" Kau benar-benar ya Anna tidak bisa menepati janjimu," ucap Athar kesal.
" Ya namanya takut. Kenapa menyalahkanku. Seharunya yang salah itu kau. Kan kau Pria yang seharusnya menjaga ku. Masa iya aku jauh lebih berani darimu," sahut Anna mencari pembelaan.
" Berani apanya. Kau hanya mengoceh bicara dengan suka-suka tanpa tau sopan santunmu. Aku juga yang mengusirnya," sahut Athar kesal.
" Ya kan memang seharusnya," sahut Anna santai.
" Kesabaranku benar-benar ada batasnya. Awas saja kau," sahut Athar.
" Kau mau ngapain?" sahut Anna yang panik.
" Memperkosa mu," jawab Athar emosian.
" Awas saja. Jika kau melakukan itu," sahut memberi peringatan.
" Oke baiklah, aku tau aku salah sudah menumbalkanmu pada ular itu. Aku hanya takut," sahut Anna dengan suaranya yang di lemaskan. Athar diam saja yang menetralkan emosinya yang membuladak karena marahnya pada Anna.
" Aku tidak akan melakukannya lagi," sahut Anna dengan pelan. Athar tidak semudah itu percaya.
" Aku mau tidur jangan macam-macam dengan ku. Kau dengar itu. Awas saja kalau kau macam-macam dengan ku dan jangan pergi juga. Jangan meninggalkan ku di sini sendirian," ucap Anna yang memperingatkan kembali dengan nada pelan.
Athar hanya diam tidak menanggapi Anna. Namun mendengar ketakutan dari Anna dan sepertinya takut sendirian. Membuat Athar seakan lunak dengan suara Anna yang pelan itu.
" Aku tidur," ucap Anna pamit lagi.
Anna yang terlihat hati-hati langsung bersandar pada pohon sama dengan Athar dengan kakinya di luruskannya dan perlahan memejamkan matanya dengan mengeratkan kemeja Athar padanya. Athar menoleh kesampingnya dan melihat Anna sudah langsung tidur saja.
__ADS_1
" Entah kapan kelakukannya akan berubah. Memang wanita aneh," batin Athar geleng-geleng. Aneh-aneh seperti itu sudah mulai ada rasa yang berlebihan.
Bersambung