Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 288 Pertemuan menegangkan.


__ADS_3

Aurelia sekarang bersama Derry di suatu ruangan dengan Aurelia yang duduk dah menangis dengan menutup wajahnya dengan ke-2 tangannya dan Derry hanya diam saja. Sebelumnya Derry memang sengaja membawa Aurelia dari tempat itu. Agar Aurelia bisa menenangkan dirinya. Tetapi bukannya tenang Aurelia marah sekarang menangis terisak-isak.


" Aku menang pantas mendapatkan semua ini. Sekarang aku baru merasakan. Jika aku tidak punya siapa-siapa lagi. Tidak ada satupun yang peduli padaku. Mama nyata di depan ku. Tetapi mama benar-benar sudah melupakanku," ucap Aurelia yang benar-benar merasa sendiri setelah kejadian tadi.


" Aurelia semua orang butuh waktu dan mungkin semua ini tidak mudah. Mungkin ala apa yang kamu pikirkan tidak sama dengan apa nyatanya. Jadi jangan berpikiran negatif dulu. Pelan-pelan semuanya akan kembali seperti dulu lagi," ucap Derry yang selalu menasehati Aurelia.


Aurelia hanya menangis saja. Tidak tau apa yang di katakan Derry di dengarnya atau tidak. Dia merasa dia memang tidak pantas untuk di peluk mamanya. Walau pun dia menginginkan hal itu dan sangat merindukan mamanya.


Tetapi Aurelia tidak mendapatkan hal itu dan bahkan tadi mamanya hanya peduli dengan Anna tanpa menyapanya sedikitpun atau tersenyum dan bahkan sengaja untuk tidak melihat dirinya dan Aurelia menyadari semua itu terjadi karena masa lalu yang di lakukannya.


" Jangan menangis lagi Aurelia. Kamu terluka sini biar aku obati," ucap Derry mendekatinya dan meraih pergelangan tangan Aurelia.


" Kamu akan melanjutkan kompetisi secepatnya. Jadi jangan menangis apapun. Seperti apa yang aku katakan. Aku akan ada terus bersamamu," ucap Derry yang tidak akan pernah meninggalkan Aurelia.


*********


Sementara di sisi lain. Anna yang mengkhawatirkan Aurelia mencari-cari Aurelia. Anna berjalan cepat di koridor-koridor Perusahaan, untuk mencari keberadaan kakaknya yang tadi sebelumnya terluka.


" Anna tunggu!" panggil Athar yang mengejar Anna dan berhasil menahan tangan Anna.


" Anna kamu mau kemana?" tanya Athar.


" Aku harus mencari kak Aurelia. Dia tadi terluka," ucap Anna dengan panik yang kepalanya terus berkeliling mencari keberadaan kakaknya. Athar menegang wajah Anna dengan ke-2 tangannya. Agar wajah Anna menghadap dirinya.


" Hey dengarkan aku!" ucap Athar menatap wajah Anna dalam-dalam, " kamu tenang jangan panik! kita cari sama-sama," ucap Athar yang mencoba menenangkan Anna yang terlihat gelisah.


" Kenapa kak Aurelia pergi begitu saja?" tanya Anna dengan matanya yang berkaca-kaca.


" Dia ada di sini. Dia tidak pergi," ucap Athar. Anna malah meneteskan air mata dan langsung memeluk Athar.

__ADS_1


" Apa dia salah paham? apa kak Aurelia merasa aku bersenang-senang di atas penderitaannya?" Anna bertanya-tanya yang mengerti apa yang di rasakan Aurelia. Dia mendadak takut dengan Aurelia yang akan meninggalkannya.


Anna marah mungkin. Tetapi memaafkan sudah pasti dan dia juga tau kakaknya selama ini melakukan hal itu karena rekanan yang di dapatkan dari papanya. Dan Aurelia juga sangat peduli kepadanya sebelumnya.


" Hey jangan menangis. Apa yang harus kamu tangisi Anna. Kamu tidak perlu menangis. Aurelia akan baik-baik saja," ucap Athar yang mengusap-usap pundak Anna.


**********


Sementara di sisi lain Maya dan Anjani juga mencari-cari keberadaan Anna. Saat mereka melangkahkan kaki mereka. Tiba-tiba mereka berpapasan dengan Chandra yang membuat langkah Maya langsung berhenti dan Anjani juga ikut menghentikan langkahnya.


" Akhirnya aku bertemu denganya dari sekian lama. Chandra yang sudah menghancurkanku dan sekarang kehancuranmu sudah di depan mata," batin Maya yang pasti memiliki dendam kesumat kepada mantan suaminya itu yang ada di depan matanya yang pasti tidak jauh dari depannya.


" Ini memang Maya, sungguh yang ada di depan ku ini memang Maya. Aku tidak percaya. Jika Maya bisa datang dan sekarang Maya benar-benar sudah berubah," batin Chandra yang terlihat tidak percaya juga melihat jelas mantan istrinya itu.


" Ayo Maya!" ajak Anjani yang melihat Maya diam dan melihat Chandra yang juga saling melihat dengan Chandra. Anjani memegang tangan Maya dan membawa Maya untuk melanjutkan langkahnya.


" Kau bicara denganku?" tanya Maya dengan menatap meremehkan.


" Sombong sekali dirimu. Sampai bertemu denganmu setelah beberapa tahun dan tidak menyapaku sama sekali. Apa kau melupakan suami mu ini," sahut Chandra.


Maya mendengarnya mendengus kasar dengan kata-kata suami, " apa katamu suami?" tanya Maya dengan sinis, " apa aku tidak salah dengar dengan perkataan mu yang sangat menjijikkan itu," sahut Maya dengan menyunggingkan senyumnya pada Chandra.


Chandra mendekatkan dirinya pada Maya dan terlihat memegang tangan Maya. Namun Maya langsung menepis tangannya.


" Jangan menyentuhku sedikit pun!" tegas Maya.


" Kenapa. Aku ini adalah suamimu!" sahut Chandra yang percaya diri.


" Kau bukan suamiku. Kau itu hanya mantan. Jadi menyinggirlah dari hadapan ku," ucap Maya menegaskan.

__ADS_1


" Apa kau seperti ini karena sudah kaya. Apa kau mengatakan semua ini. Karena sudah berubah?" tanya Chandra.


" Iya. Karena aku harus pilih-pilih mau dengan siapa dan kau bukan level ku. Aku tidak bersama orang-orang yang menjadi penghiyanat, aku tidak bersama dengan orang sepertimu!" tegas Maya menekankan bicara dengan pedas.


" Wau kau Maya benar-benar sudah berubah?" tanya Chandra.


Maya menyunggingkan senyumnya, " menyinggir dari hadapanku!" tegas Maya.


" Kalau aku tidak mau bagaimana," sahut Chandra yang sengaja mencari gara-gara dengan Maya.


" Kau jangan menghalangi jalan kami. Kami tidak ada urusan denganmu. Jadi menyinggir dari hadapan kamu. Jangan mengganggu kami dan kau bukan urusan kami," tegas Anjani yang juga pasang badan untuk Maya.


Chandra mendengus kasar mendengarnya perkataan Anjani, " aku sampai melupakan dirimu yang mengaku sebagai ibu Anna. Apa selama ini kalian berdua bekerja sama?" tanya Chandra dengan sinis menatap Anjani.


" Apapun yang kami lakukan. Kau tidak perlu ikut campur jadi sesuai dengan apa yang kami katakan menyinggir dari hadapan kami," tegas Anjani yang memegang tangan Maya untuk berjalan melewati Chandra.


Namun Chandra tetap menahannya dan tidak lama sebuah tangan langsung menyinggirkan tangan Chandra dari tangan Maya yang membuat Chandara menoleh ke arah sampingnya yang tak lain ternyata adalah Mahenra.


Dengan kasar Mahendra menjatuhkan tangan itu.


" Jangan berani-beraninya menyentuh Bu Maya!" tegas Mahendra dengan suara dinginnya.


" Siapa kau?" tanya Chandra.


" Kau tidak perlu tau siapa aku. Aku akan turun tangan, jika kau berani sekali saja menyentuh Bu Maya dan mau akan mengingat dengan jelas apa yang aku lakukan nanti!"tegas Mahendra.


" Kau berani kepadaku?" tanya Chandra yang terlihat menantang.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2