Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 157 Hari bahagia.


__ADS_3

Setelah siput saus Padang selesai di masak Anjani dan gadis-gadis tukang berantakan itu, waktunya mereka makan lesehan dengan masakan Anjani yang di serakkan di atas pelastik yang di jamin bersih dan mereka mengelilingi makanan itu.


Di mana Athar pasti di samping Anna. Mereka memang suka nempel-nempel. Namun pacaran tidak mau. Mungkin belum waktunya harap bersabar para pembaca.


Mereka menikmati dengan lahap siput saus Padang tersebut menggunakan tangan dan mungkin ini pertama kali Athar makan menggunakan tangan dan pasti Athar tidak menyangka jika makan menggunakan tangan itu sangat nikmat.


" Kalau nikmat seperti ini tidak apa-apa kukuku lecet," sahut Olive yang makan dengan lahap yang rela dengan kukunya yang rusak.


" Jangan mikirin kuku yang penting perut kita kenyang, masakan Bu Anjani sangat lezat," sahut Sana.


" Setuju, tidak kalah sama masakan Restaurant bintang 5," sahut Lisa.


Anjani tersenyum dengan dirinya yang bersama anak-anak gadis itu dan apalagi ada putranya di sana dan sedari tadi Anjani memperhatikan di mana Athar yang mungkin spontan menyisihkan daging kepiting untuk Anna, menyisihkan dari cangkangnya yang kelihatan dia tidak ingin Anna repot-repot.


Tidak ada yang memperhatikan kebersamaan mereka. Namun Anjani yang melihat kebersamaan itu. Tersenyum lebar dengan Athar yang begitu perhatian pada Anna.


" Sepertinya Anna memang pilihanmu. Dia gadis yang kuat dan sama sepertimu. Athar semoga kamu bisa mengungkapkan isi hatimu kepadanya. Ibu yakin dia adalah kebahagianmu dan kamu adalah Pria yang akan menutup kesedihan Anna," batin Anjani yang tersenyum melihat kebahagian Amna dan juga Athar yang mana ke-2nya terlihat saling suka. Namun masih ada perasaan yang di sembunyikan.


Anna dan Athar yang makan bersama tidak jarang beberapa kali saling melihat dan seolah dunia hanya milik mereka berdua.


************


Setelah acara makan malam selesai akhirnya teman-teman Anna sudah pulang dan Athar terakhir pulang yang sekarang di Athar oleh Anna kemobil Athar.


" Aku pulang dulu," ucap Athar pamit.


" Makasih ya Athar kamu sudah merawatku saat aku sakit," ucap Anna.


" Sama-sama, lain kali jaga kesehatanmu, agar kamu tidak seperti ini lagi," ucap Athar memberi saran. Anna menganggukkan kepalanya.


" Ya sudah aku pulang dulu!" ucap Athar pamit lagi.


" Tunggu dulu!" sahut Anna.


" Ada apa?" tanya Athar. Anna memberikan paper bag untuk Athar.


" Ambillah!" ucap Anna.

__ADS_1


" Apa ini?" tanya Athar dengan heran.


" Itu kemejamu. Aku sudah mengganti yang kemari aku hanyutkan," ucap Anna.


" Tidak mungkin kau menggantinya, ini pasti kW," sahut Athar dengan spele kepada Anna.


" Sembarangan bicara," sahut Anna. " Aku sempat melihat mereknya sebelum kemeja itu di bawa Arus dan aku membelinya sama persis dengan yang jatuh kesungai. Jadi mana mungkin KW," ucap Anna mulai kesal.


" Kemejaku barang mahal mana mungkin kamu bisa membelinya. Kamu dapat uang dari mana, habis mencuri," sahut Athar.


" Issss, benar-benar menyebalkan. Aku tidak mungkin mencuri hanya untuk membeli itu. Kamu itu terlalu spele kepadaku. Aku membelinya uang dari bibi kemarin. Jadi jangan main tuduh sembarangan," ucap Anna dengan kesal.


" Aku sudah mengatakan tidak perlu di ganti. Kenapa masih di ganti," sahut Athar.


" Aku tidak mau ada hutang Budi," sahut Anna.


" Hutang Budi," sahut Athar.


" Argggghhh, sudahlah ambil aja dan nggak usah banyak protes. Sana pulang buruan," ucap Anna maksa Athar untuk mengambil kemeja itu.


" Mengusirku setelah semua yang aku lakukan," sahut Athar menaikkan 1 alisnya.


" Lalu apa namanya kalau kamu tidak mengusirku?" tanya Athar.


" Argggghhh, sudahlah aku malas berdebat dengan mu. Sekarang di terima atau tidak ini." tanya Anna yang paper bag itu masih di pegangnya.


" Baiklah kalau begitu aku menerimanya," sahut Athar yang akhirnya mengambilnya dan membuat Anna tersenyum.


" Dari tadi kek," sahut Anna.


" Ya sudah aku pergi dulu. Kamu istirahatlah, ingat langsung istirahat, biar kamu bisa bekerja besok," ucap Athar.


" Aku besok masuk?" tanya Anna.


" Kenapa masih kurang liburnya?" tanya Athar. Anna langsung menggeleng dengan cepat.


" Ya sudah berarti sudah jelas. Sekarang sana masuk. Aku pulang, selamat malam," ucap Athar yang kembali pamitan.

__ADS_1


" Malam," sahut Anna melambaikan tangannya.


" Hati-hati," ucap Anna lagi saat Athar sudah memasuki mobilnya.


Anna tersenyum dengan melihat kepergian Athar. Setelah itu dia langsung memasuki rumah dengan senyum-senyum layaknya seorang gadis yang berbunga-bunga.


Anna langsung memasuki rumah dan melihat Anjani mencuci piring.


" Biar Anna bantu," sahut Anna begitu semangatnya yang berdiri di samping Anjani


" Senyum kamu indah sekali. Seperti senyum jatuh cinta," goda Anjani.


" Ibu bisa saja," sahut Anna yang memang terus tersenyum.


" Athar sudah pulang?" tanya Anjani. Anna mengangguk.


" Alhamdulillah ya ada Athar di rumah ini menjaga kamu dengan begitu kamu bisa sembuh. Dia memang Pria yang baik yang merawat kamu apa adanya. Dia sangat tulus kepadamu," ucap Anjani yang terus berbicara pada Anna. Anna hanya diam saja dengan wajahnya yang penuh dengan kesenangan.


" Anak manis," ucap Anjani lagi dengan mengusap-usap rambut Anna. Yang mana Anna memang terus senyum-senyum saja.


Athar yang menyetir mobilnya berhenti di lampu merah, melihat paper bag yang tadi barusan di beli Anna. Harus ada ada perdebatan manis dulu untuk dia menerima pemberian Anna yang pertama kalinya yang membuatnya berkesan.


Dan mungkin perdebatan manis itu adalah kesengajaan Athar yang tampaknya sekarang sangat suka membuat wajah Anna kesal. Karena marahnya Anna sangat menggemaskan baginya.


Athar membuka laci yang ada di mobilnya dan mengambil kotak kecil yang berwarna biru. Athar membukanya kotak kecil yang yang ternyata kalung yang berinisial A. Athar tersenyum simpul melihat cantiknya kalung berwarna silver tersebut.


" Athar kembali menutup kotak kalung tersebut dan mengembalikan pada tempatnya. Lalu Athar mengambil handphonenya.


..." Terima kasih untuk kemeja yang telah kamu ganti. Aku sudah mengatakan itu tidak perlu. Tetapi syukur jika kamu sadar jika harus menggantinya. Jadi kamu bisa belajar lebih bertanggung jawab. 3 hari lagi akan pengumuman 5 besar untuk para desainer. Dan jika kamu lolos sampai 5 besar maka aku akan memberimu hadiah. Jadi berdoa banyak-banyak. Agar kau bisa masuk babak 5 besar," tulis Athar dalam pesannya dan langsung mengirim pada Anna dengan dia tersenyum lagi....


Athar sekarang tidak pelit senyum dan hanya senyum-senyum saja di wajahnya. Hadiah itu mungkin di sempatkannya di beli saat dia ke Luar Negri. Dan mencari alasan untuk memberinya pada Anna. Karena sangat aneh jika di berikan begitu saja tanpa ada hubungan dan itu akan menjadi kaku.


Anna yang di kamarnya yang duduk di pinggir ranjang langsung membaca pesan dari Athar.


" Hadiah, serius. Waoooo, apa ya kira-kira," batin Anna yang penasaran.


Namun dia langsung menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang dengan berbaring sambil memeluk handphone dan tampak wajahnya yang tersenyum terus.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2