Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 348.


__ADS_3

Derry masih berada di rumah Chandra yang sekarang membantu Chandra mengurus hewan peliharaannya berupa bebek yang mana mereka berdua sedang memberi makan bebek-bebek tersebut.


Sementara di sisi lain Aurelia berdiri di antara tanam-tanaman yang matanya fokus kepada Derry dan juga papanya.


"Ehem!" Anna berdehem yang sudah berada di samping Aurelia yang membuat Aurelia kaget dengan keberadaan Anna yang tiba-tiba.


"Kenapa di lihati terus?" tanya Anna.


"Siapa yang lihati. Orang aku sedang menyiram tanaman," sahut Aurelia yang mengelak.


"Menyiram. Tetapi tidak memakai air. Aneh sekali," ucap Anna geleng-geleng.


Aurelie melihat kearah tangannya yang memang tidak memegang apa-apa dan sekarang jadi malu sendiri di depan Anna.


"Baru mau mengambilnya," sahut Aurelia yang bisa saja mencari alasan.


"Mengambil di mana kak, lagian mau nyiram sudah siang seperti ini yang ada tanamannya bisa mati," ucap Anna geleng-geleng dengan Aurelia yang salah tingkah. Karena ketahuan melihati Derry.


"Apa-apaan sih kamu," sahut Aurelia jadi malu-malu.


"Hmm. Kak Aurelia menurutku Derry itu sangat baik dan tidak di sangka selama ini dia itu sering kemari dan dekat dengan papa. Kita aja jarang kemari. Kalau ada masalah aja baru kemari," ucap Anna.


"Itu kamu bukan aku," sahut Aurelia.


"Yeeee tidak mau ngaku. Kakak juga kemari karena ada masala," sahut Anna.


"Iya, sama dengan kamu. Karena ada masalah makanya kemari," sahut Aurelia.


"Aku hanya menengakan diri saja," ucap Anna.


"Ya aku juga," sahut Aurelia.


"Iya deh, kita jangan ribut hanya perkara hal itu. Aku cuma mau bilang sama kakak. Dari apa yang aku lihat. Aku bisa pastikan Derry orang yang sangat tulus dan mungkin saat ini dia masih marah dengan kakak dan itu wajar


Percayalah Derry pasti akan seperti dulu lagi," ucap Anna.


"Apaan sih Anna. Kenapa juga kamu harus mengatakan itu pada kakak. Memang apa gunanya," sahut Aurelia.


"Jangan bohong aku tau apa yang kakak pikirkan," ucap Anna yang berusaha mengorek-ngorek Aurelia dengan Anna yang tersenyum penuh dengan selidik.


"Apaan sih nggak jelas," ucap Aurelia kesal sendiri dengan Anna dan Aurelia langsung pergi meninggalkan Anna.


"Lihatlah dia pergi. Kepergiannya sudah menjawab segalanya. Masih mau mengelak lagi, kak Aurelia, kak Aurelia," ucap Anna dengan tersenyum.


"Argh aku hanya berdoa semoga saja hubungan kak Aurelia dan Derry baik-baik saja. Ya memang hubungan mereka harus baik-baik saja," batin Anna yang penuh dengan harapan. Dia hanya memikirkan hubungan orang lain dan berusaha untuk orang lain. Padahal dia sendiri juga dalam kesusahan dan juga sedang dalam masalah asmara yang berhenti dengan cepat.


*******


Derry menuju dapur untuk mengambil air putih karena tenggorakannya yang kering. Namun ternyata di dapur ada Aurelia yang mencuci piring dan Derry sendiri jadi bingung antara mau masuk atau tidak. Sampai kebingungannya itu di lihat Aurelia.


"Kamu butuh sesuatu?" tanya Aurelia.


"Oh, iya. Aku, aku hanya mau minum," jawab Derry.


"Oh ambilah," sahut Aurelia yang juga terlihat canggung. Derry mengangguk dan langsung menuju meja untuk menuang air putih. Namun Derry terlihat linglung karena tidak menemukan gelas di sana.


Dan lagi-lagi ingin bertanya. Tapi tidak mau yang juga akhirnya Aurelia juga melihat ke arah Derry dan melihat Derry yang kembali bingung.


"Cari apa?" tanya Aurelia.


"Gelas," jawab Derry.


"Aku lagi mencucinya, sebentar," ucap Aurelia yang melap terlebih dahulu dan langsung menghampiri Derry.


"Biar aku tuangkan," ucap Aurelia yang langsung mengambil alih dan Derry hanya mengangguk saja. Ya karena dia tidak sempat untuk menolaknya.

__ADS_1


"Ini minumlah," ucap Aurelia.


"Makasih Aurelia," ucap Derry. Aurelie mengangguk dengan tersenyum pada Derry.


"Kalau begitu aku keluar dulu," ucap Derry pamit. Aurelia mengangguk dan Derry langsung pergi.


Aurelie tersenyum tipis mendapat ucapan terimakasih dari Derry membuatnya begitu bahagia. Padahal dulu itu sering di dengarnya. Namun kali ini terasa sangat berbeda yang membuat Aurelia punya kebahagiaan sendiri.


Aurelie pun kembali melanjutkan untuk mencuci piringnya dengan suasana hatinya yang sepertinya ada bahagia-bahagianya sedikit.


"Aurelia!" tiba-tiba suara yang khas terdengar lagi dan benar yang di pikiran Aurelia ternyata adalah Derry yang kembali kedapur.


"Derry!" pekik Aurelia yang sedikit kaget, "ada apa?" tanya Aurelia.


"Aku hanya berpamitan mau pulang," jawab Derry.


"Kamu tidak makan siang di sini dulu?" tanya Aurelia.


"Tidak usah. Aku harus kekantor," jawab Derry.


"Oh begitu rupanya," sahut Aurelia.


"Iya. Ya sudah aku pulang dulu ya. Dan kamu juga cepatlah kembali bekerja," ucap Derry pamit dan bahkan memberikan Aurelia semangat yang membuat Aurelia kaget sampai tidak menyadari jika Derry sudah pergi.


Aurelie tersenyum mendengar kata-kata singkat itu dari Derry. "apa Derry sudah memaafkan ku," batin Aurelia yang tersenyum lebar.


"Aku tidak berharap banyak. Namun dengan dia yang sudah memberikan semangat untukku membuatku sudah bahagia," batin Aurelia yang memang merasa sangat bahagia.


Aurelie kembali mencuci piring dengan kegembiraannya lagi. Aurelie memang harus menyadari. Apa yang di katakan Anna adalah kebenarannya. Jika Derry orang yang sangat tulus dan juga pasti marahnya Derry karena alasan yang benar dan mungkin Derry juga tidak bisa marah terlalu lama dengan Aurelia.


*************


Sebelum pulang Derry juga berpamitan pada Chandra. Namun saat ingin keluar dari pekarangan rumah. Derry melihat Anna yang duduk sendirian dan terlihat melamun membuat Derry menghela napasnya dan langsung menghampiri Anna.


"Ehemmm!" Derry berdehem membuat Anna terkejut dan langsung melihat kesebelahnya dengan kepalanya yang melihat ke atas.


"Masih galau aja. Sudah 1 Minggu lebih," ucap Derry yang langsung duduk di samping Anna.


"Siapa juga yang galau," sahut Anna mengelak.


"Jadi tidak galau sama sekali," ucap Derry. Anna menggelengkan kepalanya.


Huffff


"Aku hanya berusaha untuk kembali bangkit Karena jika seperti ini terus. Aku hanya akan merugikan diri ku sendiri. Aku seperti ini tidak ada gunanya. Sementara Athar di sana pasti tidak memikirkan sama sekali bagaimana aku, dia tidak mungkin sedih, tidak mungkin kepikiran karena pasti dia sekarang fokus pada laptopnya untuk pekerjaannya," ucap Anna dengan wajah senduh nya.


"Katanya tidak galau. Tetapi menyebutkan namanya sudah lebih dari satu kali," sahut Derry.


"Mana mungkin tidak menyebut namanya," sahut Anna yang hanya berusaha untuk tegar.


"Jika masih mencintai. Kenapa mengakhiri dan kenapa tidak mengejar," ucap Derry.


"Pertanyaan kamu aneh. Mana mungkin ada acara mengejar lagi dan cinta pun perlahan pasti hilang karena memang semuanya sudah berakhir," ucap Anna tersenyum yang menyimpan kesedihan.


"Anna sangat terkejut dengan hubungan kamu dan kak Athar yang sebelumnya baik-baik saja dan banyak orang yang menyimpulkan. Berakhirnya hubungan kalian. Hanya karena kak Athar ke luar Negri dalam jangka yang aku pikir itu bukan lama. Namun orang-orang berpikir kamu putus darinya karena tidak mau LDR," ucap Derry.


"Dari kamu bicara Derry apa kamu juga menyalahkanku," sahut Anna.


"Bukan begitu maksudku Anna," sahut Derry dengan cepat.


"Ya kamu benar. Mungkin aku berlebihan putus hanya karena Athar ke Luar Negri dan dia memang pergi 1 bulan. Namun aku juga mengingat kejadian yang pernah ada pergi sebulan pulang 6 bulan dan aku takut jika hal itu terjadi lagi dan alasan LDR membuat putus ya itu memang terkesan berlebihan karena orang-orang juga tau Athar di sana bekerja dan tidak mungkin macam-macam apalagi sampai mendua. Wajar sih orang-orang menyalahkan ku hanya karena alasan yang mereka ketahui," ucap Anna tersenyum.


"Anna bukan begitu. Aku tidak menyalahkan keputusan kamu yang putus karena LDR atau membuat pilihan dengan kak Athar. Karena pasti ada masalah lainnya," ucap Derry.


"Ya kamu benar. Karena masalah intinya sangat memalukan. Jika aku memaksa Athar untuk menikahiku," ucap Anna membuat Derry melihat Anna dengan serius.

__ADS_1


"Maksud kamu?" tanya Derry.


"Aku iri dengan semua orang yang hubungannya hanya sangat singkat dan tau-tau sudah menuju pelaminan dan sementara aku, semua orang menginginkan seperti ku yang mempunyai Athar. Tetapi aku tidak mendapatkan apa yang seharusnya aku dapatkan yang lada intinya pernikahan yang menjadi konflik utama berakhirnya hubungan kami," jelas Anna.


Anna memang tidak menceritakan kepada siapa-siapa inti dari hubungannya dan Athar berakhir dan masalah ini hanya Jennie dan Mahendra yang tau sementara yang lainnya hanya tau karena Athar lebih memilih pekerjaannya di bandingkan Anna.


Derry sendiri juga merasa aneh. Karena tidak mungkin hanya putus karena LDR. Jadi mendengar pengakuan Anna cukup membuatnya terkejut.


"Aku sangat menyedihkan bukan," sahut Anna tersenyum pada Derry.


"Jadi itu alasannya. Kamu memilih untuk berpisah. Karena tidak ada kepastian dari kak Athar?" tanya Derry.


"Iya. Athar tidak memberi kepastian apa-apa. Dia bahkan punya prinsip sendiri mengenai pernikahan dan aku rasa kami sudah tidak jalan dan makanya memilih untuk mengakhiri segalanya. Karena itu yang terbaik. Aku tidak mungkin hanya berpacaran saja dengan Athar tanpa ada kejelasan apa-apa," ucap Anna dengan penuh penegasan.


"Tapi tidak mungkin kak Athar seperti itu. Pasti ada alasannya mengapa kak Athar seperti itu. Dia sangat mencintai Anna dan bahkan dia pernah membicarakan pernikahan dengan Anna. Tidak mungkin prinsip kak Athar seperti itu. Jika ada sesuatu. Jika memang iya kenapa dia harus menjalin hubungan dengan Anna," batin Derry yang berpikir keras yang merasa apa yang di katakan Anna tidak masuk akal baginya.


"Sudahlah Derry. Tidak ada gunanya lagi membahas hal itu. Athar sudah punya jalan sendiri untuk hidupnya dan aku tidak akan mengganggunya lagi. Kami sudah berakhir," ucap Anna yang menyeka air matanya yang sempat jatuh.


"Maafkan aku Anna, aku tidak bermaksud untuk menyinggung masalah itu. Tetapi Anna dari pada kamu memikirkan prinsip kak Athar yang tidak akan menikah. Apa salahnya kamu mencari tau mengenai alasannya," ucap Derry yang memberi saran pada Anna.


"Apa itu ada gunanya?" Anna kembali bertanya pada Derry, "tidak akan ada gunanya. Karena juga sudah ingin stop dengan Athar. Jadi sudahlah kamu jangan memberiku saran yang semakin merendahkan diriku dengan mengemis cinta, mengemis pernikahan padanya. Walau aku mencintainya. Tetapi aku masih punya harga diri," tegas Anna.


"Baiklah Anna, apapun itu semua keputusan ada di tangan kamu. Aku hanya memberi saran dan tidak bermaksud apa-apa dan jika kamu membutuhkan bantuanku. Maka dengan senang hati aku akan membantumu," ucap Derry.


"Terima kasih," sahut Anna.


"Ya sudah Anna aku pulang dulu. Aku tidak pernah menyalahkan mu mengenai apapun. Aku hanya mendukung keputusan mu yang pasti yang terbaik. Aku berdoa semoga kau kedepannya jauh lebih baik," ucap Derry.


"Iya," sahut Anna.


Derry berdiri dari tempat duduknya dan mengusap bahu Anna dan kemudian Derry langsung pergi.


Setelah kepergian Derry. Anna kembali menyeka air matanya. Dan tangannya memegang benda yang melekat di lehernya. Kalung inisial A yang pernah di berikan Athar kepadanya.


"Harus kah pergi. Dan meninggalkan semua dalam kenangan. Aku tidak tau bagaimana menghadapi semuanya. Athar apa aku terlalu egois yang menuntutmu," batin Anna kembali galau karena hubungannya dengan Athar yang kandas dan bukannya Anna cepat move on malah tidak bisa move on apalagi tadi Derry sudah mengungkitnya.


Sekarang Anna kembali sedih dengan mengingat semua kenangan indahnya bersama Athar. Sangat indah. Namun meneteskan air mata yang artinya kenangan indah itu menjadi sakit. Sakit yang tidak bisa di ucapkan.


Bukan hanya Anna yang meratapi kesedihannya. Athar yang berada di negara orang yang berdiri tegak dengan ke-2 tangannya berada di sakunya berdiri di depan dingding kaca yang memperlihatkan kota malam tersebut.


Beberapa kali Athar membuang napasnya perlahan kedepan dengan kasar. Athar mengambil handphonenya dan wallpaper Anna masih tetap menjadi wallpaper hpnya.


Kata-kata Anna saat mereka bertengkar yang membuat hubungan mereka berakhir. Teringat di dalam pikiran Athar. Beberapa kali Athar menelan salavinanya.


Athar menarik napasnya dengan panjang dan langsung menekan kontak Anna. Namun no Anna tidak aktif dan Athar mencoba lagi. Namun tiba-tiba panggilan masuk dari yang lain.


"Derry! tumben sekali dia menelpon," batin Athar yang langsung di angkatnya.


"Ada apa Derry?" tanya Athar yang sudah mengangkat telpon tersebut.


Sementara di Jakarta. Anna berjalan menuju nakas dengan membawa ponselnya.


"Pakai lobet segala lagi," batin Anna yang langsung mengisi daya ponselnya.


Pantesan Athar tidak bisa menghubunginya. Karena ponsel Anna sedang lobet.


"Sebaiknya aku mandi dulu," ucap Anna yang membiarkan ponselnya tetap lobet dengan di isi data. Anna pun langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Sementara di Negara yang berbeda Athar terlihat sangat serius saat menelpon Derry. Tidak tau apa yang mereka bicarakan. Mereka kelihatan sangat serius dengan wajah Athar yang tampak serius.


Kelihatannya Derry membahas masalah Anna. Karena begitu mendengar cerita Anna Derry langsung menelpon Athar. Wajah Athar juga tanda tanya.


"Kita akan bicara nanti lagi Derry," ucap Athar yang terlihat sendu.


"Baiklah kak Athar, aku berharap kakak kembali menghubungi ku," sahut Derry.

__ADS_1


"Iya," sahut Athar yang mematikan panggilan telpon tersebut.


Bersambung


__ADS_2