Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 347


__ADS_3

Jennie dan Mahendra yang sedang makan bersama di salah satu Restaurant yang mana mereka berdua makan sambil mengobrol.


"Apa Athar ada menghubungimu, menanyakan masalah Anna atau yang lainnya?" tanya Mahendra.


"Tidak ada sama sekali Mahendra. Aku juga bingung tidak biasanya Athar seperti itu. Aku yakin mereka putus pasti bukan keinginan dari hati mereka dan pasti ini hanya karena emosi sesaat saja. Namun melihat sekarang yang terjadi membuatku juga bingung dan biasanya Athar pasti akan mengabari. Namun nihil sama sekali," ucap Jennie.


"Aku juga tidak bisa mengatakan apa-apa lagi Jennie. Anna sepertinya sangat kehilangan. Kondisinya di rumah sakit sangat memperihatinkan," sahut Mahendra yang kasihan pada Anna.


"Aku juga kasihan padanya," sahut Jennie.


"Jennie bagaimana kalau kamu telpon Athar dan katakan kondisi Anna separah apa. Aku yakin Athar pasti akan kembali. Dia tidak akan tega dengan kondisi Anna seperti itu," ucap Mahendra memberi saran.


"Baiklah akan aku coba," sahut Jennie yang mengikuti saran dari Mahendra dan langsung mengambil ponselnya untuk menghubungi Athar. Jennie sudah melakukan berkali-kali. Tetapi sepertinya apa yang di lakukannya sia-sia saja.


"Bagaimana?" tanya Mahendra.


"Tidak aktif," jawab Jennie dengan wajah yang tidak bersemangatnya.


"Bagaimana ini," ucap Mahendra.


"Mahenndra aku rasa keputusan Athar sudah bulat dan kita sudah melakukan semuanya. Tetapi tidak ada hasilnya dan kita tidak bisa melakukan apa-apa lagi. Selain hanya berdoa untuk Anna, semoga Anna baik-baik saja kedepannya," ucap Jennie.


"Ya kita memang tidak bisa membantu lagi. Semuanya sudah kita bantu. Dan kita juga tidak bisa membuat Athar dan Anna bersatu. Jika keinginan itu juga tidak ada di hati mereka," sahut Mahendra yang juga sudah pasrah.


"Athar begitu mencintai Anna dan aku sangat tau bagaimana perubahan hidup Athar dengan adanya Anna. Tetapi aku tidak percaya. Jika Athar mempunyai trauma dan membuat hubungannya sia-sia dengan Anna. Seharusnya Athar memberitahu Anna apa yang terjadi dengan begitu tidak akan terjadi kesalahpahaman di antara mereka," batin Jennie yang sangat menyayangkan apa yang telah terjadi.


********


Olive pulang kerumahnya dengan wajahnya yang lesuh yang langsung duduk di ruang tamu yang ada Maharani dan Ari Purnama di sana.


"Kenapa wajah cantik ini di tekuk?" tanya Anggia ketika putrinya itu dengan lemas duduk di sampingnya.


"Kak Athar jahat mah," ucap Olive memeluk Maharani. Ari Purnama dan Maharani saling melihat bingung dengan apa yang di maksud Olive


"Jahat kenapa Olive?" tanya Maharani.


"Kak Athar pergi ke Luar Negri sementara Anna sedang sakit," ucap Olive.


"Anna sakit!" pekik Maharani.


"Anna masuk rumah sakit dan kak Athar malah pergi dan bukannya menemui Anna," sahut Olive yang curhat pada mamanya.


"Lalu Athar tau Anna sakit?" tanya Ari Purnama.


"Ya taukah pah. Dan ternyata mereka juga sudah putus," ucap Olive yang semakin membuat Maharani dan Ari Purnama jantungan.


"Mereka putus!" pekik Ari Purnama dan Maharani serentak.


"Iya. Kak Athar sangat jahat dan sekarang Anna jadi sakit gara-gara kak Athar," ucap Olive dengan kesalnya pada kakaknya itu.

__ADS_1


"Apa mereka bertengkar hebat. Makanya sampai putus dan mama jujur tidak percaya mendengar kata-kata kamu," ucap Maharani.


"Aku juga tidak tau mah. Apa masalah mereka. Pada intinya mereka sudah putus. Hubungannya sudah berakhir," tegas Olive.


"Lalu bagaimana kondisi Anna?" tanya Ari Purnama.


"Masih sama saja. Dia hanya diam dan tidak mau menemui siapa-siapa," jawab Olive.


"Sudahlah Olive. Hubungan Anna dan Athar itu menjadi urusan mereka. Kamu jangan berpikiran apa-apa lagi. Biarkan mereka yang mengurusnya. Mereka orang dewasa," ucap Maharani.


"Benar kata mama kamu. Kita doakan saja yang terbaik," sahut Ari Purnama menambahi.


"Olive pastikan kak Athar akan menyesal melakukan semua ini. Dia itu benar-benar menyebalkan. Dari dulu sangat menyebalkan," umpat Olive yang sangat dendam pada kakaknya sampai tangannya terkepal. Maharani dan Ari Purnama hanya saling melihat dengan geleng-geleng kepala saja dengan marahnya Olive pada Athar.


Dan itu pasti alasannya karena Anna sahabatnya dan merasa kakaknya sangat pengecut.


*********


Anna masih tetap di rawat di rumah sakit dengan kondis Anna yang semakin membaik. Namun tetap masih tidak mau mengobrol dengan siapapun.


Dia hanya bangun saat saat makan dan pasti jika bukan Maya Aurelia yang menyuapinya. Hanya di suapi tanpa ada obrolan setelah itu Anna juga pasti langsung tertidur yang seolah tidak ada semangatnya untuk hidup.


Orang tuanya dan Aurelia melihat hal itu pasti sangat sedih. Tetapi mau bagaimana lagi sebagai keluarga mereka hanya bisa berdoa yang terbaik saja dan pasti berdoa agar Anna cepat sembuh.


Maya menyelimuti Anna yang tertidur dan Aurelia berada di ruangan itu yang mengusap-usap pucuk kepala Anna.


"Ayo Aurelia kita keluar. Biarkan Anna istirahat," ucap Maya.


**********


1 Minggu sudah semuanya benar-benar berakhir dan Anna juga sudah keluar dari rumah sakit. Namun Anna tidak pulang kerumah melainkan di rumah Chandra. Karena tinggal di tempat Chandra memang bisa mencuci otak. Karena tempat yang indah dan penuh dengan alam yang di pastikan suasana hati juga akan tenang.


Anna yang memakai sweater putih yang pagi-pagi hari yang cerah sedang menyiram tanaman yang mana Chandara juga ada di sana yang ikut merawat tanaman. Sesekali Chandra melihat kearah Anna yang tampaknya Anna sudah move on.


Walau tidak yakin namun Chandra merasa lega sedikit karena hal itu jauh lebih baik dari pada sebelumnya. Yang mana kondisi Anna saat ini lebih baik dari pada sebelumnya.


"Pah ini kopinya," sahut Aurelia yang meletakkan secangkir kopi di atas meja.


"Iya Aurelia letakkan saja di sana. Sebentar lagi papa akan meminumnya. Papa masih bersih-bersih," sahut Chandra.


"Baiklah pah. Aurelia ke dalam lagi," sahut Aurelia. Chandra mengangguk.


"Biar Anna bantu pah," sahut Anna yang mendekati Chandra yang sedang melakukan pencangkokan pada tanaman.


"Tidak perlu Anna. Papa bisa melakukannya," jawab Chandra.


"Tidak apa-apa pah, Anna bantu sedikit," ucap Anna.


"Baiklah kalau begitu," sahut Chandra. Anna tersenyum dan membiarkan Anna melakukannya.

__ADS_1


"Apa kamu sudah merasa enakan?" tanya Chandra. Anna menoleh ke arah Chandra sebentar.


"Memang Anna kenapa?" tanya Anna dengan tersenyum tipis.


"Kenapa bertanya kenapa? papa jelas melihat kamu tidak baik-baik saja dan jika di tanya kenapa? pasti karena anak papa yang galau karena putus cinta," seloroh Chandra.


"Papa berlebihan, Anna tidak galau kok," sahut Anna mengelak.


"Anna putus cinta itu hal yang biasa. Dan galau juga bukan kesalahan. Papa tau kamu sangat kecewa dengan Athar. Tapi papa juga tidak ingin menyalahkan Athar atas apa yang terjadi," ucap Chandra membuat Anna melihat serius ke arah papanya.


"Apa maksud papa. Jadi papa lebih membela Athar ketimbang Anna," ucap Anna dengan wajah sendunya.


"Tidak ada yang mengatakan hal itu. Papa tidak membela Athar. Juga tidak menyalahkan kamu. Anna putusnya kamu sama Athar. Karena di dasari emosi," ucap Chandra yang berusaha untuk netral.


"Tapi Athar sudah tidak mencintai Anna. Jika dia mencintai Anna tidak mungkin dia lebih memilih pekerjaannya di bandingkan Anna," sahut Anna.


"Sekarang papa tanya sama kamu kembali. Papa tau kamu sangat mencintai Athar dan papa tau kamu mencintai papa dan bagaimana jika Athar menyuruh kamu untuk bersamanya dan meninggalkan papa. Apa kamu mau memilih hal itu," ucap Chandra.


Anna terdiam mendengarnya.


"Tidak mudah Anna untuk memilih karena ke-nya sangat penting," ucap Chandra.


"Itu beda pah. Pekerjaan dan orang tua itu sangat berbeda dan tidak ada hubungannya," sahut Anna.


" Itu perempuan Anna dan hanya karena Athar tidak memilih kamu. Kamu memilih untuk mengakhiri segalanya yang padahal kamu tau Athar seperti apa awalnya," ucap Chandra.


"Putusnya Anna dan Athar sudah jalan yang terbaik. Dia pergi meninggalkan Anna dan tidak peduli pada Anna lagi. Bahkan tidak berusaha untuk menemui Anna sebentar saja. Bicara pada Anna. Tidak ada niat untuk meyakinkan Anna, membujuk Anna dan mempertahankan hubungan dan semuanya sudah menjelaskan jika Athar juga tidak menginginkan hubungan ini," tegas Anna.


"Baiklah. Papa mengerti dengan apa yang kamu rasakan. Papa tidak akan mencampuri urusan kamu dengan Athar. Hanya saja papa hanya ingin kalian berdua putus dengan baik-baik. Jika memang sudah tidak cocok alangkah baiknya mengakhiri hubungan dengan baik dan tidak seperti ini. Karena kalian orang yang pernah saling mencintai," ucap Chandra memberikan saran.


"Dan semoga saja keputusan yang kamu ambil juga tidak salah. Karena papa tidak ingin kamu nantinya akan menyesal juga," lanjut Chandra lagi.


Anna hanya diam saja mendengar apa kata Chandra.


"Pah kita sarapan dulu!" sahut Aurelia tiba-tiba berteriak.


"Iya Aurelia," sahut Chandra, "ayo Anna kita sarapan. Kamu cuci tangan dulu," ucap Chandra. Anna menganggukkan kepalanya.


"Assalamualaikum," tiba-tiba ada yang mengucapkannya salam.


"Walaikum salam," sahut Anna dan Chandara.


"Derry," sahut Chandra.


"Om," sapa Derry menghampiri Anna dan Chandra dan dengan sopan Derry mencium punggung tangan Chandra.


"Kamu di sini juga Anna?" tanya Derry.


"Iya," jawab Anna dengan tersenyum kaku.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2