Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 19 menggibah orang yang sama


__ADS_3

Mereka belum tidur walau sudah pukul 1 malam mereka berdua malah duduk di sofa di ruang tamu saling berhadapan dengan bersilah kaki sambil menikmati pop mie stok makanan darurat Anna.


Ya walau tadi sudah makan bakso. Ternya itu tidak cukup untuk perut mereka berdua yang masih keroncongan.


" Aku mengira kamu akan banyak protes dengan kamarku dan rumah ku yang berantakan," ucap Anna dengan makan dengan lahap.


" Ya nggaklah, aku malah senang dan tidak percaya bisa menemukan tempat ini. Kalau di rumah ku mana bisa seperti ini. Huhhhhhh boro-boro seperti ini," sahut Olive dengan lahap menikmati makanan instan ini.


" Ya, iyalah rumah orang kaya mana ada yang berserakan. Para pelayan kan banyak bekerja di rumah itu. Jangan kan pakaian yang berserakan. Bulu kemoceng aja tidak akan ditemukan, di lantai," sahut Anna.


" Hmmm, kamu benar. Tapi lebih parah di rumah ku. Aku itu punya kakak cowok tiga. Da kakak ke-2 ku. Uhhhh. Ampun aku tidak tau dia itu berasal dari bumi mana," sahut Olive mulai menggibah kakaknya dan wajahnya begitu semangat menceritai kakaknya.


" Memang kenapa dia, apa ada yang salah dengannya?" Tanya Anna penasaran.


" Banyak salahnya. Di itu cowok. Tapi melebih cewek. Astaga. Dia itu bersih banget. Rapinya minta ampun dan higenisnya tidak tanggung-tanggung. Jangan kan seperti yang kamu bilang bulu kemoceng terdapat di rumah ku. Seujung kuku debu pun tidak akan ada. Dan jika dia menemukan itu Ahhh akan ceramah panjang lebar, semua pelayan akan di tegur ya dia itu sangat berlebihan,"


" Bahkan nih ya. Tatanan letak susuanan sendok atau piring di meja makan atau appaun jika salah sedikit. Dia juga akan hebohnya minta ampun dan aku sering di tegur olehnya," ucap Olive yang sangat puas mengeluarkan isi hatinya untuk menggibahi sang kakak dan Anna hanya menyimak dengan serius yang pasti juga tidak habis pikir jika ada orang seperti itu.


" Ada manusia seperti itu," sahut Anna.


" Aku sampai sekarang juga bingung dia manusia atau tidak, atau dia sebenarnya Alien dari planet mana gitu," sahut Olive dengan santainya.


" Lalu bagaimana kamarmu?" tanya Anna.


" Yang pasti bukan tempat ternyaman ku. Walaupun itu wilayahku. Aku tidak akan bisa membuat kamarku seindah kamarmu. Pasti akan di protes. Apa-apaan harus rapi, bersih kan itu sangat mengganggu pandangan mata kita bukan, makanya aku lebih nyaman di kamarmu," ucap Olive.


" Benar sih. Pasti kamu tertekan banget ya," sahut Anna merasa kasihan.


" Ya jelas aku tertekan banget, punya kakak seperti itu sangat menyebalkan, higenis tingkat dewanya membuat hari-hari ku berantakan. Kerapiannya membuat mataku rusak dan hari ini mataku di cerahkan dengan keberadaan ku di rumahmu. Ini suatu kebebasan yang tidak pernah kudapatkan. Aku tidak percaya dengan semua ini jika menemukan hal ini. Aku merasa seperti merdeka," ucap Olive yang merasa bahagia.


" Ya nikmati lah, mumpung kamu masih di sini," sahut Anna yang sangat simpatik dengan Olive.

__ADS_1


" Anna kamu pasti tidak pernah kan bertemu pria seperti itu. Hmmm tapi jangan sampai kamu ketemu dengan kakak ku. Yang ada kamu akan menyesal seiumur hidup karena bertemu orang sepertinya," ucap Olive yang menjelek-jelekkan Athar sang kakak.


" Ya semoga saja," sahut Anna. " Mungkin aku tidak pernah bertemu dengan pria yang mempunya kelainan seperti itu. Tetapi Olive beberapa hari ini aku bertemu Pria yang lebih parah," ucap Anna membuka topik baru.


" Oh iya, seperti apa dia?" tanya Olive dengan wajah keponya.


" Dia banyak bicara, sangat sombong dan suka memamerkan kekayaannya. Dia merasa paling benar dan lebih parahnya dia sudah merusak motorku dan handphone ku. Tetapi tidak bertanggung jawab dan malah menyalahkanku, dia laki-laki pengecut yang tidak kebagian otak. Huhhhhhh sangat menyebalkan," ucap Anna yang juga curhat dengan membayangkan wajah Athar yang memuakkan.


Athar yang menyebalkan yang membuatnya emosian. Pria yang di ceritakannya sama dengan di ceritakan Olive.


" Serius dia seperti itu?" tanya Olive geleng-geleng.


" Benar, dia itu sangat menyebalkan dan sungguh memuakkan, sangat memuakkan, aku ingin sekali *******-***** wajahnya itu," geram Anna yang mempunyai dendam besar dengan Athar.


" Ishhhh, ngeri sekali dia, ada ya manusia seperti itu," ucap Olive yang gantian kasihan dengan Anna.


" Aku juga heran kenapa ada manusia seperti itu," sahut Anna, " semoga kamu juga tidak pernah bertemu dengannya, jika iya kamu akan menyesal," lanjut Anna dengan wajah kesalnya.


" Ya, aku berharap memang tidak akan menemuinya," sahut Olive mengaminkan cepat-cepat


Bisa-bisanya mata mereka sakit melihat kerapian dan sangat bangga dengan jiwa jorok, pemalas, dan super berantakan. Ya Tuhan itu memang adil mempertemukan 2 wanita yang sama-sama aneh. Malahan 2 wanita itu sama-sama menceritakan Pria yang sama. Pria yang tidak tau apa-apa tetapi menjadi topik heboh 2 orang itu.


" Hmmm, bagaimana dengan kamu. Kamu tinggal sendiri di sini?" tanya Olive.


" Iya, aku tinggal sendiri sudah 3 tahun lebih," jawab Anna.


" Orang tuamu tinggal di mana?" tanya Olive.


" Sudah tidak ada," jawab Anna dengan cepat.


" Sudah tiada maksudnya," sahut Olive. Anna diam dia sangat malas harus membahas orang tua.

__ADS_1


" Hmm, aku tidak tau. Aku tidak pernah bertemua dengan mereka dan mungkin iya sudah tiada," jawab Anna simple.


Karena memang dia tidak pernah menganggap memiliki keluarga. Walau papanya masih nyata ada. Tapi tetap tidak menganggapnya ada.


" Saudaramu juga tidak ada?" tanya Olive.


" Tidak ada," jawab Annaa yang memang tidak ingin mengakui Aurelia ada.


Karena Aurelia juga pasti sama tidak mengakuinya. Lagian Anna tidak ingin membuat Olive bertanya lebih banyak lagi mengenai masalah pribadinya.


" Kamu pasti hidup mandiri ya?" tanya Olive.


" Ya mau tidak mau," sahut Anna santai.


" Kamu hebat sekali. Aku salut denganmu," ucap Olive bangga dengan Anna.


" Hmmm, makasih, sudah ayo makan lagi jangan membahas masalah itu," sahut Anna mengalihkan pembicaraan.


" Lain kali aku boleh ya meninap lagi di sini," ucap Olive.


" Aman santai," sahut Anna. Laura tersenyum dengan bahagia dan dengan semangat melanjutkan makannya.


" Memang benar. Orang kaya itu kebanyak hidupnya tidak tenang," batin Anna geleng-geleng.


**********


Athar yang berada di kamarnya malah gelisah dan tidak bisa tidur. Sebentar-sebentar membuka matanya, bergeser ke kiri-ke kanan dia begitu gelisah dan sangat resah.


" Kenapa perasaan ku tidak enak, aku merasa ada sesuatu. Tetapi apa. Aku begitu gelisah sampai tidak bisa tidur," batin Athar yang menatap langit kamarnya. Mungkin Olive dan Anna yang menggibahinya kontak padanya, makanya dia tidak bisa tidur tenang.


" Ahhhh, Athar sudahlah. Apa yang kau pikirkan. Kau bisa kesiangan besok. Kalau kau tidak tidur.

__ADS_1


Ingat besok ada rapat penting. Jadi jangan memikirkan yang macam-macam. Tidurlah dengan nyenyak," batin Athar berusaha memejamkan matanya agar tertidur.


Bersambung


__ADS_2