
" Isssss, si Lisa berapa hari sih menghapal semua itu. Kenapa lama sekali," batin Anna uang kakinya sudah pegal dengan arahan Lisa yang panjang lebar.
" Hmmm, dan ada lagi," sahut Lisa yang bertele-tele dalam penjelasannya.
" Apalagi sih, panjang amat," desis Anna yang tampak capek mendengar Lisa.
" Kalian semangatlah," sahut Lisa dengan mengangkat tangannya memberi semangat.
" Ishhhh, di kirain apaan, nih anak memang ada-ada aja keturunan apa sih dia," batin Anna geram.
" Apa sudah cukup Lisa?" tanya Jennie.
" Sudah Bu nanti kepanjangan, tidak ada yang mendengarkan saya nanti," sahut Lisa dengan senyum cengengesan.
" Memang kepanjangan kali," desis Anna dengan pelan.
" Baiklah. Kalian sudah mendengarkan kata Lisa. Dia akan menunjukkan nanti di mana ruangan kalian. Jadi ikuti instruksinya selanjutnya dan jika ada apa-apa tanyakan kepadanya," ucap Jennie menambahi.
" Baik Bu," sahut semuanya dengan serentak.
" Dan untuk kalian yang memasuki dalam 20 besar akan mendapatkan reward dari Perusahaan yang akan di transfer ke rekening kalian secepatnya," ucap Jennie. Mata Anna langsung melotot. Jika mendengar uang semangatnya langsung naik 180 derajat.
" Uang, berapa kira-kira nominalnya. Untung saja aku masuk. Jadi bisa mendapatkan uang," batin Anna yang kesenangan.
" Ingat kalian semangat dan seriuslah dalam kesempatan ini. Jika desain kalian keluar yang menjadi produk baru. Akan banyak ke untungan yang kalian dapatkan. Jadi jangan sia-siakan kesempatan ini," tegas Jennie.
" Baik Bu," sahut karyawan dengan serentak.
" Saya rasa sudah cukup apa yang ingin saya sampaikan," sahut Jennie.
__ADS_1
" Baiklah saya sedikit menambahi," sahut Athar dengan suara dinginnya.
" Ngapain sih nih orang pada ikut-ikutan bicara Dia itu lebih baik diam," batin Anna moodnya kembali buruk.
" Kalian dengar kalian semua mendapat kesempatan untuk semua ini. Jadi gunakan kesempatan ini untuk kalian seperti apa yang di katakan Jennie tadi. Ingat setelah membuat desain kalian. Kalian dari 20 akan di saring 5. Jadi gunakan otak dan tangan kalian dengan benar," ucap Athar dengan tegas bicara dan apa adanya.
Tidak perlu lembut-lembut baginya untuk membicarakan hal penting. Karena dia orang yang bijak dan sangat berwibawa.
" Satu lagi dalam penting yang harus kalian ingat. 3 K yang yang harus kalian terapkan," ucap Athar.
" Singkatan apa lagi itu. Dia itu sebenarnya pimpinan Perusahaan atau guru SD sih. Kenapa banyak sekali penerapan dalam hidupnya," gerutu Anna di dalam hatinya.
" Kedisplina, Kerapian, Kebersihan," tegas Athar, " Kalian harus mematuhi semua itu. Awas saja jika dari kalian ada yang melanggarnya saya akan langsung turun tangan untuk mendiskualifikasi dan berhenti dalam babak yang di ikutinya. Tidak ada toleransi untuk hal itu," tegas Athar melihat ke arah Anna yang pasti memang kata-kata itu sindiran untuk Anna.
" Ishhh, matanya benar-benar ingin ku congkel, selalu saja melihatku," geram Anna kesal yang melihat tajamnya mata Athar.
" Apa kau mengerti?" tanya Athar pada Anna. Anna langsung tersentak ketika pertanyaan itu untuknya.
" Di ruangan ini hanya kau yang mempunyai masalah dalam telinga," sahut Athar. Anna pun diam saja. Melawan juga percuma dia akan kalah. Karena Athar adalah bosnya.
" Dia memang selalu mempermalukan ku," batin Anna kesal.
Krekkk tiba-tiba pintu ruangan di buka dan semua mata melihat ke arah ruangan itu termasuk Anna yang ternyata Aurelia yang masuk ruangan itu.
Aurelia tersenyum pada Athar dan melangkah dengan heelsnya yang tinggi berjalan melenggang menghampiri Athar berdiri di depan Athar.
" Seharusnya kamu mengirimku pesan di mana tempat pertemuannya. Jadi aku tidak perlu mencari-cari sampai telat seperti ini," ucap Aurelia dengan lembut bicara dengan Athar. Namun Athar terlihat santai menanggapi kata-kata Aurelia.
" Oh iya ini aku bawakan kamu makan siang," ucap Aurelia memberikan bekal untuk Athar.
__ADS_1
" Terima kasih," sahut Athar dingin yang langsung mengambilnya memberikan pada Jennie.
" Kenapa dia tampak dekat dengan dia. Memang mereka ada hubungan apa?" batin Anna yang terlihat penasan.
" Aurelia kamu terlambat dan tidak ada penjelasan ke-2 untukmu. Kamu tanyakan pada mereka apa yang tadi di sampaikan," ucap Athar. Aurelia melihat satu persatu saingannya itu termasuk Anna yang pasti Anna terlihat biasa saja masa bodo dengan kakaknya itu.
" Athar kenapa juga aku bertanya pada mereka. Kita makan siang bersama di ruangan kamu dan sambil membahas hal yang tadi. Jadi aku tidak perlu bertanya pada siapapun," ucap Aurelia yang tersenyum manis pada Athar.
" Aku tidak bisa. Aku ada meeting setelah ini. Jadi kamu bergabunglah bersama mereka dan seperti yang aku katakan sebelumnya kepadamu. Jika kamu mengikuti event ini itu yang artinya kamu mengikuti peraturan. Kamu salah satu 20 orang yang terpilih. Jadi tunjukkan kemampuanmu sesuai aturan yang berlaku," ucap Athar menegaskan pada Aurelia yang tampak tidak pilih bulu untuk bicara.
Aurelia yang menahan malu hanya bisa menanggapi dengan tersenyum tipis. Yang seolah menerima perkataan dingin Athar kepadanya. Sementara Anna tampak melihat teman-temannya dan sepertinya Anna sedang menghitung-hitungnya.
" Apa maksudnya apa dia ikut adalah salah satu peserta. Lalu apa dia juga bekerja di Perusahan ini. Bukannya ibu tirinya kata raya. Apa tidak menyediakan pekerjaan di perusahaannya," batin Anna kebingungan.
" Ahhhh, masa bodo. Ngapain juga harus mengurusinya itu tidak penting," batin Anna dengan menggedikkan bahunya yang merasa itu bukan urusannya.
" Ya ampun bos Athar cuek banget sama tunangannya. Apa begitu kalau jadi orang tampan akan secuek itu," batin Lisa.
" Saya rasa cukup sampai di sini penjelasannya. Kalian bisa mengikuti instruksi selanjutnya," sahut Athar dengan merapikan jasnya lalu keluar dari ruangan itu begitu saja. Tanpa mempedulikan Aurelia masih berdiri mematung.
" Silahkan kembali ketempat kalian masing-masing," sahut Jennie karyawan mengangguk dan langsung pergi.
" Jika ada yang di tanyakan. Tanyakan pada Lisa ," ucap Jennie pada Aurelia.
" Baiklah, nanti aku akan menayakannya," sahut Aurelia. Jennie mengangguk dan langsung keluar dari ruangan itu dan Lisa juga langsung menyusulnya.
" Athar kamu sangat keterlaluan. Aku tidak bisa membiarkan semua ini begini terus. Kamu terlalu cuek kepadaku. Apa kamu lupa jika aku adalah tunangan mu. Kamu bisa-bisanya mengacuhkanku di depan banyak orang," batin Aurelia yang sabarnya sudah di ujung tanduk.
Anna langsung ke luar dari ruangan itu dan Anna masih melihat Aurelia berada di dalam.
__ADS_1
" Dari caranya bicara. Sepertinya dia bukan bekerja di Perusahan ini. Lagian kalaupun iya, kenapa aku tidak pernah bertemu dengannya. Ahhhh sudahlah Anna apa urusannya denganmu. Kalau dia tidak mengganggumu jadi tidak ada masalah," batin Anna yang tidak ingin ambil pusing dan langsung pergi.
Bersambung