
Setelah perjalanan akhirnya Athar sampai di rumahnya. Athar langsung keluar dari mobilnya dengan membawa hadiah dari Anna yang membuatnya senyumnya tidak pernah hilang dari wajah itu.
" Kamu sangat sibuk Athar!" tiba-tiba suara yang tidak asing membuat langkah Athar terhenti dan Athar membalikkan badannya yang ternyata Aurelia yang berbicara dengannya. Wajah datar Aurelia melihat kemanisan di wajah Athar yang tampak berbeda. Dengan tangan yang menyilang di dadanya Aurelia pun menghampiri Athar.
" Aurelia, ada apa? dan kenapa kamu ada di sini?" tanya Athar dengan suara dingin.
" Aku harus datang sendiri kemari untuk menemui kamu yang begitu sibuk dan syukur-syukur aku bisa juga menemukan kamu," ucap Aurelia yang berbicara tampak santai.
" Katakan ada apa?" tanya Athar yang tidak ingin basa-basi.
" Ayo bicara, kita makan malam. Aku ingin membahas pertunagan kita ber-2 yang keluargaku dan keluargamu sudah sepakat di adakan dalam Minggu ini," ucap Aurelia membuat Athar kaget.
" Apa yang kau katakan Aurelia. Aku sama sekali tidak berpendapat apa-apa. Jadi jangan memutuskan sesuatu yang tidak ada kesepakatan dari ku," tegas Athar. Aurelia menyunggingkan senyumnya mendengarnya.
" Baiklah, kalau begitu ayo kita bicarakan dan aku juga ingin mendengar pendapatmu," ucap Aurelia.
" Aku tidak bisa. Ini sudah malam. Aku mau istirahat," sahut Athar yang menolak permintaan Aurelia membuat Aurelia mendengus kasar.
" Aku dan keluargamu sudah sepakat kau malah protes dan sekarang di ajak kau malah banyak alasan. Padahal waktumu hanya habis untuk dia," ucap Aurelia menyindir.
" Sudahlah Aurelia. Aku tidak ingin membahas masalah lain. Jadi aku ingin istirahat," ucap Athar menegaskan yang kembali melangkah.
" Athar, kamu jangan aneh-aneh. Kamu harus ingat kamu itu akan menjadi pimpinan pada Perusahaan Glossi. Dan kamu jangan mencari masalah dengan sikapmu yang seperti ini," ucap Aurelia mengingatkan Athar yang membuat langkah Athar terhenti dan Athar kembali membalikkan badannya.
" Aurelia aku memperingatkanmu untuk tidak mengaitkan semua ini dengan Perusahaan dan juga kepemimpinanku. Kau tidak berhak turut campur untuk hal itu," ucap Athar menegaskan.
" Aku jelas turut campur dan jelas memberimu ingat. Karena sudah kutegaskan kepadamu. Kau dan aku akan bertunangan dan kamu tidak bisa mengelak dengan hal itu," ucap Aurelia menegaskan.
__ADS_1
" Aurelia. Aku bertanya kepadamu sekarang. Apa aku pernah mengajakmu untuk bertunangan. Apa aku pernah mengajakmu untuk berpacaran. Tidak pernah sekalipun kata-kata keluar dari mulutku dan hanya kamu yang mengikuti skenario dari isu-isu yang ada. Namun aku merasa jika aku dan kamu tidak pernah ada status apapun," ucap Athar menegaskan yang membuat Aurelia terdiam dengan kata-kata Athar.
" Kata peresmian pertunangan itu hanya untuk orang yang sudah bertunangan dengan 2 orang yang sama-sama sepakat dan tidak untuk kita. Karena aku tidak pernah mempunyai hubungan special denganmu," tegas Athar yang membuat mata Aurelia membulat sempurna yang tidak percaya kata-kata itu akan keluar dari mulut Athar.
" Kau bicara seperti itu kepadaku Athar. Kau tau keluarga kita sudah sepakat untuk hubungan kita," tegas Aurelia dengan menaikkan volume suaranya.
" Keluarga yang sepakat. Namun aku tidak!" sahut Athar menegaskan.
" Athar kamu jangan mencari masalah. Aku tidak ingin berdebat denganmu. Aku mengenalmu lebih dahulu dan aku sabar selama ini kepadamu. Jika kau tidak ingin mempersiapkan tunangan bersamaku. Maka jangan bicara yang ini itu. Kalau kau tidak ingin mempersiapkan semuanya. Maka aku akan akan menyiapkan sendiri dan kamu cukup hadir dalam tunangan itu," tegas Aurelia yang benar-benar memaksa Athar.
" Jangan menganggap semua main-main Aurelia. Jadi jangan berlebihan," sahut Athar.
" Aku tidak menganggap semuanya main-main dan jika kamu tidak menganggap semua ini serius. Jangan sampai Athar aku benar-benar habis kesabaran dan wanita yang merebutmu dari ku akan....." ucap Aurelia yang tidak melanjutkan kata-katanya.
" Apa yang ingin kau lakukan Aurelia?" tanya Athar yang tiba-tiba khawatir yang tau tujuan Aurelia pada Anna.
" Aurelia apa yang kau katakan?" sahut Athar panik.
" Jangan mengujiku Athar. Aku sangat mengenal adikku dan mungkin bukan fisik yang membuatnya lemah dan aku juga tidak bisa melakukan itu. Aku rasa kau bersamanya kemarin dan kau bisa melihat sendiri bagaimana dia yang menjadi seperti itu karena perkataan Gibran. Dan mungkin dia akan menjadi jauh lebih parah dengan aku yang berkata-kata yang mungkin bisa merusak mentalnya. Karena adikku itu tidak sekuat itu Athar!!" ucap Aurelia yang membuat Athar tampak menahan amarah dengan wajah Athar memerah dan rahang kokoh itu mengeras.
" Kau sungguh kejam Aurelia. Dia adik kandungmu. Kau egois yang sanggup melukainya. Jika bukan kepadamu siapa lagi tempatnya untuk bicara. Tetapi kau malah berencana ingin membuatnya terluka. Kau sungguh egois," ucap Athar menekan suaranya yang tidak habis pikir dengan Aurelia.
" Bukan aku yang egois. Tapi dia. Dia hanya anak kecil dan hanya keras kepala dan menganggap semua permainan. Dialah yang egois yang memanfaatkan situasi hanya karena kemarahannya kepadaku dan juga keluargaku. Athar kau hanya di permainkan olehnya. Jadi kau jangan terbawa suasana. Jadi sebaiknya kau jangan berbuat yang aneh-aneh dan membuatku benar-benar akan melakukannya," tegas Aurelia.
" Kau mengancamku," sahut Athar.
" Hanya peringatan dan aku harap kau orang yang pintar," tegas Aurelia.
__ADS_1
" Sudah malam. Aku harus pulang," ucap Aurelia yang langsung pergi dengan tersenyum kepada Athar dan Athar terlihat mengepal tangannya.
" Argggghhh!" geram Athar yang ingin memukul sesuatu.
Tidak habis pikir baginya jika dia tidak bisa bicara apa-apa dan membalas perkataan Aurelia ketika Aurelia menyebutkan nama Anna.
Athar seolah tidak terbayangkan bagaimana jika itu terjadi. Karena memang hanya bertengkar dengan Gibran. Anna bisa drop dan tidak tau jika Aurelia membuat ulah dan dia begitu mencemaskan Anna dan seolah membuatnya tidak mendapatkan pilihan apa-apa.
************
Aurelia yang berada di dalam mobil yang di setiri dengan supir di mana Aurelia duduk di jok belakang mobil dan dengan wajahnya yang tampak bengis.
" Aku ingin melihat tindakanmu setelah ini apa Athar. Anna kamu hanya anak kecil yang bermain-main dengan ku," batin Aurelia dengan tangannya yang mengepal.
Sementara Athar di dalam kamarnya beberapa kali mengusap kasar wajahnya yang duduk di pinggir ranjang yang jujur perkataan Aurelia membuatnya kepikiran dan bayang-bayang wajah Anna masuk kedalam pikirannya.
Napasnya menjadi tidak teratur yang di penuhi dengan kebimbangan yang tidak tau harus bertujuan ke arah mana.
" Aurelia. Kenapa? Kenapa kau harus seperti itu. Kenapa Aurelia!" batin Athar dengan napas beratnya yang kembali mengusap wajahnya.
Athar menoleh ke arah hadiah pemberian Anna yang berada di sampingnya. Athar mengingat Anna yang kembali tersenyum ketika terpuruk.
Di mana Anna sakit dan semua itu karena menyinggung ibunya dan sebelumnya Athar juga pernah melihat Anna yang drop karena masalah orang tua yang di singgung.
Jangan lupa mampir ke karya terbaru aku
__ADS_1
Bersambung