Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 96 Rencana Olive.


__ADS_3

Anna memasuki kamarnya dan terlihat begitu kesal dengan Athar. Anna menghempaskan dirinya di atas tempat tidur.


" Apa-apaan sih dia harus bertanya-tanya segala. Memang dia pikir sama apa. Ibunya ya ibunya. Ibuku ya ibuku. Kenapa di sama-sama in, coba. Apaan sih, nggak jelas banget, di tanya malah nanya balik, Huhhhh memang dasar," oceh Anna yang terus merocos yang tak henti-hentinya pada Athar.


" Hmmmm, biarkan saja dia seperti itu. Mending aku tidur, biarkan dia mau ngapain suka-suka dia," ucap Anna yang memejamkan matanya dengan paksa.


Jika tidak terjadi perang dingin dengan Athar, Anna pasti masih makan dan pasti makanan itu akan habis semuanya. Tetapi namanya juga Anna ya mau gimana lagi sudah terlanjur begitu kesalnya.


**********


Sementara Athar memang harus membersihkan makanan itu. Makannya terlalu banyak sisa dan harus di masukkan Athar kedalam kulkas Anna yang pasti kulkas itu kosong. Athar yang memang notabennya adalah orang yang bersih dan rapi yang memang tidak akan bisa tidur jika tidak membersihkan semuanya.


Setelah bersih Athar membaringkan tubuhnya di atas sofa panjang itu. Athar mengambil handphone dan melihat sudah jam 03 lewat. Athar membual wa dan terlihat mengirim pesan.


..." Periksa Cctv di perusahaan. Aku merasa ada mobil yang mengikutiku saat aku membawa Anna pulang tadi," tulis Athar dengan singkat yang pasti mengirim pada sekretarisnya Jennie....


..." Hmmm baiklah!" jawab Jennie dengan cepat....


Perlahan Athar memejamkan matanya yang memanfaatkan waktu yang sedikit untuk tidur. Karena tetap besok harus beraktifitas kembali untuk bekerja.


************


Mentari pagi kembali tiba. Anna keluar dari kamarnya masih dengan wajah bangun tidurnya. Rambutnya yang berantakan dan bahkan masih mengucek-ngucek matanya yang berdiri di depan pintu kamarnya dan Athar sudah santai duduk menunggu di sofa dan melihat ke arah Anna.


" Apa lihat-lihat," sahut Anna begitu kesalnya dengan Athar.


" Makanan kemarin malam masih sisa. Jadi habiskan sekarang. Aku tidak ingin uangku habis sia-sia," sahut Athar dengan datar.

__ADS_1


" terserah," sahut Anna yang langsung pergi dari hadapan Athar. Namun Anna kembali memasuki kamarnya dan keluar kembali yang ternyata Anna ingin mengambil handuk. DNA Anna langsung menuju kamar mandi. Athar hanya melihat saja tanpa bicara apapun dengan Anna.


Setelah mandi dan rapi-rapi di kamarnya. Anna kembali keluar dari kamar yang sudah rapi-rapi. Dan Athar terlihat duduk santai dan makanan yang tadi malam sisa berada di meja di hadapannya dan Anna hanya melihat dengan heran saja.


" Kenapa berdiri. Ayo makan!" ajak Athar. Anna diam yang tidak menjawab iya atau tidak.


" Kau masih tetap diam di sana. Cepat ayo makan," sahut Athar.


" Jangan sampai aku berubah pikiran untuk tidak memberimu ijin," sahut Athar yang mengeluarkan ancamannya dan langsung di tatap horor Anna.


" Iyaaaaa," sahut Anna dengan terpaksa duduk di depan Athar dan mau tidak mau harus makan kembali bersama Athar.


" Aku berharap kau tidak mencampuri urusanku. Bertanya yang tidak seharusnya kau tanyakan," ucap Athar dengan dingin.


" Kau juga harus seperti itu. Kau juga tau batasanmu. Jangan sok tau tentang kehidupanku. Karena aku tidak mau tau tentang dirimu," sahut Anna menegaskan tanpa melihat ke arah Athar. Matanya hanya fokus pada makanan yang enak-enak itu walau sudah dingin.


" Aku kekantor sendiri hari ini. Aku tidak mau naik mobilmu," sahut Anna.


" Kenapa sih tuhan ada orang seperti dia di dunia ini," batin Anna.


" Makan dengan benar. Jangan menyumpahi ku yang tidak-tidak," sahut Athar seakan tau apa yang dipikirkan Anna.


" Jangan kepedean," sahut Anna dengan geram.


Athar tidak menanggapi lagi dan ikut makan bersama Anna. Kalau Anna semakin di lawani yang ada mereka tidak akan beres-beres. Karena tom and Jerry tidak akan pernah bisa menyatu. Lagian Anna masih beruntung lagi ini tidak mengeluarkan uang untuk sarapan.


**********

__ADS_1


Olive terlihat beres-beres di kamarnya yang memasukkan pakaian kedalam koper kecil dan di dalam kamarnya ada Maharani yang menemaninya.


" Olive kamu mau kemana sih, pakai koper- koper segala?" tanya Maharani heran. Sedari tadi hanya membantu tanpa tau tujuannya mau kemana.


" Mah, kemarikan Olive sudah kasih tau mama. Olive mau liburan 2 hari mau reflesing, agar otak damai aman dan tentram," jawab Olive.


" Hanya 2 hari. Kenapa harus pakai koper segala kan bisa pakai tas ransel," sahut Maharani pusing.


" Ya kan bawaannya banyak. Jai kalau hanya ransel tidak akan cukup," sahut Olive.


" Kamu pergi sama siapa aja?" tanya Maharani.


" Hmmm, tapi mama jangan bilang-bilang kak Athar ya," ucap Olive. Maharani mengkerutkan dahinya dengan kata-kata Anna.


" Memang kenapa dengan Athar. Biasanya juga kalau kamu mau liburan Athar setuju-setuju aja dan tidak pernah protes," sahut Maharani bingung.


" Ini beda mah. Pokoknya kak Athar nggak boleh tau. Olive itu pergi barang Anna, teman Anna dan juga kak Lisa asistennya kak Jennie," ucap Olive dengan pelan seperti berbisik lada mamanya.


" Lalu kenapa Athar tidak boleh tau? apa urusannya sama Athar?" tanya Maharani heran dengan kata-kata Olive.


" Karena Anna itu minta ijinnya dengan alasan lain padahal kami mau healing bareng kan mama tau sendiri kak Athar itu pelit sama cuti. Apa lagi Anna baru bekerja di sana. Jadi otomatis kak Athar tidak akan memberi ijin makanya Anna memberi alasan lain. Agar Anna dan kak Lisa lolos dari kak Athar," jelas Olive dengan sedetail-detailnya pada mamanya.


" Olive kamu ini ya. Kamu mengajari Anna yang tidak-tidak. Sudah tau dia baru bekerja dan belum sampai 1 bulan. Kamu udah mempengaruhi dia aja, bagaimana kalau kakak kamu marah," sahut Maharani geleng-geleng.


" Isssss, siapa yang mempengaruhi. Orang Anna yang ngajak kita. Udah deh pokoknya mama harus tutup mulut. Jangan sampai kak Athar tau. Bisa brabe nanti semuanya," ucap Olive menegaskan. Maharani hanya geleng-geleng dengan Olive yang ada-ada saja.


Ternyata rahasia Olive terbongkar dengan cepat yang mana Athar berdiri di balik pintu kamar Olive dan mendengar semua apa yang di sampaikan Olive pada mamanya.

__ADS_1


" Jadi kau menipuku. Kau benar-benar Anna. Tidak pernah serius dalam pekerjaanmu. Baiklah kita lihat saja. Bagaimana kau menjalankan akting mu itu," geram Athar merasa tertipu dengan Anna yang membawa alasan untuk mencari desain padahal dia mau healing dengan teman-temannya.


Bersambung


__ADS_2