
Mobil Athar berhenti di depan Perusahan bersama dengan Jennie yang mana Athar dan Jennie baru pulang dan langsung ke perusahaan walau sudah malam hari. Athar dan Jennie turun dari mobil dan ternyata berpapasan dengan Chandra, Amelia, Aurelia, Derry, Ari Purnama dan juga Maharani.
" Kenapa mereka di sini?" tanya Athar pelan.
" Aku juga tidak tau," jawab Jennie yang langsung menundukkan kepalanya saat berpapasan dengan keluarga itu.
" Kamu sudah pulang Athar," ucap Aurelia. Athar hanya mengangguk.
" Bagaimana pekerjaan kamu Athar?" tanya Maharani.
" Semuanya lancar," jawab Athar dengan suara dinginnya.
" Gibran brengsek berhenti kamu!" tiba-tiba terdengar suara Anna yang menggelegar yang membuat semua orang kaget dan melihat ke arah Anna yang mengejar Gibran.
" Anna!" lirih Athar yang heran melihat Anna.
Gibran yang merasa namanya di panggil langsung menghentikan langkahnya dan membalikkan tubuhnya dan langsung membalikkan tubuhnya.
Plakkkkkkk.
Gibran langsung mendapat tamparan keras dari Anna yang membuat Gibran kaget dan dengan matanya yang melotot dan yang lain juga kaget melihat Anna menampar Gibran dengan Anna yang tampak marah.
" Anna sekarang kamu benar-benar menunjukkan kejelekanmu di depan semua orang," batin Aurelia yang tersenyum melihat hal itu.
" Apa yang kau lakukan berani sekali kau menamparku," teriak Gibran.
" Pria kurang ajar sepertimu pantasnya di bunuh kau tau itu. Kau menghina ibuku. Kau pikir siapa dirimu brengsek yang berani menghina ibuku. Kau tidak mengenalnya. Jadi jangan sembarangan mengatainya!" teriak Anna dengan mendorong-dorong Gibran dan memukul-mukul Gibran dengan tasnya dan Gibran kewalahan menghadapi Anna yang kesetanan.
Karena kericuhan itu yang lain langsung mengahampiri Anna yang terlibat konflik dengan Anna.
" Anna ada apa ini!" bentak Chandra membuat Anna menghentikan memukuli Gibran.
" Lihat anak om ini dia sangat kurang ajar kepadaku, tidak tau sopan santun," sahut Gibran mencari pembelaan.
" Kau yang kurang ajar. Kau sudah mengatai ibuku. Kau mengatakan ibu ku tidak berguna. Kau mengatakan dia sampah. Kau lah yang sampah," teriak Anna dengan napasnya yang tidak beraturan dengan penuh kemarahannya.
" Gibran apa yang kamu katakan kepada Anna!" Bentak Maharani menegur Gibran.
" Sial wanita ini," batin Gibran yang tidak menyangka Anna akan berbicara seperti itu.
__ADS_1
" Aku tidak mengatakan apa-apa ma, dia saja yang berlebihan. Om Chandra taukan dia ini anaknya seperti apa. Hal kecil akan di perbesar olehnya, jadi dia hanya mengarang cerita saja," sahut Gibran membela diri.
" Anna sudah kamu jangan membuat keributan di tempat ini. Kamu harus malu sedikit. Bagaimana jika orang-orang melihat," sahut Chandra yang membela Gibran membuat Anna mendengus kasar.
" Aku berlebihan. Dia mengatai ibuku sebagai sampah dan masih di katakan salah dan malah membela dia," sahut Anna yang tampak kecewa dengan Chandra.
" Apa kau tau apa yang di rasakan seorang anak jika wanita yang melahirkannya di katakan sebagai tidak berguna dan kau membela dia," teriak Anna yang tidak terima dengan Chandra yang membela Gibran.
" Anna bukan begitu maksud papamu," sahut Amelia.
" Diam kau!" bentak Anna menunjuk Amelia.
" Kau jangan ikut-ikutan. Kau bukan seorang ibu yang melahirkan dan membesarkan seorang anak. Kau tidak akan tau apa yang di rasakan ibuku. Karena kau hanya tau rasanya menghancurkan keluarga orang lain dan merebut suami dan ayah dari seorang anak," ucap Anna yang tidak bisa mengendalikan dirinya dan Amelia menjadi sasarannya.
" Cukup Anna!" Bentak Chandra dan Amelia hanya bisa diam dengan kata-kata Anna yang sudah biasa.
" Terus saja membela istrimu yang kara raya itu. Kau di gelapkan dengan kekuasaan dan harta sampai kau menceraikan istrimu dengan wanita sepertinya dan ingin menjual anakmu dengan menambah kekayaan mu dan di saat ibu dari anakmu di hina kau membelanya karena takut miskin!" teriak Anna.
" Anna kamu jangan bicara yang tidak-tidak," sahut Aurelia dengan menekan suaranya.
" Ya, kau juga akan membelanya. Kalian semua memang sama. Karena dia bisa memenuhi kebutuhanmu dan melupakan wanita yang melahirkan mu. Jadi kau juga membelanya. Kau melupakan ibu yang melahirkan mu demi status sosialmu!" teriak Anna semakin emosi.
" Kenapa. Apa yang aku katakan tidak benar hah! Apa ini menurutmu drama. Aku seorang anak yang hanya membela ibuku. Dan kau memarahiku hanya karena semua ini. Omong kosong apa yang aku katakan dengan omong kosong!" teriak Anna yang mana suasana semakin panas dan Amelia tidak bisa berbuat apa-apa
Sama dengan Ari Purnama, Maharani, Derry, Athar atau Jennie yang tidak mungkin ikut campur.
" Cukup Anna. Jika Gibran mengatakan kelakukan kamu sama seperti ibumu. Itu adalah kenyataan. Karena memang apa yang kamu tunjukkan sudah menjelaskan seperti apa wanita yang selalu kamu bela itu," sahut Chandra yang membuat Anna terkejut dan Gibran menyunggingkan senyumnya mendengar Chandra yang membelanya mati-matian.
" Ya seperti ini lah dia. Kau selalu membelanya bukan. Tapi kau tidak tau apa yang terjadi. Kau keras kepala seperti ini dari dulu. Kau masih 10 tahun. Kau tidak tau apa yang terjadi. Ibu mu yang pergi saat itu dia yang meninggalkan kalian dan kau menyalahkan papa atas semua itu. Tapi justru dia yang bersalah!" teriak Chandra. Yang membuat Anna benar-benar tidak menyangka dengan perkataan Chandra yang semakin melukai hatinya.
" Aku baru tau jika memang seorang ayah yang bajingan itu benar-benar ada. Wanita tidak akan pergi. Jika kau tidak memilih selingkuhanmu itu. Kau menikahinya karena dia mengandung anak hasil jina nya dan kau menyalahkan ibuku. Kau lah Pria yang biadab yang berselingkuh, menghiyanati keluargamu hanya demi wanita murahan sepertinya," teriak Anna menunjuk Amelia.
" Anna! Kau benar-benar!" bentak Chandra kehilangan kendali dan ingin menampar Anna namun Athar langsung menghentikan dengan berdiri di depan Anna membelakangi Chandra dengan memegang ke-2 bahu Anna dan membuat tangan Chandra tidak jadi menampar Anna.
" Mas sudah mas," ucap Amelia menurunkan tangan suaminya.
" Aku mohon hentikan semuanya. Ini Perusahan jangan membuat keributan di Perusahan ini," sahut Athar menegaskan yang sudah berdiri di depan Chandra membelakangi Anna.
" Bawa Anna pergi dari sini!" perintah Athar pada Jennie. Jennie mengangguk.
__ADS_1
" Ayo Anna!" ajak Jennie.
" Bersenang-senang dengan hidup kalian. Aku bersumpah akan membuat kalian memohon ampun kepada ibuku. Termasuk kau Pria yang pengecut," ucap Anna menunjuk Gibran.
" Dan kau suami tidak bertanggung jawab, kau wanita yang akan terus selamanya mendapat gelar perusak rumah tangga orang dan kau anak yang melupakan ibumu. Kalian akan memohon ampun kepada ibuku," ucap Anna dengan menekan suaranya dengan menyeka air matanya lalu pergi bersama Jennie.
" Gibran kamu seharusnya tidak mengatakan apa-apa kepada Anna," ucap Maharani memarahi Gibran.
" Aku salah apa sih mah. Om Chandra saja tau dia yang salah," sahut Gibran membela dirinya.
" Salah mu seperti anak kecil. Laki-laki tidak gentelment yang bertengkar dengan wanita dan membuatnya di marahi orang tuanya. Kau seperti anak kecil yang membuat kacau di Perusahaan ini," sahut Athar.
" Kenapa kau selalu membelanya. Kau tidak melihat ada tunanganmu di sini. Kau seakan tidak menganggap tunanganmu," ucap Gibran sinis.
Athar langsung mendekati Gibran dan langsung menarik kerah baju Gibran dan langsung memukul Gibran yang membuat semua orang kaget.
" Astaga Athar sudah," sahut Maharani yang panik.
" Kau berani memukulku," sahut Gibran mau membalas. Namun Derry langsung mencegah Gibran dengan menarik kakaknya itu.
" Kau akan menjadi seorang laki-laki. Jika yang kau hadapi laki-laki. Kau hanya banci yang melawan seorang wanita," tegas Athar dengan geram kepada Gibran.
" Kau berani mengataiku," sahut Gibran tidak terima dan ingin membalas pukulan Athar.
" Cukup Gibran!" bentak Ari Purnama yang membuat Gibran berhenti.
" Kalian jangan membuat malu di sini!" tegas Ari Purnama.
" Papa lihat sendiri. Dia memukulku hanya karena membela wanita itu. Padahal ada tunagannya di sini dan juga calon mertuanya," sahut Gibran yang masih saja membuat suasana semakin panas.
" Bicara lah dengan sesukamu kakak ku yang terhormat. Aku mengampunimu dengan tidak memberikan Cctv kepada papa saat di meja makan. Tapi kali ini aku akan memberikan Cctv perbuatanmu yang terjadi sebelum ini," tegas Athar yang tidak main-main dengan omongannya. Athar merapikan jasnya dan langsung pergi.
" Sial," desis Gibran yang merasa di ancam.
" Sudah Gibran kamu jangan mencari gara-gara lagi," gertak Maharani. Gibran yang merasa malu langsung pergi.
" Saya berharap masalah tidak di lebarkan lagi," ucap Ari Purnama. Chandra mengangguk walau dia masih kepikiran dengan kata-kata Anna.
" Athar mau kemana kamu. Kamu akan menyusul Anna," batin Aurelia yang merasa kesal dengan Athar yang membela Anna terang-terangan di depannya yang seperti dua tidak di hargai sama sekali.
__ADS_1
Bersambung