
Tidak lama akhirnya mobil yang di kendarai Athar sampai di depan rumah Athar. Anna walau sudah beberapa kali Kerumah Athar dan tidak pernah gugup sama sekali. Namun kali ini dia tampak begitu gugup.
" Ayo kita turun!" ucap Athar sembari membuka safety beltnya.
" Baiklah kalau begitu," jawab Anna yang sebelumnya sudah mengatur napasnya yang benar-benar menguatkan mentalnya untuk bertemu dengan keluarga Athar dengan status yang berubah.
Mereka keluar dari mobil dan berjalan menuju pintu dengan Athar yang harus menggenggam tangan Anna yang takut kehilangan Anna. Pasangan kekasih itu sudah berdiri di depan rumah dan belum membuka pintu. Pintu sudah di buka dan yang membuka adalah Olive.
Anna terlihat kaget sampai matanya melotot dan ingin menarik tangannya dari Athar supaya Olive tidak banyak bertanya dengan tangan mereka yang sudah saling menggenggam. Namun Athar bukannya melepas malah semakin memegang kuat membuat Anna kaget dan berusaha melepas lagi.
" Sudahlah nggak usah pura-pura. Aku juga tau kali kalian ber-2 itu pacaran," sahut Olive dengan santainya.
" Kamu tau dari mana?" tanya Anna dengan wajah terkejutnya.
" Ya aku taulah kan aku adiknya kak Athar. Aku juga tau kali dari dulu kalian itu ada something. Jadi aku bukan Lisa dan Sana yang harus di sembunyi-sembunyi kan. Aku itu tau kali," jelas Olive apa adanya.
" Yaaaaa," Anna menghela napasnya panjang kedepan yang mana apa di sembunyikannya ke tahuan sahabatnya. Seharusnya Anna memang tidak heran. Karena sesuai apa yang di katakan Athar sebelumnya di mana pasti keluarganya juga sudah tau tanpa di beritahu dan Olive adalah keluarganya dan wajar saja Olive juga tau dan bahkan bersatunya Athar dan juga Anna itu karena campur tangan Olive.
" Olive, tapi kamu jangan kasih tau Sana atau Lisa ya," ucap Anna mengingatkan temannya itu.
" iya-iya aku akan tutup mulut. Terserah kamu Anna mau sampai kapan menyembunyikan hal itu dari mereka. Itu hak kamu," sahut Olive yang memang orangnya sesantai itu.
" Makasih Olive, kamu memang teman yang terbaik," ucap Anna dengan senyum cerianya.
" Oke. Sudah selesai komprominya. Kalau sudah selesai. Sekarang kita masuk kedalam untuk makan malam," sahut Athar yang sudah lelah sejak tadi berdiri.
" Baiklah!" sahut Anna yang kembali semangat. Anna dan Athar pun sama-sama memasuki rumah melewati Olive begitu saja membuat Olive yang kesal dengan ujung bibirnya yang tertarik kesamping.
__ADS_1
" Mentang-mentang sudah pacaran. Aku di lupain. Kak Athar lupa apa. Siapa orang yang paling berjasa untuk hubungan mereka dan Anna aku sahabatnya malah di acuhkan. Aku juga bukan hanya sahabatnya sekarang. Tetapi bakalan jadi adik iparnya yang seharusnya aku di baik-baik-in. Cari muka padaku. Issss Anna benar-benar," Olive jadi kesal sendiri dengan kakak dan juga sahabatnya menganggap dunia milik ber-2 dan yang lainnya hanya ngontrak. Maklum lah Olive lagi bucin- bucinnya.
Olive yang lelah bergerutu sendiri akhirnya menyusul masuk dari pada seperti orang gila nantinya.
*********
Athar dan Anna sudah sampai meja makan yang mana terlihat Maharani yang menuang air putih ke dalam gelas. Yang lainnya mungkin belum ngumpul di meja makan.
" Tante!" sapa Anna dengan ramah yang langsung menghampiri Maharani.
" Anna!" sahut Maharani menghentikan pekerjaannya untuk menyambut Anna yang sekarang mencium punggung tangannya dan Maharani mengusap kepala Anna, " kamu apa kabar Anna?" tanya Maharani.
" Anna baik-baik saja Tante," jawab Anna, " Tante kabarnya bagaimana?" tanya Anna.
" Alhamdulillah Tante juga baik-baik aja," sahut Maharani dengan tersenyum sembari memegang tangan Anna, " kamu cantik sekali malam ini," puji Maharani dengan tulus.
" Sepertinya Anna tidak tau apa-apa tentang hubunganku dan juga Maya. Apa Maya tidak menceritakan semuanya," batin Maharani yang masih takut jika Anna juga akhirnya akan membencinya dan menyalahkan dirinya.
" Di mana papa?" tanya Athar membuat lamunan Maharani terhenti.
" Oh, papa sebentar lagi juga turun!" sahut Maharani. Athar mengangguk saja.
**********
Akhirnya Anna, Athar, Maharani, Derry dan Olive makan malam bersama.
" Anna kamu cobain ini," Maharani memberikan Anna Makanan.
__ADS_1
" Makasih Tante," sahut Anna mengangkat piringnya menerima pemberian Maharani. Sejak awal Maharani memang sangat baik pada Anna. Bahkan prilakunya berbeda dengan Aurelia. Mungkin awalnya Maharani hanya iba dengan kehidupan Anna yang tidak seperti Aurelia yang hidup berkecukupan bahkan berlebihan. Tetapi Maharani tetap menyukai 2 gadis anak dari temannya itu.
" Anna bagaimana persiapan kamu untuk kompetisi akhir?" tanya Ari Purnama.
" Persiapannya sampai detik ini baik-baik saja om dan tidak ada yang sulit," jawab Anna dengan senyumnya.
" Syukurlah kalau begitu. Semoga kamu bisa menampilkan yang terbaik dan masalah kamu menang apa tidak itu masalah belakangan. Karena ini hanya kompetisi dan bagi Om apa yang kamu berikan sangat baik," ucap Ari Purnama memberikan masukan.
" Makasih Om," sahut Anna tersenyum.
" Om Ari Purnama begitu sempurna dan seperti papa yang baik dan bijaksana. Tetapi tidak ada yang tau dia membuat Athar kecewa dan mungkin ini yang di rasakan Athar. Saat yang kita anggap begitu sempurna. Namun mendapat cela. Hal itu akan membuat kita kecewa dan sakit hati yang berlebihan. Sama dengan Athar yang masih terpukul dengan kenyataan yang di rahasiakan Om Ari Purnama. Aku hanya berdoa semoga Athar benar-benar bisa berdamai dengan keadaan dan tidak akan marah lagi pada Om Ari Purnama," batin Anna dengan segudang harapannya.
" Kamu terlihat semangat Anna dalam menjalani kompetisi kamu," ucap Maharani.
" Jelas Anna semangat mah. Karena nanti dalam kompetisi Anna. Ibunya Anna akan datang," sahut Olive membuat Maharani kaget dan bahkan yang tadi ingin menyendokkan nasi ke mulutnya menjadi tidak jadi ketika mendengar kata-kata Olive. Dan Athar begitu memperhatikan apa yang tunjukkan Maharani.
Athar pasti tau Maharani pasti tidak siapa bertemu dengan Maya.
" Hmmm, begitu rupanya. Pantesan Om juga melihat cerianya wajah kamu," sahut Ari Purnama.
" Iya Om. Makanya Anna harus menampilkan yang terbaik supaya mama bangga," jawab Anna. Ari Purnama mengangguk saja.
" Lalu hubungan kalian berdua. Apa sekarang ini sudah berbeda?" tanya Ari Purnama yang menyinggung hubungan Athar dan Anna.
Ari Purnama memang tidak pernah ikut campur hubungan asmara anak-anaknya. Putusnya pertunangan Athar dan Aurelia juga Ari Purnama tidak ikut campur. Namun Ari Purnama beberapa kali mendengar Anna dan Athar ada hubungan special dan itu sebelumnya dari Gibran. Namun Ari Purnama tidak terlalu menanggapi hal itu.
Namun sekarang ini. Anna dan Athar datang bersamaan dan Athar yang sebelumnya meminta izin mengajak Anna untuk makan bersama mereka. Ya Ari Purnama ingin tau hubungan Athar dan Anna sudah sejauh mana.
__ADS_1
Bersambung.