
"Mama jangan terlalu lebay seperti itu orang biasa aja kenapa sih mah, orang kak Mike itu melamar Olive bukan mau aneh-aneh," sahut Olive yang melihat sang mama terlalu alay
"Apa kamu bilang biasa aja. Olive kamu sadar tidak barusan laki yang kamu bawa ini bicara apa dia itu mau melamar kamu, kamu dan dia mau menikah dan kamu bilang biasa aja," sahut Maharani yang masih begitu terkejut mendengarnya.
"Ya memang iya mah, lalu apa coba yang membuat mama harus se kaget itu kan kak Mike itu niatnya baik. Mau melamar bukan mau aneh-aneh," sahut Olive dengan menegaskan.
"Olive ya jelas mama kaget dengan kamu yang tiba-tiba menikah, kamu ini ya benar-benar masih di tanya aja apa yang membuat mama kaget. Kedatangan kamu tiba-tiba dan semua yang di katakan pria di samping kamu itu sudah jelas membuat mama kaget," sahut Maharani yang memijat kepalanya.
"Maaf Tante, jika saya sudah membuat tante dan Om pasti terkejut. Tetapi saya benar-benar ingin serius dengan Olive saya sungguh-sungguh ingin menikah dengan Olive," ucap Mike dengan wajah seriusnya.
"Kamu itu enak aja mengatakan serius-serius mau menikahi anak saya, anak saya itu masih kecil dan kalian juga baru saja mengenal," ucap Maharani yang kelihatannya tidak rela jika Olive akan menikah.
"Mama ini apa-apaan sih, siapa juga yang masih kecil, mah Olive bukan anak kecil lagi dan Olive sudah serius menjalin hubungan dengan kak Mike lalu apa yang salah. Olive sudah dewasa mah, sangat dewasa," ucap Olive dengan menegaskan.
"Ya salah dong Olive. Kamu tiba-tiba yang satang bilang mau menikah dengan dia. Olive kamu juga baru mengenal dia dan kamu tidak pernah mengatakan pada mama kalau kalian itu pacaran dan tiba-tiba menikah itu sangat aneh," ucap Maharani yang benar-benar tidak langsung setuju dengan keinginan Olive.
"Aku dan Olive memang tidak pacaran tante. Kami berdua memang hanya berteman awaknya yang sama-sama menyukai tetapi memang kami tidak ada pacar-pacaran dan saya juga yang pastinya tidak ingin menggantung Olive begitu saja dan makanya memutuskan untuk menikah," jelas Mike.
"Tuh dengar mah. Papa juga kenapa diam aja pah. Mama terus aja protes dengan ini dan itu. Papa tidak menanggapi apa-apa sama sekali masalah apa yang di sampaikan oleh kak Mike?" tanya Olive yang melihat sang kakak tidak berbicara sama sekali dan bahkan sama sekali tidak memberikan tanggapan apa-apa.
Ari Purnama menarik napasnya dengan perlahan dan membuangnya kedepan dan menatap anak, istrinya dan juga pria yang tadi katanya ingin mempersunting anaknya.
"Papa kenapa diam?" tidak mau mengatakan apa-apa?" tanya Olive lagi.
"Mike Om sangat menghargai dan sangat salut dengan keputusan kamu yang begitu bijak dan sangat baik pastinya. Om menerima niat baik kamu yang ingin mempersunting Olivie," ucap Ari Purnama yang pendapatan berbeda dengan Maharani yang langsung protes.
"Apa itu artinya papa setuju aku sama kak Mike menikah?" tanya Olive dengan semangatnya yang sepertinya akan mendapat lampu hijau dari papanya.
"Mas jangan asal main setuju-setuju aja mas. Belum tentu semuanya bisa di setujui begitu saja," sahut Maharani yang masih saja komplain.
"Maharani, Olive ini sudah dewasa dan tidak ada yang salah untuk hal itu. Athar sangat mengenal baik Mike dan kamu juga tau Mike ini juga orang yang sopan," ucap Ari Purnama yang menilai baik Mike.
"Tapi mas mereka ini baru kenal. Olive itu anak perempuan kita satu-satunya dan mas mau sembarangan gitu menyerahkan anak perempuan kita pada Pria yang belum tentu asal-usul nya," sahut Maharani yang masih komplain aja.
"Mama apa-apaan sih, pakai bilang tidak jelas asal-usulnya segala," sahut Olive.
"Ya memang kenyataan kan dia hanya teman Athar saja," sahut Maharani.
__ADS_1
"Sudah-sudah Maharani kamu ini jangan berlebihan berbicara seperti itu. Kamu harusnya menghargai niat baik Mike," tegas suaminya.
"Tapi mas," sahut Maharani.
"Begini saja Mike. Om sama Tante kamu akan membicarakan masalah ini dulu. Yang penting om tidak ada masalah dengan niat baik kamu. Jadi jangan khawatir. Kamu beri waktu Om dan Tante saja," ucap Ari Purnama yang ingin di beri waktu.
"Baiklah Om saya mengerti dan berharap ada kabar baik," ucap Mike dengan lempang hati yang menerima keputusan apapun nantinya.
"Mama apa-apaansih, mama itu benar-benar ya bikin malu aja di depan kak Mike sudah mengataiku ini itu lagi di depan kak Mike mengataiku anak kecil lagi," batin Olive dengan kesal sendiri pada mamanya.
"Masa iya sih Olive harus menikah secepat itu Huhhhh benar-benar ya Olive. Apa lagi dengan laki-laki seperti. Walau aku tau dia teman baik Athar. Tetapi kan tidak harus menikah juga," batin Maharani yang terus melihat Mike.
Maharani mungkin belum bisa percaya pada Mike begitu saja. Karena Mike ini tidak terlalu di kenalkan Olive padanya. Namun Maharani tau kalau Mike dan Olive memang belakangan ini dekat.
"Aku sepertinya akan gagal dapat restu ini kalau caranya seperti ini," batin Mike yang harus berdoa banyak untuk lamarannya yang harusnya di terima.
*********
Dratt-dratt-Dratttt
"Ada apa mah?" tanya Athar yang ternyata mendapat telpon dari Maharani di siang bolong yang mengganggu aktivitas panasnya dengan istrinya.
"Athar Olive!" pekik Maharani membuat Athar memijat kepalanya dengan dahinya yang mengkerut.
"Ada apa dengan Olive mah?" tanya Athar yang panik.
"Masa iya teman kamu di Mike itu melamar Olive," ucap Maharani.
Hufff
Athar membuang napasnya perlahan ke depan yang dipikir Athar entah apa yang terjadi yang rupanya hanya mengatakan itu saja.
"Ya ampun mah, lalu kalau Olive mau menikah kenapa. Mama ini bikin orang panik aja," ucap Athar mengusap wajahnya dengan satu tangannya.
Tiba-tiba sebuah tangan memeluk Athar dari bekang yang pastinya Anna yang hanya tertutup selimut yang duduk di belakang Athar.
"Ada apa sayang?" tanya Anna dengan napasnya yang tidak teratur.
__ADS_1
Dari Anna dan Athar yang seperti itu sangat terlihat jelas ke-2nya sedang bermain panas dan Maharani mengganggu mereka.
"Sayang kenapa?" tanya Anna lagi dengan mengusap-usap bidang dada suaminya yang menggoda suaminya.
"Mama biasalah," sahut Athar dengan pelan dan mencium bibir istrinya.
"Kamu ngapain sih Athar?" tanya Maharani yang mendengar suara aneh.
"Nggak ada apa-apa. Mama ini menelpon hanya mengatakan itu saja. Apa tidak bisa menelponnya nanti aja," ucap Athar dengan kesal.
"Apa-apaan sih kamu Athar kenapa kamu jadi marah coba. Kamu memang di mana sekarang?" tanya Maharani.
"Ya di kamarlah," ucap Athar.
"Kamu ngapain siang-siang di kamar. Kamu nggak kerja apa?" tanya Maharani.
"Udahlah mah, jangan ganggu Athar," sahut Athar kesal belum lagi Anna yang manja yang sekarang bermanja pada suaminya yang membuat Athar ingin buru-buru menutup telponnya dengan sang mama agar bisa melanjutkan kegiatannya dengan istrinya yang tertunda gara-gara mamanya menelpon yang hanya memberikan informasi yang tidak penting sama sekali.
"Kalian lagi...." Maharani seakan bisa menebak apa yang terjadi membuat Athar mengkerutkan dahinya.
"Arggh sudahlah mama itu ganggu saja," ucap Athar kesal yang langsung mematikan telponnya.
"Sayang kenapa sih?" tanya Anna dengan suara manjanya.
"Biasalah mama ada-ada saja tingkahnya," ucap Athar dengan kesal.
"Memang masalah apa?" tanya Anna penasaran.
"Udahlah sayang kita jangan bahas itu sekarang kita lanjut aja apa yang tertunda," ucap Athar dengan memegang pipi istrinya sembari mengusap-usapnya dengan lembut yang membuat Anna tersenyum.
"Tetapi aku sudah nggak mood," jawab Anna.
"Mana bisa begitu sayang kamu harus mood. Karena tidak ada yang bisa di hentikan," ucap Athar mengecup bibir istrinya dengan lembut.
Anna tersenyum dan menerima ciuman suaminya yang baginya tidak masalah jika melanjutkan hubungan panas mereka. Toh memang sangat tanggung jika di hentikan walau tergangngu karena mamanya yang menelepon hanya melaporkan yang menurut Athar bukan masalah besar.
Bersambung
__ADS_1