Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 248 Murka.


__ADS_3

Malam hari tiba Anna berdiri di parkiran bawah tanah untuk menunggu Athar. Athar memang akan mengantarkan kekasihnya itu pulang dan sebelumnya mereka ingin makan malam dulu. Begitulah kalau sudah pacaran apa-apa mau di lakukan berdua.


" Athar lama sekali, katanya sudah mau selesai," gumam Anna yang jenuh menunggu Athar yang terus melihat jam di ponselnya dan melihat ke arah pintu memasuki parkiran yang terus menunggu Athar.


" Apa rapatnya belum selesai," ucapnya lagi yang mulai bosan. Karena kekasihnya itu memang sedang rapat sebentar.


Anna tetap menunggu dengan jenuh. Namun tiba-tiba mata Anna menjadi silau dengan Anna yang menyipitkan matanya yang kesilaun dan bahkan menutup dengan telapak tangannya.


Sebelah matanya terbuka satu dan melihat apa yang membuat pandangannya silau yang mana ternyata cahaya lampu mobil yang ada di depannya sekitar 20 meter.


" Siapa sih yang jahil seperti itu," gumam Anna yang terus menahan kesilaun. Namun tiba-tiba mobil yang mengeluarkan lampu yang mengarah pada Anna itu tiba-tiba melaju dengan kecepatan tinggi.


Anna awalnya santai dan melihat dengan matanya yang menyipit yang mana cahaya itu semakin tajam. Namu mobil itu terus berjalan kencang ke arahnya yang membuatnya panik yang seolah mobil itu ingin menabraknya.


Dan di saat semakin dekat Anna pun langsung menghindar ke kirinya dengan wajahnya yang begitu shock.


" Apa dia gila!" umpat Anna memegang dadanya yang debaran jantungnya tidak menentu, " siapa yang mengendari mobil itu?" tanya kebingungan dan di detik berikutnya mobil itu terlihat membelok yang mana kembali mengarah Anna membuat Anna terkejut saat mobil itu melaju kencang yang ingin mengejarnya dan membuat Anna berlari.


Anna benar-benar di kejar mobil itu di parkiran yang sunyi yang tidak ada orang dan hanya ada beberapa mobil yang terparkir. Anna terus mengelak kekiri kekanan saat berulang kali dia di kejar mobil itu.


Anna bahkan tidak bisa keluar dari parkiran yang membuatnya ketakutan saat dirinya benar-benar ingin dicelakai. Mobil yang terus melaju kencang kembgejarnya dan bahkan mundur saat Anna berhasil mengelak dan kembali mengejar lagi sampai Anna begitu ke walahan dengan wajahnya yang panik dan penuh berkeringat.


" Athar tolong aku," ucap Anna yang gemetaran memegang handphone yang ingin menghubungi Athar. Namun mobil itu terus mengejarnya membuat Anna yang gugup dan handphonnya sampai jatuh dan Anna kembali berlari untuk meloloskan dirinya.

__ADS_1


Tidak tau sudah berapa lama Anna di kejar-kejar dan Athar tidak kunjung datang sampai akhirnya Anna yang ke lelahan harus terjatuh terduduk menghadap mobil yang di depannya yang sudah berhenti.


Wajah paniknya yang tersorot lampu mobil begitu takut dengan tubuhnya yang terus bergetar dan air matanya yang keluar.


" Ya Allah apa yang di inginkannya," ucap Anna berusaha untuk mundur dengan menyeretkan tubuhnya kebelakang dan tidak lama mobil itu kembali melaju dengan kencang dan Anna sudah tidak bisa berdiri lagi dan hanya bisa mundur saja.


Yang mana Anna sudah pasrah dan ketika mobil itu semakin dekat Anna langsung memejamkan matanya yang pasrah.


Belum sampai mobil misterius itu menabrak Anna tiba-tiba mobil dari arah kiri datang.


Brukkkk terdengar kuat suara hantaman yang mana mobil yang ingin menabrak Anna di hantam bagian samping kirinya. Hal itu membuat Anna membuka matanya karena tersentak dan langsung melihat apa yang terjadi dan betapa terkejutnya Anna melihat mobil yang menabraknya justru di tabrak.


Anna lebih terkejut lagi saat melihat Athar keluar dari mobil yang berasal dari kiri. Athar keluar tampak penuh kemarahan dengan membawa tongkat bisbol menuju mobil yang ingin mencelakai Anna.


" Bajingan kau!" Umpat Athar memukul beberapa kali kaca mobil itu. Akhirnya Athar membuka pintu mobil di bagian pengemudi dan langsung menarik keluar supirnya dan iya Gibran yang tidak jera-jeranya.


Athar dengan penuh emosi langsung menarik kerah baju Gibran


" Apa yang kau lakukan kepadanya brengsek," teriak Athar yang langsung memukul Gibran dengan tongkat bisbol tersebut.


Saat ingin memukul ke-2 kalinya Gibran menangkisnya hingga akhirnya terjatuh dan membuat Gibran mengambil kesempatan untuk menyerang Athar.


Dengan penuh amarah Athar pun meladeni Gibran yang ingin adu skill dengannya yang mana mereka saling memukul dan Anna hanya menyaksikan saja hal itu yang membuatnya panik dan semakin takut.

__ADS_1


Sampai pada di detik berikutnya Athar yang menendang perut Gibran yang membuat Gibran terjatuh kelantai dan kembali memukul Gibran yang mana dia sudah duduk di atas perut Gibran dan memukul tanpa ampunan


Yang mana kemarahan Athar habis-habisan dia menghajar Gibran dengan berkali-kali tanpa ampun dan Gibran tidak bisa membalas lagi.


Di mana hanya pukulan dan makian yang keluar dari mulut Athar dan Anna yang melihat hal itu begitu terkejut dengan kemarahan Athar. Athar sudah seperti iblis yang tidak terkendelakin. Wajah memerah. Rahang kokoh yang mengeras sudah sampai urat-urat lehernya terlihat mengeras.


Kesabaran Athar yang benar-benar hilang karena perbuatan Gibran yang tidak dapat di ampuni lagi. Yang mana membuat Athar mengambil tongkat bisbol yang terjatuh.


" Kau bajingan!" umpat Athar ingin memukulkan tongkat itu pada Gibran.


Namun tiba-tiba sebuah pelukan menghampirinya yang mana Anna yang menghentikan kemarahan Athar.


" Athar sudah, kau jangan seperti ini. Dia bisa mati," ucap Anna panik dengan napasnya yang naik turun. Karena Gibran memang sudah babak belur. Wajah yang sudah tidak bisa di kenali lagi. Karena pukulan Athar yang begitu marah pada Gibran.


" Menyinggir Anna! Biarkan aku membunuhnya," ucap Athar Menekan suaranya yang benar-benar kehilangan kesabarannya. Karena perbuatan Gibran yang tidak bisa di kasih ampuni lagi.


" Tidak Athar. Aku tidak mau kamu sampai kenak masalah. Aku mohon hentikan! Dia sudah terluka parah nanti dia bisa mati dan kamu bisa mendapat masalah," ucap Anna yang terus mencoba untuk membujuk Atharm


" Dia memang pantas mati!" teriak Athar yang kehilangan kesabarannya yang ingin menghajar Gibran kembali yang beberapa kali memuntahkan darah.


" Athar dia saudaramu. Aku mohon hentikan!" Anna terus membujuknya dengan memeluknya erat yang mana Anna begitu takut.


Tiba-tiba Jennie datang bersama 3 bodyguard yang berlari yang melihat keributan. Jennie juga melihat Gibran yang pasti membuatnya terkejut dengan Gibran yang sudah babak belur dan Athar juga terlihat terluka dan bahkan Athar di landa amarah yang besar. Seperti monster yang keluar dari kandangnya. Monster yang kelaparan.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2