
Setelah drama panjang dan selesai bekerja. Akhirnya Anna pun bisa pulang. Anna berjalan dengan santai keluar Perusahaan dengan memutar-mutar kunci mobilnya di jari telunjuknya.
" Tidak apa-apa Anna kamu akan bertemu dengannya. Intinya kamu tidak bisa di pecat. Yang penting aku masih mendapatkan gaji. Lumayanlah bisa untuk memenuhi kebutuhan dan aku bisa mencari pekerjaan di sela-selanya. 1 bulan mana mungkin tidak dapat pekerjaan," ucap Anna di dalam hatinya dengan wajahnya senyum-senyum. Ya lumayanlah perasaannya sedikit tenang dengan langkahnya yang terus berjalan cantik kesenangan.
" Na-na-na-na," Anna berbyanyi-nyayi ceria dengan jalannya yang di goyang-goyang kan.
Ternyata Athar ada di depan mobilnya yang berbicara dengan Jennie di mana motor Anna parkir sembarang di dekat mobil Athar. Mendengar suara nyanyian itu membuat Athar dan Jennie melihat ke arah suara nyanyian yang mengganggu telinganya.
Dan Anna yang menyadari hal itu langsung kaget dan mendadak diam dengan menghentikan langkah kakinya. Ketika melihat Athar.
Anna menjadi kepanikan melihat Athar menatapnya tajam dengan menaikkan 1 alisnya yang seolah ingin menerkamnya.
" Hmmm, a-a-aku mau masuk kedalam. Ada yang ketinggalan," ucap Anna gugup yang langsung berbalik badan yang tidak berani pergi kemotornya karena ada Athar di sana yang menatapnya tajam.
" Bye," ucap Anna gugup dengan senyum palsunya dan langsung lari dengan cepat kembali memasuki peruasaan. Seperti di kejar-kejar. Padahal Athar tidak melakuka apa-apa tetapi Anna sudah lari saja
Jennie heran melihat Anna yang masuk tiba-tiba seperti takut pada Athar. Pandangan Jennie pun mengarah pada Athar, melihat Athar yang sepertinya masih mempunyai dendam pada Anna.
" Athar!" tegur Jennie. Membuat Athar kembali fokus dan menetralkan dirinya.
" Aku bisa sakit jantung. Kalau dia masih tetap di sini," desis Athar layaknya menahan amarah.
" Athar, dia hanya karyawan. Jadi jangan berlebihan. Kau hanya salah paham padanya," ucap Jennie, membuat Athar melihat serius pada Jennie.
" Kau terus saja membelanya," desis Athar kesal.
" Tidak, aku tidak membelanya. Hanya saja kau terlalu berlebihan," sahut Jennie dengan bijak.
" Aku masih curiga. Jika kau mempercayai kata-kata wanita itu," ucap Athar. Membuat Jennie harus tarik napas panjang-panjang mengenai Athar yang sekarang suka emosian.
" Aku tidak mempercayainya aku hanya...,"
" Sudah, periksa cctv dan lihat sendiri dengan jelas," tegas Athar. Jennie hanya diam saja.
Sementara Anna ternyata mengintip di balik dingding.
__ADS_1
" Aisss, kenapa di masih di sana. Kalau dia di sana terus bagaimana aku bisa pulang. Sudah tau capek lagi," gerutu Anna yang terus mengawasi Athar dan Jennie. Karena memang motornya ada di sana dan dia tidak berani untuk bertemu Athar.
" Ayo manusia sombong, pergilah dari sana,"
" Aku harus pulang," gumam Anna yang terus mengintip. Tanpa Anna sadari ternyata Marko berada di belakangnya dan juga ikut-ikutan mengintip-ngintip siapa yang lihati Anna.
" Kamu ngapain?" tanya Marko.
" Ngapain lagi, kalau tidak menunggu si manusia sombong itu pergi," jawab Anna tanpa menyadari siapa yang bertanya padanya.
" Maksudmu siapa?" tanya Marko heran.
" Tuh," ucap Anna menunjukk dengan mulutnya.
" Athar," sahut Marko.
" Aku mana tau namanya. Yang jelas Pria tinggi seperti tiang listrik itu," caci Anna.
Anna punya banyak kamus untuk mengatai Athar. Marko mengangguk-angguk tampak serius. Dan Anna tiba-tiba sadar sedari tadi dia bicara dengan seseorang dan dengan cepat menoleh kebelakang dan tersentak kaget.
" Sorry, Anna aku tidak sengaja," ucap Marko.
" Auhhhh, sakit," keluh Anna dengan memegang pinggangnya dan Anna menoleh kebelakang nya melihat ke arah Athar.
" Mampus, ketauan deh," batin Anna dengan wajas sedihnya.
Athar yang tidak bisa mengendalikan dirinya melihat Anna dengan merapikan dasinya lalu melangkah dengan kakinya yang panjang dan wajahnya yang angkuh ke arah Anna dan Marko. Jennie menghela napasnya. Lalu mau tidak mau dia harus mengikuti Athar.
" Anna biar aku bantu," ucap Marko merasa bersalah.
" nggak usah," jawab Anna terlanjur kesal dengan memegang punggungnya yang terasa sakit.
" Ada apa ini?" tanya Athar dengan suara beratnya. Yang tampak menahan sesuatu.
" Aisss, mampuskan. Jadi ketauan deh. Kamu sih Anna, pakai ngintip-ngintip segala lagi," batin Anna yang sudan tidak bisa mengelak lagi. Dia masih membelakingi Athar dengan sebuk memegang pinggangnya. Tetapi Anna langsung berdiri dan membersih-bersikan pakaiannya.
__ADS_1
" Kau ngapain di sini?" tanya Athar langsung mengarah pada Anna, melihat wanita itu geram dan rasanya ingin menerkamnya.
" Dia mengajakku kemari," sahut Anna dengan cepat yan langsung menunjuk Marko. Membuat Marko melebarkan matanya yang pasti bingung tiba-tiba Anna malah membawa-bawa namanya.
" iya kan," ucap Anna menegdip-ngedipkan matanya pada Marko. Dan marako melotot penuh kebingungan.
" Aku tidak mengajakmu Anna. Aku malah melihatmu mengintip-ngintip dan aku hanya menegurmu bertanya apa yang kamu lakukan dan kamu menjawab kamu sedang mengintip manusia sombong," ucap Marko jujur.
Kiamat Anna sudah kiamat yang ketahuan berbohong dan Anna memejamkan matanya yang sudah tidak berani melihat Athar yang sekarang melihatnya tajam dan benar-benar menguji kesabaran.
" Apa yang kau katakan. Aku yang kau maksud?" tanya Athar dengan menaikkan 1 alisnya.
" Bu_bukan," sahut Anna dengan melambaikan 10 jarinya yang masih mengelak.
" Lalu Jennie," sahut Athar. Anna melihat kearah Jennie dan mana mungkin Anna mengatakan Jennie yang sombong.
" Riwayatmu benar-benar tammat Anna," batin Anna yang sudah tidak bisa mengelak lagi.
" Athar ya kaulah yang di maksud siapa lagi. Jelas kau yang di katakannya. Ha-ha-ha-ha-ha ada juga yang mengatakan mu seperti itu," sahut Marko tertawa terbahak-bahak puas mengejek Athar. Anna pasrah dengan dirinya yang terintimidasi.
Anna melihat Athar dan lihatlah Athar. Wajahnya yang memerah dan tangannya mengepal dengan bibir merapat menahan amarahnya. Sorot mata itu sangat tajam melihat Anna.
" Apa dia akan minjuku," batin Anna merasa ngeri melihat tangan Athar yang terkepal.
" Tidak Anna. Pukulan laki-laki lebih kuat dari wanita. Walau kau pernah menjuari taekwondo dan tidak mempan dengan rasa sakit. Tetapi kau harus tau pukulan Pria sangat kuat dan pipimu bisa pecah karena tangannya. Kau harus melakukan sesuatu Anna," batin Anna yang mencoba mewanti-wanti.
Anna menghitung di dalam hatinya dan dengan mengamati sesuatu.
" Aku mau BAB," teriak Anna yang langsung lari melewati Athar dan semua orang yang ada di sana heran dengan Anna yang lari-lari seperti di kejar setan dan dengan cepat Anna mengendari motornya dan sekilas mata Anna langsung menghilang membuat 3 orang yang melihat serius tanpa berkedip mata sama sekali.
" Wau keren, sungguh keren, dia benar-benar keren," sahut Marko bertepuk tangan yang mengagumi Anna.
Namun Athar mengendus melihat Anna yang bisa-bisanya pergi begitu saja mengabaikan dia sebagai bos.
" Dia lupa bekerja di perusahaan ini. Apa dia akan lari terus," desis Athar dengan geram dan memilih pergi. Jennie hanya menghela napas yang tidak bisa berkomentar apa-apa. Dan mengikuti Athar meninggalkan Marko yang masih sibuk bertepuk tangan.
__ADS_1
Bersambung