Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 320


__ADS_3

Mendengar ucapan Anna membuat Jennie benar-benar sangat terkejut yang tidak percaya dengan Anna yang ternyata mengetahui hal itu.


"Apa kamu mengamati ku Anna?" tanya Jennie.


Anna mengangguk apa adanya. Dia sangat jujur dan jika ditanya ya akan menjawab apa adanya dengan kejujurannya.


"Banyak hal yang di ketahui Mahendra dari Bu Jennie, alergi salah satunya yang bahkan Athar saja tidak tau dan juga sandi Apartemen, makanan kesukaan. Anggur hijau dan bahkan aku menemukan mainan kunci dengan foto kalian berdua dan apa yang aku lihat barusan. Bukannya itu suatu tanda tanya," ucap Anna dengan apa adanya yang bicara. Jennie menghela napasnya dengan perlahan. Ternyata selama ini ada yang mengawasinya yang membuat Jennie tidak menyadari hal itu.


"Dan sekarang kamu ingin tau kejelasannya?" tanya Jennie. Anna mengangguk dengan cepat. Dia memang sangat penasaran dan pasti ingin tau lah.


"Kalau begitu mari duduk," ucap Jennie yang mempersilahkan Anna duduk dan Jennie ikut duduk di samping Anna. Kemungkinan Jennie akan menceritakan semua kepada Anna apa yang sebenarnya terjadi.


"Anna aku dan Mahendra adalah mantan kekasih," ucap Jennie yang jujur apa adanya pada Anna.


"Kalian pernah pacar dan putus?" tanya Anna.


Jennie menganggukkan kepalanya, " kami sama-sama menempuh pendidikan di tempat yang sama dan menjalin hubungan dekat sampai pacaran dan bahkan hampir pada pernikahan Namun pernikahan kami batal. Karena aku tidak bisa menikah dengannya. Dan aku memutuskan untuk ke Indonesia dan kembali bertemu Athar yang kami juga sahabat. Untuk melupakan masa lalu. Aku fokus bekerja dengan Athar," jelas Jennie singkat dan padat.


"Kenapa tidak jadi menikah?"tanya Anna heran.


"Ada alasan yang aku tidak bisa katakan kepadamu. Namun alasan ku padanya sudah di terima dan pernikahan kami batal dan kami hidup masing-masing," ucap Jennie yang tidak sepenuhnya jujur pada Anna.


"Tetapi sekarang aku melihat kalian dekat. Apa itu artinya kalian berdua ingin kembali merajut kisah lama?" tanya Anna dengan hati-hati.


"Aku tidak bisa melakukannya. Bagiku masa lalu adalah masa lalu dan tidak akan bisa kembali jalani. Karena sama saja akan membaca buku yang sudah di baca dan akan endingnya seperti apa," jawab Jennie.


"Di sini aku bisa menarik kesimpulan. Jika Bu Jennie tidak menginginkan Mahendra kembali kedalam hidupnya. Namun Mahendra sendiri sangat berusaha untuk kembali pada Bu Jennie. Pasti ada sesuatu yang membuat Jennie tidak bisa kembali dengan Mahendra," batin Anna yang mengamati ekspresi wajah sendu Jennie.


"Aku dan Mahendra sudah mempunyai kehidupan masing-masing dan aku tidak ada niat untuk memperbaiki segalanya," lanjut Jennie.


"Apa perpisahan itu sangat menyakitkan?" tanya Anna membuat Jennie melihatnya


"Maksud kamu?" tanya Jennie.


"Apa Mahendra menyakiti Bu Jennie. Makanya Bu Jennie membatalkan pernikahan itu. Apa ada kesalahan yang besar sampai Bu Jennie tidak menerima masa lalu untuk di jalani kembali dengan orang yang sama. Apa Bu Jennie trauma dengan Mahendra?"tanya Anna.


"Dia tidak bersalah. Aku yang bersalah dan jika semuanya kembali lagi seperti dulu. Dia hanya akan terluka untuk yang ke-kalinya, dia tidak pernah menyakitiku. Aku yang menyakitinya," batin Jennie dengan air matanya yang tidak sadar jatuh membuat Anna panik yang takut salah bicara.


"Bu Jennie baik-baik saja?" tanya Anna panik.


"Aku baik-baik saja Anna," jawab Jennie dengan tersenyum getir, "sudahlah Anna jangan membahas masalah aku dan Mahendra. Kamu sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi dan aku juga berharap sama kamu. Kamu sebaiknya jangan cerita pada siapa-siapa mengenai aku dan Mahendra. Aku hanya tidak ingin ada kesimpulan yang aneh-aneh," ucap Jennie yang terlihat tegar dalam bicara.


Anna hanya mengangguk saja yang dia merasa Jennie sangat mencintai Mahendra. Namun seperti ada hambatan dan terlihat Jennie sangat tertekan dengan sakit yang tertahan.


"Maaf ya Bu Jennie. Jika saya sudah ikut campur," ucap Anna yang merasa tidak enak.


" Tidak apa-apa Anna. Yang penting kamu tidak berpikiran apa-apa lagi dan kamu juga tau yang sebenarnya dan semoga kamu juga tidak membicarakannya pada yang lainnya," ucap Jennie.


"Iya Bu Jennie saya mengerti," ucap Anna tersenyum. Yang penting dia sudah lega dengan Jennie yang menceritakannya kepadanya membuatnya tidak perlu bertanya-tanya lagi dengan pemikirannya yang tidak pernah tenang.


*********


Anna berada di dalam mobil bersama Athar yang menyetir fokus kedepan dengan sesekali menoleh kesampingnya yang melihat Anna seperti ada pikiran.


"Kamu baik-baik saja?" tanya Athar.


"Hmmm, aku baik-baik aja," Jawab Anna.


"Apa Jennie sudah baikan?" tanya Athar.


"Sudah baikan. Hanya hatinya uang tidak baik," jawab Anna dengan lesu.


"Maksudnya?" tanya Athar heran.


Anna diam. Namun tiba-tiba seperti ada yang muncul di benaknya membuatnya tersenyum dan langsung merangkul lengan Athar dengan kepalanya yang menempel pada dada Athar.


"Sayang kamu mau tidak melakukan sesuatu untukku?" tanya Anna.


"Memang kapan aku tidak melakukan sesuatu untukmu?" Athar bertanya kembali. Karena memang dia melakukan apapun itu demi Anna.


"Iya sih kamu benar. Tetapi kali ini masalahnya sangat serius," ucap Anna.


"Seserius apa?"tanya Athar.

__ADS_1


"Sayang kamu cari tau ya tentang Mahendra," ucap Anna dengan pelan membuat Athar menautkan ke-2 alisnya heran dengan permintaan kekasihnya itu.


"Untuk apa?"tanya Athar heran.


Anna mengangkat kepalanya dan melihat ke arah Athar, "untukku," jawab Anna.


"Kau menyukainya?" tanya Athar dengan kesal.


"Kok menyukainya?" tanya Anna heran.


"Lalu kenapa mencari tau tentangnya. Kalau tidak menyukainya?" tanya Athar dengan kesal.


"Bukan begitu sayang. Aku tidak menyukainya. Aku hanya penasaran dengan identitasnya. Soalnya ini menyangkut Bu Jennie," ucap Anna lagi.


"Ada apa lagi dengan Jennie Anna?" tanya Athar heran.


"Sayang tadi aku sama Bu Jennie itu mengobrol di Apartemen dan kamu tau tidak Bu Jennie sudah jujur padaku. Kalau benar ternyata dia dan Mahendra itu ada hubungan. Tetapi di masa lalu. Di mana mereka itu pacaran selama bertahun-tahun," jelas Anna dengan suara penekanan agar pacarnya itu tidak salah paham.


"Mereka pacaran?" tanya Athar. Anna menganggukkan kepalanya.


"Kenapa dia malah jujur kepadamu dan tidak mengatakan apa-apa kepadaku," ucap Athar dengan kesalnya.


"Berarti aku bestienya," sahut Anna dengan tersenyum lebar.


"Bestie apaan," sahut Athar kesal.


"Ihhhh, sudahlah sayang pokoknya aku meminta kamu untuk menyelidiki Mahendra. Aku ingin tau sebenarnya kenapa mereka bisa putus dan Bu Jennie membatalkan pernikahannya begitu saja," ucap Anna dengan tegas.


"Jennie dan dia mau menikah?" pekik Athar yang terlihat terkejut.


"Iya sayang, makanya aku itu sangat penasaran. Karena aku bisa melihat ada cinta di mata Bu Jennie dan ada hambatan di matanya. Semuanya menyatu yang membuatnya seperti tertekan. Aku penasaran sayang," ucap Anna.


"Jennie banyak sekali rahasianya dan bisa-bisanya hanya bercerita kepadamu. Sementara aku yang lama mengenalnya tidak sama sekali," ucap Athar dengan kesal.


"Makanya kamu itu jangan sibuk terus. Orang yang terus di samping kamu. Kamu tidak tau apa yang terjadi padanya. Kamu terlalu cuek," desis Anna.


"Aku memikirkan pekerjaan. Dan kalau juga harus peka dengan urusan Jennie dan terakhirnya ikut memikirkannya. Lalu aku tidak akan punya waktu untuk memikirkanmu," ucap Athar.


"Itu sudah pasti," sahut Athar tersenyum melihat kearah Anna.


"Kalau begitu itu artinya. Kamu akan membantu kan?" tanya Anna yang meminta kepastian dari Athar.


"Baiklah aku akan membantumu. Aku akan mencari tau siapa Mahendra dan kenapa bisa Jennie mengakhiri pernikahan mereka dan kenapa Jennie tidak menerima Mahendra kembali. Aku akan melakukannya untuk mu," ucap Athar yang berjanji membuat Anna tersenyum dan kembali memeluk Athar.


"Makasih sayang. Kamu memang yang paling terbaik untukku," ucap Anna yang mencium pipi Athar. Athar tersenyum.


Namun tiba-tiba mobil mereka berhenti membuat Athar dan Anna saling melihat.


"Kenapa sayang?" tanya Anna.


"Aku juga tidak tau tiba-tiba mogok. Aku lihat sebentar," ucap Athar heran yang langsung membuka saefty belt. Anna mengangguk saja dan Athar sudah keluar dari mobil mengecek mesin mobil.


"Semoga mobilnya tidak apa-apa. Sudah malam lagi," gumam Anna melihat sudah pukul 11 malam.


Athar terlihat memperbaiki mobil yang tiba-tiba mogok. Namun sangat sial yang tiba-tiba hujan deras turun membuat Anna panik dan apalagi kekasihnya yang di depannya sedang memperbaiki mobil yang basah.


Anna buru-buru mengambil patung yang ada di jok belakang dan langsung keluar dari mobil menghampiri Athar.


"Anna kamu kenapa keluar?" tanya Athar yang sudah sedikit basah.


"Kamu bisa basah kuyup," jawab Anna, "bagaimanapun mobilnya apa baik-baik saja?" tanya Anna.


"Ada kabel yang putus. Sebentar lagi selesai," jawab Athar.


"Baiklah!" sahut Anna yang terus memayungi Athar. Agar Athar tidak basah. Athar melihat kesamping dan mendekatkan Anna pada dirinya. Agar Anna juga tidak basah membuat mereka sama-sama tersenyum.


Di tengah perbaikan mesin itu tiba-tiba angin kencang datang dan membuat payung yang di pegang Anna terbang melayang.


"Hey!" teriak Anna yang terkejut dan spontan mengejarnya.


"Anna!" panggil Athar yang melihat Anna berlari mengejar patung terbawa angin. Sampai akhirnya Anna mendapatkan payungnya kembali. Namun apa lagi dia juga sudah basa kuyup.


"Anna kenapa di kejar. Lihat kamu jadi basah," ucap Athar kesal berdiri di depan Anna yang mana Anna berusaha memperbaiki payung yang tidak terpasang kembali. Karena tadi sempat menutupnya karena takut terbawa angin lagi.

__ADS_1


"Kamu juga sudah basah," jawab Anna tersenyum melihat Athar.


"Itu karena kamu," sahut Athar. Anna menarik ujung bibirnya kesamping dengan kesal pada Athar. Namu dia tersenyum tiba-tiba. Karena langsung memercikkan air hujan ke wajah Athar membuat mata Atha seperti kelilipan dan membuat Athar tersenyum.


"Isss kamu ini mulai lagi!"geram Athar yang langsung mengejar Anna dan itu yang di inginkan Anna membuat pacarnya itu kesal


Terakhirnya mereka basah-basahan dengan berlari-lari di bawah air hujan yang menikmati kebersamaan mereka yang seperti dunia milik berdua.


**********


Anna tidak pulang kerumah melainkan ke Apartemen Athar. Di mana sekarang Anna berada di kamar Athar yang memakai bathrobe putih. Karena bajunya yang basah kuyup karena tadi mandi hujan bersama Athar.


Athar keluar dari kamar mandi sudah dengan pakaian santainya. Memakai kaos putih dengan celana training sembari mengeringkan rambutnya dengan handuk putih.


"Aku sudah membuat pakainamu di tempat pengering," ucap Athar.


"Makasih sayang," sahut Anna. Athar mendekatinya berdiri di depan Anna dan langsung mengeringkan rambut Anna dengan handuk yang sama.


"Jangan bermain hujan lagi. Nanti kamu bisa sakit," ucap Athar yang memperingati pacarnya.


"Mana mungkin sakit. Kalau bermain hujan bersamamu," jawab Anna membuat Athar tersenyum dengan terus mengeringkan rambut Anna.


"Bu Anjani tidak pulang?"tanya Anna.


"Seharusnya tadi. Pesawatnya di batalkan dan kemungkinan baru besok," jawab Athar.


"Hmmm, begitu," jawab Anna.


"Kamu mau makan tidak biar aku siapkan makan.Sembari menunggu baju kamu kering?" tanya Athar.


"Nggak ah. Aku tidak mau makan. Aku sudah kenyang. Lagian sudah makan tadi," jawab Anna.


"Baiklah kalau begitu," sahut Athar kembali mengeringkan rambut Anna dengan Anna yang terus menatapnya membuat Athar salah tingkah saja.


"Aku akan menciummu. Jika berani menatapku seperti itu," ucap Athar memberikan ancaman pada Anna.


Mendengarnya Anna malah tertawa. Memang sangat menyenangkan ketika harus menggoda kekasihnya itu.


Selesai mengeringkan rambut Anna Athar mengambil sisir dan langsung menyisir rambut Anna lagi-lagi Anna terus menatap Athar. Sengaja membuat Athar salah tingkah.


"Sudah selesai," ucap Athar yang membalas tatapan kekasihnya itu.


"Makasih sayang," sahut Anna. Athar tersenyum dengan memegang kedua pipi Anna dan langsung mencium lembut kening Anna.


"Jangan mandi hujan lagi ya," ucap Athar kembali mengingatkanku. Anna mengangguk-anggukkan kepalanya. Dan langsung mencium pipi Athar.


"Aku akan menurut," jawab Anna. Membuat Athar tersenyum dan langsung menempelkan bibirnya lada bibit Anna.


Anna memejamkan matanya yang menerima ciuman dari Athar. Dengan ke-2 tangan Anna memegang kuat kaos Athar. Ciuman itu semakin dalam dengan Athar memegang tengkuk Anna dengan ciuman perlahan yang saling menuntut dan selesai setelah beberapa detik yang membuat mereka saling melepas ciuman itu dan saling melihat dengan tersenyum.


Anna mengecup bibir Athar dengan memegang pipi Athar.


"Aku mencintaimu," ucap Anna dengan tersenyum lebar.


"Aku juga mencintaimu," jawab Athar sembari mengusap-usap bibir Anna.


Anna tersenyum dan memeluk kekasihnya itu.


"Sangat hangat di pelukanmu," ucap Anna. Athar tersenyum dan langsung menggendong tubuh Anna Ala bridal style membuat Anna kaget.


"Mau apa?"tanya Anna panik dengan matanya yang melotot.


"Mau menghangatkan mu," jawab Athar membuat Anna shock yang berpikiran aneh-aneh. Athar menaiki ranjang dan langsung membaringkan Anna perlahan dengan Anna yang ketakutan apalagi Athar juga naik ke atas ranjang dan langsung membawa Anna kepelukannya membuat jantung Anna berdetak kencang.


"Jangan mikir yang aneh-aneh. Aku tidak akan melakukan apa-apa," ucap Athar yang tau isi otak Anna dan Anna bernapas lega.


"Aku tidak melakukan itu sebelum mengikatmu dengan pernikahan," ucap Athar membuat Anna tersenyum dan mengeratkan pelukannya.


"Aku tau itu," sahut Anna.


"Tidurlah, aku akan membangunkan mu jika pakaianmu sudah kering dan peluk aku. Agar kamu tidak kedinginan," ucap Athar dengan mengusap-usap lembut rambut Anna. Anna tersenyum dan perlahan memejamkan matanya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2