
Tibalah Athar sudah berada di depan pintu ruangan itu di mana para karyawan yang sibuk mendesain karya mereka dengan serius agar hasilnya lebih bagus dari yang kemarin.
Athar tidak masuk dan hanya melihat dari luar saja. Matanya berkeliling yang seperti mencari seseorang sampai mata itu berhenti di satu meja yang kosong yang mana mungkin itu adalah tempat Anna yang sampai saat ini masih kosong.
Anna bukan terlambat lagi. Tetapi memang Anna tidak datang. Karena tidak mungkin Anna datang lagi. Karena matahari sudah tinggi. Namun wajah Athar memang terlihat begitu kecewa.
" Dia memang tidak menggunakan kesempatan dengan baik. Padahal tau jika hari ini jelas dia tau akan di adak desain ulang. Tapi apa yang di lakukannya dia malas-malasan sampai tidak masuk. Jika seperti itu. Kapan hidupnya berubah jika mempunyai satu kesempatan. Namun di sia-sia kan dengan mudah. Dia saja bisa menghargai karyanya. Lalu bagaimana dia bisa menghargai orang lain," Athar marah-marah sendiri di dalam hatinya. Karena Anna yang tidak masuk.
" Seharusnya aku tidak heran dengan apa yang di lakukannya," batin Athar berdesis dan akhirnya pergi dari pintu ruangan yang mana dia tidak jadi masuk. Ternyata Aurelia tadi memperhatikan Athar.
Setelah kepergian Athar Aurelia menoleh kebangku kosong yang tepat di sampingnya di mana yang seharusnya tempat Anna berada.
" Apa dia mencari Anna. Jelas dia mencarinya. Dia seperti sangat kecewa. Karena Anna tidak ada di sini," batin Aurelia seakan tau apa yang di pikirkan Athar.
Anna memang seharusnya ada di antara orang-orang itu yang berjuang dengan teman-temannya. Namun ternyata tidak. Anna yang di paksa tadi malam membuat Anna tidak berada di sana melainkan Anna yang ternyata berada di dalam gudang di rumah Chandra.
Masih denga pakainnya tadi malam Anna yang duduk di lantai dengan punggungnya bersandar pada lemari dan ke-2 tangannya di ikat. Gudang itu begitu pengap dengan tumpukan barang-barang rongsokan yang ada di sana.
Ruangan itu juga terang karena pantulan cahaya matahari dari sela-sela jendela gudang itu.
Sepertinya obat bius yang di bekapkan pada mulut Anna membuat Anna tidak sadarkan diri dengan kepala menunduk dan dahinya berkeringat.
Namun perlahan mata Anna terbuka. Karena merasa begitu lemas. Dengan perlahan Anna mengangkat kepalanya dengan matanya yang begitu sayu, membuka dan menutup kembali membuka kembali itu itu yang di lakukan Anna dengan napaanya yang begitu sesak. Dahinya yang berkeringat dan memang tubuhnya seperti orang yang dehidrasi.
__ADS_1
" Hmmmmmm, dimana aku," lirihnya dengan suaranya yang serak. Kepala Anna berkeliling melihat keberadaan di mana tempatnya berada yang dilihatnya tempat itu hanya penuh barang-barang rongsokan dan juga lantai yang di dudukinya juga terlihat kotor.
Napas Anna perlahan naik turun dadanya begitu sesak.
" Haus!" Lirih Anna dengan tenggorokannya yang kering. Kepalanya masih tetap berkeliling dengan pandangan matanya yang sudah mulai jelas.
Krekk, tiba-tiba pintu terbuka di mana sinar matahari menerpa Anna. Anna menyipitkan matanya, saat pantulan cahaya sinar matahari itu mengusik matanya.
Sepasang sepatu memasuki ruangan itu dan di ikuti beberapa kaki-kaki yang berjalan memasuki ruangan tersebut. Saat pintu kembali di tutup sinar matahari itu pun kembali redup. Anna mengerjapkan matanya dengan dengan perlahan untuk melihat jelas siapa orang-orang yang sekarang sudah berdiri di depannya.
Dari bayangan dan sekarang jelas, membuat Anna kaget jika yang memasuki ruangan itu adalah Chandra dan 2 pelayan wanita yang berdiri di belakang Chandra yang membawa nampan.
Anna hanya kaget sementara dengan melihat papanya itu. Anna mengingat-ingat kejadian tadi malam. Dan akhirnya Anna bisa menarik kesimpulan kenapa dia bisa ada di tempat itu. Anna mendengus tersenyum sinis dengan melihat ayahnya yang dengan datar melihat wajahnya.
" Apa yang kau lakukan kepadaku! Lepaskan aku!" ucap Anna dengan menekan suaranya yang matanya menatap tajam Chandra dengan mengeratkan giginya yang jelas membenci Chandra.
Namun tetap Anna seperti sangat kuat. Yang tadi dia begitu lemah. Ketika berurusan dengan Chandra rasa lemah itu menjadi tenaga yang kuat.
" Ini pelajaran pertama untukmu. Kamu sudah mempermalukan keluarga. Pestaku berantakan karena kamu yang tidak punya etika. Jalanan, dunia yang liar membuatmu menjadi anak yang tidak tau sopan santun. Kau semakin menjadi-jadi. Melawan dan selalu membuat onar," ucap Chandra dengan menekan suaranya menunjuk-nunjuk Anna dengan mengeluarkan semua isi hatinya kepada Anna.
" Itu lah istilah yang di katakan buah tidak jauh jatuh dari pohonnya. Jadi jangan menyalahkanku atas apa yang terjadi. Dan lagian apa yang aku lakukan di pestamu adalah kenyataan dan istrimu yang menginginkan semua itu!" teriak Anna.
" Jadi sekarang lepaskan aku!" teriak Anna yang mulai meronta.
__ADS_1
" Jangan harap kau akan lepas dan jangan melempar kesalahan mu kepada orang lain. Kau akan semakin menjadi-jadi jika di lepaskan. Ini hukuman untukmu. Berubahlah dan menurut kepadaku. Maka kau tidak perlu mendapatkan semua ini!" tegas Chandra.
" Kau bukan siapa-siapa ku yang berhak memberiku hukuman. Jadi lepaskan aku," sahut Anna berteriak yang meminta di lepaskan.
" Beri dia makan, aku juga tidak ingin melihatnya mati di sini!" parintah Chandra.
" Aku tidak mau makan, lepaskan aku! Aku tidak butuh semua itu, lepaskan aku!" teriak Anna yang meronta.
2 pelayan itu pun duduk dan mulai menyendokkan makanan untuk Anna dengan.
" Jauhkan makanan itu dariku. Aku tidak sudi memakan makanan di rumah ini," sahut Anna yang langsung menolak cepat.
" Jangan keras kepala makanlah, kau hanya akan kelaparan jika tidak makan!" sahut Chandra dengan tenang bicara.
" Aku lebih baik mati kelaparan dari pada harus memkaan makanan dari rumah ini," sahut Anna yang begitu keras kepala.
" Paksa dia!" titah Chandra.
Dengan cepat Anna menutup mulutnya rapat-rapat. Dia benar-benar tidak akan Sudi memakan makanan itu. Pelayan yang satunya berusaha untuk membuka mulut Anna dan yang satunya menyendokkan Anna makanan. Namun Anna tetap kekeh yang tidak mau makan, Anna meronta-ronta saat di paksa makan, karena tubuh Anna yang meronta-ronta yang membuat piring yang di pegang bibi tersengol dan akhirnya jatuh.
Prangg.
Piring dan gelas pecah beserta isinya yang berserakan yang membuat Chandra melotot geram.
__ADS_1
" Anna kamu!" geram Chandra dengan emosi yang menahan diri untuk tidak bermain tangan. Sementara 2 pelayan itu hanya menundukkan kepala mereka yang juga takut. Karena pasti mereka ber-2 di anggap tidak bejus.
Bersambung