Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 165 Berusaha untuk menyelamatkan.


__ADS_3

Athar terus melihat kearah rel kereta api sampai akhirnya Athar memang jelas melihat seorang wanita di sana. Wanita yang dapat di kenalinya.


" Anna!" lirihnya begitu jelas saat melihat Anna yang ada di sana yang terikat. Penglihatan mata Athar memang begitu sempurna dan jelas melihat Anna.


" Anna, iya benar, itu Anna, kenapa Anna ada di sana," lirih Athar dengan yakin dan dari ujung sana Athar melihat kereta api yang masih jauh.


Athar kaget melihat kereta api tersebut. Walau jauh. Tetapi kereta api sangat kencang dan Anna yang ada di sana pasti akan terlindas.


" Tidak, Anna, Anna, Anna!!!!!!" teriak Athar semakin panik dan Athar tidak berlama-lama dengan mengambil jalan singkat seperti Superman Athar langsung melompat dari jembatan. Nggak melompat juga mati dong.


Berusaha turun dari jembatan dengan bantuan tiang-tiang jembatan walau itu berbahaya dan jika Athar tidak bisa menjaga keseimbangannya. Athar juga bisa mati nantinya.


Athar yang tergesa-gesa dan panik tetap menjaga keseimbangannya walau sangat licin. Tetapi dia tetap hati-hati agar bisa menyelamatkan Anna yang juga sedang berusaha untuk meloloskan diri dari tempat itu.


Sementara Anna masih saja berusaha melepaskan dirinya. Walau sama sekali tidak ada perubahan, mendengar suara kereta api yang semakin dekat membuat tangisnya semakin pecah yang bercampur takut dan jelas tidak ingin mati sia-sia. Namun mana mungkin tidak mati. Anna bahkan sudah pasrah.


" Ya Allah apa aku akan mati di usia mudah, tubuhku akan hancur dan tidak akan ada yang mengenaliku. Tapi untung saja aku sudah melunasi hutang-hutang ku di perumahan. Tetapi untuk Marko belum. Aku tidak mungkin mati meninggalkan hutang," ucap Anna yang mengoceh sendiri.


" Mama!" Panggil Anna dengan suara tangisnya yang pasrah dengan kehidupannya yang memanggil nama mamanya.


" Anna yakin mama masih hidup. Anna yakin itu mah, tapi mungkin Anna harus pergi terlebih dahulu. Maafkan Anna ma, Anna tidak bisa membalas sakit hati mama. Anna tidak bisa menepati janji Anna pada mama. Maafkan Anna ma, sekarang kematian ada di depan Anna. Mungkin ini yang terbaik," ucap Anna yang pasrah. Suara kereta semakin dekat di telinganya walau Anna belum melihatnya.


" Anna!" tiba-tiba terdengar suara teriakan Athar yang membuat Anna kaget dan kepalanya melihat ke atas yang jelas melihat Athar yang berlari.


" Athar!" Lirih Anna yang tidak percaya jika ada Athar.

__ADS_1


" Apa itu Athar?" tanyanya tidak percaya yang melihat Pria itu berlari.


" Athar tolong aku!!!!" teriak Anna.


Athar yang berlari kencang akhirnya sudah sampai di tempatnya dengan langsung duduk dengan ke-2 lututnya menyentuh rel.


" Anna kamu tidak apa-apa?" tanya Athar dengan panik yang memegang ke-2 pipi Anna.


" Kamu kok bisa ada di sini?" tanya Anna heran.


" Itu tidak penting," ucap Athar panik.


Suara kereta api semakin kuat dan Athar langsung membuka ikatan tangan Anna. Untuk mempercepat waktu. Athar baru membuka satu dan langsung membuka ikatan kaki Anna. Biar tangan Anna yang satunya bisa membuka sebelahnya.


Di tengah mereka ber-2 yang terburu-buru membuka ikatan itu. Tiba-tiba Anna melihat kereta api yang pasti mengarah padanya dan Athar, sementara ikatannya belum terbuka semuanya.


" Athar pergilah, Athar cepat Athar!" teriak Anna.


" Aku tidak mungkin meninggalkanmu," teriak Athar yang cepat-cepat membuka ikatan Anna dan Anna sudah melepas kedua ikatan tangannya dan sudah bisa duduk. Namun satu kaki Anna masih terikat kuat yang membuat dan Athar masih berusaha


" Athar aku mohon hentikan. Kamu pergilah. Kamu bisa mati bersamaku. Pergilah Athar!" teriak Anna dengan tangisannya dan Athar melihat ke arah Anna.


" Diam Anna!" bentak Athar. Kita bisa mati bersama. Jika itu harus terjadi," ucap Athar dan kembali membuka ikatan itu Anna pun melihat kereta api yang semakin dekat bahkan sudah di depan matanya. Sampai Anna pasrah dengan memejamkan matanya yang harus mati terlindas. Namun dengan cepat Athar menarik tangannya.


Dan kereta api itu melintas dengan kencang dan tanpa berhenti sama sekali sementara Athar yang menarik Anna yang membuat keseimbangan di antara ke-2nya hilang sehingga membuat Anna dan Athar berguling-guling memasuki jurang dengan telapak tangan Athar yang melindungi kepala Anna agar tidak terkenak apapun.

__ADS_1


********


Acara pesta lumayan terlihat berantakan. Di mana terlihat kehebohan karena para tamu mulai jenuh dengan acara yang kunjung di laksanakan dan belum lagi media juga sudah bosan mewawancarai semua orang yang berkaitan.


Aurelia sudah panik mencari Athar. Banyak pelayan yang mencari Athar dan tidak menemukan Athar sama sekali yang membuatnya semakin panik.


" Bagaimana Aurelia apa Athar sudah ada kabarnya, kenapa dari tadi dia tidak kelihatan juga kemana dia?" tanya Chandara menghampiri Aurelia kembali yang mana Aurelia sibuk menelpon.


" Tidak ada juga pah, aku juga tidak tau di di mana. Tadi ketoilet dan sudah di cek tidak ada sama sekali. Sementara orang-orang di sini sudah heboh," jawab Aurelia yang bingung, panik dan khawatir semuanya akan berantakan.


Sementara Derry yang bersama Olive juga bingung dengan kakak mereka yang sama sekali tidak di temukan.


" Kak Athar kok tiba-tiba bisa menghilang. Mana mungkin dia meninggalkan pesta pertunangannya," ucap Derry panik.


" Ya ampun masa iya doa ku langsung terkabul kan mana mungkin," batin Olive yang bisa di katakan yang paling bahagia dengan situasi buruk tersebut.


" Ya tidak apa-apa juga tidak terkabul. Karena aku sama sekali tidak rugi. Jadi biarlah tetap seperti itu," batin Olive yang menikmati kericuhan di pesta itu dan terlihat juga Jennie yang sedang bicara serius dengan Ari Purnama dan juga Maharani yang membuat Ari Purnama kaget.


Dan di sisi lain terlihat Gibran yang memantau acara tersebut yang juga penuh tanda tanya kenapa acara tersebut berantakan.


" Kemana Athar, tidak mungkinkan dia menyelamatkan Anna. Gawat jika sampai itu terjadi. Bisa-bisa Anna akan menceritakan pada Athar apa yang dia ketahui. Aku sudah berusaha melenyapkannya. Agar tidak ada yang mengancam diriku," batin Gibran dengan wajah paniknya.


Ternyata Gibran adalah otak dari penculikan Anna yang sengaja membuat Anna mati. Supaya dia aman dari Athar. Karena Anna sepertinya mengetahui niat jahat Gibran pada Athar.


Pesta itu tampak kacau dengan wajah Aurelia yang sudah tidak bisa di artikan dengan marahnya dia yang di hadapkan dalam situasi yang sangat mempermalukan itu dan Athar adalah pelaku dari hancurnya semuanya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2