
Mentari pagi kembali tiba. Anjani seperti biasa sudah bangun pagi-pagi sekali untuk menyiapkan keperluan Anna dan apalagi Anna juga hari ini akan pergi liburan dengan keluarga Ari Purnama. Jadi Anjani menyiapkan keperluan Anna.
Televisi yang hidup membuat Anjani harus melihatnya. Kemenangan tadi malam sudah di beritakan di telivisi dari rangkaian acara, serta wawancara orang-orang yang lainnya dan bahkan terlihat Jennie yang memanggil nama-nama pemenang. Anjani juga melihat Anna yang menaiki panggung membuat Anjani tersenyum lebar yang merasa begitu bahagia Anna berada di salah satu tempat itu.
Namun tiba-tiba wajah Anjani menjadi datar kala sikap Athar terlihat dingin pada Anna. Tertangkap kamera Athar bahkan tidak berjabat dengan Anna membuat Anjani geleng-geleng dengan Athar yang menjadi kekanak-kanakan.
" Padahal tidak benar yang di lakukan Anna. Tetapi dia sudah mengambil kesimpulan. Athar kamu hanya akan menyesal dengan apa yang kamu lakukan. Apa kamu tidak kasihan dengan Anna," ucap Anjani yang kecewa dengan sikap Athar.
Anjani juga melihat Aurelia yang di wawancarai yang mana Aurelia juga meninggalkan wawancara setelah mendapatkan pertanyaan yang menyinggungnya.
" Tidak ada gunanya melakukan sesuatu yang menyakiti adikmu. Bukannya kamu begitu menyayanginya. Seharusnya kamu mengayomi nya dan tidak melakukan hal seperti kepadanya. Apa kamu tidak kasihan kepada adikmu dan percayalah kamu yang akan menderita dengan semua yang kamu lakukan ini. Bukan Anna. Tetapi kamu," ucap Anjani yang melihat Aurelia.
" Bu," sahut Anna yang keluar dari kamar dan Anjani buru-buru mematikan Televisi dia tidak ingin Anna susah.
" Anna kamu sudah selesai?" tanya Anjani mendatangi Anna.
Anna menganggukkan kepalanya, " Ya sudah Bu kalau begitu Anna pergi dulu ya. Teman-teman yang lain pasti sudah menunggu," ucap Anna berpamitan.
Anjani mengambil paper bag dari atas meja makan " Iya Anna, ini untuk cemilan kamu," ucap Anjani memberikan paper bag untuk di bawa Anna.
" Iya makasih ya Bu. Maaf sudah merepotkan Anna," sahut Anna yang terus merasa tidak enak.
" Tidak apa-apa Anna," sahut Anjani.
" Ya sudah kalau begitu Anna pergi ya Bu, takut yang lain sudah menunggu!" ucap Anna pamit yang langsung mencium punggung tangan Anna. Anjani juga memeluknya dengan erat.
" Kamu hati-hati ya," ucap Anjani. Anna mengangguk-angguk kan kepalanya. Lalu dia langsung pergi.
" Semoga dia bisa senang-senang," ucap Anjani dengan tersenyum lebar melihat punggung Anna yang sudah keluar dari pintu.
__ADS_1
" Aku lupa aku juga harus pergi," batin Anjani aku yang mengingat sesuatu. Bahwa dia ada janji.
*********
Akhirnya Anna pun mengikuti acara untuk jalan-jalan bersama keluarga Athar. Yang pasti juga dengan rekan-rekannya yang ikut. Anna dan 3 temannya di fasilitas mobil mewah untuk transportasi mereka menuju resort tersebut yang di lengkapi dengan supir. Ya pasti hanya mereka ber-4 yang pemenang di sana. Karena Aurelia pasti tidak bergabung di sana.
Aurelia ternyata naik mobil lain yang mana Chandra dan Amelia juga ikut dan bahkan Chaca anak Chandra dan juga Amelia.
Untuk Athar sendiri naik mobil yang di setiri oleh Jennie. Gibran dan Derry naik mobil lain. Begitu juga Ari Purnama, Maharani dan juga Olive. Maharani dan suaminya duduk di depan. Sementara Olive duduk di belakang yang melihat Vidio.
Ternyata Olive sedang melihat berita hari ini di mana mengenai acara tadi malam. Wajah Olive terlihat datar mendapati kakaknya yang tidak berjabat tangan dengan Anna. Bahkan Olive mengulang lagi video tersebut dan memperhatikan dengan teliti. Wajah Athar dan Anna memang terlihat seperti orang bermusuhan.
" Kak Athar sama Anna. Apa-apaan ini. Mana mungkin!" batin Olive yang penuh dengan kebingungan. " Apa mereka ada masalah," batin Olive yang mencurigai sesuatu yang merasa ada yang tidak beres.
" Mas kita perlu ikut tidak untuk membantu pertunangan Athar yang tertunda," sahut Maharani mendengar hal itu membuat Olive kaget.
" Pertunangan, siapa yang bertangan?" sahut Olive dengan wajah kagetnya.
" Kakak kamu dengan Aurelia," sahut Maharani melihat ke belakang yang membuat Olive kaget.
" Kok bisa!" pekik Olive, " bukannya kak Athar ingin membatalkan pertungannya," sahut Olive yang begitu seriusnya.
" Mama tidak tau. Kakak kamu yang mengatakan sendiri kemarin. Jika dia ingin melanjutkan pertungan itu," sahut Maharani.
" Papa mengancam kak Athar lagi," tuduh Olive membuat Ari Purnama melotot dengan melihat Olive dari kaca spion.
" Ada-ada saja kamu Olive," sahut Ari Purnama.
" Olive papa kamu tidak ikut-ikutan. Dia bahkan kemarin sudah mempercayakan kakak kamu dengan keputusannya dan ya kakak kamu yang tiba-tiba saja berubah pikiran mama juga tidak tau kenapa," jelas Maharani.
__ADS_1
" Apa yang terjadi. Anna dan kak Athar apa sedang ada masalah," batin Olive yang menjadi resah yang tidak tenang.
" Lagian kamu kenapa sih. Kayaknya tidak setuju kakak kamu bersama Aurelia," sahut Ari Purnama.
" Memang iya," sahut Olive jujur apa adanya. Ari Purnama dan istrinya saling melihat dengan Maharani menggedikkan bahunya.
" Isss, kenapa lagi sih mereka, jadian aja belum udah kayak gini," batin Aurelia yang tiba-tiba begitu kesal.
Sementara Anna yang berada di dalam mobil hanya diam saja yang kepalanya melihat keluar jendela. Dia juga tidak tau akan jalan-jalan kemana dia hanya mengikuti saja. Walau pasti dia tidak akan bisa bersenang-senang karena
Dia memang tidak akan bisa bersenang-senang karena ada Athar. Situasi memang sudah berbeda andai saja Anna juga tidak mempunyai perasaan pada Athar dan seperti kata Anjani. Anna tidak jatuh cinta pada Athar mungkin saja dia akan bisa seperti biasa dan tidak murung, galau terus seperti ini.
Anna beberapa kali membuang napasnya perlahan kedepan. Hembusan kasar yang menggambarkan perasaannya. Sementara Athar yang juga berada di dalam mobil terlihat murung dan Jennie yang menyetir di sampingnya hanya melihat sesekali Athar. Mau bicara takut di bilang ikut campur jadi mending Jennie diam saja yang melihat galaunya Athar.
Mobil itu berhenti di lampu merah, kepala Athar yang melihat ke ke luar jendela dengan pandangan yang kosong dan tidak jelas. Tiba-tiba Athar menautkan ke-2 alisnya saat melihat di mobil di sebelahnya. Mobil Alphard putih yang mana melihat seorang wanita paruh baya yang duduk elegan dengan rambut terlihat di sanggul.
" Wanita itu. Dia --" batin Athar yang sepertinya mengenali wanita itu. Lintasan ingatan Athar di kamar Anna melihat foto Anna, Aurelia dan wanita yang sekarang, Athar juga mengingat foto bersama Amelia dan Maharani yang mana adalah Maya.
Lampu pun hijau dan mobil yang di samping Athar melintas langsung.
" Tidak mungkin apa itu Maya, mantan istri Chandra," batin Athar terlihat begitu schok yang melihat mobil itu melaju dengan kecepatan tinggi.
Bahkan dengan sekejap mobil itu langsung melintas. Jennie juga akhirnya melajukan mobilnya. " Athar ada apa?" tanya Jennie yang melihat Athar gelisah.
" Tidak! Tidak apa-apa," jawab Athar dengan suaranya yang begitu serak. Yang wajahnya masih terlihat shock yang kelihatan memikirkan sesuatu.
" Itu Maya, aku tidak mungkin salah lihat iya itu adalah ibu kandung Anna," batin Athar yang memastikan betul-betul dengan apa yang di pikirkannya.
Bersambung
__ADS_1