Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 204 Kenak batunya sendiri.


__ADS_3

Uhuk-uhuk-uhuk-uhuk.


Anna batuk-batuk membuat Jennie tersentak dan mengalihkan pandangannya dari Gibran melihat Anna yang mana batuk-batuk. Respon tangan Athar ingin memberikan minum. Namun kalah cepat dari Derry yang sudah memberi Anna minum dan tangan Athar hanya sia-sia saja.


" Pelan-pelan," ucap Derry.


" Makasih Pak Derry," sahut Anna yang terus merasa tidak enak dengan Derry yang terus memperhatikannya.


Athar memegang gelas itu dengan kuat yang sepertinya api cemburunya sudah tidak tertahankan lagi mungkin saja jika gelas itu bukan barang yang berkualitas tinggi pasti sudah pecah di tangan Athar.


Dan lagi-lagi Aurelia melihat sikap Athar membuatnya juga akhirnya marah dan lama-kelamaan tidak bisa menahan diri.


" Keterlaluan, dia sekan tidak menganggapku. Dan Anna terus mencari muka agar membuat Athar semakin menjadi orang bodoh. Aku ingin melihat Anna sampai mana capermu ini akan bertahan," batin Aurelia yang mengepal tangannya yang melihat Anna sudah makan kembali dan Athar masih saja terus melihat Anna.


" Ehemmm. Athar apa kamu sudah menyiapkan cincin pertunangan kita?" tanya Aurelia yang menguatkan suaranya.


Dia sengaja mengatakan hal itu agar pembahasan fokus pada dirinya dan Anna juga bisa menghentikan tingkahnya.


" Apaan sih, kenapa coba harus mengungkit pertungan lagi," batin Olive kembali merasa terusik.


Mendengarnya kalimat itu Anna sempat berhenti menyuapkan nasi kemulutnya. Namun seolah tidak peduli Anna tetap melanjutkan makannya.


" Iya Athar bagaimana persiapan kalian. Papa juga belum sempat mempertanyakan hal itu,": sahut Ari Purnama yang merespon dengan baik pembahasan Aurelia.


Derry langsung melihat Anna dan Anna pura-pura tenang yang seakan merasa jika itu bukan urusannya.

__ADS_1


" Jika di tanya aku. Aku pasti sudah menyiapkan semuanya dengan sempurna Om," jawab Aurelia, " tetapi aku tidak tau Athar dan masih aku bertanya pada Athar. Tetapi Aku rasa Athar pasti sudah menyiapkannya. Iya kan Athar!" tanya Aurelia yang ingin memastikan semuanya.


Namun Athar diam yang tidak langsing merespon hal itu.


" Mungkin saja dia tidak menyiapkan apa-apa," sahut Gibran yang ikut-ikutan.


" Itu tidak mungkin. Karena dia yang mengajakku bertungan. Mungkin saja dia sudah menyiapkan sebelumnya makanya memutusakan mengajakku untuk bertunangan," sahut Aurelia dengan yakin. Athar masih diam dengan suasana mulai mencegang.


" Dan semoga saja pertunangan kita akan berjalan lancar dan tidak ada yang merusaknya lagi," sindir Aurelia yang menatap Anna dengan sinis namun Anna tidak peduli dan matanya hanya turun pada piring di depannya menutup kuping untuk tidak merespon atau mendengar kata-kata Aurelia.


" Anna kali ini kamu akan datangkan ke pertunangan kami?" tanya Aurelia.


Olive terlihat begitu kesal dengan Aurelia yang bertanya pada Anna temannya, " kenapa juga harus bertanya pada Anna. Bangga benget apa bisa bertungan sama kak Athar," batin Olive yang terlihat begitu kesal.


" Bukan hanya aku yang mengundangmu. Tetapi pihak dari calon suamiku juga mengundangmu. Kau akan datang kan dalam undanganku?" tanya Aurelia lagi.


Terlihat suasana menjadi semakin tegang. Ya Aurelia memang sengaja untuk mengundang keributan yang membuat Anna seperti orang yang begitu menyedihkan yang juga seakan ingin memberitahu orang-orang di sana bahwa gagalnya pertanyaannya kemarin adalah karena kesalahan Anna.


" Apa Aurelia tidak bisa jika tidak menanyakan hal itu pada Anna yang ujung-ujungnya nanti mereka ribut dan aku yang di salahkan lagi," batin Amelia yang mulai was-was.


" Tante Maharani," ucap Aurelia melihat Maharani, " tante akan mengundang Anna kan. Jadi Anna pasti akan datang jika di undang 2 belah pihak," ucap Aurelia lagi yang semakin mempersulit keadaan.


Jennie juga yang di situasi itu bingung harus melakukan apa. Namun Gibran menyunggingkan senyumnya yang seakan menikmati suasana itu, dan seolah dari tatapan Gibran ingin membantu Aurelia untuk memojokkan Anna.


" Kalau Anna tidak datang itu artinya pertunangan mu terancam batal lagi seperti kejadian kemarin," sahut Gibran dengan sindiran membuat Athar melihat Gibran dengan ekor matanya yang mulai ikut campur.

__ADS_1


" Banyak kemungkinan. Makanya aku ingin memastikan pada Anna datang atau tidak di hari pertunangan ku. Agar aku dan Athar bisa hati-hati kali ini. Karena kami harus belajar dari kesalahan sebelumnya," sahut Aurelia yang matanya terus melihat Anna.


Athar ingin sekali bicara untuk menghentikan semuanya. Namun egonya masih lebih keras yang membuat semuanya tetap seperti itu.


" Bagaimana Anna, aku mengundangmu. Apa kamu akan datang?" tanya Aurelia lagi.


Anna tampaknya yang sedari tadi diam sudah mulai tidak tahan dengan Aurelia yang memojokkannya dan orang-orang seakan ingin tau apa yang terjadi.


Anna membuang napasnya dengan perlahan dan mengangkat kepalanya tersenyum melihat kakaknya yang sedari tadi mencari keributan di depannya di depan orang-orang.


" Katakan dulu kepadaku. Kenapa kau mengundangku," sahut Anna yang bicara dengan tenang.


" Ya aku mengundangmu karena kau itu...." tiba-tiba Aurelia tidak bisa melanjutkan kalimatnya saat matanya melihat ada beberapa orang asing yang tidak tau masalah keluarga itu.


Melihat hal itu Anna menyunggingkan senyumnya yang mana Aurelia terjebak sendiri dengan pertanyaannya yang begitu heboh.


" Aku apa?" tanya Anna dengan santai. " Bukannya pertunangan di keluarga besar Perusahaan tidak semua mengundang karyawan. Hanya orang-orang penting yang akan di undang oleh pimpinan perusahan. Jika bertanya pada Tante Maharani dia mengundangku atau tidak aku rasa tidak. Karena aku karyawan biasa dan mungkin Olive juga tidak akan mengundangku dan justru aku bertanya kenapa keluargamu mengundangku. Ada urusan apa keluargamu harus mengundangku," ucap Anna membuat Aurelia terdiam.


Di meja itu bukan hanya keluarga inti ada 3 karyawan dari perusahan dan bahkan ada 3 wartawan yang meliput acara itu dan di pastikan Aurelie tidak akan bisa menjawab pertanyaan dari Anna.


" Apa aku keluargamu yang harus kau undang. Apa sebelumnya kita saling mengenal. Katakan kenapa mengundangku?" tanya Anna yang membalas Aurelia.


Aurelia hanya terjebak sendiri dengan pertanyaannya pada Anna. Karena situasi seperti itu memang sangat mudah untuk di manfaatkan Anna


" Apa kau sudah tidak tahan ingin mengatakan kepada orang-orang jika aku adalah......" Anna tidak melanjutkan kalimatnya dan melihat di sekitarnya yang tampak penasaran dengan Anna yang berbicara dengan Aurelia yang seperti ada sesuatu di antara keduanya.

__ADS_1


Chandra dan Amelia juga tiba-tiba merasa was-was dan Ari Purnama dan istrinya saling melihat yang mulai mencium- cium aroma keributan lagi. Sementara Athar masih tetap dengan diamnya tanpa berpendapat apa-apa. Namun bisa di lihat perseteruan Anna dan Aurelia semakin menjadi-jadi.


Bersambung


__ADS_2