Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 68 Kemarahan Chandra


__ADS_3

Di kediaman Ari Purnama.


Pagi seperti biasanya di rumah Ari Purnama juga sarapan. Ari Purnama, Gibran, Maharani Derry dan Olive melakukan sarapan seperti biasanya tinggal Athar yang tidak ada di sana.


" Athar di mana apa dia belum pulang?" tanya Ari Purnama.


" Athar sepertinya berangkat pagi-pagi sekali," sahut Maharani yang tidak mengetahui jika Athar menginap di rumah Anna.


" Hmmm, begitu rupanya, pantesan papa tidak melihatnya," sahut Ari Purnama.


" Oh, iya mah, mengenai kejadian tadi malam. Apa hubungan Anna dengan keluarga om Chandra, Om Chandra sampai marah-marah seperti itu. Anna kuah?" tanya Olive menyinggung masalah yang kemarin malam. Dia memang ingin menanyakan hal itu pada Anna. Tapi takut Anna tersinggung.


" Kamu mengenal Anna Olive?" tanya Derry heran dengan kata-kata Olive.


" Hmmm, kami menjadi sahabat karena kami sesama Army," sahut Olive.


" Apa itu Army?" tanya Ari Purnama heran dengan sebutan putrinya itu.


" Korea-koreannya pah," sahut Maharani yang sepertinya mulai mengerti.


" Aneh, sekali namanya," sahut Ari Purnama yang mungkin sibuk bekerja jadi tren KPop jaman sekarang tidak di ketahuinya.


" Kakak sendiri kenal Anna?" tanya Olive kembali pada Derry.


" Dia itu karyawan di Perusahaan Glossi, wanita songong yang tidak punya moral, bicara suka-suka dan kelakukan minus," sahut Gibran menjawab pertanyaan Olive yang menunjukkan Gibran tidak menyukai Anna.


" Jadi Anna bekerja di Perusahan papa," pekik Olive, " dan kakak sepertinya sangat mengenalnya," ucap Olive melihat Gibran.


" Najis mengenalnya," sahut Gibran. Membuat Olive heran.


" Memang kenapa dia baik kok, kakak yang aneh," sahut Olive heran, " oh iya Pah, sudah lama Anna bekerja di sana?" tanya Olive pada Ari Purnama.


" Papa tidak tau Olive. Tapi kalau kakak kamu mengatakan dia karyawan di sana. Ya berarti iya. Karyawan itu sangat banyak dan papa tidak tau Anna," sahut Ari Purnama apa adanya.


" Pah, Anna termasuk wanita yang masuk 20 besar dalam peluncuran produk terbaru Glossi," sahut Derry.


" Benarkah!" sahut Ari Purnama yang tidak percay.


" Hmmm, kalau papa tau desain kuciran rambut. Itulah Anna yang membuatnya, karyawan baru yang memliki potensi besar," sahut Derry memperjelas lagi.


" Hmmm, begitu rupanya," sahut Ari Purnama yang tidak menyangka.

__ADS_1


" Potensi apaan," desis Gibran.


" Mama belum menjawab pertanyaan Olive. Apa hubungannya dengan keluarga Om Chandra dan kemarin aku melihat Anna begitu marah," ucap Olive.


" Anna itu anak dari Om Chandra," jawab Maharani mengatakan yang sebenarnya.


" Mama serius?" tanya Olive terlihat schock. Derry dan Gibran juga kaget mendengarnya. Sebenarnya yang terjadi tadi malam sudah bisa di tarik kesimpulan Anna anak Chandra. Namun tetap saja mereka kaget mendengar kebenaran dari Maharani.


" Mama serius, dia anaknya Om Chandra yang tinggal beda rumah dengan mereka," jawab Maharani.


" Apa itu artinya Anna adik Aurelia?" sahut Derry memastikan.


" Iya benar sekali. Aurelia dan Anna adik kakak dari pernikahan pertama Om Chandra dengan istrinya Maya. Setelah berpisah papa mereka menikah dengan Tante Amelia," jelas Maharani.


" Lalu kenapa Anna pisah rumah dan kejadian kemarin terlihat," sahut Derry yang terlihat penasaran.


" Anna memiliki konflik dengan papanya dan membuatnya tidak tinggal bersama dengan keluarga itu, yang pasti konfliknya karena kehadiran orang ketiga dalam keluarga mwreka dan Anna tidak menerima itu," jawab Maharani singkat.


" Anna membenci keluarganya sampai tidak mengakuinya," lirih Olive.


" Maksud kamu Olive?" tanya Derry.


" Aku pernah bertanya pada Anna masalah keluarganya dan Anna bilang tidak punya keluarga," sahut Olive dengan suaranya yang sendu dan wajahnya yang terlihat murung.


" Jadi dia anak Om Chandra pantesan bicaranya suka-suka kepadaku, tapi syukur aku sangat puas melihat kejadian tadi malam," batin Gibran.


" Kasihan Anna pasti hancur sekali dengan kejadian tadi malam," batin Olive yang kepikiran dengan temannya itu.


************


" Aku sudah mengatakan sejak awal. Jangan mengundangnya. Tapi apa yang mama lakukan tetap mengundangnya dan lihat keluarga kita di permalukan di depan semua orang dan paling parahnya di depan keluarga Ari Purnama," ucap Chandra marah-marah pada istrinya.


" Aku tidak tau kalau kejadiannya akan seperti ini," sahut Amelia yang merasa bersalah.


" Aku sudah mengatakan jangan terlalu ingin cari muka dengannya, sudah tau dia orangnya seperti apa. Tetapi masih tetap cari muka," sahut Aurelia berdiri dengan ke-2 tangannya di dadanya.


" Diamlah Aurelia," sahut Amelia kesal dengan Aurelia yang membuat suasana semakin panas.


" Sekarang menyuruhku diam. Kemarin-kemarin apa hah! sibuk mengurus untuk mengundangnya, bersandiwara seakan menjadi papa mengirim ini itu kepadanya. Sebenarnya masalah itu di sebabkan siapa. Aku juga terakhirnya harus malu di depan keluarga Athar," ucap Aurelia sinis yang juga marah pada Amelia.


" Aurelia kamu jangan terus menyalahkanku," sahut Amelia kesal dengan anak tirinya yang memperkeruh suasana yang membuat dirinya juga naik darah.

__ADS_1


" Sudah cukup!" Bentak Chandra.


" Kalian berdua juga ribut terus. Kejadian ini sungguh memalukan anak itu semakin lama semakin membuat onar. Semakin dewasa semakin pintar bicara. Semakin membuat ulah," ucap Chandra penuh dengan emosi yang tidak dapat di kendalikan lagi.


" Aku tidak bisa membiarkan kejadian ini terulang lagi," ucap Chandra menekan suaranya.


" Jaya!" teriak Chandra membuat Aurelia dan Amelia kebisingan dengan suara teriakan itu. Yang bernama Jaya pun datang seorang bodyguard.


" Iya tua!" sahut Jaya menundukkan kepalanya menghadap tuannya.


" Bawa anak itu kemari. Aku tidak akan tinggal diam pada anak itu!" parintah Chandra.


" Maksud tuan siapa?" tanya Jaya heran.


" Siapa lagi kalau bukan Anna!" teriak Chandra.


" Apa yang mau papa lakukan?" tanya Aurelia sedikit panik.


" Dunia luar hanya membuatnya semakin menjadi-jadi. Anak itu harus di beri pelajaran agar diam di tempatnya dan tidak macam-macam," ucap Chandra dengan tegas.


" Mas jangan aneh-aneh, kamu harus kendalikan diri kamu," sahut Amelia.


" Jangan ikut campur. Anna akan menjadi urusan ku!" geram Chandra.


" Bawa dia kemari dan jika tidak mau paksa dia. Dan kurung di dalam gudang dia harus di beri pelajaran!" titah Chandra yang tidak memberi Anna toleransi lagi.


" Apa yang papa bicarakan?" tanya Aurelia terlihat panik.


" Aku sudah mengatakan ini urusanku. Jadi jangan ikut-ikutan, jika kamu mau menentangku kamu bisa ikut bersamanya," sahut Chandra dengan penuh ketegasan.


" Cepat sana laksanakan!" titah Chandra.


" Baik tuan," sahut Jaya menundukkan kepala dan langsung pergi.


" Apa tidak bisa jika bicara baik-baik," sahut Amelia.


" Aku sudah cukup sabar menghadapinya selama ini," ucap Chandra dan langsung pergi.


" Pah," panggil Aurelia yang melihat kepergian papanya dengan penuh emosi.


" Ini semua gara-gara kamu yang sudah membuat semuanya berantakan apa kamu puas melakukannya," ucap Aurelia yang menyalahkan ini tirinya dan Aurelia pun pergi dengan kemarahan.

__ADS_1


Sementara Amelia semakin panik yang ternyata apa yang di lakukannya membuat suasana semakin keruh.


Bersambung


__ADS_2