Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 178 suasana filu.


__ADS_3

Mendengar suara ketukan pintu membuat Anjani langsung menuju pintu dan membuka pintu rumah.


Mata Anjani jatuh pada lantai yang melihat sepasang kaki yang bergetar dengan tetesan air, perlahan mata itu terangkat dan melihat sosok di depannya yang membuatnya kaget. Anna yang pulang dalam keadaan basah kuyup.


" Anna!" lirih Anjani. Anna yang lemas langsung jatuh dan Anjani langsung menangkapnya mereka sama-sama terduduk di lantai dengan Anna yang sudah memeluknya.


" Ya Allah Anna apa yang terjadi? kenapa kamu bisa seperti ini?" tanya Anjani memeluk Anna yang mana tubuh Anna bergetar yang pasti Anna begitu kedinginan.


" Aku tidak memanfaatkannya. Aku tidak mempermainkannya. Dia hanya salah paham kepadaku. Dia marah, berteriak dan melukai dirinya sendiri. Karena aku, dia terluka dan tidak mau mendengarkanku. Dia membenciku," ucap Anna menagis sengugukan di pelukan Anjani mengadu apa yang terjadi barusan.


Anjani dengan wajah bingungnya hanya mendengarkan yang pasti tidak mengerti apa yang di ceritakan Anna kepadanya.


" Apa aku keterlaluan, tapi aku tidak melakukan itu, aku merencanakan itu. Kenapa dia semarah itu kepadaku?" Anna terus mengeluarkan isi hatinya.


" Apa yang kamu bicarakan Anna? Apa kamu maksud? Dia siapa dan kenapa marah kepada kamu? apa yang terjadi sebenarnya?" tanya Anjani heran.


" Apa aku sejahat itu. Apa aku sungguh jahat. Aku tidak pernah mempermainkannya. Dia hanya salah paham, dia hanya salah paham padaku," sahut Anna yang terus menagis yang membuat Anjani tidak mendapat jawaban apapun.


" Tidak Anna kamu tidak jahat. Kamu jangan menangis lagi, tenangkan diri kamu, percayalah nak semuanya akan baik-baik saja. Kamu cerita pada ibu ya apa yang terjadi. Kamu jangan takut, ibu akan terus ada di samping kamu," ucap Anjani. Anna terus menangis di pelukan Anjani.


Anjani hanya mencoba menengkannya dan merasakan Anna memang sedang dalam masalah yang membuatnya juga tidak bertanya lagi dan memilih untuk menenangkan Anna yang mungkin setelah nanti Anna tenang Anna akan bercerita kepadanya.


*************


Setelah cukup tenang akhirnya Anna bisa beristirahat di kamar. Anna juga sudah mengganti pakaiannya dan sudah jauh lebih baik dari sebelumnya dan bahkan sudah bisa tidur.


Sebelumnya dia juga menceritakan apa yang terjadi padanya. Tidak ada yang di tutupi Anna, Anna menceritakan semuanya pada Anjani marahnya Athar kepadanya. Hal itu pasti membuat Anjani kaget yang tidak percaya Athar akan semarah itu tanpa mendengarkan penjelasan Anna.


Anna yang sedikitega berbagi cerita akhirnya bisa tidur, terbaring lurus di atas tempat tidurnya dengan Anjani yang sekarang duduk di sampingnya mengusap-usap pucuk kepala Anna.

__ADS_1


Walau sedikit tenang. Tetapi tetap saja. Anna masih sedih terbukti Anna yang tertidur dengan wajahnya yang memerah dan terkadang butir air matanya jatuh.


Bagi Anjani itu wajar. Karena dia mendengar cerita Anna tadi. Anjani juga seakan ikut merasakan kemarahan Athar dan kekecewaan Athar pada kesalah pahaman itu dan Anjani juga merasa sedihnya Anna yang tidak di percaya Athar dan bahkan Athar membenci Anna.


Tetapi semua hanya salah paham. Tetapi Anjani tau mana yang benar dan yang salah. Tidak ada tersirat pikiran Anjani jika Anna memang sengaja mendekati Athar untuk menghancurkan keluarganya. Anjani sendiri melihat dari mata Anna yang mencintai Athar sama seperti Athar yang juga mencintai Anna.


" Baru saja kemarin, kalian berdua bersama. Tetapi sekarang kalian kembali seperti ini. Ibu berharap Athar bisa memaafkan kamu. Ibu berharap Athar bisa mengerti dan tidak salah paham lagi. Ibu tau Anna kamu mencintainya dan makanya kamu setakut ini jika dia marah kepadamu. Ibu tau nak itu, dari cara kamu berbicara kamu begitu mencintainya. Percayalah dia akan datang dan mendengarkan kamu dan masalah ini akan selesai karena apa yang Athar dengar bukanlah kebenarannya. Percayalah Anna dia tidak akan tega terus marah kepada kamu," ucap Anjani dengan matanya yang berkaca-kaca yang ikut merasakan hancur karena melihat Anna yang seperti itu.


Anjani pun mencium kening Anna dan mengusap air mata di pipi Anna.


" Besok semuanya akan kembali percayalah kepada ibu," ucap Anjani yang hanya bisa berdoa. Anjani menarik selimut sampai ke dada Anna. Lalu dia pun memilih untuk keluar dari kamar itu membiarkan Anna untuk beristirahat.


*************


Di sisi lain Chandra juga penuh kemarahan karena tindakan Anna. Di sana juga ada Amelia dan juga Aurelia.


" Aku tidak percaya. Jika anak itu benar-benar sangat berani. Dia mengacaukan segalanya, dia sengaja bermain-main denganku," ucap Chandra dengan wajahnya yang penuh kemarahan.


" Aku benar-benar, menganggap spele pada Anna. Yang tidak di sangka-sangka ternyata dia sudah mengatur semuanya, Anna benar-benar wanita yang paling hebat yang berhasil mengendalikan semuanya dengan sempurna," ucap Chandra dengan emosi yang menggebu-gebu.


" Tapi semua ini gara-gara dia," sahut Aurelia dengan sorot matanya yang melihat Amelia.


" Apa maksud kamu?" tanya Amelia.


" Kau tidak tau kenapa dia seperti itu. Itu karena kau yang sudah membuat energi negatif dan menjadikannya wanita seperti itu. Jadi kaulah yang harus di salahkan," sahut Aurelia menegaskan.


" Jaga bicara kamu Aurelia. Jangan mengaitkanku dengan masalah kalian ber-2," sahut Amelia dengan wajah marahnya.


" Sekarang kau baru mengatakan masalah kami. Ya kau memang yang membuat permasalah menjadi melebar," tegas Aurelia menyalahkan ibu tirinya.

__ADS_1


" Aurelia jaga bicara mu," sahut Amelia dengan menekan suaranya.


" Kenapa apa yang aku katakan salah," sahut Aurelia.


" Apa kalian berdua akan melanjutkan keributan ini," sahut Chandra. Aurelia dan Amelia saling melihat dengan tatapan yang tajam.


" Dia selalu mencari kesempatan untuk membuat ku salah," batin Amelia dengan kekesalan karena Aurelia.


" Sekarang kau taukan jika sifat burukmu itu seperti apa dan Athar akhirnya tau jika Anna memang hanya mempermainkannya. Aku berharap setelah ini. Dengan kejadian ini aku sangat berharap Anna dan Athar benar-benar akan menjauh," batin Aurelia.


**********


Mentari pagi kembali tiba, Anjani sekarang berada di kamar Anna yang memberikan Anna minum di mana Anna yang berusaha duduk di bantu Anjani yang begitu lemas.


uhuk uhuk uhuk uhuk uhuk, Anna juga sedari tadi batuk-batuk dengan tenggorokannya yang gatal.


" Ini pasti karena kamu kehujanan. Jadi sakit seperti ini," ucap Anjani. Anna hanya mengangguk yang bersandar begitu lemas dengan wajahnya yang begitu pucat.


" Jam berapa sekarang?" tanya Anna dengan suara seraknya.


" Jam 7," jawab Anjani.


" Anna harus kekantor," ucap Anna.


" Anna, kamu masih sakit. Jangan kekantor ya. Nanti saja kalau sudah sembuh," ucap Anjani memberikan saran.


" Tidak Bu, Anna harus kekantor. Karena ada dokumen yang harus Anna serahkan," ucap Anna.


" Jangan ya, nanti kamu kenapa-napa. Kamu istirahat saja. Ibu akan telpon teman kamu. Supaya memberikan kamu izin. Ibu akan telpon Lisa dan bilang kamu sakit," ucap Anjani memberikan saran.

__ADS_1


Anna hanya diam dengan memegang kepalanya yang terasa begitu berat.


Bersambung


__ADS_2