
"Ada apa denganmu Jennie. Kenapa kau sangat lemah. Kau membiarkan orang lain merendahkanmu," ucap Davin dengan rasa kekecewaan kepada Jennie yang selalu membantunya itu.
Flashback.
Jennie yang berada di kamarnya begitu bahagianya yang terus menatap gaun pengantinnya yang besok akan di gunakannya di hari pernikahannya bersama Mahendra pria yang sangat di cintainya.
"Kenapa pagi begitu lama. Aku sudah tidak sabar untuk memakai mu di hari esok. Aku ingin tampil begitu cantik di depan Mahendra. Ya harus sangat cantik," ucap Jennie yang sudah tidak sabaran menunggu esok hari untuk pernikahannya.
Sebagian calon pengantin pasti akan dek-dekan kalau akan menikah besok hari. Namun tidak dengan Jennie yang malah tidak sabaran. Walaupun dia sebenarnya dek-dekan juga. Namun pernikahan itu adalah impiannya bersama dengan kekasihnya Mahendra.
toko-tok-tok-tok.
Tiba-tiba pintu kamarnya di ketuk membuat Jennie langsung berdiri menuju pintu kamarnya untuk melihat siapa yang datang. Jennie di kagetkan dengan wanita paruh baya yang terlihat elegan tersebut berdiri di depan pintu kamarnya.
"Tante Rika!" sapa Jennie yang tersenyum menyambut wanita itu, "ada apa Tante?" tanya Jennie. Wanita itu hanya diam yang tidak tau apa yang di pikirkannya, "Tante mari masuk!" ajak Jennie dengan ramah mempersilahkan wanita yang bernama Rika itu.
Rika pun langsung memasuki kamar itu dan matanya langsung fokus pada gaun pengantin yang di pakai di patung berdiri membuat Rika berdiri di depan gaun itu dan melihatnya dengan serius.
"Apa ada yang Tante butuhkan?" tanya Jennie yang sejak tadi bertanya dan tidak satupun di jawab Rika. Jennie hanya kebingungan yang berdiri di belakang Rika.
"Kamu akan menggunakan gaun ini besok?" tanya Rika dengan suara dinginnya.
"Benar Tante. Apa ada yang kurang menurut Tante. Mumpung waktu masih panjang jadi kita bisa memperbaikinya!" ucap Jennie.
Rika membalikkan tubuhnya dan menghadap Jennie, "apa kamu sangat ingin menjadi istri Mahendra?" tanya Rika.
Dengan cepat Jennie menganggukkan kepalanya, "itu sudah menjadi impian saya. Menikah dengan Mahendra," jawab Jennie dengan tersenyum yang menggambarkan hatinya yang berbunga-bunga.
"Tetapi itu akan menjadi impian terburuk saya," sahut Rika membuat Jennie kaget mendengarnya dan bahkan berharap dia salah dengar.
"Apa maksud Tante?" tanya Jennie dengan suara tertahannya yang tiba-tiba menjadi gugup dengan tangannya yang saling menggenggam di bawah sana.
"Kenapa harus menikah dengan Mahendra?" tanya Rika.
"Kami saling mencintai dan ingin hidup bersama selamanya dengan cinta kami dan sama-sama meraih impian kami berdua," jawab Jennie dengan senyumnya. Walau perasannya tiba-tiba tidak enak. Tetapi dia berusaha untuk senyum dan menjawab pertanyaan itu dengan tenang.
"Mahenndra sudah meraih semua mimpinya dan dia tidak punya waktu untuk meraih mimpi kamu," sahut Rika dengan sinis.
"Apa yang Tante bicarakan?" tanya Jennie dengan debaran jantungnya semakin tidak terkontrol.
"Tinggalkan Mahendra!" titah Rika langsung pada intinya. Membuat Jennie seolah ingin berhenti bernapas. Kala mendengar suatu hal yang tidak mungkin di lakukannya.
"Tante!" lirih Jennie.
"Kau tidak pantas menjadi bagian dari keluarga kami. Keluarga kami sangat terpandang dan kau hanya gadis biasa yang mempunyai impian banyak dan harus melibatkan putraku. Aku cukup memberi kamu waktu 2 tahun lebih untuk merajut kasih dengannya, untuk memanfaatkannya, untuk menghabiskan uangnya. Aku tidak mengganggu kalian. Tetapi untuk pernikahan. Maaf aku tidak akan menyetujui pernikahan kalian. Karena kau tidak pantas menjadi bagian dari keluarga kami," ucap Rika
menegaskan yang membuat air mata Jennie langsung jatuh.
"Apa yang Tante bicarakan?" tanya Jennie yang merasa sesak di dadanya.
Rika menghela napasnya panjang kedepan membuka tasnya dan mengeluarkan selembar cek dari dalam tasnya.
"Aku rasa ini cukup untuk meninggalkan Mahendra. Kau bisa hidup berfoya-foya dengan uang ini dan tinggalkan Mahendradatta," ucap Rika.
"Tante. Saya tidak mungkin meninggalkan Mahendra. Saya tidak butuh uang Tante dan saya menjalin hubungan, menikah dengan Mahendra bukan karena uang. Tetapi karena saya sangat mencintainya. Dan kamu berdua saling mencintai dan sangat tidak mungkin. Jika saya akan membatalkan pernikahan itu yang hanya akan menyakiti Mahendra," ucap Jennie dengan air matanya yang keluar yang sekarang dirinya di rendahkan dengan uang. Karena status sosial yang berbeda.
"Cinta kamu bilang, menyakiti Mahendra kamu bilang. Jennie dia tidak akan terluka. Kamu jangan khawatir dia akan baik-baik saja dengan pernikahan yang tidak jadi di laksanakan. Semuanya akan baik-baik saja tanpa kamu. Jadi kamu tinggalkan Mahendra dan ambil ini sebagai upah kamu," ucap Rika dengan kata-kata meremehkannya meletakkan cek itu di atas tempat tidur.
__ADS_1
"Berhenti bermimpi untuk menjadi bagian keluarga kami. Jauhi anak saya. Karena kamu tidak pantas menjadi menantuku," tegas Rika yang langsung keluar dari kamar itu setelah mengatakan semua maksud dan tujuannya untuk Jennie. Jennie menagis terisak-isak yang langsung terduduk lemas kala mendengar semua perkataan wanita yang seharusnya akan menjadi ibu mertuanya itu.
Flashon.
Air mata Jennie juga menetes di depan Athar. Kala mengingat masa lalu yang menyakitkan itu. Di mana dia harus memilih jalan pergi dan meninggalkan orang yang di cintainya.
"Aku kira aku wanita yang paling beruntung yang di cintai dan sangat di sukai ibu mertuanya. Tetapi aku salah hubungan kami yang selama dua tahun ternyata sangat di tentang dan harus berakhir dengan perpisahan," ucap Jennie harus menangis kembali karena menggali luka yang ada.
"Kenapa tidak mengatakannya kepada Mahendra?" tanya Athar dengan lembut yang ikut merasakan perasaan Jennie.
"Aku tidak mungkin mengatakannya. Karena sudah terbaca apa yang terjadi. Apa jika aku mengatakannya. Maka semuanya berubah. Tidak akan dan perpisahan jalan yang terbaik," jawab Jennie.
"Jennie tetapi karena keputusan kamu yang seperti itu membuat Mahendra membenci kamu. Karena meninggalkan pernikahan tanpa alasan," ucap Athar.
"Itu yang aku inginkan. Dia harus membenciku, dia harus mengingat jika aku wanita yang sangat jahat," sahut Jennie.
"Aku berusaha untuk bangkit dan sangat bersyukur bisa bertemu kembali dengamu Awalnya aku hanya ingin menjadi wanita sukses untuk membalas semuanya Menunjukkan jika aku juga bisa menjadi orang yang terpandang dan selama ini bukan hanya menginginkan materi saat berhubungan dengan Mahendra. Tetapi setelah aku perlahan mendapatkan semuanya Aku merasa tidak ada artinya dan berusaha meluoakan segalanya. Biarlah menjadi cerita di dalam hidupku," jelas Jennie
"Sampai tidak di duga-duga kami kembali bertemu dan aku pikir dia begitu membenciku. Tapi ternyata aku salah. Meski aku menyakitinya, membuat luka di hatinya. Dia tidak membenciku dan menginginkan aku kembali kehidupannya. Tetapi aku tidak bisa melakukan hal itu. Aku kembali mendapat serangan yang sama seperti dulu," Jennie yang bercerita kembali sembari menangis terisak-isak.
"Jennie aku sungguh tidak menyangka kau mengalami semua ini," ucap Athar.
"Aku minta maaf Athar. Jika tidak memberitahu mu. Aku pikir aku bisa menghadapinya. Tetapi tidak dan aku memilih untuk diam dan mengikuti alur ceritanya," ucap Jennie.
"Tetapi jika kau membiarkan semua ini. Kau hanya menyakiti diri mu sendiri. Mahenndra harus tau semuanya," ucap Athar.
Jennie menggeleng-gelengkan kepalanya yang tetap tidak ingin Mahendra tau.
"Biarlah aku seperti ini. Aku tidak ingin menyakitinya lagi. Dia berhak hidup bahagia," ucap Jennie.
"Jennie!" lirih Athar.
"Aku tanya padamu sekarang. Apa kau masih mencintai Mahendra?" tanya Athar yang ingin tau perasaan Jennie sejujurnya.
"Aku masih mencintainya dan perasaan itu tidak pernah pudar. Walau kami berpisah. Aku masih mengingat dirinya. Meletakkannya di hatiku. Jadi aku masih sangat mencintainya. Dan takdir tidak bisa mempersatukan kami," jawab Jennie jujur dengan perasaannya.
"Mari kita lawan takdir itu sama-sama," tiba-tiba terdengar suara yang tidak asing mengejutkan Jennie yang mengenali suara itu.
Jennie dan Athar sama-sama melihat ke arah suara itu yang ternyata Mahendra ada di sana bersama Anna yang berdiri di sampingnya. Jennie jelas terkejut melihat keberadaan Mahendra yang ada di sana.
"Mahenndra!" lirih Jennie yang langsung berdiri dan Athar juga ikut berdiri.
"Cukup Jennie. Cukup kau menanggung semuanya sendiri. Aku tidak akan membiarkanmu untuk menanggung ini semua lagi. Jadi cukup," ucap Mahendra yang langsung melangkah mendekati Jennie.
Mahenndra berdiri di hadapan Jennie dan Athar menyinggir ke samping mendekati Anna. Dengan Athar merangkul bahu Anna.
"Jennie sekarang aku tau semua alasannya. Kenapa kamu melakukan semua ini. Kenapa kamu meninggalkan pernikahan kita. Kamu menanggung semua ini sendirian. Tanpa memberitahuku," ucap Mahendra dengan memegang pipi Jennie.
"Tapi semuanya sudah tidak berati lagi," sahut Jennie.
"Semuanya sangat berarti. Aku tidak akan membiarkan semuanya seperti ini. Orang tuaku tidak akan mencuri urusan kita lagi," ucap Mahendra.
"Kalian selesaikan masalah kalian ber-2. Aku rasa sampai di sini aku dan Anna membantu kalian. Semoga kalian bijak dalam mengurus masalah kalian dan bisa meredakan emosi dan memikirkan bagaimana kedepannya. Kalian ber-2 saling mencintai dan sama-sama berjuanglah," ucap Athar dengan bijak.
"Iya kami pergi dulu. Kalian bicarakan," ucap Anna.
Anna dan Athar saling melihat dengan tersenyum dan akhirnya meninggalkan Mahendra dan Jennie yang saling bicara untuk menyelesaikan semua masalah mereka.
__ADS_1
"Aku tidak percaya Jennie. Jika kamu menghadapi semua ini sendirian," ucap Mahendra, "seharusnya kamu memberitahuku. Tidak membiarkanku hari bertanya-tanya dengan semua apa yang terjadi. Jika bukan karena Athar sampai matipun aku tidak akan tau apa yang kamu alami," ucap Mahendra dengan memegang pipi Jennie.
"Kamu memang lebih baik tidak tau. Aku hanya ingin kamu membenciku. Karena kita tidak mungkin bisa bersama," ucap Jennie.
"Apa yang tidak mungkin Jennie. Aku sudah meninggalkan keluarga ku dan meninggalkannya bukan karena kamu. Aku juga merasa tertekan dengan kehidupan orang tua ku yang selalu menemaniku dan aku meninggalkan semuanya. Dan sekarang aku dengan mereka tidak ada hubungan apa-apa dan apa yang tidak mungkin untuk kita bersama. Mau seperti apapun kamu melakukan hal ini dan hal itu. Aku tidak akan pernah membencimu Jennie. Aku mencintaimu Jennie," ucap Mahendra yang terus mengatakan perasaannya yang tidak pernah berubah sama sekali.
"Mahenndra!" lirih Jennie.
"Kau tidak bisa mengelak Jennie. Aku mendengar semuanya. Aku mendengar perasaanmu yang masih mencintai ku. Kau tidak bisa mengelak lagi," ucap Mahendra.
"Tapi kita berdua... mpt..."
Jennie tidak bisa melanjutkan kata-katanya saat Mahendra membungkam mulutnya dengan sebuah ciuman. Ciuman yang terlihat memaksa dan memang Jennie kaget dan sempat menolak. Tetapi Mahendra tidak peduli dan tidak akan berhenti mencium Jennie yang sampai akhirnya Jennie tidak bisa berbuat apa-apa lagi dan menerima ciuman Mahendra yang semakin dalam.
Ciuman yang tadi sangat memaksa berubah menjadi sangat lembut dengan Mahendra memegang tengkuk Jennie dengan ke-2 tangannya dan semakin memperdalam ciumannya yang Jennie juga terlihat membalas.
Ciuman mereka yang saling menuntut yang menggambarkan perasaan mereka yang ada. Perasaan mereka yang masih ada yang sama-sama saling mencintai dan akhirnya pertanyaan Mahendra selama ini terjawab alasan wanita yang di cintainya meninggalkan dirinya di hari pernikahan yang penuh dengan impian itu.
**********
Anna dan Athar berjalan bergandengan tangan di sekitar halaman Apartemen.
"Tidak di sangka mereka mengalami masa sulit seperti itu," ucap Anna. Athar menghentikan langkahnya dan berdiri didepan kekasihnya itu.
"Semua orang punya cerita masing-masing dalam kisah asmaranya. Dan kita ber-2 juga sebelum menjadi yang sekarang. Bukannya banyak drama dalam kisah kita," ucap Athar.
"Kamu benar. Di mana kita juga tidak mudah mengahdapi segalanya dan sampai sekarang kita bisa saling bersama seperti ini," ucap Anna dengan tersenyum.
"Iya sayang," sahut Athar.
"Sayang berjanjilah padaku untuk tidak menyembuyikan apapun dari ku. Aku tidak ingin seperti Mahendra yang harus bertanya-tanya. Aku ingin hubungan kita di penuhi rasa kejujuran," ucap Anna.
"Aku tidak pernah menyembuhkan apapun darimu Anna. Tidak ada sama sekali dan akan sampai kedepannya akan seperti itu terus," ucap Athar.
Anna mengangguk-anggukkan kepalanya, " aku percaya itu," sahut Anna. Athar mengangguk dengan mengusap-usap rambut Anna.
"Hmmm Makasih ya sayang sudah membantuku untuk menjawab semua rasa penasaran ini," ucap Anna.
"Sama-sama. Aku juga melakukannya. Karena Jennie juga banyak membantuku termasuk didalam hubungan kita. Jadi sebisaku untuk melakukan yang terbaik untuknya dan sisanya dia yang menyelesaikannya," sahut Athar.
"Kamu benar. Tetapi apa mereka akan baikan setelah ini?" tanya Anna yang penasaran.
"Aku tidak tau masalah itu. Jennie keras kepala dan kita sudah pergi dari sana. Jadi mana tau apa keputusan mereka," jawab Athar.
"Tapi aku rasa mereka baikan," sahut Anna yakin
"Tau dari mana kamu?" tanya Athar.
Anna menunjuk ke atas di belakang Athar dan membuat Athar melihat yang mana ternyata Apartemen bagian Jennie lampunya di matikan.
Hal itu membuat Athar mendengus tersenyum yang melihat kekasihnya dengan menaikkan 1 alisnya.
"Apa yang kamu pikirkan!" tanya Athar penuh selidik. Anna mengangkat ke-2 bahunya.
"Kamu berpikiran kotor ya!" goda Athar. Anna menggeleng-gelengkan kepala yang tidak mau mengakui. Padahal memang iya. Jika Jennie dan Mahendra pasti sedang melepas rindu sampai lampu harus di matikan segala.
"Jujur padaku. Kamu ini bilang orang yang otaknya mesum. Ternyata kamu juga," sahut Athar mendekati Anna dan Anna hanya geleng-geleng yang tidak mau mengaku dan membuat Athar mengeletikinya.
__ADS_1
"Sayang geli hentikan! sayang! Anna hanya mengeluh dengan memohon yang tidak bisa apa-apa lagi karena Athar terus menyiksanya dengan menggelitikinya. Mereka juga tidak melihat tempat untuk bermesraan. Ya Anna dan Athar memang tidak pernah mau kalah. Jadi harap maklum dengan pasangan itu.
Bersambung