Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 267 kekecewaan seorang anak.


__ADS_3

" Kamu kenapa diam mas. Jawablah apa ada rahasia lagi yang kamu sembunyikan dariku. Apa ini hanya sebagian saja. Apa ada istri-istri lagi yang kau simpan. Apa ada anak-anak lagi yang tidak aku ketahui dan nanti anak-anak itu akan datang dan dengan mudahnya kamu mengatakan ini itu lagi. Apa ada lagi mas yang kamu sembunyikan!" teriak Maharani yang benar-benar begitu kecewa dengan suaminya.


" Maharani!" lirih Ari Purnama.


" Kenapa kamu setega ini kepadaku. Apa kesalahanku kepadamu. Kenapa kamu sanggup melakukan semua ini. Kamu itu benar-benar jahat. Kamu tidak punya perasaan. Kenapa kamu sejagat ini kepadaku," teriak Maharani.


" Aku sudah mengatakan khilaf," sahut Ari Purnama.


" Semudah itu kamu mengatakannya?" teriak Maharani.


" Diammm!!!!!!!" teriak Olive tiba-tiba yang membuat semua kaget dan melihat ke arah Olive. Di mana Olive menutup ke-2 telinganya dengan air matanya yang terus keluar.


" Olive," lirih Anna yang melupakan jika sebagai anak perasaan Olive juga pasti hancur dengan kenyataan-kenyataan di dengarnya dan terlebih lagi pertengkaran ke-2 orang tuanya.


" Kenapa kalian terus ribut seperti ini hah! kalian tidak memikirkan perasaanku. Dengan bangganya papa mengungkap semua perselingkuhan papa. Penghiyanatan papa pada mama," teriak Olive yang merasakan kecewa dengan kenyataan yang di dengarnya.


" Ini, itu semua hanya perselingkuhan. Semua kebohongan, rahasia yang di tutup-tutupi. Ini anak siapa, anak si ini, ini. Banyak wanita di sekeliling papa selama ini. Di mana papa menghiyanati mama," teriak Olive dengan kemarahannya yang tidak bisa di kendalikan nya.


" Ya Allah kasihan sekali Olive dia pasti tidak sanggup menerima kenyataan dari Om Ari Purnama," batin Anna yang begitu simpatik mendengar Olive.

__ADS_1


" Olive sudahlah," sahut Maharani yang tidak ingin lagi membahas semua itu.


" Ini yang membuat mama belakangan ini diam. Yang ternyata Bu Anjani. Ibu yang ada di rumah Anna selama ini adalah ibu kak Athar. Papa menjalin hubungan dengan Bu Anjani saat bersama dengan mama dan jika memang papa sudah punya istri saat itu kenapa harus menikahi mama dan papa juga bilang jika ibu kak Derry adalah istri papa yang meninggal. Papa bisa-bisanya sangat bangga yang telah menyakiti mama dan papa tidak sadar. Jika Olive juga merasakan sakit atas perbuatan papa yang dengan bangganya berselingkuh," teriak Olive dengan kemarahannya pada papanya yang di percayai selama ini dan begitu di hormati nya sampai hal ini tidak mampu di terimanya.


" Olive sudahlah," sahut Maharani yang sudah pasrah dengan semuanya dia tau perasaan Olive pasti ikut terluka sebagai anak.


" Olive. Kamu tidak perlu ikut campur dengan semua ini. Mama capek. Jika apa yang mama ketahui ternyata bukan itu yang benarnya dan hari ini apa yang di katakan papa adalah kebenarannya. Terus mama mau ngapain lagi hah! semuanya sudah terjadi mama tidak bisa berbuat apa-apa jadi sudah Olive," sahut Maharani menegaskan.


" Mama bilang sudah lalu bagaimana dengan Olive. Apa Olive hanya akan diam saja dengan semua ini. Papa yang menyakiti mama. Mama bilang tidak terjadi apa-apa. Tapi apa. Kenyataan-kenyataan yang akhirnya terungkap dan ini apa tidak menyakiti Olive. Apa mama juga tidak memikirkan perasaan Olive," ucap Olive yang ribut dengan Maharani yang muluapkan kekesalannya kepada papanya.


" Semua orang punya masa lalu Olivie. Jadi kamu harus belajar menerimanya," sahut Ari Purnama.


" Cukup Olive. Kamu masih terlalu muda untuk mengetahui semuanya. Jadi jangka melebar-lebarkan masalah kesana lemari. Kamu tidak mengerti dan tidak memahami semuanya," sahut Ari Purnama.


" Apa papa pikir Olive anak kecil hah. Papa lihat mama Olive. Dia merawat ke-3 anak papa memanggil mama sama seperti Olive dan papa hanya membalasnya dengan penghiyanatan yang tidak cukup sekali! papa sebenarnya tidak ada bedanya dengan kak Gibran. Sangat kejam yang papa tidak sadar jika apa yang terjadi membuat anak papa sakit hati. Papa itu tidak tau berterima kasih. Semua anak-anak papa dari wanita-wanita simpanan papa. Telah mendapatkan kasih sayang dari wanita yang papa Khianati dan papa masih mengatakan semua masala lalu," teriak Olive dengan suaranya yang menggelegar.


" Ya Allah kasihannya Olive. Dia pasti begitu sakit hati dengan semua kenyataan ini," batin Anna.


" Olive kamu tenang ya," ucap Anna.

__ADS_1


" Diam kamu Anna!" bentak Olive yang membuat Anna terkejut yang pertama kali mendapat bentakan dari sahabatnya itu.


" Ini urusan keluargaku bukan urusanmu," sahut Olive.


" Olive kamu ini apa-apaan," sahut Athar yang tidak percaya adiknya itu akan bisa bicara seperti itu.


" Kenapa kakak juga marah padaku. Ini memang nyata menjadi urusan kita dan Anna tidak perlu ikut campur dan iya Anna. Kamu tau kan semua ini. Kamu tau masalah kak Athar dan ibu kandungnya. Kamu tau ibu kandung kak Athar Bu Anjani. Makanya kamu terus berusaha mendekatkannya iya kan," teriak Olive yang terlihat menyalahkan Anna.


" Olive apa maksud kamu?" tanya Anna heran.


" Kamu dengan bahagianya berfoto bersama dengan ibumu dan juga kak Athar bersama ibunya saat itu. Apa kalian sedang merayakan kebahagian saat itu hah! dan aku wanita bodoh anak kecil yang tidak tau apa-apa harus mengatakan pada mama dan pantes saja mama menangis saat itu, ternyata sedang menangis di atas kebahagian kalian. Yang sudah menghancurkan segalanya," ucap Olive yang malah menyalahkan Anna.


" Olive cukup. Kenapa kamu menyalahkan Anna," gertak Athar. Olive diam yang benar-benar frustasi dan hanya bisa menyalahkan siapa saja.


" Athar sudah," lirih Anna. Olive hanya menangis yang benar-benar bisa gila dengan semua nyatakan yang di hadapinya.


" Kaka tidak percaya Olive jika kamu seperti ini. Anna tidak tau apa-apa. Kamj jangan mengaitkannya dengan masalah keluarga kita," tegas Athar yang mencoba menenangkan adiknya yang sedang terluka itu.


" Sudah Olive belajarlah menerima masa lalu. Ini semua hanya masa lalu. Kamu.harus belajar untuk memahaminya dan semua kesalahan papa. Jangan menyalahkan siapa-siapa. Karena papalah penjahatnya dan papa yakin kamu akan semakin mengerti dengan apa yang terjadi. Jadi lupakan semua yang sudah terjadi," ucap Ari Purnama yang berusaha untuk menenangkan Olive.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2