
Memandang beberapa detik sampai akhirnya Anna mengalihkan pandangannya. Yang pasti sangat gugup dengan Athar.
"Kayaknya cuacanya tidak akan berubah. Aku mau pindah kebelakang mau istrirahat," ucap Anna yang mengalihkan yang pasti sekarang pembahasan dengan Athar sudah pembahasan masa lalu.
Athar membiarkan saja Anna pindah kebelakang yang mana Athar melihat Anna dari kaca spion yang sekarang merebahkan dirinya di bangku belakang yang mana Anna berbaring miring seperti bayi yang di dalam janin dan memejamkan matanya.
Pasti Anna hanya menghindari Athar saja. Athar menghela napasnya dan menoleh ke arah laci yang tadi masih ada cincin yang di kembalikan Anna ketempatnya.
***********
Tidak tau sudah berapa jam Anna dan Athar di dalam mobil. Anna berada di belakang tetap pada posisinya dan Athar juga di depan dan yang memejamkan matanya yang tidak tau Athar tertidur atau tidak.
Uhuk-uhuk-uhuk-uhuk
Suara batuk Anna terdengar kuat membuat Athar terbangun dan melihat kebelakang yang mana Anna masih batuk-batuk.
"Anna!" tegur Athar yang masih melihat Anna.
Uhuk-uhuk-uhuk-uhuk. Anna masih terbatuk dan membuat Athar menegakkannya tubuhnya dan melihat kelas Anna dengan membangunkan Anna dengan memegang lengan Anna.
Merasa ada yang tidak beres membuat Athar langsung membuka pintu mobil untuk melihat kondisi Anna yang mana Athar merasa Anna tidak baik-baik saja.
"Anna!" panggil Athar lagi yang melihat Anna masih batuk-batuk dengan terlihat menggigil. Karena cuaca semakin memburuk. Athar buru-buru memasuki mobil di bagian belakang dan menutup pintu.
"Kamu baik-baik saja?" tanya Athar memegang kedua pipi Anna. Tubuh Anna sangat dingin dengan wajahnya yang pucat. Tidak ada jawaban Athar mengambil air putih dan memberi Anna minum yang mana Anna sudah duduk di sebelah Athar.
"Pelan-pelan," ucap Athar panik dengan keadaan Anna yang tidak baik-baik saja.
Darah tiba-tiba keluar dari hidung Anna. Kondisi cuaca sangat tidak cocok pada Anna membuat Anna harus mimisan dan Athar begitu terkejut melihat hal itu.
"Anna apa kamu baik-baik saja?" tanya Athar begitu paniknya dengan Anna dan Anna bahkan tidak membuka matanya membuat Athar memeluk tubuh Anna dengan erat.
Anna benar-benar mengigil yang sudah merasa di dalam lemari es. Sudah beberapa jam terjebak sampai membuat Anna kedinginan parah dan wajahnya begitu pucat.
"Apa yang harus aku lakukan. Aku tidak mungkin membiarkan Anna seperti ini. Dia bisa bahaya," batin Athar yang terlihat panik.
Athar juga melihat di sekitarnya dan tidak ada orang yang lewat sejak tadi dan bagaimana Athar tidak kebingungan.
Athar mencoba melihat ada cahaya jauh di ujung sana yang meninggi ke atas, "apa dia sana ada pemukiman," batin Athar yang berpikiran positif.
Ingin berusahalah demi kebaikan Anna dan takut terjadi sesuatu pada Anna. Athar pun langsung keluar dari mobil dan menggendong Anna di punggungnya yang membawa Anna pergi dengan berlari yang tidak tau Athar membawa Anna kemari.
Di mobil saja sudah begitu dingin dan apa lagi di luar semakin dingin. Namun mereka juga bisa mati kalau terus berada di dalam mobil dengan cuaca yang semakin parah.
Athar sedemikian rupa berusaha untuk mendapatkan tempat yang lebih layak dengan menggendong Anna di punggungnya dan Anna mengalungkan erat tangannya di leher Athar dengan tubuh yang mengigil yang butuh pertolongan secepatnya.
***********
Setelah berlari kencang sembari menggendong Anna dan pasti sangat melelahkan akhirnya Athar mendapatkan tempat penginapan sederhana yang di katakan cukup jauh dan penginapan itu pun tadi sudah penuh karena banyak orang yang juga terjebak cuaca sampai akhirnya memilih menginap.
Dan untung saja Athar bisa mengatasinya sampai dengan segala usahanya mendapatkan kamar akhirnya dapat walau yang paling sederhana. Karena memang yang lain sudah di isi. Setelah mengurus semuanya. Athar langsung membawa Anna kedalam kamar tersebut dengan membaringkan Anna di atas kasur yang berada di atas lantai.
Ya tidak ada tempat tidur. Hanya kasur saja yang berada di lantai karena memang itu tempat yang paling sederhana.
"Anna!" lirih Athar memegang pipi Anna dan Anna masih mimisan yang Athar langsung mengusapnya kembali dengan tangannya sendiri.
"Kamu harus bertahan. Kita sudah mendapatkan tempat yang jauh lebih baik," ucap Athar dengan mengusap-usap tangan Anna sembari meniupnya untuk mengurangi rasa dingin ditubuh Anna. Karena Anna masih sangat menggigil.
Athar sampai kebingungan harus melakukan apa. Athar melihat mantel tebal yang di balut di tubuh Anna yang mana. Tidak tau apa yang di pikirkan Athar. Athar melepas mantel yang tadi di berikannya pada Anna.
Tidak hanya itu dia juga melepas mantel Anna, sudah Makai double mantel tetapi tetap sangat dingin. Athar merasa pakaian di tubuh Anna yang membuat dingin itu meresap sampai Athar bahkan melepas pakaian yang di kenakan Athar yang menurut Athar membuat rasa dingin di tubuh Anna tidak berkurang.
**********
__ADS_1
Athar dan Anna masih berada di dalam kamar tersebut. Yang mana Athar duduk menghadap fireplace yang ada di kamar itu yang mungkin di sediakan untuk menghangatkan tubuh dengan perapian tersebut.
Athar duduk dengan tanpa menggunakan pakaian sama sekali. Dia hanya menggunakan celana panjang yang ternyata kemeja yang sebelumnya di gunakan di pakaian kepada Anna yang mana Anna masih tertidur dengan selimut yang menutup sampai dadanya.
Athar mungkin kedinginan tanpa pakaian. Terbukti dengan Athar beberapa kali membuang napasnya kasar kedepan dengan mengusap-usap tangannya mengurangi rasa dingin di tubuhnya.
Dengan apa yang di lakukannya memakaikan kemejanya untuk Anna membuat Anna memang tidak menggigil lagi. Anna jauh merasa lebih baik sekarang yang padahal hanya memakai 1 lapis kemeja saja dan di tutupi selimut.
Uhuk-uhuk-uhuk-uhuk Anna tiba-tiba terbatuk dan Athar langsung melihatnya menghampiri Anna.
"Anna!" ucap Athar pelan membuat Anna membuka matanya.
"Athar," jawab Anna dengan suara seraknya.
"Kamu minum dulu!" Athar membantu Anna untuk duduk agar Anna bisa minum dan tidak batuk-batuk lagi.
"Kamu sudah tidak apa?" tanya Athar dengan lembut, Anna menggelengkan kepalanya.
"Kenapa kamu tidak pakai baju?" tanya Anna melihat Athar telanjang dada. Anna juga melihat dirinya yang sudah berganti pakaian.
"Pakaianku kenapa bisa bertukar. Kamu yang ganti?" tanya Anna.
Athar menganggukkan kepalanya, "maaf aku harus melakukannya untuk mengurangi rasa dingin di tubuh kamu," jawab Athar.
"Lalu kamu sendiri bagaimana. Kamu tidak mengenakan pakaian. Apa tidak dingin?" tanya Anna yang khawatir pada Athar
Athar memegang pipi Anna sembari mengusap-usapnya dengan lembut dengan menatap intens Anna.
"Aku tidak apa-apa. Aku lebih kuat dari pada kamu. Yang penting kamu tidak kedinginan," jawab Athar.
"Tapi Athar," ucap Anna merasa tidak enak.
Athar menghela perlahan napasnya dan membawa Anna kepelukannya dengan wajah Anna berada di dada bidang Athar yang polos.
"Memang apa yang terjadi?" tanya Anna yang memang tidak tau apa-apa yang dia tau dia hanya kedinginan.
"Kamu sampai mimisan karena kedinginan," jawab Athar.
"Sampai seperti itu?" tanya Anna yang terkejut sendiri. Athar menganggukkan kepalanya.
"Apa aku merepotkan?" tanya Anna. Athar menggelangkan kepalanya dengan tatapan mata yang begitu tulus.
Anna melepas pelukannya dari Athar dan mengambil selimut dan memberikannya pada Athar.
"Walau kuat tapi kamu juga pasti keinginan, jadi berselimutlah," ucap Anna.
"Kamu saja yang pakai. Aku tidak apa-apa. Sebentar lagi cuacanya akan membaik," ucap Athar. Anna geleng-geleng. Mana tega dia melihat Athar seperti itu. Saat pipinya tadi menempel di wajah Athar dia juga merasa begitu dingin tubuh Athar.
"Baiklah kita pakai berdua," ucap Athar yang beralih duduk di belakang Anna dan memeluk Anna dari belakang dengan selimut yang mereka pakai berdua dan di pastikan pelukan Athar itu adalah kehangatan untuk Anna mampu mengukir senyum tipis di wajah Anna.
"Di mana pakaianku?" tanya Anna
"Untuk apa?" Athar bertanya kembali.
"Aku hanya ingin tau, soalnya aku tidak melihatnya. Apa pakaian ku di bakar?" tebak Anna.
"Aku tidak sampai membakarnya. Namun menghangatkannya," jawab Athar menunjuk pada pakaian Anna yang bergantung di depak api.
"Pakaian ku setelah itu akan bau asap," ucap Anna dengan tertawa kecil.
"Tidak apa-apa yang penting tidak membuat dingin lagi," jawab Athar.
"Kamu melepas pakaian ku dan menukarkan dengan kemejamu. Kenapa punya kepikiran akan berpengaruh pada suhu tubuhku?" tanya Anna.
__ADS_1
"Aku pria yang pintar dan terbukti sangat berhasil," ucap Athar dengan santai membuat Anna tersenyum.
"Masih sombong seperti dulu," ucap Anna.
"Kamu selalu mengingat keburukanku," sahut Athar.
"Tidak juga, banyak hal baik yang aku ingat. Termasuk seperti yang sekarang ini. Bukannya dulu waktu kita pergi ke kampungku di saat ada yang mengejar kita. Kita kita sampai kesasar ke hutan dan kamu juga melakukan hal yang sama padamu. Kamu memberikan kemeja mu untukku agar aku tidak kedinginan dan kamu rela tanpa pakaian sama sekali," ucap Anna tersenyum mengingat masa-masa indah sebelum mereka pacaran.
"Aku mengingat juga di mana kamu juga memelukku untuk menenagkan ku," ucap Anna yang menoleh kearah Athar dan Athar juga melihatnya.
"Apa yang kamu rasakan saat itu?" tanya Athar.
"Kita belum jadian saat itu. Namun jantungku berdebar kencang saat itu," ucap Anna yang tersenyum menatap Athar begitu dalam begitu juga dengan Athar.
"Lalu sekarang bagaimana. Apa yang kamu rasakan?" tanya Athar.
"Aku pikir tidak. Ternyata masih sama. Jantungku berdebar sangat kencang," jawab Anna jujur isi hatinya yang tidak bisa di tutupinya. Athar menatapnya begitu lama tanpa berkedip sama sekali sampai Athar menautkan bibirnya pada bibir Anna dengan Anna memejamkan matanya menerima kecupan singkat dari Athar dan membuka matanya kembali dengan perlahan.
Athar memegang pipi Anna tanpa melepas tatapan mata mereka, "lalu bagaimana saat aku menciummu. Apa yang kamu rasakan?" tanya Athar dengan suara beratnya.
"Aku merasa jika kamu masih mencintaiku," jawab Anna dengan matanya berkaca-kaca.
"Lalu bagaimana denganmu?" tanya Athar. Anna terdiam yang tidak langsung menjawab apa-apa.
"Aku akan mencari jawabannya sendiri," ucap Athar yang kembali mencium bibir Anna membuat Anna kembali memejamkan matanya. Bukan hanya mencium sekilas. Namun ciuman itu begitu dalam yang kembali melepas kerinduan setelah beberapa bulan.
Ternyata kata menjadi teman tidak bisa di jalankan Athar dan juga Anna. Kata teman hanya sekilas. Semenjak Athar di Luar Negri dan Anna di Indonesia mereka berkomunikasi menanyakan kabar hanya lewat telpon saja dan terlihat normal yang layaknya teman biasa.
Namun siapa sangka ke-2nya masih memiliki rasa yang sama. Rasa yang tak pernah berkurang rasa yang tetap ada dan saling di rindukan satu sama lainnya.
Dan di tumpakan dalam ciuman romantis yang sangat menuntun dengan lembut dan penuh dengan cinta sampai akhirnya ciuman itu selesai setelah beberapa menit dan sama-sama saling melepas tautan bibir masing-masing.
Dengan mata yang sama-sama terbuka dan terdapat butir air mata di pipi Anna. Athar langsung mengusap dengan jarinya air mata yang jatuh yang pasti karena terharu.
"Maafkan aku," ucap Athar yang merasa bersalah pada Anna karena pernah menyakiti wanita yang sangat di cintainya itu. Anna geleng-geleng kepala. Baginya kata maaf sudah berati lagi. Karena dia sudah melupakan semuanya.
Athar mencium lembut kening Anna membuat Anna kembali memejamkan matanya dan langsung membawa Anna kembali kedalam pelukannya.
"Kita istirahat," ucap Athar. Anna menganggukkan kepalanya dan mereka berdua memilih membaringkan tubuh di atas kasur tersebut dan Athar memeluk Anna erat dengan beberapa kali mencium kening Anna dengan lembut.
**********
Sementara Mike mengantarkan Olive ke tempat penginapan yang di katakan Mike yang ada di gedung yang akan di lakukan tempat acara yang mereka rencanakan.
"Aku rasa kamu bisa nyaman untuk menginap malam ini di sini," ucap Mike.
"Cukup bagus. Tidak apa-apa lah kak. Anna dan kak Athar juga tidak kembali dan pulang ke apartemen pun tidak bisa. Jadi tidak apa-apa kalau menginap di sini saja," ucap Olive.
"Iya kamu istirahatlah di sini. Anna sedang bersama Athar. Jadi aku yakin pasti baik-baik aja," ucap Mike.
"Iya kak Mike aku juga yakin itu karena kak Athar pasti menjaga Anna," ucap Olive.
"Hmmm, kamu benar. Ya sudah kamu istirahat lah ini juga sudah malam. Nanti kalau butuh apa-apa tinggal panggil saja aku maka aku akan membantumu," ucap Mike.
"Baiklah kak. Oh iya kak Mike sendiri menginap di mana?" tanya Olive.
"Aku gampang, kamu jangan khawatir," jawab Mike.
"Ya sudah kalau begitu. Sekali lagi terima kasih sudah membantu Olive dan Olive masuk dulu," ucap Olive dengan pamitan.
"Iya selamat malam," ucap Mike. Olive mengangguk dan memasuki kamar tersebut sementara Mike pun langsung pergi dari depan kamar tersebut.
Olive melihat-lihat isi kamar tersebut, "semoga Anna dan kak Athar baik-baik aja. Aku yakin mereka pasti jauh lebih baik dan semoga saja malam ini punya cerita untuk mereka berdua," batin Olive dengan harapannya.
__ADS_1
Bersambung